Kabupaten Agam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Agam
Sumatra 1rightarrow blue.svg Sumatra Barat
Lambang Kabupaten Agam
Lambang
Motto: 
Tali Tigo Sapilin
Lokasi Sumatra Barat Kabupaten Agam.svg
Kabupaten Agam berlokasi di Sumatra
Kabupaten Agam
Kabupaten Agam
Kabupaten Agam berlokasi di Indonesia
Kabupaten Agam
Kabupaten Agam
Koordinat: 0°16′S 100°00′E / 0.27°S 100°E / -0.27; 100
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Barat
Tanggal peresmian19 Maret 1956
Dasar hukumUU No. 12 Tahun 1956[1]
Ibu kotaLubuk Basung
Pemerintahan
 • BupatiIndra Catri
Luas
 • Total2.232,30 km2 (86,190 sq mi)
Populasi
 ((2015)[2])
 • Total476.881 jiwa
Demografi
 • AgamaIslam 99.14%
Kristen Protestan 0.72%
Katolik 0.12%
Hindu 0.01%
Buddha 0.01%[2]
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0752
Kode Kemendagri13.06 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan16
Jumlah kelurahan82 nagari
DAURp490.438.106.000,00(2011)[3]
Situs webwww.agamkab.go.id/
Danau Maninjau di kabupaten Agam

Kabupaten Agam adalah sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Sumatra Barat, Indonesia.

Penamaan kabupaten ini dengan nama kabupaten Agam, didasari oleh Tambo, di mana sebelumnya beberapa nagari yang berada dalam kawasan kabupaten ini sekarang, dahulunya dikenal juga dengan nama Luhak Agam.[4] Kata agam dalam bahasa Minang hanya untuk merujuk kepada nama suatu kawasan, tetapi jika dirujuk dari bahasa Ibrani (agam, אגם), dapat bermaksud dengan danau atau kolam atau rawa-rawa serta juga dapat serumpun dengan kata agamon yang berarti alang-alang.[5]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kawasan kabupaten ini bermula dari kumpulan beberapa nagari yang pernah ada dalam kawasan Luhak Agam, pada masa pemerintahan Hindia Belanda, kawasan ini dijadikan Onderafdeeling Oud Agam dengan kota Bukittinggi sebagai ibu kotanya pada masa itu.[6] Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1998, ditetapkan pada 7 Januari 1998, ibu kota kabupaten Agam secara resmi dipindahkan ke Lubuk Basung.[7]

Geografis[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Agam terletak pada koordinat 00º01'34"– 00º28'43" LS dan 99º46'39"–100º32'50" BT dengan luas 2.232,30 km², atau setara dengan 5,29% dari luas provinsi Sumatra Barat yang mencapai 42.297,30 km². Kabupaten ini dilalui wilayah pegunungan yang terbentuk dari 2 jalur basin, yaitu Batang Agam di bagian utara dan Batang Antokan di bagian selatan. Pulau Tangah dan pulau Ujung adalah 2 pulau yang ada di kabupaten Agam dengan luas masing-masing 1 km².[8]

Kabupaten Agam memiliki garis pantai sepanjang 43 km dan sungai berukuran kecil yang bermuara di Samudera Hindia, seperti Batang Agam, dan Batang Antokan. Di kabupaten ini menjulang 2 gunung, yaitu gunung Marapi di kecamatan Banuhampu dan gunung Singgalang di kecamatan IV Koto yang masing-masing memiliki tinggi 2.891 meter dan 2.877 meter. Selain itu, membentang pula sebuah danau di kecamatan Tanjung Raya, yaitu danau Maninjau yang memiliki luas 9,95 km².

Lebih dari 38,1% luas kabupaten ini, atau sekitar 85 km² merupakan daerah yang masih ditutupi hutan lebat. Hutan-hutan tersebut, selain menjadi cadangan persediaan air, merupakan suaka bagi berbagai hewan yang dilindungi, di antaranya harimau Sumatra, rusa, kijang, siamang, dan berbagai jenis burung seperti burung kuau, burung muo, burung ketitiran, burung pungguk, dan burung balam.[9]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Agam memiliki batas wilayah administrasi pemerintahan sebagai berikut:

Utara Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat
Timur Kabupaten Lima Puluh Kota
Selatan Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Tanah Datar
Barat Samudera Hindia

Topografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Agam memiliki ketinggian yang sangat bervariasi, yaitu antara 0 meter sampai 2.891 meter di atas permukaan laut dengan gunung Marapi di kecamatan Banuhampu sebagai titik tertinggi. Topografi bagian barat kabupaten ini relatif datar dengan kemiringan kurang dari 8%, sedangkan bagian selatan dan tenggara relatif curam dengan kemiringan lebih dari 45%.

Berdasarkan elevasi atau kemiringan wilayah, Kabupaten Agam dibagi dalam 4 (empat) bagian kawasan wilayah sebagai berikut:

  1. Kemiringan 0-2%, daerah datar seluas 65.340 Ha.
  2. Kemiringan 2-15%, daerah landai seluas 28.482 Ha.
  3. Kemiringan 15-40%, daerah berombak, berbukit sampai terjal seluas 41.612 Ha.
  4. Kemiringan > 40%, daerah kemiringan sangat terjal seluas 77.024 Ha.

Berikut adalah wilayah kecamatan-kecamatan berdasarkan tingkat ketinggian dari permukaan laut:

  1. Wilayah dengan ketinggian 0–500 mdpl seluas 44,55% sebagain besar berada di wilayah barat yaitu Kecamatan Tanjung Mutiara, Kecamatan Lubuk Basung, Kecamatan Ampek Nagari dan sebagian Kecamatan Tanjung Raya.
  2. Wilayah dengan ketinggian 500 – 1.000 m dpl seluas 43,49% berada pada wilayah Kecamatan Baso 725 – 1.525 m dpl, Kecamatan IV Angkek Candung, Kecamatan Malalak 425 – 2.075 m dpl, Kecamatan Tilatang Kamang, Kecamatan Palembayan 50 – 1.425 m dpl, Kecamatan Palupuh 325 – 1.650 m dpl, Kecamatan Banuhampu 925 – 2.750 m dpl dan Kecamatan Sungai Puar 625 – 1.150 m dpl.
  3. Wilayah dengan ketinggian > 1000 m dpl seluas 11,96% meliputi sebagian Kecamatan IV Koto 850 – 2.750 m dpl, Kecamatan Matur 825 – 1.375 m dpl dan Kecamatan Canduang, Sungai Puar 1.150 – 2.625 m dpl.[8]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Seperti daerah lainnya di Sumatra Barat, kabupaten Agam mempunyai iklim tropis dengan kisaran suhu minimun 25 °C dan maksimum 33 °C dan tingkat kelembapan nisbi ±83%. Tingkat curah hujan di kabupaten Agam mencapai rata-rata 2.700–3.500 mm per tahun, di mana daerah sekeliling gunung lebih tinggi curah hujannya dibanding daerah pantai. Sedangkan kecepatan angin minimun di kabupaten ini adalah 4 km/jam dan maksimum 20 km/jam.

Data iklim Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.8
(87.4)
31.6
(88.9)
32.1
(89.8)
32.7
(90.9)
33.1
(91.6)
32.5
(90.5)
31.9
(89.4)
31.7
(89.1)
31.2
(88.2)
30.6
(87.1)
30.4
(86.7)
30.5
(86.9)
31.59
(88.88)
Rata-rata harian °C (°F) 25.7
(78.3)
26.2
(79.2)
26.6
(79.9)
27.1
(80.8)
26.8
(80.2)
26.3
(79.3)
25.7
(78.3)
25.6
(78.1)
25.5
(77.9)
25.4
(77.7)
25.5
(77.9)
25.5
(77.9)
25.99
(78.79)
Rata-rata terendah °C (°F) 20.6
(69.1)
21.4
(70.5)
22.1
(71.8)
21.8
(71.2)
21.1
(70)
20.3
(68.5)
19.9
(67.8)
20.1
(68.2)
20.5
(68.9)
20.8
(69.4)
21.2
(70.2)
20.7
(69.3)
20.87
(69.58)
Presipitasi mm (inci) 275
(10.83)
223
(8.78)
300
(11.81)
341
(13.43)
252
(9.92)
175
(6.89)
170
(6.69)
239
(9.41)
295
(11.61)
396
(15.59)
380
(14.96)
372
(14.65)
3.418
(134,57)
Rata-rata hari hujan 17 14 19 20 16 11 11 15 19 23 22 21 208
% kelembapan 83 82 83 84 82 81 81 82 83 85 86 84 83
Rata-rata sinar matahari bulanan 189 184 192 183 206 208 205 188 160 156 158 182 2.211
Sumber #1: Climate-Data.org [10]
Sumber #2: Weatherbase [11]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Sistem administrasi pemerintahan di kabupaten Agam terbagi dalam 16 kecamatan, 82 nagari, dan 467 jorong dengan ibu kota terletak di Lubuk Basung[12]. Sejak keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 1999 tentang perubahan batas wilayah kota Bukittinggi dan kabupaten Agam, timbul konflik dan penolakan dari masyarakat yang wilayahnya dimasukan ke dalam wilayah administrasi kota Bukittinggi. Masyarakat Agam merasa nyaman dengan penerapan pemerintahan nagari dibandingkan berada dalam sistem kelurahan. Selain itu timbul asumsi, masyarakat kota yang telah heterogen juga dikhawatirkan akan memberikan dampak kepada tradisi adat dan kekayaan yang selama ini dimiliki oleh nagari.[13]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No. Foto Nama Bupati Mulai Menjabat Akhir Menjabat Wakil Bupati Keterangan
1. Dr. Riva'i 1945 1947
2. Jamalus Yahya 1947 1948
3. B.A. Murad 1948 1949
4. Dahlan Djambek.jpg Dahlan Djambek 1949 1949 [14]
5. Said Rasyad 1949 1950
6. Harun Al-Rasyid St. Bandaro 1950 1956
7. Aminoedin St. Syarif 1956 1958
8. A. Dt. Parpatiah 1958 1961
9. Taswar Akib 1961 1966
10. Kamaroeddin 1966 1973
11. Ahmad Syahdid 1973 1980
12. Moh. Nur. Syafe'i 1980 1989
13. Anwardin BA 1989 1990
14. Gustrial Agus 1990 1995
15. Ismu Nazif 1995 2000
16. Aristo Munandar.jpg Aristo Munandar 28 Februari 2000 28 Februari 2005 Syafruddin Arifin Periode pertama.
Sulthani Wirman 28 Februari 2005 13 Agustus 2005 Penjabat bupati.
(16.) Aristo Munandar.jpg Aristo Munandar 13 Agustus 2005 13 Agustus 2010 Ardinal Hasan Periode kedua.[15]
Surya Dharma Sabirin 13 Agustus 2010 11 September 2010 Lowong Pejabat Bupati.[16]
Syafirman 11 September 2010 26 Oktober 2010 Lowong Pelaksana Tugas Bupati[17]
17. Indra Catri.jpg Indra Catri 26 Oktober 2010 26 Oktober 2015 Umar (2010—12)
Irwan Fikri (2013—15)
Periode pertama.[18]
Syafirman 26 Oktober 2015 23 Januari 2016 Lowong Pelaksana Harian Bupati.[19]
Jefrinal Arifin.jpg
Jefrinal Arifin 23 Januari 2016 17 Februari 2016 Lowong Penjabat Bupati.[20]
(17.) Indra Catri 2016.jpg Indra Catri 17 Februari 2016 Petahana Trinda Farhan Satria Periode kedua.[21]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Agam dalam tiga periode terakhir.[22][23][24][25][26]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2009-2014 2014-2019 2019-2024
Logo Gerindra.svg Gerindra 0 4 9
GolkarLogo.png Golkar 6 7 5
Partai NasDem.svg NasDem (baru) 4 2
Logo Partai Berkarya.svg Berkarya (baru) 1
Contoh Logo Baru PKS.jpg PKS 6 Steady 6 7
Logo PPP.svg PPP 4 Steady 4 5
Logo PAN.svg PAN 6 Steady 6 Steady 6
Logo Hanura.svg Hanura 1 3 1
Logo of the Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 11 9 7
Bulan Bintang.jpg PBB 4 2 Steady 2
Lambang PBR PBR 1
Lambang PPRN PPRN 1
Jumlah Anggota 40 45 Steady 45
Jumlah Partai 9 Steady 9 10

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Masjid Taqwim Kamang Hilir di Kab. Agam

Jumlah penduduk kabupaten Agam pada sensus tahun 2008 mencapai 445.387 orang, terdiri dari 215.097 laki-laki dan 230.290 perempuan. Kecamatan Lubuk Basung merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak yaitu 62.131. Dengan luas wilayah 2.232,30 km² dan didiami oleh 445.387 orang, maka dapat dipastikan bahwa tingkat kepadatan penduduk kabupaten ini adalah 199 orang per km², di mana kecamatan IV Angkek merupakan kecamatan yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya, yaitu 1.223 orang per km².

Kabupaten ini memiliki jumlah angkatan kerja 203.799 orang dan sekitar 11.435 orang di antaranya merupakan pengangguran.[27] Kabupaten ini didominasi oleh suku bangsa Minangkabau, tetapi terdapat pula suku bangsa lainnya seperti Jawa dan Batak.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pendidikan formal SD atau MI negeri dan swasta SMP atau MTs negeri dan swasta SMA negeri dan swasta MA negeri dan swasta SMK negeri dan swasta Perguruan tinggi
Jumlah satuan 464 122 24 28 12 1
Data sekolah di kabupaten Agam
Sumber:
[28][29]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Agam telah memiliki 22 unit puskesmas, 122 unit puskesmas pembantu, dan 29 unit puskesmas keliling. Selain itu, terdapat pula sebuah rumah sakit umum milik pemerintah daerah setempat yang terletak di kecamatan Lubuk Basung.[30]

Perhubungan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Agam mempunyai posisi yang strategis karena dilewati oleh jalur arteri primer yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Medan maupun Kota Pekanbaru.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Saat ini, perekonomian kabupaten Agam dibentuk oleh sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan, perikanan, pertambangan, pariwisata dan industri. Kontribusi sektor-sektor tersebut cukup signifikan bagi kehidupan sosial budaya masyarakat di kabupaten Agam dan hal ini juga disokong dengan selesainya pembangunan tiga buah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Maninjau atau PLTA Maninjau dan dua buah PLTA di Batang Agam sebagai salah satu sumber energi listrik. PLTA Maninjau I menghasilkan listrik 68 MW, Maninjau II 39 MW, dan Maninjau III 16 MW. Sementara PLTA Batang Agam I dan II masing-masing memproduksi listrik 10 MW.[9]

Sebagai mata pencaharian utama dari penduduk di kabupaten Agam adalah pada bidang pertanian, dengan padi sebagai produk unggulan,[31] produksi padi dari kawasan ini dapat mencapai 12.992 ton. Padi beserta sayuran seperti kol, kentang, tomat, cabai, dan wortel merupakan komoditas pertanian yang cukup dominan dan menjadi pemasok utama bagi kawasan lainnya. Kabupaten ini telah memanfaatkan lahan untuk pertanian tanaman pangan ini sudah mencakup sekitar 36% dari luas wilayahnya. Selain itu perkembangan komoditas sayuran sangat didukung pula oleh kondisi fisik wilayah yang sebagian besar berada pada daerah ketinggian.

Kabupaten Agam berpotensi pada sektor perkebunan, terutama dengan komoditas andalannya, yaitu kelapa sawit. Nilai ekspor yang diperoleh dari kelapa sawit cukup tinggi, karena permintaan akan kelapa sawit di pasaran internasional juga cukup tinggi.

Selain itu di kabupaten Agam masih terdapat komoditas andalan lainnya seperti kakao dan kopi. Tanaman lain yang menghasilkan produksi besar adalah tebu dan kulit manis, walaupun volume produksinya tidak sebesar kelapa sawit.

Sementara itu pengembangan perikanan selain dari hasil laut, adalah pengembangan perikanan air tawar di antaranya ikan nila, juga terus ditingkatkan terutama pada kecamatan Tanjung Raya dan Lubuk Basung. Pembudidayaan dengan pola intensif ini dilakukan melalui pembudidayaan ikan di Kolam Air Tawar (KAT) 544,94 Ha, Kolam Jaring Apung (KJA) 595, Unit Keramba (KRB) 440 unit dan sawah (SWH) 37,70 Ha. Dan hasil produksi perikanan ini berpotensi untuk diekspor, terutama dalam bentuk fillet ikan nila[32].

Saat ini kegiatan pertambangan di kabupaten Agam belum dikelola dan dikembangkan, padahal di dalam tanahnya tersimpan bahan galian strategis yang belum tersentuh sama sekali. Di kawasan kabupaten Agam terindikasi zona alterasi dan mineralisasi yang membawa mineral logam, endapan pasir besi serta bahan galian industri lebih kurang 12 macam.

Sumber daya alam[sunting | sunting sumber]

Kelok 44 di Kabupaten Agam, dekat Danau Maninjau

Sumber daya alam utama di daerah pantai adalah kopra, tebu, jagung, bawang merah, berbagai jenis kacang-kacangan, dan padi. Daerah yang lebih tinggi antara lain menghasilkan cengkih, kentang, kol, sawi, buncis, bawang prei, kopi, nilam, gambir, dan karet. Sejak beberapa tahun terakhir tanaman markisa juga dipopulerkan di Agam, yang hasilnya diolah menjadi sirup lalu dipasarkan ke luar kabupaten Agam.[9]

Kebun kelapa meliputi daerah seluas 56.744 hektare dengan produksi yang mencapai rata-rata 3.000 ton per tahun. Kebun karet yang kebanyakan dikelola oleh penduduk setempat, meliputi luas 244 hektare dengan rata-rata produksi mencapai 95 ton per tahun.

No. Penggunaan Lahan Luas (Ha) Persentasi (%)
1. Hutan 85.005 38,28
2. Kebun campur, semak, atau lahan bukaan sementara 58.665 26,42
3. Perkebunan 39.892 17,96
4. Penggunaan lahan lainnya (danau, pemukiman, dan sawah) 38.517 <20

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Seperti pada umumnya wilayah di provinsi Sumatra Barat, kabupaten Agam memiliki bentang alam yang cukup indah. Hal ini berpotensi sebagai objek pariwisata alam. Selain itu banyak pula objek-objek yang merupakan peninggalan dari zaman dahulu. Objek wisata terkenal antara lain: Kelok 44 (Kelok Ampek Puluh Ampek).

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://www.legalitas.org Daftar Undang-Undang Tahun 1956
  2. ^ a b "Kabupaten Agam Dalam Angka 2016"
  3. ^ "Perpres No. 6 Tahun 2011". 2011-02-17. Diakses tanggal 2011-05-23. 
  4. ^ Batuah, A. Dt. & Madjoindo, A. Dt., (1959), Tambo Minangkabau dan Adatnya, Jakarta: Balai Pustaka.
  5. ^ Fritz, G. A., (2007), The Lost Sea of Exodus: A Modern Geographical Analysis, Glen Fritz, ISBN 978-1-59872-745-6.
  6. ^ http://www.docstoc.com Pembangunan-infrastruktur kota Bukittinggi masa kolonial Belanda (diakses pada 11 Juli 2010)
  7. ^ http://repo.unand.ac.id/11279/1/2018-04-19%20Hari%20Jadi%20Propinsi%20Sumbar.pdf
  8. ^ a b "Profil Kabupaten Agam" (PDF). 
  9. ^ a b c Ayo Mengenal Indonesia: Sumatra 1. Jakarta: CV. Pamularsih. 2007. ISBN 978-979-7494-31-1 Periksa nilai: checksum |isbn= (bantuan). 
  10. ^ "Agam, Sumatera Barat, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 16 September 2020. 
  11. ^ "Kabupaten Agam, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 16 September 2020. 
  12. ^ http://www.legalitas.org Daftar Peraturan Pemerintah Tahun 1998.
  13. ^ Haris, Syamsuddin (2004). Desentralisasi dan Otonomi Daerah: Naskah Akademik dan RUU Usulan LIPI. Yayasan Obor Indonesia. ISBN 978-979-98014-1-8.
  14. ^ Dari pemberontakan ke integrasi: Sumatra Barat dan politik Indonesia, 1926-1998 Audrey R. Kahin. Diakses 23 Juni 2014.
  15. ^ "Hari Ini Sejarah Baru Ditorehkan" Website Resmi Pemerintah Kabupaten Agam. 13 Agustus 2005. Diakses 23 Juni 2014
  16. ^ "SURYA DHARMA SABIRIN DILANTIK JADI PJ BUPATI AGAM" Agam Media Center. 13 Agustus 2010. Diakses 20 Februari 2016.
  17. ^ "Gubernur Tunjuk Sekda Agam jadi Plt Bupati" Sumbaronline.com. 12 September 2010. Diakses 10 Oktober 2015
  18. ^ "Indra Catri-Umar Dilantik jadi Bupati-Wabup Agam, GOR Bak Lautan Manusia" Sumbaronline.com. 26 Oktober 2010. Diakses 23 Juni 2014
  19. ^ "Syafirman Jabat Plh Bupati Agam" Agam Media Centre. 26 Oktober 2015. Diakses 31 Januari 2016.
  20. ^ "Jefrinal Arifin Dilantik Jadi Pj.Bupati Agam" Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Agam. 26 Januari 2016. Diakses 20 Februari 2016.
  21. ^ "Usai Dilantik, Indra Catri-Trinda Farhan Disambut Antusias Warga" Padangmedia.com 17 Februari 2016. Diakses 20 Februari 2016.
  22. ^ http://www.agamkab.go.id Pelantikan Anggota DPRD Agam Masa Jabatan 2009 – 2014
  23. ^ caleg-sumbar.com Caleg Terpilih Kabupaten Agam 2009-2014
  24. ^ http://www.antara-sumbar.com Pleno penetapan anggota DPRD Kabupaten Agam 2009-2014
  25. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Agam 2014-2019
  26. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Agam 2019-2024
  27. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama BPS
  28. ^ nisn.jardiknas.org Rekap data (diakses pada 11 Juli 2010)
  29. ^ ban-pt.depdiknas.go.id Hasil Pencarian Akreditasi Program Studi (diakses pada 11 Juli 2010)
  30. ^ http://www.depkes.go.id Daftar Rumah Sakit. Diakses pada 11 Juli 2010.
  31. ^ Jusuf, R., Widipaminto, A., Irianto, G., Hidayat, N., (2004), Pembuatan Informasi Penutup Lahan Spasial Kabupaten Agam – Sumatra Barat, Berita Inderaja, LAPAN, vol. III, No. 5, Juli 2004.
  32. ^ http://www.penataanruang.net Gambaran Umum Kabupaten Agam (akses 2 Juni 2010)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]