Kalipucang, Grabag, Magelang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kalipucang
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Magelang
Kecamatan Grabag
Pemerintahan
 • Kepala desa Mahmudi
Kodepos 56196
Luas ... km²
Jumlah penduduk ... jiwa
Kepadatan ... jiwa/km²

Kalipucang adalah desa di kecamatan Grabag, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Letak geografik Desa Kalipucang: Sebelah selatan Desa Sidogede, sebelah timur Desa Banjar Sari dan Desa Seworan, sebelah utara Desa Losari, sebelah barat Desa Ngipik, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung yang dibatasi oleh Sungai Elo. Meski mayoritas masyarakatnya bermatapencaharian sebagai petani, namun tingkat pendidikan warga di situ tergolong diperhatikan. Ini terbukti banyaknya lulusan sarjana dan pascasarjana berasal dari desa tersebut.

Pedusunan[sunting | sunting sumber]

Desa Kalipucang memiliki beberapa dusun yang masing-masing dipimpin oleh Kepala Dusun (dulu disebut Bayan), yaitu

  • Pijahan
  • Podang
  • Kalipucang
  • Ngaglik
  • Kalikudo

Kehidupan masyarakat[sunting | sunting sumber]

Masyarakat Desa Kalipucang, pada umumnya bekerja sebagai petani, pedagang, pegawai, dan wiraswasta. Mata air di desa ini, sepanjang tahun selalu mengalir, sehingga memungkinkan para petani dapat menggarap lahan mereka tanpa terkendali oleh minimnya pasokan air untuk memenuhi kebutuhan penggarapan lahan persawahan. Pada mulanya, masyarakat desa ini seratus persen merupakan penganut agama Islam, namun sejak dasawarsa 1980-an, ketika datang penginjilan dari Gereja Isa Almasih Ngipik, mulai ada sebagian warga yang memeluk agama Kristen, dan sebagian lainnya Katolik. Kehidupan masyarakat yang menjaga keberagaman inilah yang kemudian memungkinkan berdirinya sebuah gereja di Dusun Pijahan, bernama Gereja Isa Almasih Pijahan.[1]

Pijahan dalam Babad Soropadan[sunting | sunting sumber]

Menurut Babad Soropadan terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, nama Pijahan sebagai salah satu dusun di desa Kalipucang disebut sebagai tempat persembunyian Ki Wiropati, seorang komandan pasukan telik sandi prajurit Pangeran Diponegoro yang masih terus bergerilya sepeninggal Pangeran Diponegoro yang ditangkap oleh Belanda di Magelang. Pasukan Ki Wiropati mengadakan perlawanan dengan merampas senjata dan harta benda lainnya milik Belanda, yang kemudian dibagi-bagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Menghadapi gerakan itu, Belanda merasa kewalahan, kemudian mengutus Pangeran Pujud beserta beberapa orang prajurit pilihan untuk menumpas tentara Ki Wiropati. Maka berangkatlah rombongan Pangeran Pujud dari Yogyakarta menuju lereng Gunung Andong. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, sampailah pasukan Pangeran Pujud ke Padepokan Ki Wiropati di Dusun Pijahan wilayah Grabag, Magelang. Namun betapa terkejutnya Pangeran Pujud setelah berhadapan dengan Ki Wiropati, karena ternyata musuh yang harus ditangkapnya itu adalah saudaranya sendiri. Keduanya saling berpelukan melepas rindu, dan Pangeran Pujud mengambil keputusan tidak akan kembali ke Yogyakarta demi keselamatan Ki Wiropati. Agar jejaknya tidak diketahui oleh Belanda, ia mencari tempat persembunyian yang sekiranya tidak dapat oleh Belanda atau pasukan Mataram yang telah mengutusnya. Dalam rangka penyamaran, Pangeran Pujud berganti nama menjadi Ki Honggopotro.[2]

Ki Wiropati kemudian melanjutkan kehidupannya di Dusun Pijahan hingga tutup ussia, dan menurunkan salah satu tokoh spiritual, budayawan, pakar filsafat, Damardjati Supadjar, guru besar Universitas Gajah Mada dan saudaranya, Singgih Sanyoto, mantan Bupati Magelang.[3]

Kesenian[sunting | sunting sumber]

Beberapa kesenian yang masih dipelihara di desa ini antara lain

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kementerian Agama Jawa Tengah: Bimas Kristen Magelang, diakses 30 Januari 2017
  2. ^ Sahabat Keluarga-Kemdikbud, 9 Des 2015 : Babad Soropadan, diakses 28 Mei 2017
  3. ^ Tempo.co: Damardjati Berkisah Sukarno, Susu dan Dada, diakses 28 Mei 2017