Lompat ke isi

Kanigoro, Blitar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kanigoro
Kantor Bupati Blitar
Kantor Bupati Blitar
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenBlitar
Pemerintahan
  CamatA'an Ernawanto, SE., MM
Populasi
 (2024)
  Total81.485 jiwa
Kode pos
66171
Kode Kemendagri35.05.10 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3505080 Suntingan nilai di Wikidata
Luas55,55 km²
Desa/kelurahan12
Peta
PetaKoordinat: 8°7′47.77928″S 112°13′12.99914″E / 8.1299386889°S 112.2202775389°E / -8.1299386889; 112.2202775389

Kanigoro adalah kecamatan yang menjadi ibu kota Kabupaten Blitar. Sebelumnya pusat pemerintahan Kabupaten Blitar berada di Kota Blitar, kemudian dipindahkan ke Kanigoro berdasarkan PP No. 3 Tahun 2010 setelah awalnya ibu kota direncanakan pindah ke Wlingi.[1][2] Kanigoro letaknya strategis di tengah kabupaten dan dilintasi jalan alternatif penghubung Kota Blitar dengan Malang. Sebagai ibu kota baru, Kanigoro mengalami pembangunan besar-besaran dengan diresmikannya kantor bupati dan alun-alun (dikenal dengan nama Kankab) dengan ikon patung Soekarno, taman kota, serta kantor dinas lainnya.[3][4] Kanigoro merupakan kecamatan yang padat penduduk, bahkan menjadi kecamatan dengan penduduk terbesar kedua di Kabupaten Blitar (setelah Kecamatan Ponggok) yaitu sekitar 81 ribu jiwa (2024).[2][5]

Tempat terkenal lainnya dari Kecamatan Kanigoro antara lain Candi Sawentar, Bendungan Serut, dan Pasar Kanigoro Baru. Bendungan Serut atau nama lainnya PLTA Lodoyo adalah bendungan besar di Sungai Brantas yang berada di perbatasan Kanigoro dengan Lodoyo dan Kademangan di selatan. Bendungan ini tidak hanya berfungsi sebagai pengatur irigasi dan banjir, tetapi juga sebagai jembatan penghubung antar wilayah, sebagai pembangkit listrik, serta tempat wisata. Nama Serut sendiri diambil dari salah satu dusun di Desa Gogodeso.[6][7]

Peta kecamatan di Blitar
(Kanigoro terletak di tengah)

Kanigoro adalah kecamatan yang terletak di timur Kota Blitar. Kecamatan ini memiliki geografi berupa dataran rendah dengan lahan yang subur di tepi Sungai Brantas, tetapi sekarang mengalami urbanisasi yang cukup pesat hingga menjadi ibu kota baru dari Kabupaten Blitar. Kanigoro dipilih sebagai ibu kota karena letaknya strategis di tengah kabupaten, berada di antara Kota Blitar dan Wlingi yang merupakan pusat Blitar timur. Kanigoro juga berbatasan dengan Sutojayan (Lodoyo) yang merupakan pusat Blitar selatan. Kanigoro dengan Lodoyo dipisahkan oleh Sungai Brantas dan terhubung oleh Jembatan Glondong dan Bendungan Serut (PLTA Lodoyo).[8]

Batas wilayah Kecamatan Kanigoro adalah sebagai berikut:[8]

UtaraKecamatan Garum
TimurKecamatan Talun
SelatanKecamatan Sutojayan, Kecamatan Kademangan, dan Sungai Brantas
Barat Kota Blitar dan Kecamatan Sanankulon

Daftar kelurahan, desa, dan dusun

[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Kanigoro terdiri dari 2 kelurahan dan 10 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan. Dahulu di Kanigoro juga terdapat Kelurahan Klampok yang sejak tahun 1982 bergabung dengan Kecamatan Sananwetan di Kota Blitar.[9] Kelurahan dan desa di Kanigoro yakni sebagai berikut:[8]

Daftar kelurahan

[sunting | sunting sumber]
No. Nama Desa Nama Dusun / Dukuh / Lingkungan Ref
1 Kanigoro Kanigoro, Banjarjo, Jajar [8]
2 Satreyan Satreyan, Glondong, Sawahan, Sembon [8]

Daftar desa

[sunting | sunting sumber]
No. Nama Desa Nama Dusun / Dukuh / Lingkungan Ref
1 Banggle Banggle, Gondoroso, Koripan, Pakel, Semanding, Sumberagung [8]
2 Gaprang Gaprang I, Gaprang II [8]
3 Gogodeso Gogodeso, Dogong, Ngade, Serut [8]
4 Jatinom Jatinom, Jatisari, Nglaos [8]
5 Karangsono Karangsono, Munggalan, Sukorejo [8]
6 Kuningan Kuningan [8]
7 Minggirsari Minggirsari I (Karang Kendal), Minggirsari II (Brintik), Minggirsari III (Ngrempak) [8]
8 Papungan Papungan, Gajah, Sekardangan [8]
9 Sawentar Centong, Sambong, Tawang, Tegalrejo [8]
10 Tlogo Tlogo I, Tlogo II, Tlogo III [8]

Tempat terkenal

[sunting | sunting sumber]
Kankab Blitar dari atas
Bendungan Serut
Candi Sawentar
  • Kankab Blitar - kawasan yang berfungsi sebagai alun-alun sekaligus pusat pemerintahan dari Kabupaten Blitar. Terdapat kantor bupati dan dinas terkait, pendopo, lapangan yang luas, taman kota, serta patung Soekarno yang terbuat dari perunggu.[4]
  • Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kanigoro - taman kota yang berlokasi di eks-Pasar Kanigoro[10]
  • Sisi utara Bendungan Serut atau PLTA Lodoyo
  • Candi Sawentar
  • Waterpark Kaligajah
  • Kolam renang Tlogo Tirto
  • RS Umum Medika Utama - rumah sakit swasta yang dikelola oleh IHC
  • Puskesmas Kanigoro

Pusat perbelanjaan

[sunting | sunting sumber]
  • Pasar Kanigoro Baru
  • Pasar Papungan
  • Pasar Banggle
  • Pasar Tlogo
  • Pasar Ikan Glondong

Tokoh terkenal

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Peraturan Pemerintah (PP) No. 3 Tahun 2010 tentang Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Blitar Dari Wilayah Kota Blitar Ke Wilayah Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur".
  2. 1 2 Tunggul Susilo (2017-12-10). "Repotnya Memindahkan Ibu Kota ke Wilayah Padat Kanigoro". ANTARA.
  3. "MENATA IBUKOTA, DARI TITIK 0 KM KANIGORO". blitarkab.go.id. Pemerintah Kabupaten Blitar. 2017-01-07.
  4. 1 2 Fima Purwanti (2023-08-04). "Patung Bung Karno Ikon Blitar Direnovasi, Anggaran Rp 98 Juta Dikucurkan". DETIK JATIM.
  5. "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 21 Maret 2025.
  6. Erliana Riady (2022-10-18). "Penjelasan Dibukanya Pintu Bendungan Serut saat Banjir Blitar". DETIK.
  7. Agus Muhaimin (2023-08-08). "Kata Mereka Para Penikmat Senja di PLTA Lodoyo". RADAR TULUNGAGUNG.
  8. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kabupaten Blitar Dalam Angka 2012. BPS Kabupaten Blitar. 2012-08-16.
  9. "Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 1982 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Blitar".
  10. Aunur Rofiq (2021-01-29). "Penataan Kota Kanigoro, Pemkab Blitar Bangun RTH Tahun Ini". JATIM TIMES.
  11. Erik Sinaga, ed. (2019-10-07). "Sosok Mbah Moedjair: Penemu Ikan Mujair Hingga Diangkat Jadi PNS Tanpa Beban Kerja". TRIBUN JAKARTA.