Ngarai Sianok

Ngarai Sianok merupakan sebuah lembah curam (jurang) yang terletak di perbatasan Kota Bukittinggi, di Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Lembah ini memanjang dan berkelok sebagai garis batas kota dari selatan Ngarai Koto Gadang sampai ke nagari Sianok Anam Suku, dan berakhir di Kecamatan Palupuh. Ngarai Sianok memiliki pemandangan yang sangat indah dengan latar belakang Gunung Singgalang dan Pegunungan Bukit Barisan. Ngarai Sianok menjadi salah satu objek wisata andalan provinsi Sumatera Barat.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Ngarai Sianok merupakan nama yang diberikan oleh salah satu kampung yang terletak di dasar ngarai tersebut. Masyarakatnya memberi nama Sianok, yang dalam bahasa Minang artinya Si Pendiam (Si Anok), karena kondisi dan suasana ngarai tersebut tenang dan damai.[1] Ngarai Sianok selain memiliki nama lain Lembah Pendiam, ngarai ini juga dipanggil karbouwengat karena di zaman kolonial Belanda jurang ini disebut juga sebagai karbouwengat atau kerbau sanget, karena banyaknya kerbau liar yang hidup bebas di dasar ngarai ini.
Ngarai Sianok terbentuk dari aktivitas lempeng bumi di Pulau Sumatera. Kontur Ngarai Sianok terbentuk karena adanya proses penurunan sebagian lempengan bumi, sehingga muncul patahan seperti jurang yang curam.[2] Patahan yang ada di Ngarai Sianok tersebut termasuk bagian dari Patahan (Sesar) Semangko yang membelah Pulau Sumatera menjadi dua bagian.[3] Patahan ini membentuk dinding yang curam, bahkan tegak lurus dan membentuk lembah yang hijau—hasil dari gerakan turun kulit bumi (sinklinal)—yang dialiri Batang Sianok (batang berarti sungai, dalam bahasa Minangkabau) yang airnya jernih.
Kondisi Geografis
[sunting | sunting sumber]Kedalaman Ngarai Sianok sekitar 100m yang membentang sepanjang 15km dari sisi selatan Nagari Koto Gadang hingga Nagari Sianok Enak Suku dan lebar sekitar 200 m. Ngarai Sianok dialiri Batang Sianok yang bisa diarungi dengan menggunakan kano dan kayak yang disaranai oleh suatu organisasi olahraga air "Qurays". Rute yang ditempuh adalah dari nagari Lambah sampai jorong Sitingkai nagari Palupuh selama kira-kira 3,5 jam. Di tepiannya masih banyak dijumpai tumbuhan langka seperti rafflesia dan tumbuhan obat-obatan. Fauna yang dijumpai misalnya monyet ekor panjang, siamang, simpai, rusa, babi hutan, macan tutul, dan juga tapir.
Ngarai Sianok berlokasi di perbatasan Kota Bukittinggi tepatnya di Kecamatan kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Wisatawan yang ingin berkunjung ke Ngarai Sianok wajib membayar tiket sebesar Rp 15.000 per orang untuk dewasa dan Rp 10.000 untuk anak-anak
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Galeri
[sunting | sunting sumber]- Ngarai Sianok dengan lembahnya yang hijau
- Pemukiman penduduk di Ngarai Sianok
- Ngarai Sianok yang dilihat dari Taman Panorama Bukittinggi
- Ngarai Sianok yang dilihat dari bawah
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Zahrandy, Gilby. "Ngarai Sianok: Sejarah, Lokasi, Bentuk, dan Harga Tiket Masuk". detiksumut. Diakses tanggal 2025-10-12.
- ↑ "Panorama Ngarai Sianok, Mengagumi Pahatan Sang Pencipta di Bukittinggi". Indonesia Kaya. Diakses tanggal 2025-10-12.
- ↑ "Panorama Ngarai Sianok, Mengagumi Pahatan Sang Pencipta di Bukittinggi - Visit Beautiful West Sumatra" (dalam bahasa American English). 2025-03-03. Diakses tanggal 2025-10-12.