Gadut, Tilatang Kamang, Agam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Gadut
Nagari
Gaduik-Tilatang.jpg
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Barat
Kabupaten Agam
Kecamatan Tilatang Kamang
Kodepos 26471
Luas - km²
Jumlah penduduk - 80.000 jiwa

Gadut (bahasa Minang: Gaduik) merupakan salah satu nagari yang terdapat dalam kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Indonesia. Nagari ini adalah daerah yang strategis dan indah yang berada di jalur perlintasan Sumatera. Terdapat 10 suku dalam Kanagarian Gaduik, yaitu:

  1. NAMA-NAMA SUKU/MARGA
  • Pisang
  • Sikumbang
  • Pili/ Piliang
  • Tanjuang
  • Jambak
  • Koto
  • Simabua
  • Payobada
  • Chaniago
  • Bicu

Geografis[sunting | sunting sumber]

Secara umum kondisi geografis Nagari Gadut adalah dataran, perbukitan, persawahan, dan ngarai. Banyak anugerah yang telah diberikan oleh Allah SWT untuk Nagari Gadut seperti kesuburan, keindahan, kesejukan, dan penduduk yang ramah.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Gadut terkenal dengan keramahan penduduknya dan adat Minang yang masih sangat kental dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Pada zaman penjajahan Belanda di Kenagarian Gaduik pernah didirikan pelabuhan pesawat dan sampai saat ini masih terdapat sisa-sisa landasan pacu pesawat tersebut. Untuk mengenang tempat tersebut didirikan Monumen Pesawat Avro Amson VII yang dibangun pada tahun 2000 dan didanai oleh Pemerintah Kabupaten Agam.

Suku[sunting | sunting sumber]

Komposisi Suku di Nagari Gadut[butuh rujukan]
Etnis Jumlah (%)
Pisang 10,00
Sikumbang 10,00
Pili 10,00
Tanjung 10,00
Jambak 10,00
Koto 10,00
Simabua 10,00
Payobada 10,00
Caniago 10,00
Bicu 10,00
Lain-lain 00,00

Agama[sunting | sunting sumber]

Sebagai orang Minang, Islam adalah agama mayoritas di Nagari Gadut (100%). Sesuai dengan falsafah orang Minang, "Adat basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah" (Adat bersendi syariat Islam, syariat Islam bersendi Kitabullah). Keterkaitan antara adat dan Islam sangat melekat erat pada masyarakat Gadut. Nagari Gadut juga merupakan suatu daerah pilot project tentang penegakan adat yang sesuai dengan Islam.

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Sebagai bagian dari Sumatera Barat, orang Gadut menggunakan bahasa Minang dalam kehidupan sehari-hari dengan logat yang kental atau beberapa perbedaan kosakata dengan daerah Kota Bukittinggi seperti contoh:
Ano = dia,
Cako = tadi,
Miang = saja,
dll.

Tetapi, beberapa perbedaan kosakata diatas menjadikan ciri khas tersendiri bagi orang Gadut. Apabila seseorang berbicara dengan logat atau beberapa perkataan diatas orang-orang di daerah seputaran Bukittinggi akan dengan gampang menebak kalau orang tersebut bearsal dari Nagari Gadut.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Nagari Gadut terkenal dengan produksi gabelo jala (ubi jalar) dan gabelo batang (ubi batang) yang semua adalah bahan dasar dari pembuatan kerupuk sanjai yang dijual oleh warga Sanjai yang membeli bahan bakunya dari Kenagarian Gadut. Sekarang, orang Gadut telah bisa memproduksi karupuak sanjai sendiri dan telah banyak pengusaha-pengusaha baru kerupuk sanjai dari Gadut yang sukses dan berhasil dalam menjalankan bisnis ini. Sejak dulu hingga sekarang Gadut juga masih sebagai sentra produksi bordiran walau tidak sebanyak waktu dulu. Karena saat ini anak nagari Gadut telah banyak yang beralih profesi, baik yang di pemerintahan, swasta, wiraswasta, guru, dosen, wali kota, camat, pengusaha, tentara, polisi, dll.

Komunikasi, Media & Hiburan[sunting | sunting sumber]

Surat Kabar[sunting | sunting sumber]

Radio[sunting | sunting sumber]

Televisi[sunting | sunting sumber]

Wali nagari[sunting | sunting sumber]

Daftar Wali Nagari Gadut

  • B. Dt. Rajo di Gaduik, 1936 s.d. 1942
  • H. Musa Dt. Majo Endah, 1943 s.d. 1945
  • Samsudin Labai Marajo, 1946 s.d. 1949
  • S. Dt. Rajo Pangulu, 1950 s.d. 1959
  • Samsudin Dt. Bagindo Sarumpun, 1959 s.d. 1960
  • Ahmad Dt. Basa, 1960 s.d. 1961
  • Januar Dt. Rangkayo Tuo, 1961 s.d. 1966
  • A. Labuah Panjang Dt. Badeta, 1966 s.d. 1976
  • N. Dt. Rajo di Gaduik, 1976 s.d. 1980
  • F. Dt. Tamamulia, 1980 s.d. 1983
  • Kembali ke sistem pemerintahan desa, 1983 s.d. 2000
  • Anuzul Dt. Rajo Ampek Suku, 2001 s.d. 2008
  • H. Dahrial 2008 s/d ...?, 2008 s.d. 2013...?
  • Ketua Lembaga Pemberdayaan Nagari Gadut, AZ Tuangku Rajo Sikumbang.
  • Ketua Karang Taruna Nagari Gadut, Safrianto 2008 s/d 2013.

Pembagian Wilayah[sunting | sunting sumber]

Nagari GADUIK terdiri dari 5 (Lima) Jorong, yaitu:

  • Jorong PSB, Gaduik|Pulai, Sungai talang Bukik lurah]]

Daftar nama Kampuang/Dusun:

- Kampuang/Dusun Pulai (Kodepos : 26471)
- Kampuang/Dusun Sungai Talang (Kodepos : 26471)
- Kampuang/Dusun Bukik Lurah (Kodepos : 26471)
  • Jorong ROKIR, Gaduik|Aro, Kandikia]]

Daftar nama Kampuang/Dusun:

- Kampuang/Dusun Aro (Kodepos : 26471)
- Kampuang/Dusun Kandikia (Kodepos : 26471)
- Kampuang/Dusun Parik Baru (Kodepos : 26471)
  • Jorong PGRM, Gaduik|Pandam Gadang, Ranggomalai]]

Daftar nama Kampuang/Dusun:

- Kampuang/Dusun Pandam Gadang (Kodepos : 26471)
- Kampuang/Dusun Lurah (Kodepos : 26471)
- Kampuang/Dusun Baringin (Kodepos : 26471)
- Kampuang/Dusun Pauah (Kodepos : 26471)
- Kampuang/Dusun Laiang (Kodepos : 26471)
- Kampuang/Dusun Ranggomalai (Kodepos : 26471)
- Kampuang/Dusun Jaruang (Kodepos : 26471)
  • Jorong KAMBIANG TUJUAH, Gaduik|Kambiang Tujuah]]

Daftar nama Kampuang/Dusun:

- Kampuang/Dusun Ilalang (Kodepos : 26471)
- Kampuang/Dusun Tanah Bato (Kodepos : 26471)
  • Jorong TIGO KAMPUANG, Gaduik|Mato Aia, Balai Panjang, Sawah Dangka]]

Daftar nama Kampuang/Dusun:

- Kampuang/Dusun Mato Aia (Kodepos : 26152)
- Kampuang/Dusun Balai Panjang (Kodepos : 26152)
- Kampuang/Dusun Sawah Dangka (Kodepos :26152)

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Untuk pendidikan di daerah Gadut sudah tersedia mulai dari Play group, TK, SD, SMP, SMA Negeri 2 Tilatang Kamang, dan akan segera menyusul tingkat perguruan tinggi.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Angkutan Pedesaan yang dimiliki orang GADUIK dinamakan OTO MERSI Akronim dari( MERAPI SINGGALANG )dengan warna cat kuning pada bodi mobil tersebut. Oto MERSI menjalani rute dari PINCURAN- GADUIK-Pasar BANTO dan sebaliknya.dan dari PASA BANTO -SAWAH DANGKA- MATO AIA -BALAI PANJANG dan sebaliknya juga mengunakan OTO MERSI KUNING

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Tempat-tempat wisata unggulan di GADUIK adalah:

  • Tugu Pesawat AVRO AMSON (Ikon nagari gaduik), sebagai tanda pada waktu [Penjajahan Belanda] dahulu ada Bandar Udara pernah berdiri di Nagari Gaduik. kita masih dapat melihat bekas Landasan pada beberapa bagian diseberang jalan Tugu Avro Amson.
  • Panorama padang hijau yang nantinya akan dijadikan salah satu kota satelitnya kabupaten Agam .
  • Lapangan pacuan kuda dan motorcross Bukit ambacang sering diadakan pacu derby biasanya 2 kali dalam setahun, Pacu babi, Pertadingan layang-layang dan lokasi untuk out bond,

Untuk acara motorcross sudah jarang diadakan karena dapat merusak lapangan pacuan kuda tersebut. Lapangan pacuan kudda bukit ambacang memiliki lokasi yang paling bagus di antara gelanggang-gelanggang yang ada di SUMATERA BARAT, Karena penonton dapat menyaksikan acara dari segala sudut lapangan.


Di GADUIK juga terdapat tiga tempat / kolam pemancingan umum:

yang berada mulai bukik lurah s/d kandikia, tetapi pada tahun 70an lokasi tabek yang berada di Lurah dan Bukik lurah sudah mengering dan hanya ada beberapa mata air yang tinggal, dan sebagian Tabek yang berada di KANDIKIA juga sudah mulai ditimbun oleh PEMKAB AGAM dan BUKITTINGGI untuk membuat Perumahan PERUMNAS. Dan saat ini semua lokasi Tabek sudah ditimbun, tahun 2011 ini bagian yang paling ujung tabek yang di Kandikia yang berbatasan langsung dengan GULAI BANCAH ( KODYA BUKITTINGGI ) sudah ditimbun habis untuk pembangunan perumahan oleh pemilik tanah tersebut.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]