Bangkalan, Bangkalan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 7°01′45″S 112°45′00″E / 7.0293°S 112.7500°E / -7.0293; 112.7500

Bangkalan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenBangkalan
Pemerintahan
 • CamatCicik Fidiah, SE, MM[1]
Populasi
 • Total87.989 jiwa
 • Kepadatan1.298/km2 (3,360/sq mi)
Kode pos
69112 - 69119
Kode Kemendagri35.26.01 Edit the value on Wikidata
Luas36,70 km²[3]
Desa/kelurahan7 kelurahan
6 desa
Situs webbangkalankec.bangkalankab.go.id

Bangkalan adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Bangkalan, provinsi Jawa Timur, Indonesia. Daerah ini terletak di Pulau Madura.[4][5] Secara administratif wilayah Kecamatan Bangkalan terbagi menjadi 7 kelurahan dan 6 desa, dengan luas 36,70 km², pada ketinggian 5 m dari permukaan laut.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Adapun batas-batas wilayahnya sebagai berikut:

  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Arosbaya
  2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Burneh
  3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Socah
  4. Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Madura

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah pembagian Administrasi Wilayah desa dan kelurahan di kecamatan Bangkalan;[6]

Kelurahan

  1. Mlajah
  2. Kemayoran
  3. Pangeranan
  4. Demangan
  5. Kraton
  6. Pejagan
  7. Bancaran

Desa

  1. Sembilangan
  2. Ujung Piring
  3. Kramat
  4. Martajasah
  5. Sabiyan
  6. Gebang

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku[sunting | sunting sumber]

Penduduk asli atau suku yang mendiami pulau Madura, termasuk di Kabupaten Bangkalan adalah suku Madura, demikian juga di kecamatan Bangkalan. Meski demikian, penduduk dari suku lain juga ada yang tinggal di kecamatan ini, termasuk suku Jawa, kemudian suku Bawean, Tengger, Osing, Samin, dan beberapa suku lainnya juga beberapa tinggal di sini.[7]

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Selain bahasa resmi nasional bahasa Indonesia, bahasa yang banyak digunakan di tempat ini adalah bahasa Madura, dan juga beberapa penutur bahasa Jawa.[8] Bahasa Madura terbagi menjadi dialek kangean, Sumenep, Pamekasan, Bangkalan, Probolinggo, Bondowoso, dan Situbondo. Dalam pemakaiannya, bahasa Madura juga mengenal tiga tingkatan yaitu Enja’iya (bahasa halus), Enghi-enten (bahasa tengahan), dan Enghi-bhunten (bahasa kasar).[8]

Sementara bahasa Jawa di Jawa Timur, bukan bahasa Jawa baku karena dalam pergaulan sehari-hari umumnya menggunakan bahasa Jawa kasar (Ngoko). Bahasa Jawa resmi dibedakan atas tiga tingkatan pemakaian bahasa, yaitu ngoko, madya, dan Krami (Krama). Bahasa ngoko dipakai untuk orang yang sudah saling kenal dan akrab, juga kepada orang lain yang lebih muda usianya maupun lebih rendah derajat sosialnya (Ngoko Lugu dan Ngoko Ngandap). Bahasa Krami digunakan untuk berbicara dengan orang yang belum akrab, atau lebih tua, dan memiliki status sosial lebih tinggi. Kemudian bahasa Madya muncul sebagai variasi pemakaian antara bahasa Ngoko dan Krami.[8]

Agama[sunting | sunting sumber]

Tahun 2021, jumlah penduduk kecamatan Bangkalan sebanyak 87.989 jiwa, dengan kepadatan 1.298 jiwa/km². Kemudian, persentasi penduduk kecamatan Bangkalan berdasarkan agama yang dianut yakni Islam 98,95%, kemudian Kekristenan 0,94% dimana Protestan 0,57% dan Katolik 0,37%. Sebagian lagi menganut Buddha yakni 0,11%.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pejabat Pemerintah Kecamatan Bangkalan, www.bangkalankec.bangkalankab.go.id, 27 Agustus 2021
  2. ^ a b "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 27 Agustus 2021. 
  3. ^ "Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangkalan". bangkalankab.bps.go.id. Diakses tanggal 2020-11-21. 
  4. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  5. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  6. ^ "Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri No.56-2015)". www.kemendagri.go.id (dalam bahasa Indonesia). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-04-29. Diakses tanggal 2019-01-16. 
  7. ^ Taufiq, Muhammad. "Mengenal 6 Suku Yang Mendiami Provinsi di jawa Timur". www.jatim.suara.com. Diakses tanggal 27 Agustus 2021. 
  8. ^ a b c "Bahasa Daerah Jawa Timur". www.senibudayaku.com. Diakses tanggal 27 Agustus 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]