Gunung Marapi
| Gunung Marapi | |
|---|---|
| Mount Marapi (English) Gunuang Marapi (Bahasa Minangkabau) ڬونوواڠ ماراڤي (Bahasa Jawi) | |
| Titik tertinggi | |
| Ketinggian | 2.892 m (9.488 ft)[1] |
| Puncak | 2.116 m (6.942 ft) |
| Puncak induk | Puncak Garuda |
| Masuk dalam daftar | Ribu |
| Koordinat | 0°22′50″S 100°28′24″E / 0.38056°S 100.47333°E |
| Geografi | |
| Negara | Indonesia |
| Wilayah | Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Indonesia [2] |
| Pegunungan | Bukit Barisan |
| Geologi | |
| Jenis gunung | Compleks Volcano |
| Letusan terakhir | Sedang berlangsung |
| Pendakian | |
| Pendakian pertama | 1834, oleh Salomon Müller dan Pieter Willem Korthals (Eropa)[3] |
| Rute termudah | Nagari Koto Baru |
| Rute normal | Jalur Koto Baru /Jalur Barat Jalur Aie Angek Jalur Proklamator Batu Palano / Jalur Utara Jalur Tungku Tigo Pariangan / Jalur Selatan Jalur Salimpaung / Jalur Timur |

Gunung Marapi, juga dikenal sebagai Merapi atau Berapi (Gunuang Marapi dalam Bahasa Minang) dalam (Bahasa Jawi: ڬونوواڠ ماراڤي), adalah gunung berapi yang terletak di Sumatera Barat, Indonesia. Gunung ini tergolong gunung yang paling aktif di sumatera. Terletak dalam kawasan administrasi Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, gunung berketinggian 2.891 mdpl ini dapat dilihat juga dari Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang.
Mitologi
[sunting | sunting sumber]Menurut legenda, gunung ini merupakan tempat yang pertama kali dihuni oleh masyarakat Minangkabau setelah kapal mereka mendarat di gunung yang saat itu masih sebesar telur dan dikelilingi oleh air.[4] Ada sejumlah besar batu pemakaman tegak di wilayah ini yang berorientasi ke arah gunung, yang menunjukkan signifikansi budayanya.[5][6]
Catatan letusan
[sunting | sunting sumber]
Letusan 1830
[sunting | sunting sumber]Pada tanggal 8 September 1830 dilaporkan Gunung Marapi mengeluarkan awan yang berbentuk kembang kol abu-abu kehitaman dengan ketebalan 1.500 m di atas kawahnya, disertai dengan suara gemuruh.[7]
Letusan 1979
[sunting | sunting sumber]Pada tanggal 30 April 1979, menurut laporan pers disebutkan 60 orang tewas akibat letusan Gunung Marapi dan disebutkan juga 19 orang pekerja penyelamat terperangkap oleh tanah longsor. Letusan tersebut dikatakan juga mengeluarkan batu dan lumpur yang menyebabkan kerusakan sedikitnya pada lima daerah kawasan pemukiman penduduk setempat.[7]
Letusan 2011
[sunting | sunting sumber]Memasuki akhir tahun 2011 hingga awal tahun 2014, Gunung Marapi menampakkan peningkatan aktivitasnya melalui letusan yang menyemburkan abu dan awan hitam. Pernah diakhir tahun 2011 semburan abu terbawa angin ratusan kilometer jaraknya hingga mencapai Kabupaten Padang Pariaman.
Letusan 2014
[sunting | sunting sumber]Tanggal 26 Februari 2014, Gunung Marapi meletus pada pukul 16.15 WIB, melepaskan material pasir, tefra, dan abu vulkanik ke wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Agam. Status gunung ditetapkan Siaga (level 2) dan radius 3 km dari pusat kawah harus dikosongkan. Tidak ada evakuasi pada letusan ini.
Letusan 2023
[sunting | sunting sumber]Tanggal 7 Januari 2023, Gunung Marapi mengalami erupsi pada pukul 6.11 WIB. Saat Merapi Sumbar erupsi, diketahui ada sejumlah pendaki yang masih berkemah. Padahal sebelumnya, para pendaki telah diimbau agar tidak mencapi puncak.
Pada tanggal 3 Desember 2023, gunung Marapi meletus, menyebabkan setidaknya 24 pendaki tewas.[8][9] Abu mencapai ketinggian 3.000 meter (9.800 kaki) dan jatuh di wilayah terdekat yang menyebabkan hujan pasir dibeberapa daerah sekitar gunung serta polusi udara. Zona eksklusi seluas 3 kilometer (1,9 mil) diumumkan.[10][11] Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyebut bahwa erupsi tersebut terjadi secara mendadak. Saat itu, tercatat tidak ada peningkatan aktivitas kegempaan sejak awal tahun 2023.[12]
Banjir bandang 2024
[sunting | sunting sumber]Bencana galodo (banjir bandang) terjadi di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Marapi pada 11 Mei 2024 malam. Sebanyak 63 orang tewas dan 10 orang hilang akibat kejadian ini.[12]
Letusan 2025
[sunting | sunting sumber]Sepanjang Juli 2025, Gunung Marapi sudah mengalami tujuh letusan dan sebelas kali embusan. Letusan terjadi pada 6 Juli (1 kali), 11 Juli (2 kali), 14 Juli (2 kali), 15 Juli (1 kali) dan 16 Juli (1 kali). Dari ketujuh letusan itu, hanya letusan pada Rabu, 16 Juli 2025 pukul 10.42 WIB yang terpantau ketinggian erupsinya, yaitu mencapai ketinggian kolom abu sekitar 1,2 kilometer di atas puncak gunung. Adapun letusan-letusan yang lain tak terlihat karena tertutup kabut.[12]
Galeri
[sunting | sunting sumber]



Dalam budaya populer
[sunting | sunting sumber]Film
[sunting | sunting sumber]- Misteri dari Gunung Merapi: Penghuni Rumah Tua — film buatan tahun 1989 yang diperankan oleh Fendy Pradana dan Ida Iasha.
- Misteri dari Gunung Merapi II: Titisan Roh Nyai Kembang — film buatan tahun 1990 yang diperankan oleh Fendy chow dan Ida Iasha.
- Misteri dari Gunung Merapi III: Perempuan Berambut Api — film buatan tahun 1990 yang diperankan oleh Chatarinawati dan Fendy Pradana.
Serial televisi
[sunting | sunting sumber]- Misteri Gunung Merapi — Tayang di Indosiar, Produksi Genta Buana Pitaloka tahun 1998-2005. Dibagi dalam tiga musim, yakni musim pertama pada 1998—1999, musim kedua pada 1999—2000, dan musim terakhir pada 2000—2005
- Dendam dari Gunung Merapi — Tayang di Trans7, Produksi Genta Buana Paramita tahun 2015
- Misteri Gunung Merapi — Tayang di MNCTV, Produksi MNC Pictures dan Genta Buana Paramita tahun 2018
Novel
[sunting | sunting sumber]- Novel Misteri dari Gunung Merapi I (Hutan Larangan) - Asmadi Sjafar, Penerbit Elex Media Komputindo,2000
- Novel Misteri dari Gunung Merapi II (Harimau Siluman) - Asmadi Sjafar, Penerbit Elex Media Komputindo & Kelompok Gramedia,2000
- Novel Misteri dari Gunung Merapi III (Pengantin Lembah Hantu) - Asmadi Sjafar, Penerbit Elex Media Komputindo & Kelompok Gramedia,2000
Rujukan
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Marapi". Global Volcanism Program. Institusi Smithsonian. Diakses tanggal 2013-12-24.
- ↑ sumbar.bps.go.id Nama Gunung, Lokasi dan Tingginya Diarsipkan 2023-04-17 di Wayback Machine.
- ↑ https://www.pasbana.com/2024/03/menjelajahi-puncak-marapi-jejak-ekspedisi-pertama-orang-eropa.html
- ↑ Summerfield, Anne; Summerfield, John (1999). Walk in Splendor: Ceremonial Dress and the Minangkabau. UCLA. ISBN 0-930741-73-0.
- ↑ Miksic, John (2004). "From megaliths to tombstones: the transition from pre-history to early Islamic period in highland West Sumatra". Indonesia and the Malay World. 32 (93): 191. doi:10.1080/1363981042000320134.
- ↑ Marapi, Mangaraja Gunung Sorik; Mangaraja Gunung Sorik Marapi; Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah (1979), Turi-turian ni Raja Gorga di Langit dohot Raja Suasa di Portibi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah, diakses tanggal 4 December 2023
- 1 2 http://www.volcano.si.edu Diarsipkan 2012-10-24 di Wayback Machine. Laporan aktivitas Gunung Marapi Diarsipkan 2012-08-19 di Wayback Machine.
- ↑ "Mount Marapi:". BBC. Diakses tanggal 2023-12-05.
- ↑ The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2023-12-04. ISSN 0261-3077 https://www.theguardian.com/world/2023/dec/04/mount-marapi-eruption-indonesia-hikers-found-dead. Diakses tanggal 2023-12-04.
- ↑ "Indonesia's Marapi volcano erupts, spewing ash". Reuters (dalam bahasa Inggris). 3 December 2023. Diakses tanggal 4 December 2023.
- ↑ "Climbers killed survivors found Marapi Indonesia volcano erupt". ABC Australia (dalam bahasa Inggris). 4 December 2023. Diakses tanggal 2023-12-04.
- 1 2 3 JOL (17 Juli 2025) "Marapi Erupsi Lagi" Kompas. hal 11
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Inggris) Global Volcanism Program Diarsipkan 2005-12-16 di Wayback Machine.
- (Inggris) Indonesian Directorate of Volcanology and Geological Hazard Mitigation Diarsipkan 2005-10-29 di Wayback Machine.
