Gunung Lewotolo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Gunung Lewotolo
Sentinel-2 L1C image on 2020-11-29.jpg
Titik tertinggi
Ketinggian1.423 m (4.669 kaki)
Koordinat8°16′19″S 123°30′18″E / 8.272°S 123.505°E / -8.272; 123.505
Geografi
LetakLembata, Indonesia
Geologi
Jenis gunungStratovolcano
Letusan terakhir29 November 2020[1]

Gunung Lewotolo, juga disebut dalam bahasa setempat (bahasa Lamaholot[2]) sebagai Ili/Ile Lewotolok atau Ile Ape, adalah gunung berapi stratovolcano yang terletak di bagian utara Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ungkapan ile lewo tolok berarti " gunung kampung/negeri runtuh" (Lewotolok adalah nama tempat gunung ini berada), sedangkan ile ape berarti "gunung api"[3].

Secara geografi, gunung berada pada suatu semenanjung di sisi barat laut pulau. Posisinya ini menyebabkan tingkat kebencanaan gunung ini tidak termasuk tinggi.

Puncak gunung ini memiliki kawah besar menyerupai kaldera berbentuk bulan sabit yang disebut warga dengan nama Metong Lamataro. Ini adalah bagian dari kawah lama Gunung Lewotolo. Sebentuk kerucut terbentuk di sisi tenggara Metong Lamataro dan menjadi puncak tertinggi (+1.423 m) Gunung Lewotolo saat ini. Kerucut tersebut memiliki lubang kawah aktif di puncaknya dengan hembusan uap solfatara di hampir semua bagian kerucut. Solfatara berwarna kuning membara; hablur belerang hasil sublimasi banyak ditemukan di lerang timur, utara, dan selatan dari kerucut baru ini.

Riwayat letusan[sunting | sunting sumber]

Sejarah letusan Gunung Lewotolo tercatat sejak tahun 1660 kemudian tahun 1819, dan 1849. Pada tanggal 5 dan 6 Oktober 1852 terjadi letusan yang merusak daerah sekitarnya dan memunculkan kawah baru dan ladang solfatara di sisi timur-tenggara. Letusan Gunung Lewotolo juga terjadi pada tahun 1864, 1889, dan terakhir pada 1920 dikabarkan oleh penduduk terjadi letusan kecil. Selanjutnya pada tahun 1939 dan 1951 terjadi kenaikan aktivitas vulkanik Gunung Lewotolo, berupa lontaran lava pijar, abu, awan panas, dan hembusan gas beracun.

Gunung api ini sempat mengalami masa krisis gempa pada Januari 2012. Pada saat itu, PVMBG meningkatkan status gunung dari normal ke waspada hingga siaga, hanya dalam waktu kurang dari satu bulan. Namun, pada 25 Januari 2012 pukul 16.00 WITA, PVMBG menurunkan status dari Siaga ke Waspada dan turun lagi menjadi berstatus Aktif Normal pada 17 Oktober 2013 pukul 10.00 WITA.

Status aktivitas vulkanik gunung ini ditingkatkan dari Aktif Normal ke Waspada sejak terhitung 7 Oktober 2017, pukul 20.00 WITA[4].

Pada hari Ahad tanggal 29 November 2020 pukul 09.45 WITA terjadi erupsi eksplosif yang memaksa warga yang menghuni kaki gunung ini menyelamatkan diri dan mengungsi[3]. Letusan yang berlangsung sekitar 500 detik ini (lebih daripada 8 menit) menimbulkan kolom asap setinggi 4000 m[5]. Peristiwa ini diawali oleh letusan kecil pada hari Jumat, 27 November 2020 pukul 05,57 WITA, yang menimbulkan kepulan asap dan abu setinggi 500 m[6]. Letusan-letusan lanjutan dengan kekuatan lebih lemah terjadi beberapa kali hingga hari berikutnya tanggal 30 November 2020[7]. Status kebencanaan Ili Lewotolok dinaikkan PVMBG menjadi level III atau Siaga sejak tanggal 29 November 2020 pukul 13.00 karena tercatat adanya lontaran material padat berukuran besar[8].

Pendakian[sunting | sunting sumber]

Gunung Lewotolo merupakan salah satu gunung yang banyak diminati oleh para pendaki. Pendakian dimulai dari Desa Atowatung atau Baupukang di Kecamatan Ile Api yang berada di sisi utara Gunung Lewotolo. Jalur pendakian berupa jalan setapak yang tertutup ilalang. Kemiringan lahan jalur pendakian antara 30-40 derajat. Waktu yang ditempuh untuk mendaki sampai puncak umumnya adalah 5 jam.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Lewotolo volcano (Lesser Sunda Islands, Indonesia): renewed activity; first since Jan 2012". www.volcanodiscovery.com (dalam bahasa Inggris). 27 November 2020. Diakses tanggal 29 November 2020. 
  2. ^ Azanella, Luthfia Ayu (29 November 2020). "Gunung Ile Lewotolok di NTT Meletus, Ini Penjelasan PVMBG". Kompas.com. Diakses tanggal 29 November 2020. 
  3. ^ a b KEWA AMA, KORNELIS (29 November 2020). "Gunung Ile Lewotolok di NTT Keluarkan Abu, Warga Mengungsi". kompas.id. Diakses tanggal 30 November 2020. 
  4. ^ Meningkat Waspada, Gunung Ile Lewotolok Sangat Berbahaya
  5. ^ Lamanepa, Anselmus Bobyson (29 NOVEMBER 2020). "Gunung Api Ili Lewotolok". Informasi Letusan Magma Indonesia. 
  6. ^ Manaf, Syarif Abdul (27 NOVEMBER 2020). "JUMAT, , 3 HARI YANG LALU Gunung Api Ili Lewotolok". Informasi Letusan Magma Indonesia. Diakses tanggal 30 November 2020.  line feed character di |title= pada posisi 27 (bantuan);
  7. ^ Pugel, Yeremias Kristianto (30 NOVEMBER 2020). "Gunung Api Ili Lewotolok". Informasi Letusan Magma Indonesia. Diakses tanggal 30 November 2020. 
  8. ^ admin (30 November 2020). [vsi.esdm.go.id/index.php/kegiatan-pvmbg/berita-harian-kebencanaan-geologi/3346-laporan-kebencanaan-geologi-30-november-2020 "Laporan Kebencanaan Geologi 30 November 2020"] Periksa nilai |url= (bantuan). Badan Geologi Kementerian ESDM. Diakses tanggal 30 November 2020.