Kabupaten Lembata

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 8°25′59″S 123°28′01″E / 8.433°S 123.467°E / -8.433; 123.467

Kabupaten Lembata
Lambang Kabupaten Lembata.jpg
Lambang Kabupaten Lembata


Moto: Berjaya



Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Lembata.svg
Peta lokasi Kabupaten Lembata di Nusa Tenggara Timur
Koordinat: -
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Tanggal peresmian -
Ibu kota Lewoleba
Pemerintahan
- Bupati Eliaser Yentji Sunur
- Wakil Bupati Thomas Ola Langoday
APBD
- DAU -
Luas 1.266,40 km2
Populasi
- Total 137.714 jiwa (2017)[1]
- Kepadatan 108,74 jiwa/km2
Demografi
- Agama Katolik 71,50%
Islam 26,97%
Kristen Protestan 1,47%
Hindu 0,06%[1]
- Kode area telepon 0383
Pembagian administratif
- Kecamatan 9
- Kelurahan 7
- Desa 144
Simbol khas daerah
Situs web http://www.lembatakab.go.id/

Kabupaten Lembata adalah sebuah kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Jumlah penduduk kabupaten ini berjumlah 137.714 jiwa (2017) dan saat ini Bupati yang memimpin untuk periode 2017-2022 adalah Eliaser Yentji Sunur dan wakilnya Thomas Ola Langoday.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Lembata adalah sebuah pulau gugusan kepulauan Solor yang terletak di antara Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Alor. Secara astronomis Lembata terletak pada posisi 8°10' - 8°11' LS dan 123°12' - 123°57' BT.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayah sebagai berikut:

Utara Laut Flores
Timur Selat Alor
Selatan Laut Sawu
Barat Selat Boleng dan Selat Lamakera

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Lembata adalah salah satu nama dari gugus kepulauan di Kabupaten Flores Timur yang sudah memasyarakat sejak tahun 1965. Tetapi sebelum dikenal dengan nama Lembata, dahulu pada masa pemerintahan Hindia Belanda hingga kini dikenal dalam peta Indonesia dengan nama "Pulau Lomblen". Pada tanggal 24 Juni 1967 dilaksanakan Musyawarah Kerja Luar Biasa Panitia Pembentukan Kabupaten Lembata yang diselenggarakan di Lewoleba yang kemudian mengukuhkan nama Lembata. Pengukuhan nama "Lembata" ini sesuai sejarah asal masyarakatnya dari pulau "Lepanbatan", sehingga mulai 01 Juli 1967 sebutan untuk penduduk yang semula "Orang Lomblen" berubah menjadi "Orang Lembata".

Rencana ke arah terbentuknya Kabupaten Lembata bertolak pada 2 (dua) pernyataan/statement, yaitu:

  1. Pernyataan/statement tanggal 7 Maret 1954
  2. Pernyataan/memorandum tanggal 7 Maret 1999

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Foto Bupati Awal Menjabat Akhir Menjabat Wakil Bupati Keterangan
1 Drs. Petrus Boliona Keraf 1999 2001 - Penjabat
2 Drs. Andreas Duli Manuk 2001 2006 Ir. Felix Kobun (Alm.) -
3 Drs. Andreas Duli Manuk 2006 2011 Drs. Andreas Nula Liliweri -
4 Eliaser Yentji Sunur 2011 2016 Viktor Mado Watun -
5 Eliaser Yentji Sunur[2] 2017 2022 Thomas Ola Langoday

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lembata

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Lembata terdiri dari 9 Kecamatan, 7 Kelurahan, dan 144 Desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 133.552 jiwa dengan luas wilayah 1.266,00 km² dan sebaran penduduk 105 jiwa/km².[3]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Lembata, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Daftar
Desa/Kelurahan
53.13.02 Atadei, Lembata 15
53.13.07 Buyasari, Lembata 20
53.13.03 Ile Ape, Lembata 17
53.13.09 Ile Ape Timur, Lembata 9
53.13.04 Lebatukan, Lembata 17
53.13.01 Nagawutung, Lembata 18
53.13.05 Nubatukan, Lembata 7 11
53.13.06 Omesuri, Lembata 22
53.13.08 Wulandoni, Lembata 15
TOTAL 7 144

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kabupaten Lembata berdasarkan data tahun 2017 berjumlah 137.714 jiwa dan tahun 2018 tercatat sebanyak ± 140.390 jiwa[4] dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata 0,31% per tahun dengan kepadatan mencapai 68 jiwa/km². Mata Pencaharian dari masyarakat atau penduduk Lembata mayoritas adalan bertani sebanyak 74%, sisanya terdiri dari PNS, Pensiunan, Pengusaha, Pedagang, Buruh, Pengrajin, TNI/POLRI dan Alim Ulama atau Biarawan/ti. Sementara pendapatan per kapita penduduk Lembata rata-rata per tahun Rp. 497.685,00,- pada tahun 1998.

Agama[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Lembata memiliki penduduk yang beragam keyakinan dan mereka dapat hidup berdampingan dan tidak ada terjadi perpecahan. Berdasarkan data BPS kabupaten Lembata, mayoritas penduduk memeluk agama Kekristenan yakni 72,97% (Katolik 71,50% & Protestan 1,47%). Pemeluk agama Islam di Lembata juga cukup signifikan, yakni 26,97%, dan sebagian kecil lagi beragama Hindu 0,06%.[1]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Dari luas daratan 126.684 ha itu, 71,46 ha diperuntukkan bagi pengembangan kawasan pemukiman dan budi daya non pertanian, sedangkan sisanya seluas 55.202 ha diperuntukkan bagi pengembangan potensi pertanian seperti jagung, kacang-kacangan, ubi-ubian, sayur-sayuran dan buah-buahan. Dalam dua tahun terakhir ini telah diupayakan penanaman berbagai tanaman komoditi perdagangan seperti kelapa, kemiri, kopi, jambu mete, coklat, cengkih, vanili, pala, kapuk dan pinang. Di sisi lain bidang peternakan memberi potensi pengembangan yang cukup baik karena Kabupaten Lembata memiliki padang rumput atau padang penggembalaan yang cukup luas terutama di Kecamatan Ile Ape.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Transportasi darat yang menghubungkan ibu kota kabupaten dengan kota-kota kecamatan di kabupaten Lembata adalah:

  • Transportasi laut antara lain:
    • Fery: Kupang - rute Lewoleba (setiap hari Senin)
    • Motor Laut: rute Larantuka - Lewoleba (setiap hari pergi-pulang)
  • Transportasi udara antara lain:
    • Merpati Nusantara Air Lines: sekali seminggu dengan rute Kupang - Lewoleba
    • Penerbangan Pesawat Susi Air (Pesawat Karavan - Perintis untuk 12 Penumpang) Hampir Setiap hari melayani penerbangan Kupang - Lewoleba PP.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Objek Wisata[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten Lembata banyak terdapat tempat-tempat wisata yang dapat dikunjungi, misalnya:

  1. Pulau Pasir Putih Awelolong/Awololo
  2. Gua Maria Lewoleba, Lewopenutung.
  3. Pantai Rekreasi Pasir Putih Waijarang
  4. Sumber Air Panas Sabu Tobo, Adum dan, Labalimut
  5. Sumber Gas Alam Karun Watuwawer
  6. Pantai Rekreasi Tanah Treket
  7. Budaya Tradisional Perburuan Ikan Paus di Desa Lamalera
  8. Rumah Adat dan Ritus Pesta Kacang Jontona
  9. Lopo Wai Meting, Desa Jontona
  10. Pantai Pasir Putih Mingar
  11. Pantai Lewolein
  12. Pantai Nubi, Lusiduawutun
  13. Air Terjun Atawuwur
  14. Pantai Pasir Putih Bean
  15. Pantai Pasir Putih Wowong
  16. Makam Raja Saguwowo Desa Kalikur Kec. Buyasuri

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]