Kabupaten Paniai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kabupaten Paniai
Lambang Kabupaten Paniai 2002.jpg
Lambang Kabupaten Paniai
Moto: -


-
Peta lokasi Kabupaten Paniai
Koordinat: -
Provinsi Papua
Dasar hukum -
Tanggal Peresmian -
Ibu kota Enarotali
Pemerintahan
 - Bupati Hengki Kayame
 - Wakil Bupati Yohanes Youw
 - DAU Rp. 440.647.916.000.-(2013)[1]
Luas 10.984,661 km2
Populasi
 - Total 153.432 jiwa (2010)
 - Kepadatan 13,97 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon -
Pembagian administratif
 - Kecamatan 21
 - Kelurahan 276
Simbol khas daerah
 - Situs web -

Kabupaten Paniai adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua, Indonesia. Letaknya berada di pedalaman pada ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut.

Lambang yang lama

Paniai pada zaman Belanda disebut Wisselmeren, sesuai dengan nama tiga danau yang terletak sekitar pusat kota Enarotali. Danau ini ditemukan oleh seorang pilot berkebangsaan Belanda, Frits Julius Wissel pada tahun 1938 (danau dalam bahasa Belanda disebut meer sedangkan dalam bentuk jamak disebut meeren). Karena Frits Wissel yang menemukan danau-danau tersebut maka kemudian dikenal dengan nama Wisselmeren. Sejak saat itu masyarakat Paniai mulai berinteraksi dengan dunia luar.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Peta Kabupaten Paniai
Peta Infrastruktur Kabupaten Paniai (2012).gif
Kota Enarotali, Kabupaten Paniai di pinggiran Danau Paniai
Peta Kabupaten Paniai

Kabupaten Paniai adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua. Kabupaten yang memiliki luas 18.104,63 km² ini beribukota di Enarotoli. Jenis angkutan udara menjadi sarana yang sangat penting di kabupaten ini. Terdapat lima belas lapangan terbang yang tersebar di wilayah kabupaten ini (sebelas di antaranya merupakan milik swasta) dengan bandar udara utama di Enaro.

Paniai merupakan kabupaten yang terletak di pegunungan sehingga memiliki kecenderungan suhu udara yang rendah dan kelembaban udara yang relatif tinggi. Di Kabupaten Paniai suhu udara maksimum 24,6 derajat celcius dan rata-rata kelembaban udara 82,3%.

Jumlah Penduduk Kabupaten Paniai mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2006 tercatat sebanyak 170.944 jiwa dengan sex ratio sama seperti tahun sebelumnya yaitu 105,02 artinya dalam setiap 100 penduduk perempuan terdapat 105 penduduk laki-laki. Jumlah penduduk terbanyak terdapat pada Distrik Paniai Timur dengan 20.858 jiwa, sedangkan Distrik Wandai dengan 649 jiwa merupakan distrik dengan jumlah penduduk terkecil.

Potensi Daerah[sunting | sunting sumber]

Tanaman pangan menjadi roda perekonomian utama di kabupaten ini. Komoditas utama kabupaten ini adalah tanaman pangan, seperti ubi jalar, ubi kayu, kacang tanah, kacang hijau, dan sayuran. Sampai saat ini, belum ada industri kecil atau rumah tangga yang mengolah ubi jalar menjadi makanan olahan lain sehingga peluang hadirnya industri pengolahan ubi jalar sangat terbuka lebar.

Kehutanan merupakan salah satu sektor yang memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Paniai. Besarnya kontribusi sektor kehutanan ini selain disebabkan potensi lahan yang sangat luas juga karena dalam sub sektor ini sudah masuk investor-investor swasta. Potensi hutan yang ada di Kabupaten Paniai adalah seluas 1.254.441 ha dengan proporsi terbesar berfungsi sebagai hutan lindung yaitu seluas 971.315 ha.

Kabupaten Paniai memiliki potensi pariwisata yang menawarkan keindahan alam, keanekaragaman flora dan fauna, daya tarik budaya, dan atraksi seni budaya. Danau Paniai merupakan salah satu potensi objek wisata alam yang berlokasi di Distrik Paniai Timur. Pada umumnya objek wisata yang terdapat di Kabupaten Paniai merupakan objek yang mengandalkan daya tarik alam, yaitu Danau Paniai, Danau Tigi, Danau Tage. Keanekaragaman flora dan fauna di Cagar Alam Lorenzt juga merupakan daya tarik bagi wisatawan.

Arus wisatawan ke Kabupaten Paniai masih terbatas. Hal ini dikarenakan sarana transportasi untuk menuju objek-objek wisata tersebut belum memadai.

Meskipun belum sepenuhnya berkembang, berdasarkan data PDRB Kabupaten Paniai, sektor pertambangan mempunyai peranan yang cukup signifikan dalam struktur perekonomian Kabupaten Paniai. Sektor ini mempunyai kontribusi sebesar 0,47 % dalam pembentukan PDRB Kabupaten Paniai (atas dasar harga konstan) pada tahun 2000.

Usaha pertambangan masih dilakukan tradisional oleh penduduk setempat. Usaha pertambangan modern belum sepenuhnya berjalan. Beberapa di antaranya masih dalam tahap eksplorasi. Potensi sektor pertambangan di Kabupaten Paniai mempunyai prospek yang cukup baik jika ditinjau dari kandungan sumber daya alam yang ada di wilayah ini. Potensi-potensi tersebut di antaranya adalah batubara di Distrik Paniai Barat, Siriwo dan Distrik-Distrik lainnya di Kabupaten Paniai, emas di Distrik Sugapa, Agisiga, Homeyo, Aradide, Biandoga, Bogobaida, dan Paniai Barat, besi di puncak Cartenzs, batu kapur di Distrik Paniai Timur dan pasir kualin di Distrik Paniai Barat.

Pemekaran[sunting | sunting sumber]

Dengan disahkannya UU RI Nomor 55 Tahun 2008, maka sebagian distrik di kabupaten ini menjadi wilayah Kabupaten Deiyai, yaitu:

  1. Bowobado
  2. Kapiraya
  3. Tigi
  4. Tigi Barat
  5. Tigi Timur

Dan dengan disahkannya UU RI Nomor 54 Tahun 2008, maka sebagian distrik di kabupaten ini menjadi wilayah Kabupaten Intan Jaya, yaitu:

  1. Agisiga
  2. Biandoga
  3. Hitadipa
  4. Homeyo
  5. Sugapa
  6. Wandai

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis Kabupaten Paniai berada di jalur Pegunungan Tengah Irian Jaya, dan terletak pada koordinat 136019' BT dan 03056' LS. Wilayah Kabupaten Paniai mempunyai luas 18.104,63 Km2. Adapun batas wilayah Kabupaten Paniai adalah sebagai berikut :

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Nabire,
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Fak-Fak,
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Puncak Jaya,
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Nabire.

Berdasarkan peta fisiografi seluas 14.582,97 Km2 atau sekitar 80,54 % wilayah Kabupaten Paniai mempunyai ketinggian antara 1000 s/d 3000 meter di atas permukaan laut.

Cuaca dan Iklim[sunting | sunting sumber]

Iklim di wilayah Kabupaten Paniai berdasarkan klasifikasi (Schmid dan Ferguson) termasuk iklim type A yang sangat basah dengan curah hujan antara 2500 s/d 4000 MM per tahun. Suhu udara antara 270C sampai dengan 340C pada daerah-daerah dataran rendah dan lembah. Sedangkan pada daerah pegunungan suhu udara dipengaruhi oleh ketinggian, dimana setiap kenaikan 100 meter dari permukaan laut suhu udara mengalami penurunan rata-rata 0,600C. Untuk daerah sekitar Danau Paniai, Danau Tigi dan Danau Tage, suhu udaranya bervariasi antara 100C – 30C.

Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Paniai dilalui oleh banyak sungai, baik yang besar maupun yang kecil. Beberapa sungai yang besar yang melalui Kabupaten Paniai adalah sebagai berikut :

  • Sungai Weya yang mempunyai panjang 12 Km.
  • Sungai Aga yang mempunyai panjang 15 Km.
  • Sungai Eka cabang dari Sungai Aga.
  • Sungai Yawei yang mempunyai panjang 10 Km.

Selain sungai-sungai tersebut, terdapat tiga danau yaitu Danau Paniai, Danau Tage di Paniai Timur serta Danau Tigi di Distrik Tigi.

Jenis Tanah[sunting | sunting sumber]

Jenis tanah yang terdapat di Kabupaten Paniai adalah jenis tanah Histosol, Inceptisol dan Ultisol yang dapat dirinci menurut tinggi rendahnya dataran seperti :

Daerah rawa jenis tanah Histosol yang berwarna kelabu coklat terdapat di sekitar sekitar aliran sungai dengan kemiringan wilayah 0-3%.

Dataran rendah kering jenis tanahnya Histosol, jenis tanah ini terbentuk dari bahan organik dan selalu berair, serta jenis tanah inceptisol.

Daerah lereng dan bukit terdapat tanah alfisol dan ultisol, yang didominasi oleh ultisol, terdapat di lereng bukit sampai ke daerah pegunungan di pedalaman.

Daerah pegunungan secara umum jenis tanahnya ultisol, terdapat di sebagian besar pegunungan daerah pedalaman.

Flora[sunting | sunting sumber]

Hutan di Kabupaten Paniai sama dengan daerah lainnya di Provinsi Papua yaitu termasuk dalam anggota formasi Indo Malaya yang merupakan hutan tropis. Hutan di daerah ini tumbuh bercampur secara heterogen dengan jenis- jenis pohon Arancia, Librocedus, Grevilea, Metrosideres, Tristania, Melaleuca, Darydium dan lain- lain.

Jenis pohon yang beraneka ragam tersebut hingga saat ini masih banyak yang belum dikenal dalam dunia perdagangan. Tumbuhan atau jenis pohon yang merupakan ciri khas dari Papua yang terdapat di Kabupaten Paniai adalah jenis pohon Papucedrum sp, dan Podocanpus papuanus yang terdapat di wilayah Enarotali Distrik Pantai Timur. Selain itu di sekitar Danau Paniaisebelah utara terdapat pula Eucalyptus deglupta yang pada umumnya di daerah dataran rendah.

Jenis tumbuhan lain yang pernah diinventarisir adalah Medang, Pulai, Agathis, Nyathoh, Lau, Merbau, Kasai, Aduale, Nase, Sinore, Ampou, Aimamfiau, Kenari, Nausindor, Melur, Bitanggur, Benarung dan lain- lain. Sedangkan di daerah hulu Sungai Siriwo terdapat tumbuhan Damar yang getahnya merupakan bahan dagangan yang sangat komersial. Selain itu daerah ini terdapat pula jenis tanaman anggrek.

Fauna[sunting | sunting sumber]

Jenis satwa yang terdapat di Kabupaten Paniai, secara umum sama dengan yang terdapat di Taman Nasional Lorenzt.

Media[sunting | sunting sumber]

Televisi[sunting | sunting sumber]

Paniai memiliki rencana membangun stasiun televisi, di antaranya:

  • Semesta TV (Dinas Komunikasi & Informasi Pemerintah Daerah Kabupaten Paniai) 23 UHF (masih rencana)
  • Rambutan TV jaringan Sinko TV (masih rencana)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

!--

--

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15.