Kabupaten Nabire

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Nabire
Pantai Nabire
Pantai Nabire
Lambang resmi Kabupaten Nabire
Motto: 
Nabire yang Berkeadilan, Sejahtera, dan Makmur
Peta
Peta
Kabupaten Nabire di Indonesia
Kabupaten Nabire
Kabupaten Nabire
Peta
Kabupaten Nabire di Indonesia
Kabupaten Nabire
Kabupaten Nabire
Kabupaten Nabire (Indonesia)
Koordinat: 3°32′25″S 135°33′18″E / 3.54016°S 135.55511°E / -3.54016; 135.55511
Negara Indonesia
ProvinsiPapua Tengah
Tanggal berdiri10 September 1969
Dasar hukumUU Nomor 12 Tahun 1969 [1]
Ibu kotaNabire
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Distrik: 15
  • Kelurahan: 9
  • Kampung: 72
Pemerintahan
 • BupatiMesak Magai, S.Sos, M.Si[2]
 • Wakil BupatiIsmail Djamaluddin[2]
Luas
 • Total12.075,00 km2 (4,662,18 sq mi)
Populasi
 • Total172.960
 • Kepadatan14/km2 (40/sq mi)
Demografi
 • AgamaKristen 62,64%
- Protestan 51,48%
- Katolik 11,16%
Islam 36,94%
Hindu 0,28%
Buddha 0,11%
Konghucu 0,03%[3][4]
 • IPMKenaikan 69,15 (2021)
( sedang )[5]
Zona waktuUTC+09:00 (WIT)
Kode area telepon98811 ― 98864
Pelat kendaraanPA xxxx E*
Kode Kemendagri91.04 Edit the value on Wikidata
DAURp 757.858.156.000,00- (2020)[6]
Situs webwww.nabirekab.go.id

Kabupaten Nabire adalah salah satu kabupaten yang juga merupakan ibu kota provinsi Papua Tengah, Indonesia, yang berbatasan dengan provinsi Papua Barat. Ibu kota kabupaten ini terletak di punggung pulau Papua, yakni distrik Nabire. Jumlah penduduk kabupaten Nabire berjumlah 172.960 jiwa (2021).[3]

Pada tanggal 6 Februari 2004, terjadi gempa bumi yang kemudian disusul pada tanggal 26 November 2004 di Nabire, gempa bumi berkekuatan 7,2 skala Richter mengguncang daerah ini (lihat Gempa Nabire 2004).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

“Nabire” demikian sekarang disebut, adalah suatu wilayah Pemerintahan Kabupaten yang terhampar di seputar “Leher Burung” pulau Papua. Dalam perkembangannya “Nabire” telah melampaui fase-fase: sebelum masuknya Pemerintahan Belanda, zaman Pemerintahan Belanda dan zaman Pemerintahan RI Hingga saat itu.

Paparan mengenai sejarah Pemerintahan Kabupaten Nabire ini bukanlah merupakan suatu tulisan yang sudah sempurna, sehingga masih perlu untuk dikaji dan disempurnakan bersama-sama sehingga menjadi suatu materi yang bisa dipahami dan diterima oleh semua kalangan.

Asal Usul Nabire[sunting | sunting sumber]

Sebelum mengulas sejarah singkat Kabupaten Nabire maka terlebih dahulu akan disampaikan uraian secara singkat tentang asal usul dan arti Nabire dari beberapa sumber atau versi. Uraian mengenai cerita asal-usul dan arti Nabire ini bukanlah untuk dipertentangkan tetapi merupakan wacana untuk dibahas secara bersama, sehingga nantinya bisa diketahui asal-usul dan arti Nabire yang sebenarnya.

Suku Wate[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan cerita dari suku wate, bahwa kata Nabire berasal dari kata "Nawi" pada zaman dahulu dipertimbangkan dengan kondisi alam Nabire pada saat itu yang banyak terdapat binatang jangkrik, terutama disepanjang kali Nabire. Lama kelamaan kata “Nawi” mengalami perubahan penyebutan menjadi Nawire dan akhirnya menjadi “Nabire”. Pada tahun 1958, Konstein Waray yang menjabat sebagai Kepala Kampung Oyehe menyerahkan tempat atau lokasi kepada Pemerintah.[7]

Suku Yerisiam[sunting | sunting sumber]

Menurut versi suku Yerisiam Nabire berasal dari kata “Navirei” yang artinya daerah ketinggalan atau daerah yang ditinggalkan. Penyebutan Navirei muncul sebagai nama suatu tempat pada saat diadakan pesta pendamaian ganti daerah antara suku Hegure dan Yerisiam. Pengucapan Navirei kemudian berubah menjadi Nabire yang secara resmi dipakai untuk membei nama daerah ini oleh Bupati pertama yaitu Bapak A.K.B.P. Drs. Surojotanojo, SH (Alm). Versi lain suku ini bahwa Nabire berasal dari Na Wyere yang artinya daerah kehilangan. Pengertian ini berkaitan dengan terjadinya wabah penyakit yang menyerang penduduk setempat, sehingga banyak yang meninggalkan Nabire kembali ke kampungnya dan Nabire menjadi sepi lambat laun penyebutan Na Wyere menjadi Nabire.[7]

Suku Hegure[sunting | sunting sumber]

Versi dari suku ini bahwa Nabire berasal dari Inambre yang artinya pesisir pantai yang ditumbuhi oleh tanaman jenis palem-palem seperti pohon sapu ijuk, pohon enau hutan, pohon nibun dan jenis pohon lainnya. Akibat adanya hubungan/komunikasi dengan suku-suku pendatang, lama kelamaan penyebutan Inambre berubah menjadi Nabire.[7]

Perkembangan[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 20 Desember 2017 presiden Joko Widodo datang meninjau lokasi lahan baru Bandar Udara Douw Aturure, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua, yang dilanjutkan dengan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nabire 20 MW dan PLTMG Jayapura 50 MW di Kelurahan Kali Bobo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire.[8]

Bandara Douw Aturure yang baru tersebut akan menjadi bandara besar dan penghubung antar kabupaten karena keberadaan Nabire yang strategis di tengah Provinsi Papua, sehingga akan menjadi simpul bagi wilayah yang berada di sekitarnya, yaitu Paniai, Dogiyai, Diyai, Intan Jaya, Puncak Jaya, Puncak, Waropen, Wondama dan Kaimana. Sebagai langkah awal untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah akan membangun terminal penumpang seluas 8.000 meter persegi. Pada tahap berikutnya dikembangkan menjadi 15.000 meter persegi.[9]

Selain bandar udara, Kepala Negara juga akan memperbaiki dan memperbesar Pelabuhan Nabire, Papua. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo usai meninjau Pelabuhan Nabire, Kamis, 21 Desember 2017. Perluasan tersebut akan membuat Pelabuhan Nabire sebagai penghubung bagi enam kabupaten di sekitarnya.[10]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Nabire terletak dikawasan Teluk Cendrawasih Provinsi Papua dan Samudra Pasifik, yang berada diatas 3 (tiga) lempengan bumi sehingga mengakibatkan rawan akan terjadinya bencana gempa bumi. Secara astronomis, Kabupaten Nabire terletak di antara 2°28"–3°56" Lintang Selatan dan 134°33"–136°15" Bujur Timur. Secara administrasi pada tahun 2012, luas wilayah Kabupaten Nabire adalah 12.075,00 Km² dan panjang garis pantai 473 Km² serta luas lautan 914.056,96 Ha. Kabupaten Nabire terbagi menjadi 15 distrik yang kemudian terbagi ke dalam 72 kampung dan 9 kelurahan.[11]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Nabire secara administratif berbatasan dengan beberapa wilayah, yaitu

Utara Kabupaten Kepulauan Yapen
Timur Kabupaten Waropen & Kabupaten Paniai
Selatan Kabupaten Dogiyai
Barat Kabupaten Teluk Wondama & Kabupaten Kaimana, Papua Barat

Topografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Nabire memiliki topografi yang bervarisi yaitu wilayah datar ± 47% dari luas wilayah tersebar disepanjang Wilayah pantai dan Wilayah perbukitan ± 53% tersebar di daerah pedalaman (pegunungan). Berdasarkan Hasil Penelitian Lembaga Penelitian Tanah (Balai Tanah) Bogor tahun 1964, jenis-jenis tanah di Kabupaten Nabire terbagi atas:

  1. Wilayah Nabire : Mayoritas jenis tanah Alluvial Endapan Sungai dan Tanah-Tanah Potzolik. Sedang daerah yang sering digenangi air terdapat tanah-tanah BOG dan LOW Humiegley yang hakekatnya merupakan tanah yang berasal dari bahan Endapan Sungai.
  2. Wilayah Yaur : Terdapat jenis tanah Potzolik Merah Kuning dan Hidromarf Kelabu.
  3. Wilayah Pedalaman : Terdapat mayoritas jenis Tanah Potzolik dan Tanah Coklat Hidromarf Kelabu.

Berdasarkan perbedaan ketinggian muka tanah, Wilayah Kabupaten Nabire dapat dikelompokan menjadi 3 (tiga) Zona, yaitu a. Zone Dataran rendah dengan ketinggian 0–600 mdpl. b. Zone Ketinggian sedang dengan ketinggian 600–1500 mdpl. c. Zone Dataran tinggi dengan ketinggian di atas 1500 mdpl.[11]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan klasifikasi iklim, wilayah Kabupaten Nabire memiliki iklim hutan hujan tropis (Af) dengan curah hujan yang cenderung tinggi sepanjang tahunnya. Sebagai akibat dari topografi yang bervariasi, suhu udara di Kabupaten Nabire berkisar antara 22 °C–34 °C di wilayah dataran rendah dan kurang dari 24 °C di wilayah dataran tinggi. Tingkat kelembapan di wilayah Nabire pun cenderung tinggi, yakni berkisar antara 60%–90%.


Data iklim Kabupaten Nabire, Papua, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31.1
(88)
31
(88)
31.3
(88.3)
31.4
(88.5)
31.2
(88.2)
30.8
(87.4)
30.5
(86.9)
30.6
(87.1)
31.1
(88)
31.9
(89.4)
31.9
(89.4)
31.3
(88.3)
31.17
(88.13)
Rata-rata harian °C (°F) 26.6
(79.9)
26.5
(79.7)
26.6
(79.9)
26.7
(80.1)
26.6
(79.9)
26.2
(79.2)
26
(79)
26.1
(79)
26.4
(79.5)
26.8
(80.2)
26.9
(80.4)
26.7
(80.1)
26.51
(79.74)
Rata-rata terendah °C (°F) 22.1
(71.8)
22
(72)
21.9
(71.4)
22
(72)
22
(72)
21.6
(70.9)
21.5
(70.7)
21.6
(70.9)
21.7
(71.1)
21.7
(71.1)
21.9
(71.4)
22.1
(71.8)
21.84
(71.43)
Presipitasi mm (inci) 369
(14.53)
349
(13.74)
402
(15.83)
403
(15.87)
361
(14.21)
353
(13.9)
349
(13.74)
332
(13.07)
300
(11.81)
292
(11.5)
243
(9.57)
326
(12.83)
4.079
(160,6)
Rata-rata hari hujan 19 18 20 17 18 19 20 19 18 17 16 19 220
% kelembapan 81 81 81 82 83 84 84 85 84 83 82 82 82.7
Rata-rata sinar matahari harian 5.4 5.2 4.9 5.7 5.6 4.7 4.8 5.2 5.3 5.3 5.4 5.5 5.25
Sumber #1: BMKG[12]
Sumber #2: Climate-Data.org[13] & Weatherbase[14]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah Bupati Kabupaten Nabire, provinsi Papua, dari masa ke masa.

No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
1
Soekandar Soerodjotanodjo
1966
1969
1
2
Karel Gobay
1969
1972
2
3
Drs.
Andreas Soenarto
1973
1978
3
4
Drs.
Serteis Wanma
1978
1984
4
5
Letkol Inf.
Soekiyo
1984
1989
5
6
Joesoef Adipatah
1989
1993
6
1993
1998
7
Drs.
Herman Monim
(Penjabat)
1998
1999
7
Drs.
Anselmus Petrus Youw
1999
2004
8
2004
2009
9
Drs.
Tonny PH. Karubaba
Drs.
Hendrik Pagaya Kaisepo
MM
2009
2010
8
Isaias Douw
S.Sos
2010
2015
10
Mesak Magai
SH., M.Si
Sendius Wonda
SH., M.Si
2015
2016
(8)
Isaias Douw
S.Sos
17 Februari 2016
17 Februari2021
11
[15]
Amirullah Hasyim
MM
(9)
Mesak Magai
S.Sos, M.Si
8 November 2021
Petahana
12
[16]
Ismail Djamaluddin


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD Nabire beranggotakan 25 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. DPRD Nabire periode 2019-2024 terdiri dari 13 partai politik. Partai Kebangkitan Bangsa adalah partai politik dengan jumlah kursi terbanyak, yaitu 4 kursi.[17][18]

Distrik[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Nabire terdiri atas 15 distrik, 9 kelurahan, dan 72 kampung dengan total luas 12.075,00 km² dan jumlah penduduk sebanyak 145.101 jiwa (2017). Kode Wilayah Kabupaten Nabire adalah 91.04.[19][20] Pada tahun 2017, versi Kemendagri, Kabupaten ini memiliki luas wilayah 11.112,61 km² dan jumlah penduduk 166.463 jiwa (2017).[21]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa[sunting | sunting sumber]

Rumah tradisional Emawa di Nabire

Penduduk kabupaten Nabire terdiri dari beragam suku bangsa dan agama. Penduduk Nabire didominasi oleh pendatang atau bukan Orang Asli Papua, banyak diantaranya berada di ibu kota kabupaten, yakni distrik Nabire. Suku bangsa asli yang berasal dari Nabire diantaranya ialah suku Wate, Yerisyam, dan Hegure. Suku Wate terdiri dari lima sub suku yakni suku Waray, Nomei, Raiki, Tawamoni dan Waii.[7] Dalam data Sensus Penduduk Indonesia 2010, penghitungan berdasarkan jenis kelamin laki-laki, penduduk asli orang Papua sebanyak 32.850 jiwa atau 47,36% dari 69.369 jiwa laki-laki. Sementara orang non asli Papua sebanyak 36.519 jiwa atau 52,64%.[22][23]

Agama[sunting | sunting sumber]

Data Kementerian Dalam Negeri tahun 2021 mencatat bahwa mayoritas penduduk kabupaten Nabire memeluk agama Kekristenan yakni 62,64%, dengan persentasi Protestan sebanyak 51,48% dan Katolik sebanyak 11,16%. Sebagian besar lagi menganut agama Islam yakni sebanyak 36,94%%, diikuti agama Hindu sebanyak 0,28% dan selebihnya menganut agama Buddha sebanyak 0,11% dan Konghucu sebanyak 0,03%.[3] Sementara untuk sara rumah ibadah terdapat 349 gereja Protestan, kemudian 65 masjid, 56 gereja Katolik, 8 pura, dan 2 vihara.[24]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Peristiwa[sunting | sunting sumber]

Pada hari Minggu tanggal 14 Juli 2013, kota Nabire menjadi sorotan media nasional[25] dan internasional[26] akibat peristiwa Tragedi Tinju Berdarah yang terjadi di Gedung Olahraga Kota Lama. Menurut Polda Papua, 17 orang meninggal, 38 orang alami luka-luka. Sedangkan pelaku kericuhan masih diselidiki.[27]

Pada tanggal 20 Desember 2017, presiden Joko Widodo datang meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nabire 20 MW dan PLTMG Jayapura 50 MW di Kelurahan Kali Bobo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, setelah meninjau lokasi lahan baru Bandar Udara Douw Aturure, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua.[8]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2019-07-12. Diakses tanggal 16 Februari 2020. 
  2. ^ a b "Bupati dan Wakil Bupati Nabire Dilantik Gubernur Papua". news.busurnabire.id. 8 November 2021. Diakses tanggal 20 November 2021. 
  3. ^ a b c d "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 1 Juli 2022. 
  4. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Nabire". www.sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 22 Februari 2020. 
  5. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 1 Desember 2021. 
  6. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 1 Maret 2021. 
  7. ^ a b c d "Sejarah Singkat Kabupaten Nabire". nabirekab.go.id. Diakses tanggal 1 Juli 2022. 
  8. ^ a b Masyarakat Diajak Awasi Penerapan BBM Satu Harga Diarsipkan 2018-12-10 di Wayback Machine. - PresidenRI.go.id - 20 Desember 2017.
  9. ^ Bandara Nabire Akan Menjadi Simpul Penghubung Diarsipkan 2018-09-15 di Wayback Machine. - PresidenRI.go.id - 20 Desember 2017.
  10. ^ Kesiapan Pelabuhan Nabire Jadi Penghubung Papua Diarsipkan 2018-09-15 di Wayback Machine. - PresidenRI.go.id - 21 Desember 2017.
  11. ^ a b Profil geografis Kabupaten Nabire. Diakses tanggal 9 April 2022. Pemkab Nabire.
  12. ^ "Kabupaten Nabire – Non ZOM 58" (PDF). BMKG. hlm. 74. Diakses tanggal 23 Maret 2022. 
  13. ^ "Nabire, Papua, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 23 Maret 2022. 
  14. ^ "Nabire, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 23 Maret 2022. 
  15. ^ Bupati & Wakil Bupati Nabire Terpilih Hasil Pilkada Serentak Dilantik 17 Februari 2016 Di Jayapura
  16. ^ Bupati dan Wakil Bupati Nabire Dilantik Gubernur Papua (8 November 2021), www.news.busurnabire.id, diakses 20 November 2021
  17. ^ "KPU Tetapkan Calon Terpilih DPRD Nabire". papuaposnabire.com. 20-08-2019. Diakses tanggal 27-12-2019. 
  18. ^ Ruban, Titus (15-08-2019). "KPU Nabire tetapkan 25 calon anggota DPRD Nabire terpilih". jubi.co.id. Diakses tanggal 27-12-2019. 
  19. ^ BPS Provinsi Papua, 26 Desember 2018, Statistik Potensi Desa Propinsi Papua 2018, dikunjungi pada 27 Februari 2019.
  20. ^ BPS Kabupaten Nabire, 16 Agustus 2018, Kabupaten Nabire Dalam Angka 2018, dikunjungi pada 28 Februari 2019.
  21. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-09-19. Diakses tanggal 5 Desember 2018. 
  22. ^ Jumlah Penduduk menurut Klasifikasi Suku - Provinsi Papua Diarsipkan 13 November 2013 di Wayback Machine., Badan Pusat Statistik Provinsi Papua. Diakses 1 Juli 2022
  23. ^ "Kewarganegaraan Suku Bangsa, Agama dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia" (pdf). www.bps.go.id. hlm. 36–41. Diakses tanggal 27 Desember 2021. 
  24. ^ "Kabupaten Nabire Dalam Angka 2022" (pdf). nabirekab.bps.go.id. hlm. 159. Diakses tanggal 1 Juli 2022. 
  25. ^ Ketu DPR RI Prihatin Insiden Tinju di Nabire
  26. ^ 17 killed in Indonesia boxing match stampede |cNN
  27. ^ "Polda Papua Klarifikasi Korban Tinju Maut Nabire, Tewas 17 Orang, Luka-luka 38 Orang"|papua Untuk Semua

Pranala luar[sunting | sunting sumber]