Pamekasan, Pamekasan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pamekasan
Locator Kecamatan Pamekasan di Kabupaten Pamekasan.png
Peta lokasi Kecamatan Pamekasan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenPamekasan
Pemerintahan
 • CamatRahmat Kurniadi Suroso, S.Sos, M.Si[1]
Populasi
 • Total90.212 jiwa
 • Kepadatan3.298/km2 (8,540/sq mi)
Kode pos
69311 - 69317
Kode Kemendagri35.28.04 Edit the value on Wikidata
Desa/kelurahan9 desa
9 kelurahan

Pamekasan adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Pamekasan, provinsi Jawa Timur, Indonesia. kecamatan ini juga menjadi ibukota dari kabupaten Pamekasan. Kecamatan Pamekasan terletak di tengah-tengah Pulau Madura.[4]

Pembagian Wilayah[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Pamekasan dibagi menjadi 9 desa dan 9 kelurahan, yaitu;[5]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku[sunting | sunting sumber]

Penduduk asli atau suku yang mendiami pulau Madura, termasuk di Kabupaten Pamekasan adalah suku Madura, demikian juga di kecamatan Pamekasan. Meski demikian, penduduk dari suku lain juga ada yang tinggal di kecamatan ini, termasuk suku Jawa, kemudian suku Bawean, Tengger, Osing, Samin, dan beberapa suku lainnya juga beberapa tinggal di sini.[6]

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Selain bahasa resmi nasional bahasa Indonesia, bahasa yang banyak digunakan di tempat ini adalah bahasa Madura, khususnya bahasa Madura Pamekasan dan juga beberapa penutur bahasa Jawa.[7] Bahasa Madura terbagi menjadi dialek Kangean, Sumenep, Pamekasan, Bangkalan, Probolinggo, Bondowoso, dan Situbondo. Dalam pemakaiannya, bahasa Madura juga mengenal tiga tingkatan yaitu Enja’iya (bahasa halus), Enghi-enten (bahasa tengahan), dan Enghi-bhunten (bahasa kasar).[7]

Sementara bahasa Jawa di Jawa Timur, bukan bahasa Jawa baku karena dalam pergaulan sehari-hari umumnya menggunakan bahasa Jawa kasar (Ngoko). Bahasa Jawa resmi dibedakan atas tiga tingkatan pemakaian bahasa, yaitu ngoko, madya, dan Krami (Krama). Bahasa ngoko dipakai untuk orang yang sudah saling kenal dan akrab, juga kepada orang lain yang lebih muda usianya maupun lebih rendah derajat sosialnya (Ngoko Lugu dan Ngoko Ngandap). Bahasa Krami digunakan untuk berbicara dengan orang yang belum akrab, atau lebih tua, dan memiliki status sosial lebih tinggi. Kemudian bahasa Madya muncul sebagai variasi pemakaian antara bahasa Ngoko dan Krami.[7]

Agama[sunting | sunting sumber]

Tahun 2021, jumlah penduduk kecamatan Pamekasan sebanyak 90.212 jiwa, dengan kepadatan 3.298 jiwa/km². Kemudian, persentasi penduduk kecamatan Pamekasan berdasarkan agama yang dianut yakni Islam 99,10%, kemudian Kekristenan 0,84% dimana Katolik 0,43% dan Protestan 0,41%. Sebagian lagi menganut Buddha yakni 0,06%.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]