Kabupaten Tuban

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Tuban)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Tuban
ꦏꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦠꦸꦧꦤ꧀ / كَبُڤَتَينْ تُبَنْ
Lambang Kabupaten Tuban.webp
Lambang Kabupaten Tuban
ꦏꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦠꦸꦧꦤ꧀ / كَبُڤَتَينْ تُبَنْ


Moto: Tuban Bumi Wali
ꦠꦸꦧꦤ꧀ꦧꦸꦩꦶꦮꦭꦶ
Semboyan: Spirit of Harmony
Slogan pariwisata: Tuban Kota Seribu Goa
Julukan: Kota seribu Goa, Kota Tuak, Bumi Wali, Bumi Ronggolawe, Kota Koes Plus, The Mid-East of Java


Locator kabupaten tuban.png

Peta lokasi Kabupaten Tuban
ꦏꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦠꦸꦧꦤ꧀ / كَبُڤَتَينْ تُبَنْ di Jawa Timur
Koordinat: 111°30' - 112°35' BT dan 6°40' - 7°18' LS
Provinsi Jawa Timur
Tanggal peresmian 12 November
Ibu kota Tuban
Pemerintahan
-Bupati Fathul Huda
-Wakil Bupati Noor Nahar Hussein
APBD
-DAU Rp849.399.312.000.-(2013)[1]
Luas 1.839,94 km²
Populasi
-Total 1.154.269 jiwa 2015
-Kepadatan 627,34 jiwa/km²
Demografi
-Agama Islam 98.74%
Kristen Protestan 0.61%
Katolik 0.48%
Buddha 0.11%
Hindu 0.05%
Konghucu 0.01%[2]
Pembagian administratif
-Kecamatan 20
Simbol khas daerah
Situs web www.tubankab.go.id

Kabupaten Tuban (Hanacaraka: ꦏꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦠꦸꦧꦤ꧀ , Pegon: كَبُڤَتَينْ تُبَنْ), adalah salah satu kabupaten di Jawa Timur yang terletak di Pantai Utara Jawa Timur. Kabupaten dengan jumlah penduduk sekitar 1,2 juta jiwa ini terdiri dari 20 kecamatan dan beribukota di Kecamatan Tuban. Kabupaten Tuban mempunyai letak yang strategis, yakni di perbatasan Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan dilintasi oleh Jalan Nasional Daendels di Pantai Utara. Kabupaten Tuban berbatasan langsung dengan Rembang di sebelah barat, Lamongan di sebelah timur, dan Bojonegoro di sebelah selatan. Pusat pemerintahan Kabupaten Tuban terletak 100 km sebelah barat laut Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur dan 210 km sebelah timur Semarang, ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Oleh karena itu, pada zaman dahulu Tuban dijadikan pelabuhan utama Kerajaan Majapahit dan menjadi salah satu pusat penyebaran Agama Islam oleh para Walisongo.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Luas wilayah Kabupaten Tuban 183.994.561 Ha, dan wilayah laut seluas 22.068 km2. Letak astronomi Kabupaten Tuban pada koordinat 111o 30' - 112o 35 BT dan 6o 40' - 7o 18' LS. Panjang wilayah pantai 65 km. Ketinggian daratan di Kabupaten Tuban bekisar antara 0 - 500 mdpl. Sebagian besar wilayah Kabupaten Tuban beriklim kering dengan kondisi bervariasi dari agak kering sampai sangat kering yang berada di 19 kecamatan, sedangkan yang beriklim agak basah berada pada 1 kecamatan.

Kabupaten Tuban berada pada jalur pantura dan pada deretan pegunungan Kapur Utara. Pegunungan Kapur Utara di Tuban terbentang dari Kecamatan Jatirogo sampai Kecamatan Widang, dan dari Kecamatan Merakurak sampai Kecamatan Soko. Sedangkan wilayah laut, terbentang antara 5 Kecamatan, yakni Kecamatan Bancar, Kecamatan Tambakboyo, Kecamatan Jenu, Kecamatan Tuban dan Kecamatan Palang. Kabupaten Tuban berada pada ujung Utara dan bagian Barat Jawa Timur yang berada langsung di Perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah atau antara Kabupaten Tuban dan Kabupaten Rembang.Tuban memiliki titik terendah, yakni 0 m dpl yang berada di Jalur Pantura dan titik tertinggi 500 m yang berada di Kecamatan Grabagan. Tuban juga dilalui oleh Sungai Bengawan Solo yang mengalir dari Solo menuju Gresik.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kota Tuban memiliki asal usul dalam beberapa versi, pertama disebut sebagai Tuban dari lakuran watu tiban (batu yang jatuh dari langit), yaitu batu pusaka yang dibawa oleh sepasang burung dari Majapahit menuju Demak, dan ketika batu tersebut sampai di atas Kota Tuban, batu tersebut jatuh dan dinamakan Tuban. Saat ini wujud dari batu tersebut (watu tiban) masih ada dan dalam kondisi yang relatif utuh yang sekarang disimpan di Museum Kambang Putih, Tuban. Adapun versi yang kedua berupa lakuran dari metu banyu berarti keluar air, yaitu peristiwa ketika Raden Dandang Wacana (Kyai Gede Papringan) atau Bupati Tuban yang pertama membuka hutan Papringan dan anehnya, ketika pembukaan hutan tersebut keluar air yang sangat deras. Hal ini juga berkaitan dengan adanya sumur tua yang dangkal tetapi airnya melimpah, dan istimewanya sumur tersebut airnya tawar padahal berada di dekat pantai. Ada juga versi ketiga, Tuban berasal dari kata "tuba" atau racun yang artinya sama dengan nama kecamatan di Tuban yaitu Kecamatan Jenu.

Masa Pemerintahan Majapahit[sunting | sunting sumber]

Pemerintahan Kabupaten Tuban ada sejak tahun 1293 atau sejak pemerintahan Kerajaan Majapahit. Pusat pemerintahannya dulu adalah di Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding dan kota Tuban yang sekarang dulunya adalah Pelabuhan karena dulu Tuban merupakan armada Laut yang sangat kuat. Asal nama Tuban sudah ada sejak pemerintahan Bupati Pertama yakni Raden Dandang Wacana. Namun, pencetusan tanggal hari jadi Tuban berdasarkan peringatan diangkatnya Raden Haryo Ronggolawe pada 12 November 1293. Tuban dulunya adalah tempat yang paling penting dalam masa Kerajaan Majapahit karena berfungsi sebagai pelabuhan dan portal utama.

Masa Kemerdekaan Indonesia[sunting | sunting sumber]

Seiring kemajuan zaman, sudah mulai dilupakan oleh masyarakat Indonesia, padahal Tuban mengandung nilai sejarah tinggi dan besar peran serta perjuangan masyarakat Tuban dalam melawan penjajah itu sudah mulai luntur dalam dunia pemerintahan Indonesia saat ini.

PT Semen Indonesia (PERSERO) Tbk (sebelumnya bernama semen gresik) yang terkenal besar di Indonesia pada masa sekarang juga beroperasi dan mendirikan pabrik di daerah Tuban sejak awal tahun 1990 an. Selain itu di Tuban juga terdapat beberapa industri skala internasional, terutama dibidang minyak & Gas. Perusahaan yang beroperasi di Tuban antara lain Pertamina Petrochina East Java (di kecamatan Soko) yang menghasilkan minyak mentah, serta PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) & PERTAMINA TTU (di kecamatan Jenu) dan pada tahun 2010 dibangun Pabrik Semen Holcim & Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang akan dibangun di daerah Jenu.

Untuk pendidikan Tuban tidak kalah dengan daerah lain dipulau jawa, sudah sangat sedikit masyarakat Tuban yang buta huruf bahkan tinggal seberapa persennya, untuk pendidikan rata-rata masyarakat sudah mencapai pendidikan SMA. Lulusan-lulusan SMA di Tuban sudah banyak yang melanjutkan studinya ke Universitas negeri terkenal seperti ITS, UI, UGM, ITB, UNAIR, UNBRAW, UNDIP, IPB, UPN dll.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah nama-nama Bupati Tuban dari masa ke masa.

No Bupati Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Ket. Wakil Bupati
1
R Adipati Dandang Watjono
Kyai Gede Papringan
1264
1282
1
Tidak ada
2
RH. Ronggolawe
1282
1291
2
3
RH. Sirolawe
1291
1306
3
4
RH. Sirowenang
1306
1326
4
5
RH. Leno
1326
1349
5
6
RH. Dikoro
1349
1401
6
7
R Adipati Tejo
1401
1419
7
8
RH. Wilwatikta
1419
1460
8
9
KH. Ngraseh
1460
1507
9
10
Kanjeng Adipati Gelilang
1507
1553
10
11
Kanjeng Adipati Batubang
1553
1573
11
12
RH. Balewot
1573
1628
12
13
P. Sekartanjung
1628
1661
13
14
P. Ngangsar
1661
1668
14
15
P. H. Permalat
1669
1686
15
16
P. Salampe
1686
1707
16
17
P. H. Dalam
1700
1707
17
18
P. Pojok
1707
1723
18
19
P. Anom
1723
1730
19
20
P. Soedjono Poetro
1730
1737
20
21
RA. Balabar
1737
1748
21
(20)
P. Soedjono Poetro
1748
1755
22
22
R. Adipati Joedongoro
1755
1766
23
23
R. Adipati Suryodiningrat
1766
1773
24
24
R. Adipati Diposeno
1773
1779
25
25
KT. Tjokronegoro
1779
1792
26
26
KT. Poerwonegoro
1792
1799
27
27
K. Lieder Soerodinegoro
1799
1802
28
28
R. Soeroadiwidjojo
1802
1814
29
29
P. Tjitrosumo VI
1814
1821
30
30
P. Tjitrosumo VII
1821
1841
31
31
P. Tjitrosumo VIII
1841
1861
32
32
P. Tjitrosumo IX
1861
1878
33
33
R.T. Pandji Tjitro Somo
1878
1891
34
34
R.T. Koesoemodhiningrat
1892
1893
35
35
R.A.A. Koesoemodikdo
1893
1910
36
36
R.T. Pringgowinoto
1911
1919
37
37
R.A.A. Koesoemohadiningrat
1920
1927
38
38
R.M.A.A Koesoemobroto
1927
1944
39
39
RT Soedirman H
1944
1946
40
Selama Periode Republik Indonesia (1945-sekarang)
39
Moestain-39thRegentOfTuban.JPG KH. Moesta'in
1946
1956
40
Tidak ada
40
Soendaroe-40thRegentOfTuban.JPG R. Soendaroe
1956
1958
41
41
Istomo-41stRegentOfTuban.JPG R. Istomo
1958
1959
42
42
R. Sandjojo
1959
1960
43
43
MWidagdo-43ndRegentOfTuban.JPG M. Widagdo
1960
1968
44
44
RSoeparmo-44rdRegentOfTuban.JPG R. Soeparmo
1968
1970
45
45
Irchamni-45thRegentOfTuban.JPG RH. Irchamni
1970
1975
46
46
MohMasduki-46thRegentOfTuban.JPG Moch. Masduki
1975
1980
47
47
SoeratiMoersam-47thRegentOfTuban.JPG Soerati Moesram
1980
1985
48
48
DjuwahiriMP-48thRegentOfTuban.JPG Drs. Djoewahiri Marto Prawiro
1985
1991
49
49
SyukurUtomo-49thRegentOfTuban.JPG Drs.
Sjoekoer Soetomo
1991
1995
50
50
Hindarto-50thRegentOfTuban.JPG Kol. Inf. H. Hindarto
1996
2001
51
51
Haeny Relawati Rini Widyastuti
2001
2006
52
Soenoto
2006
2011
53
Lilik Soehardjono
52
Fathul Huda Bupati Tuban.jpg Fathul Huda
20 Mei 2011
20 Mei 2016
54
Noor Nahar Hussein
20 Mei 2016
Petahana
55

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD Kabupaten Tuban hasil Pemilu 2014 tersusun dari 10 partai politik, dengan perincian sebagai berikut:

Partai Kursi
Pkb.jpg PKB 14
Logo GOLKAR.jpg Partai Golkar 7
DEMOKRAT.gif Partai Demokrat 6
Gerindra.jpg Partai Gerindra 6
PDIPLogo.png PDI-P 5
PKS Logo.svg PKS 3
PAN.jpg PAN 3
Partai NasDem.svg Partai NasDem 3
Ppp-logo.jpg PPP 2
HANURA.jpg Partai Hanura 1
Total 50

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Tuban terdiri dari 20 kecamatan yaitu:

Julukan[sunting | sunting sumber]

Tuban mengangkat tema Bumi Wali sebagai slogan utamanya. Slogan ini pantas disematkan untuk Tuban karena Tuban merupakan salah satu tempat berkumpul para Walisongo. Hal ini terlihat dari banyaknya makam wali yang berada di Tuban, seperti Sunan Bonang, Syaikh Maulana Ibrahim Asmaraqandi, Sunan Bejagung, Syaikh Achmad Kholil, dan lain sebagainya. Sunan Kalijaga merupakan salah satu anggota Walisongo yang berasal dari Tuban, yakni putra Adipati Tuban ke-8 Raden Haryo Tumenggung Wilatikta.

Selain itu, terdapat beberapa julukan Tuban, yaitu:

  • Kota Seribu Goa. Tuban memiliki banyak goa oleh karena faktor geografis Tuban yang berada di rangkaian Pegunungan Kapur Utara.
  • Kota Koes Plus. Julukan ini tidak perlu diragukan lagi, karena Tuban merupakan kota asal grup musik legendaris Koes Bersaudara yang kemudian menjadi Koes Plus
  • Kota Tuak. Ini merupakan julukan bagi para warga lokal Tuban karena Tuban merupakan habitat bagi pohon siwalan yang dapat memproduksi air nira (legen). Legen yang difermentasi akan menjadi tuak dan mengandung alkohol cukup tinggi. Tuak dipercaya berkhasiat menyembuhkan penyakit kencing batu.
  • Bumi Ronggolawe. Ronggolawe merupakan tokoh legendaris bagi orang Tuban, dikenal karena keberaniannya dalam memberontak penguasa. Ronggolawe merupakan putra dari Raden Arya Wiraraja (Adipati Sumenep)
  • The Mid-East of Java. Istilah Mid-East yang disandang dapat diartikan karena letak geografis Tuban yang berada di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Ada juga versi yang menyebutkan istilah Mid-East didapat karena Tuban adalah kota yang bernuansa Islami.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pada 2010, Produk Domestik Regional Bruto mencapai 15,47 trilyun. Dengan jumlah penduduk sebanyak 1,12 juta jiwa, pendapatan perkapita diperkirakan mencapai Rp 11,27 juta per tahun. Sebagai perbandingan, pendapatan perkapita Jawa Timur adalah Rp 20,7 juta per tahun.

Sektor perekonomian utama adalah perdagangan, industri pengolahan dan pertambangan. Perdagangan menyumbang output sebesar Rp3 triliun, sedangkan industri pengolahan dan pertambangan masing-masing sebesar Rp 2,9 trilyun dan Rp 1,8 trilyun. Pertumbuhan ekonomi pada 2010 mencapai 6,39%, di mana angka pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor pertambangan sebesar 11,8%.

Kawasan industri Tuban mencapai 50 ribu hektar yang tersebar di 10 kecamatan. Zona 1 di kecamatan Bancar dengan luas 5,802 hektar. Zona 2 34,000 hektar dan Zona 3 9,225 hektar.

Usaha rakyat yang cukup berkembang adalah budidaya padi, budidaya sapi potong, budidaya kacang tanah, penangkapan ikan laut, dan penggalian batu kapur. Sentra padi dan kacang terdapat di sepanjang aliran Bengawan Solo. Pada 2010, jumlah ternak sapi diperkirakan mencapai 1.323 ekor dengan sentra sapi di Kecamatan Bancar. Tangkapan ikan diperkirakan mencapai 9.185 ton.

Seni Budaya[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah kebudayaan dan agenda budaya di Tuban :

  1. Sandur merupakan pertunjukan rakyat yang digelar di tanah lapang atau di halaman yang bersifat komunal. Penonton duduk di sekeliling pementasan. Tempat pertunjukan, untuk membatasi dengan penonton dipasang tali berbentuk bujur sangkar dengan sisi-sisi sekitar 4 meter, tinggi sekitar 1,5 meter. Masing-masing sisi diberi janur kuning sehingga batas itu lebih jelas. Di tengah-tengah sisi sebelah timur dan barat dipancangkan sebatang bambu menjulang ke atas dengan ketinggian sekitar 15 meter. Dari ujung kedua bambu dihubungkan dengan tali yang cukup besar dan kuat. Di tengah-tengah tali diikatkan tali yang menjulur sampai ke tanah tepat ditengah arena. Pada tali baik yang di sisi maupun di atas bambu diikatkan beberapa kupat dan lepet bagian dari sesaji. Di tengah-tengah atau titik pusat arena ditancapkan gagar mayang (rontek) dengan bendera kertas meliputi empat warna hijau (pengganti warna hitam), kuning, merah dan putih.[3]
  2. Lagu Tombo Ati, merupakan lagu ciptaan Sunan Bonang dan menjadi nyanyian dan shalawatan di daerah Tuban pada masa penyebaran Agama Islam. Lagu ini berisikan lima cara untuk menenangkan hati menggunakan metode Islami sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadist. Saat ini lagu Tombo Ati sudah dikenal di seluruh Indonesia dan mancanegara yang dirangkai menjadi berbagai aliran lagu dan bahasa,[4]
  3. Peringatan Haul Sunan Bonang yang diselenggarakan setiap malam Jum'at Wage bulan Muharram (Sura),
  4. Sedekah Bumi, merupakan serangkaian acara yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang didapat dari hasil pertanian,[5]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Wisata alam[sunting | sunting sumber]

Wisata sejarah[sunting | sunting sumber]

  • Masjid Agung Tuban, di Kota Tuban
  • Museum Kambang Putih, di Kecamatan Tuban

Wisata religi[sunting | sunting sumber]

  • Makam Sunan Bonang
  • Makam Syeh Maulana Ibrahim Asmaraqandi
  • Makam Sunan Bejagung Lor (Makam Sunan Bejagung Utara)
  • Makam Sunan Bejagung Kidul (Makam Sunan Bejagung Selatan)
  • Makam Syekh Achmad Cholil, Desa Rawasan, Kecamatan Jenu
  • Makam Sunan Gesing, Desa Gesing, Kecamatan Semanding
  • Makam Syekh Subakir, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu
  • Pondok Pesantren Al-Maghribi (Ponpes Perut Bumi), Desa Gedongombo, Kecamatan Semanding

Tempat bersejarah Tuban[sunting | sunting sumber]

Klenteng Kwan Sing Bio
  • Monumen Kuda Ronggolawe, Alun-alun Kota Tuban
  • Masjid Agung Tuban, Kelurahan Kutorejo, Tuban
  • Monumen Adpada Pancasila, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu
  • Patung Letda Sucipto (Bunderan Patung), Kota Tuban
  • Klenteng Kwan Sing Bio, Kelurahan Karangsari, Kota Tuban
  • Tugu Peringatan Kembalinya Kota Tuban dari penjajah (Tugu Caluk Watulumur), Kota Tuban

Kuliner Khas[sunting | sunting sumber]

Masakan[sunting | sunting sumber]

Masakan khas Tuban, yaitu:

  • Kare Rajungan
  • Becek Menthok
  • Belut Pedas
  • Sate Bebek
  • Asem-asem Ndas Manyung
  • Mangut Pee
  • Jangan Kelor + Nasi Jagung + Petis + Ikan Pindang
  • Ikan Asap
  • Pelas

Minuman[sunting | sunting sumber]

Minuman khas Tuban, yaitu:

Oleh-oleh[sunting | sunting sumber]

Oleh-oleh khas Tuban, yaitu:

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pendidikan formal TK atau RA SD atau MI SMP atau MTs SMA atau MA SMK Perguruan tinggi Lainnya
Negeri 1 562 54 22 9 0 2
Swasta 715 225 133 58 29 4 3
Total 715 787 187 80 38 4 5
Data sekolah di Kabupaten Tuban
Sumber: Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Wilayah Kabupaten Tuban

Sekolah yang bertaraf internasional di Tuban antara lain; SMP Negeri 1 Tuban, SMP Negeri 3 Tuban, SMA Negeri 1 Tuban, dan SMK Negeri 1 Tuban. SMP Negeri 5 Tuban serta puluhan SMP dan SMA lain bertaraf nasional. Berbagai event lomba dijuarai oleh pelajar Tuban. Banyak di antaranya adalah sekolah yang berkecimpung dalam dunia Karya Ilmiah Remaja, diantaranya adalah MTsN Tuban, MTs Tarbiyatul Ulum-Pekuwon, SMP Negeri 1 Tuban, SMP Negeri 3 Tuban, SMP Negeri 4 Tuban, SMP Negeri 6 Tuban, SMP Negeri 7 Tuban, SMP Negeri 1 Rengel, SMP Negeri 1 Jenu, SMP Negeri 1 Jatirogo, SMP Negeri 1 Singgahan,SMA Negeri 3 Tuban,SMA Negeri 1 Tuban, SMA Negeri 2 Tuban, SMA Negeri 3 Tuban, SMA Negeri 4 Tuban, SMA Negeri 5 Tuban,SMA Tarbiyatul Ulum, MAN TUBAN, MAS Manbail Futuh.

Selain Universitas Sunan Bonang ada institut pendidikan tinggi baru, yaitu Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow), yang pada awalnya dikenal sebagai IKIP PGRI TUBAN di Jalan Manunggal. Jurusan bahasa Inggris dari institut ini telah kerja sama dengan sebuah organisasi sukarela Inggris yang bernama Voluntary Service Overseas sejak tahun 1989. Setelah tiga sukarelawan, organisasi lain, yaitu Volunteers in Asia yang berasal dari Amerika Serikat meneruskan tradisi ini dengan mengekspos mahasisiwa serta dosen yang kurang sempat berlatih bahasa sehari-hari. Mantan Dekan FKIP, Bapak Prof. Dr. Agus Wardhono. Doktor (S-3) dalam bidang Linguistik Inggris di Universitas Negeri Surabaya, ada juga STITMA (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makhdum Ibrahim) sementara ini masih satu Prodi yaitu Pendidikan Agama Islam dan dalam proses penambahan Prodi lainya, seperti Ahwal Syahsiyah (Syari'ah/AS), Muamalah (Ekonomi Islam), Pendidikan Guru MI (PGMI) di jl. Manunggal [ utara UNIROW] dan ada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama STIKES NU Tuban yang diresmikan oleh Menkes RI dr. Hj. Siti Fadilah Supari pada tahun 2009. Terdapat pula Universitas Terbuka.

Infrastruktur[sunting | sunting sumber]

Seiring dengan meningkatnya Pendapatan Asli Daerah, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tuban boleh dikatakan sangat baik sekali, mungkin terbaik untuk kategori Kabupaten Seluruh Indonesia. Ini dibuktikan dengan pembangunan jalan (pengaspalan) diseluruh wilayah kabupaten, sekarang jalan-jalan di Kabupaten Tuban yang dulu belum diaspal dan masih menggunakan tanah kadam, kini setiap jalan desa, gang-gang sudah halus itu bertujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Tuban, khususnya yang berasal di daerah pelosok.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Tuban tergolong cukup baik, ada 4 rumah sakit besar di kabupaten ini,

  • RSUD dr. Koesmo, di Jl. dr. Wahidin SH.
  • RS Medika Mulia, di Jl. Majapahit (Belakang Pasar baru Tuban),
  • RS Nahdlatul Ulama Tuban, di Jl. Letda Sucipto,
  • RS Muhammadiyah, di Jl. P. Diponegoro.

Untuk memenuhi kebutuhan kesehatan tiap kecamatan juga ada Puskesmas yang pembangunan dan pelayanannya terus ditingkatkan untuk mengantisipiasi masyarakat yang berada jauh dari perkotaan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]