Sarimulyo, Winong, Pati

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sarimulyo
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenPati
KecamatanWinong
Kodepos
59181
Kode Kemendagri33.18.04.2030 Edit the value on Wikidata
Luas... km²
Jumlah penduduk... jiwa
Kepadatan... jiwa/km²

Sarimulyo adalah desa di kecamatan Winong, Pati, Jawa Tengah, Indonesia.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Desa Sarimulyo terdapat di ujung timur laut kecamatan Winong. Desa Sarimulyo merupakan desa terluas di Kecamatan Winong yang sebagian besar wilayahnya adalah sawah. Wilayah desa ini cukup unik karena setiap dukuhnya dipisahkan oleh sawah.

Batas wilayah Desa:

Desa yang terletak di dataran rendah. Desa ini berbentuk pedukuhan, yaitu:

  • Dukuh Gendoan (di ujung timur)
  • Dukuh Gebyaran (di sebelah barat gendoan)
  • Dukuh Ngablak (di sebelah utara gebyaran)
  • Dukuh Ngemplak (di sebelah utara ngablak perbatasan kecamatan Winong dengan kecamatan Jakenan.
  • Dukuh Ngklepit (di sebelah barat ngemplak) berbatasan langsung dengan Desa Wirun dan Desa Tambahmulyo.
  • Dukuh Ngasinan
  • Dukuh Majan
  • Dukuh Kemamang

Di tengah desa ini melintas sungai Glonggong yang melintasi Dukuh Gebyaran, Dukuh Ngablak dan Dukuh Ngemplak. Sungai ini merupakan anak sungai dari sungai Juwana. Ketika musim penghujan, sungai ini digunakan untuk pengairan oleh para petani dengan menggunakan pompa air (disel).

Demografi[sunting | sunting sumber]

Sebagaimana daerah lain di kecamatan Winong dan sekitar, mayoritas penduduk desa Sarimulyo berprofesi sebagai petani yang menggarap sawah tadah hujan. Karena tidak adanya sarana irigasi yang memadai, sering kali panen hanya bisa dilakukan satu kali dalam setahun. Apalagi daerah ini termasuk salah satu daerah yang rawan kekeringan. Sedangkan sungai Glonggong yang terdapat di desa ini selalu kering setiap musim kemarau tiba. Karena hal itulah tidak sedikit penduduk desa ini yang meninggalkan desa untuk merantau ke daerah lain bahkan keluar negeri.

Di Desa Sarimulyo ini terdapat 2 (dua) kepercayaan yang dianut oleh masyarakatnya, yaitu Agama Islam dan Agama Kristen. Agama Islam tersebar di seluruh dukuh di desa ini, sedangkan Agama Kristen terdapat di dukuh Gebyaran dan beberapa di dukuh Ngemplak. Rasa toleransi memang sangat terasa di desa ini. Bahkan, di dukuh Gebyaran terdapat Masjid dan Gereja GITJ Sarimulyo yang cukup dekat.