Kabupaten Lembata

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Lembata
Lambang Kabupaten Lembata.jpg
Lambang Kabupaten Lembata
Moto: Berjaya


Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Lembata.svg
Peta lokasi Kabupaten Lembata
Koordinat: -
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Tanggal -
Ibu kota Lewoleba
Pemerintahan
 - Bupati Eliaser Yentji Sunur (2011-2016)
 - DAU -
Luas 1.266,39 km2
Populasi
 - Total 117.829 jiwa
 - Kepadatan 93,04 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0383
Pembagian administratif
 - Kecamatan 9
 - Kelurahan 144
 - Situs web http://www.lembatakab.go.id/

Kabupaten Lembata adalah sebuah kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Bupatinya untuk periode 2011-2016 adalah Eliaser Yentji Sunur.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Lembata adalah salah satu nama dari gugus kepulauan di Kabupaten Flores Timur yang sudah memasyarakat sejak tahun 1965. Tetapi sebelum dikenal dengan nama Lembata, dahulu pada masa pemerintahan Hindia Belanda hingga kini dikenal dalam peta Indonesia dengan nama "Pulau Lomblen". Pada tanggal 24 Juni 1967 dilaksanakan Musyawarah Kerja Luar Biasa Panitia Pembentukan Kabupaten Lembata yang diselenggarakan di Lewoleba yang kemudian mengukuhkan nama Lembata. Pengukuhan nama "Lembata" ini sesuai sejarah asal masyarakatnya dari pulau "Lepanbatan", sehingga mulai 01 Juli 1967 sebutan untuk penduduk yang semula "Orang Lomblen" berubah menjadi "Orang Lembata".

Rencana ke arah terbentuknya Kabupaten Lembata bertolak pada 2 (dua) pernyataan/statement, yaitu:

  1. Pernyataan/statement tanggal 7 Maret 1954
  2. Pernyataan/memorandum tanggal 7 Maret 1999

Geografi[sunting | sunting sumber]

Lembata adalah sebuah pulau gugusan kepulauan Solor yang terletak di antara Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Alor dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

Utara Laut Flores
Selatan Laut Sawu
Barat Selat Boleng dan Selat Lamakera
Timur Selat Alor

Secara astronomis Lembata terletak pada posisi 8°10' - 8°11' LS dan 123°12' - 123°57' BT.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kabupaten Lembata berdasarkan data tahun 2004 tercatat sebanyak ± 101.392 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata 0,31% per tahun dengan kepadatan mencapai 68 jiwa/km². Mata Pencaharian dari masyarakat atau penduduk Lembata mayoritas adalan bertani sebanyak 74%, sisanya terdiri dari PNS, Pensiunan, Pengusaha, Pedagang, Buruh, Pengrajin, TNI/POLRI dan Alim Ulama atau Biarawan/ti. Sementara pendapatan per kapita penduduk Lembata rata-rata per tahun Rp. 497.685,00,- pada tahun 1998.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Dari luas daratan 126.684 ha itu, 71,46 ha diperuntukkan bagi pengembangan kawasan pemukiman dan budi daya non pertanian, sedangkan sisanya seluas 55.202 ha diperuntukkan bagi pengembangan potensi pertanian seperti jagung, kacang-kacangan, ubi-ubian, sayur-sayuran dan buah-buahan. Dalam dua tahun terakhir ini telah diupayakan penanaman berbagai tanaman komoditi perdagangan seperti kelapa, kemiri, kopi, jambu mete, coklat, cengkeh, vanili, pala, kapuk dan pinang. Di sisi lain bidang peternakan memberi potensi pengembangan yang cukup baik karena Kabupaten Lembata memiliki padang rumput atau padang penggembalaan yang cukup luas terutama di Kecamatan Ile Ape.

Sarana dan Prasarana[sunting | sunting sumber]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Transportasi darat yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan kota-kota kecamatan di kabupaten Lembata adalah:

  • Transportasi laut antara lain:
    • Fery: Kupang - rute Lewoleba (setiap hari Senin)
    • Motor Laut: rute Larantuka - Lewoleba (setiap hari pergi-pulang)
  • Transportasi udara antara lain:
    • Merpati Nusantara Air Lines: sekali seminggu dengan rute Kupang - Lewoleba
    • Penerbangan Pesawat Susi Air (Pesawat Karavan - Perintis untuk 12 Penumpang) Hampir Setiap hari melayani penerbangan Kupang - Lewoleba PP.

Pos dan Telekomunikasi[sunting | sunting sumber]

Objek Wisata[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten Lembata banyak terdapat tempat-tempat wisata yang dapat dikunjungi, misalnya:

  1. Pulau Pasir Putih Awelolong
  2. Gua Maria Lewoleba
  3. Pantai Rekreasi Pasir Putih Waijarang
  4. Sumber Air Panas Sabu Tobo
  5. Sumber Gas Alam Karun Watuwawer
  6. Pantai Rekreasi Tanah Treket
  7. Budaya Tradisional Penangkapan Ikan Paus di Desa Lamalera
  8. Rumah Adat dan Ritus Pesta Kacang Jontona
  9. Pantai Pasir Putih Mingar
  10. Pantai Lewolein
  11. Air Terjun Atawuwur
  12. Pantai Pasir Putih Bean

Kepala Daerah[sunting | sunting sumber]

Sejak terbentuk menjadi Kabupaten Baru pada tanggal 4 Oktober 1999 sesuai Undang-Undang Nomor 52 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Lembata, terdapat 4 periode kepemimpinan dengan 3 pasangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Daftar Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kab. Lembata
No Kepala Daerah Wakil Kepala Daerah Dari Sampai Keterangan
1 Drs. Petrus Boliona Keraf - 1999 2001 Penjabat
2 Drs. Andreas Duli Manuk Ir. Felix Kobun (Alm.) 2001 2006 -
3 Drs. Andreas Duli Manuk Drs. Andreas Nula Liliweri 2006 2011 -
4 Eliaser Yentji Sunur Viktor Mado Watun 2011 2016 -

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Koordinat: 8°25′59″LS 123°28′01″BT / 8,433°LS 123,467°BT / -8.433; 123.467