Kabupaten Lembata

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 8°25′59″S 123°28′01″E / 8.433°S 123.467°E / -8.433; 123.467

Kabupaten Lembata
Lambang Kabupaten Lembata.jpg
Lambang
Motto: 
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Lembata.svg
Kabupaten Lembata is located in Kepulauan Sunda Kecil
Kabupaten Lembata
Kabupaten Lembata
Kabupaten Lembata is located in Indonesia
Kabupaten Lembata
Kabupaten Lembata
Koordinat: 8°24′50″S 123°33′08″E / 8.41396°S 123.55225°E / -8.41396; 123.55225
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Timur
Tanggal peresmian-
Ibu kotaLewoleba
Pemerintahan
 • BupatiThomas Ola Langoday[1]
 • Wakil Bupatilowong
Luas
 • Total1.266,39 km2 (488,96 sq mi)
Populasi
 • Total135.930 jiwa
 • Kepadatan107/km2 (280/sq mi)
Demografi
 • AgamaKristen 72,84%
- Katolik 71,53%
- Protestan 1,31%
Islam 27,05%
Hindu 0,10%
Buddha 0,01%[3]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon0383
Kode Kemendagri53.13 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan9 kecamatan
Jumlah kelurahan7 kelurahan
Jumlah desa144 desa
DAURp 500.187.469.000,00- (2020)[4]
IPMPenurunan 64,74 Sedang (2020)
Kenaikan 64,91 Sedang (2019)[5]
Situs webwww.lembatakab.go.id

Kabupaten Lembata adalah sebuah kabupaten yang berada di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kabupaten Lembata tahun 2021, penduduk di kabupaten ini berjumlah 135.930 jiwa (2020), dengan kepadatan 107 jiwa/km2. Ibukota kabupaten Lembata berada di kelurahan Lewoleba, bagian dari kecamatan Nubatukan.

Bupati kabupaten Lembata periode 2017-2020 dijabat oleh Eliaser Yentji Sunur dan wakilnya Thomas Ola Langoday, namun Eliaser meninggal dunia karena Covid-19 di Rumah Sakit Siloam kota Kupang, tanggal 17 Juli 2021.[6] Posisi bupati kemudian dijabat oleh wakil bupati, yakni Thomas Ola Langoday, sejak 17 Juli 2021.[1]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Lembata adalah sebuah pulau gugusan kepulauan Solor yang terletak di antara Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Alor. Secara astronomis Lembata terletak pada posisi 8°10' - 8°11' LS dan 123°12' - 123°57' BT.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayah sebagai berikut:

Utara Laut Flores
Timur Selat Alor
Selatan Laut Sawu
Barat Selat Boleng dan Selat Lamakera

Iklim[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Lembata merupakan daerah beriklim sabana tropis (Aw). Seperti wilayah beriklim tropis lainnya, hanya ada dua musim di wilayah ini, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim penghujan berlangsung singkat dari bulan Desember sampai dengan bulan Maret, sedangkan musim kemarau berlangsung sangat panjang dari bulan April hingga bulan November setiap tahunnya. Rata-rata curah hujan per tahun di kabupaten ini adalah 500–1200 milimeter. Tingkat kelembapan di wilayah ini berkisar antara 72% sampai dengan 84%.[7]

Data iklim Lembata, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.1
(86.2)
29.8
(85.6)
30.2
(86.4)
31
(88)
31.2
(88.2)
30.7
(87.3)
30.3
(86.5)
30.4
(86.7)
30.7
(87.3)
31.2
(88.2)
31.5
(88.7)
30.6
(87.1)
30.64
(87.18)
Rata-rata harian °C (°F) 26.8
(80.2)
26.5
(79.7)
26.5
(79.7)
26.8
(80.2)
26.9
(80.4)
26.3
(79.3)
25.5
(77.9)
25.4
(77.7)
25.8
(78.4)
26.6
(79.9)
27.7
(81.9)
27.2
(81)
26.5
(79.69)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.6
(74.5)
23.2
(73.8)
22.9
(73.2)
22.7
(72.9)
22.6
(72.7)
21.9
(71.4)
20.8
(69.4)
20.5
(68.9)
20.9
(69.6)
22.1
(71.8)
23.9
(75)
23.9
(75)
22.42
(72.35)
Presipitasi mm (inci) 188
(7.4)
187
(7.36)
133
(5.24)
66
(2.6)
19
(0.75)
9
(0.35)
8
(0.31)
0
(0)
8
(0.31)
18
(0.71)
117
(4.61)
174
(6.85)
927
(36.49)
Rata-rata hari hujan 16 15 12 6 2 1 1 0 1 2 10 14 80
% kelembapan 80 82 78 73 69 64 60 58 61 67 72 77 70.1
Rata-rata sinar matahari bulanan 186 197 225 242 259 275 296 301 304 307 265 214 3.071
Sumber #1: Climate-Data.org & BPS.go.id[8][9]
Sumber #2: Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang[10]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Lembata adalah salah satu nama dari gugus kepulauan di Kabupaten Flores Timur yang sudah memasyarakat sejak tahun 1965. Tetapi sebelum dikenal dengan nama Lembata, dahulu pada masa pemerintahan Hindia Belanda hingga kini dikenal dalam peta Indonesia dengan nama "Pulau Lomblen". Pada tanggal 24 Juni 1967 dilaksanakan Musyawarah Kerja Luar Biasa Panitia Pembentukan Kabupaten Lembata yang diselenggarakan di Lewoleba yang kemudian mengukuhkan nama Lembata. Pengukuhan nama "Lembata" ini sesuai sejarah asal masyarakatnya dari pulau "Lepanbatan", sehingga mulai 01 Juli 1967 sebutan untuk penduduk yang semula "Orang Lomblen" berubah menjadi "Orang Lembata".

Rencana ke arah terbentuknya Kabupaten Lembata bertolak pada 2 (dua) pernyataan/statement, yaitu:

  1. Pernyataan/statement tanggal 7 Maret 1954
  2. Pernyataan/memorandum tanggal 7 Maret 1999

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Foto Bupati Awal Menjabat Akhir Menjabat Keterangan Wakil Bupati
-
Drs. Petrus Boliona Keraf
12 Oktober 1999
2001
Penjabat Bupati
-
1.
Drs. Andreas Duli Manuk
2001
2006
Ir. Felix Kobun
2006
2011
Drs. Andreas Nula Liliweri
2.
Eliaser Yentji Sunur
2011
25 Agustus 2016[11]
Viktor Mado Watun
-
Sinun Petrus Manuk
25 Agustus 2016[12]
22 Mei 2017
Penjabat Bupati
-
(2)
Eliaser Yentji Sunur.jpg Eliaser Yentji Sunur
22 Mei 2017
17 Juli 2021[13]
Dr. Thomas Ola Langoday, SE., M.Si
-
Dr.

Thomas Ola Langoday,

SE., M.Si

17 Juli 2021[13]
16 September 2021
Pelaksana tugas
3
16 September 2021
petahana
Menjadi bupati definitif pada sisa masa jabatan.[15]

Daftar Koordinatorschap dan Pembantu Bupati[sunting | sunting sumber]

Sejarah kepemimpinan di Lembata dari masa ke masa saat masih bergabung di Kabupaten induk Flores Timur dengan nomenklatur Koordinatorschap Lembata dan Pembantu Bupati Lembata dapat dibaca di artikel berikut ini:

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Lembata dalam dua periode terakhir.[16][17]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 2 Kenaikan 4
  Gerindra 3 Steady 3
  PDI-P 4 Steady 4
  Golkar 3 Kenaikan 4
  NasDem 2 Steady 2
  PKS 2 Penurunan 1
  Perindo (baru) 1
  PPP 1 Penurunan 0
  PAN 3 Penurunan 2
  Hanura 1 Steady 1
  Demokrat 3 Steady 3
  PKPI 1 Penurunan 0
Jumlah Anggota 25 Steady 25
Jumlah Partai 11 Penurunan 10

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Lembata terdiri dari 9 Kecamatan, 7 Kelurahan, dan 144 Desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 133.552 jiwa dengan luas wilayah 1.266,00 km² dan sebaran penduduk 105 jiwa/km².[18][19]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Lembata, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
53.13.02 Atadei 15 Desa
53.13.07 Buyasari 20 Desa
53.13.03 Ile Ape 17 Desa
53.13.09 Ile Ape Timur 9 Desa
53.13.04 Lebatukan 17 Desa
53.13.01 Nagawutung 18 Desa
53.13.05 Nubatukan 7 11 Desa
Kelurahan
53.13.06 Omesuri 22 Desa
53.13.08 Wulandoni 15 Desa
TOTAL 7 144

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kabupaten Lembata berdasarkan data tahun 2017 berjumlah 137.714 jiwa dan tahun 2018 tercatat sebanyak ± 140.390 jiwa[20] dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata 0,31% per tahun dengan kepadatan mencapai 68 jiwa/km². Mata Pencaharian dari masyarakat atau penduduk Lembata mayoritas adalan bertani sebanyak 74%, sisanya terdiri dari PNS, Pensiunan, Pengusaha, Pedagang, Buruh, Pengrajin, TNI/POLRI dan Alim Ulama atau Biarawan/ti. Sementara pendapatan per kapita penduduk Lembata rata-rata per tahun Rp. 497.685,00,- pada tahun 1998.

Agama[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Lembata memiliki penduduk yang beragam keyakinan dan mereka dapat hidup berdampingan dan tidak ada terjadi perpecahan. Berdasarkan data BPS kabupaten Lembata, mayoritas penduduk memeluk agama Kekristenan yakni 72,84% (Katolik 71,53% dan Protestan 1,31%). Pemeluk agama Islam di Lembata juga cukup signifikan, yakni 27,05%, dan sebagian kecil lagi beragama Hindu 0,10% dan Budha 0,01%.[3]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Dari luas daratan 126.684 ha itu, 71,46 ha diperuntukkan bagi pengembangan kawasan pemukiman dan budi daya non pertanian, sedangkan sisanya seluas 55.202 ha diperuntukkan bagi pengembangan potensi pertanian seperti jagung, kacang-kacangan, ubi-ubian, sayur-sayuran dan buah-buahan. Dalam dua tahun terakhir ini telah diupayakan penanaman berbagai tanaman komoditi perdagangan seperti kelapa, kemiri, kopi, jambu mete, coklat, cengkih, vanili, pala, kapuk dan pinang. Di sisi lain bidang peternakan memberi potensi pengembangan yang cukup baik karena Kabupaten Lembata memiliki padang rumput atau padang penggembalaan yang cukup luas terutama di Kecamatan Ile Ape.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Transportasi darat yang menghubungkan ibu kota kabupaten dengan kota-kota kecamatan di kabupaten Lembata adalah:

  • Transportasi laut antara lain:
    • Fery: Kupang - rute Lewoleba (setiap hari Senin)
    • Motor Laut: rute Larantuka - Lewoleba (setiap hari pergi-pulang)
  • Transportasi udara antara lain:
    • Merpati Nusantara Air Lines: sekali seminggu dengan rute Kupang - Lewoleba
    • Penerbangan Pesawat Susi Air (Pesawat Karavan - Perintis untuk 12 Penumpang) Hampir Setiap hari melayani penerbangan Kupang - Lewoleba PP.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Objek Wisata[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten Lembata banyak terdapat tempat-tempat wisata yang dapat dikunjungi, misalnya:

  1. Pulau Pasir Putih Awelolong/Awololo
  2. Gua Maria Lewoleba, Lewopenutung.
  3. Pantai Rekreasi Pasir Putih Waijarang
  4. Sumber Air Panas Sabu Tobo, Adum dan, Labalimut
  5. Sumber Gas Alam Karun Watuwawer
  6. Pantai Rekreasi Tanah Treket
  7. Budaya Tradisional Perburuan Ikan Paus di Desa Lamalera
  8. Rumah Adat dan Ritus Pesta Kacang Jontona
  9. Lopo Wai Meting, Desa Jontona
  10. Pantai Pasir Putih Mingar
  11. Pantai Lewolein
  12. Pantai Nubi, Lusiduawutun
  13. Air Terjun Atawuwur
  14. Pantai Pasir Putih Bean
  15. Pantai Pasir Putih Wowong
  16. Makam Raja Saguwowo Desa Kalikur Kec. Buyasuri

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Thomas Ola Langoday, Jadi Bupati Lembata Sementara". www.faktahukumntt.com. 19 Juli 2021. Diakses tanggal 19 Juli 2021. 
  2. ^ "Kabupaten Lembata Dalam Angka 2021" (pdf). www.lembatakab.bps.go.id. BPS Kabupaten Lembata. hlm. 4, 34. Diakses tanggal 6 April 2021. 
  3. ^ a b "Jumlah Pemeluk Agama di NTT 2019" (PDF). www.ntt.kemenag.go.id. Diakses tanggal 6 April 2021. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 6 April 2021. 
  5. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 6 April 2021. 
  6. ^ "Kabar Duka, Bupati Lembata Eliaser Yantji Sunur Meninggal karena Covid-19". www.inews.id. Diakses tanggal 19 Juli 2021. 
  7. ^ http://sippa.ciptakarya.pu.go.id/sippa_online/ws_file/dokumen/rpi2jm/DOCRPIJM_1504069474Bab_2.pdf
  8. ^ "Lewoleba, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 13 Agustus 2020. 
  9. ^ "Lembata, Indonesia". BPS.go.id. Diakses tanggal 14 Agustus 2020. 
  10. ^ "Zona Musim 250" (PDF). meteoalor.id. hlm. 15-16. Diakses tanggal 13 Oktober 2020. 
  11. ^ "Sinun Petrus Manuk Penjabat Bupati Lembata". mediaindonesia.com. 2016-08-25. Diakses tanggal 2020-11-24. 
  12. ^ BeritaSatu.com. "Kadisdikbud NTT Dilantik Jadi Penjabat Bupati Lembata". beritasatu.com. Diakses tanggal 2020-11-24. 
  13. ^ a b "Thomas Ola Langoday Jadi Bupati Lembata Sementara". www.faktahukumntt.com. 17-07-2021. Diakses tanggal 19 Juli 2021. 
  14. ^ "Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur Meninggal, Ini Penjelasan RS Siloam Kupang". regional.kompas.com. 17-07-2021. Diakses tanggal 18-07-2021. 
  15. ^ Jahang, Benediktus Sridin Sulu (16-09-2021). "Gubernur lantik Bupati Sabu Raijua dan Bupati Lembata". antaranews.com. Diakses tanggal 16-09-2021. 
  16. ^ Perolehan Kursi DPRD Lembata 2014-2019
  17. ^ Perolehan Kursi DPRD Lembata 2019-2024
  18. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  19. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  20. ^ "Badan Pusat Statistik Kabupaten Lembata". lembatakab.bps.go.id. Diakses tanggal 2019-02-24. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]