Kabupaten Kaimana

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kabupaten Kaimana
Lambang Kabupaten Kaimana.jpg
Lambang Kabupaten Kaimana




Peta lokasi Kabupaten Kaimana di Papua Barat
Koordinat:
Provinsi Papua Barat
Dasar hukum UU No 26 Tahun 2002
Ibu kota Kaimana
Pemerintahan
-Bupati Plt. Drs. Matias Mairuma
-Wakil Bupati Ismail Sirfefa, S.Sos, MH
APBD
-DAU Rp. 499.597.980.000.-(2013)[1]
Luas 16.241,84 km²
Populasi
-Total 61.370 jiwa (2015)[2]
-Kepadatan
Demografi
-Agama Kristen Protestan 47.58%
Islam 42.88%
Katolik 9.44%
Hindu 0.07%
Buddha 0.02%
Agama Suku 0.01%[3]
Pembagian administratif
-Kecamatan 7 distrik
-Kelurahan 2
-Desa 84
Simbol khas daerah
Situs web http://www.kaimanakab.go.id/

Kabupaten Kaimana adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua Barat, Indonesia. Kabupaten Kaimana berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Radja Ampat, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Waropen, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Wondama di Provinsi Papua (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4245). Ibukota kabupaten ini terletak di Distrik Kaimana. Luas wilayah darat dan laut Kabupaten Kaimana adalah 36.000 km2, terdiri atas luas daratan mencapai 18.500 km2 dan Luas lautan/perairan ± 17.500 km2.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara morfologi Kabupaten Kaimana meliputi wilayah datar hingga berbukit-bukit dan bahkan bergunung dengan kemiringan lereng bervariasi mulai dari < 2% hingga di atas 70% dan ketinggian tempat berkisar antara 0 – 2.800 m di atas permukaan laut. Kaimana berada di sepanjang pantai yang berbatasan langsung dengan bukit tinggi yang berbaris memanjang sejajar dengan pantai menjulang seperti yang terihat. Jadi pengembangan kota hanya mungkin mengikuti garis pantai. Sesuai dengan peta kondisi medan, morfologi Kabupaten Kaimana dapat dibedakan menjadi 5 kelompok, yaitu:

Wilayah datar[sunting | sunting sumber]

Wilayah ini mempunyai relief datar dengan kemiringan lereng < 2% dengan ketinggian tempat berkisar antara 0 – 50 m dpl. Daerah ini berada di sepanjang sungai, dataran bergambut dan sebagian kecil di daerah pesisir pantai. Kondisi penutupan lahan ini merupakan hutan rawa, hutan mangrove dan sebagian telah digunakan masyarakat berupa ladang. Luas wilayah areal ini mencapai 2.241 Km2 (12,11%) dengan penyebaran terluas di Kecamatan Teluk Etna.

Wilayah bergelombang[sunting | sunting sumber]

Wilayah bergelombang dengan kemiringan lereng dominan berkisar antara 2 - 8% dan berada pada ketinggian tempat antara 0 – 150 m dpl. Kondisi penutupan lahan ini berupa hutan dataran rendah. Daerah ini tersebar di 4 kecamatan dengan luas areal 3.610 Km² (1,95%).

Wilayah bergelombang hingga berbukit kecil[sunting | sunting sumber]

Wilayah ini menempati areal yang sangat sempit yang berada di Kecamatan Teluk Etna bagian utara, yaitu di sekitar Desa Urubika, Yapima dan Desa Ure. Kemiringan lereng daerah ini berkisar antara 9 – 15% (0,40%) dengan ketinggian tempat 20 – 800 m dpl, kondisi penutup lahan berupa kebun dan belukar.

Wilayah berbukit[sunting | sunting sumber]

Wilayah ini berbukit-bukit dengan kondisi lahan terjal dan mempunyai kemiringan lereng antara 15 – 25% dan setempat hingga 40% dengan ketinggian tempat 5 – 600 m dpl. Daerah ini penyebarannya paling luas mulai dari bagian tenggara hingga barat daya, seperti di Kecamatan Buruway dan Kecamatan Kaimana dengan luas areal 1503,9 Km² (8,61%) dengan penutupan lahan berupa hutan sekunder dan hutan primer.

Wilayah berbukit hingga bergunung[sunting | sunting sumber]

Daerah ini mempunyai bentuk wilayah berbukit-bukit hingga bergunung dengan kemiringan lereng > 40% dan setempat bisa mencapai 70%. Ketinggian tempat 100 – 2.800 m dpl. Daerah seperti ini tersebar luas di bagian utara merupakan Gunung Wagura Kote dan sebelah barat merupakan pegunungan Kumawa dengan luas areal 14.415,8 Km² (77,92%).

Wilayah Kabupaten Kaimana sebagian besar berada pada kemiringan lereng > 40%.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Foto Nama Bupati Wakil Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Keterangan
1 Drs. Hasan Achmad Aituarauw , Msi 2003 2005 Penjabat Bupati
2 Drs. Hasan Achmad Aituarauw , Msi Drs. Matias Mairuma 2005 2010
3 Drs. Matias Mairuma Burhanudin Ombaer, S.Sos 2010 2015
4 GeorgeYarangga-ActingRegentofKaimana.JPG George Yarangga - 2015 2016 penjabat bupati
5 Drs. Matias Mairuma Ismail Sirfefa, S.Sos,MH 2016 2021

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Distrik/Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Luas wilayah tersebut secara administratif terbagai dalam distrik, kelurahan dan kampung sebagai berikut:

  1. Distrik Kaimana, Ibu Kota di Kaimana terdiri dari 2 kelurahan, yaitu Kelurahan Kaimana Kota dan Kelurahan Krooy serta 17 kampung;
  2. Distrik Teluk Arguni, Ibu Kota di Bofuwer dan terdiri dari 24 kampung;
  3. Distrik Teluk Etna, Ibu Kota di Kiruru dan terdiri dan dari 5 kampung;
  4. Distrik Buruway, Ibu Kota di Kambala dan terdiri 10 kampung;
  5. Distrik Arguni Bawah, Ibu Kota di Tanusan dan terdiri dari 15 kampung;
  6. Distrik Kambrauw, Ibu Kota di Waho terdiri dan terdiri dari 7 kampung; serta
  7. Distrik Yamor, Ibu Kota di Urubika dan terdiri dari 6 kampung.

Kondisi geografis pada umumnya bebatuan, dengan ketinggian rata- rata 600 m di atas permukaan laut dan terletak diantara 02,90”- 04,20” Lintang Selatan dan 132,75” – 135,15” Bujur Timur, tepat di bawah garis katulistiwa dengan ketinggian 0-100 meter dari permukaan laut. Di sebelah Utara Kaimana berbatasan dengan Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Teluk Wondama, di sebelah Timur dengan Kabupaten Nabire, Kabupaten Dogiyai dan Kabupaten Mimika, di Selatan dengan Laut Arafura, dan di sebelah Barat dengan Kabupaten Fakfak. 

Demografi[sunting | sunting sumber]

Adat istiadat di Kabupaten Kaimana yang oleh karena letaknya yang strategis sebagai tempat persinggahan (transit) telah mendapat pengaruh budaya dari luar (interaksi sosial) sehingga nilai-nilai adat asli daerah ini telah terakulturasi oleh nilai-nilai budaya sekitar.

Penduduk yang bermukim di daerah pegunungan pedalaman belum banyak dipengaruhi oleh interaksi dari luar, sedangkan penduduk daerah pesisir telah banyak mendapat pengaruh tersebut melalui perkawinan, seni musik/ tari maupun cara berbusana.

Penduduk Distrik Kaimana Kota sebagian besar tersebut pada daerah kampung-kampung. Penduduk Distrik Kaimana yang merupakan suku-suku lokal adalah penduduk terbesar, disusul berturut-turut oleh penduduk non pribumi(berasal dari daerah luar) yang tersebar di beberapa kampung di wilayah kelurahan kaimana kota, seperti kampung Seram dan kaki Air. Penduduk non pribumi di dua kampung ini merupakan migrasi penduduk secara spontan dari daerah Maluku dan Sulawesi Selatan serta pulau Jawa, yang hidup membentuk pola pemukiman bergerombol dalam kantung-kantung pemukiman yang saling terpisah.

Penduduk suku asli pribumi terdapat di daerah kampung-kampung di dalam dan di luar kelurahan kaimana kota. Suku-suku asli di antaranya suku Irarutu, Mairasi, Kambarau dan Koiwai. Persebaran suku Irarutu terdapat di daerah selatan kelurahan kaimana kota dan suku ini berasal dari Distrik Teluk Arguni. Suku Mairasi berasal dari pedalaman bagian Timur Kaimana dan tersebar di pesisir pantai Utara Timur Distrik Kaimana. Suku Kambrau berasal dari Distrik Teluk Kambrau ,Distrik Kaimana dan daerah Teluk Arguni dan tersebar di pesisir pantai selatan dan Utara distrik Kaimana Kota. Suku Koiwai berasal dari daerah Barat Distrik Buruway dan daerah Utara Distrik Kaimana suku ini hampir sebagian besar mendiami daerah-daerah kepulauan.[4]

Agama[sunting | sunting sumber]

Komposisi pemeluk agama di Kabupaten Kaimana terlihat cukup beragam, yakni Kristen Protestan,Islam, Katholik, Hindu, dan Budha. Kondisi kerukunan dan toleransi antar umat beragama berjalan cukup baik. Berdasarkan Sensus tahun 2015, mayoritas penduduk beragama Kristen sebanyak 57% (Protestan 47.58% dan Katolik 9.44%)(pada dasarnya adalah penduduk asli Papua), Islam 42.88% (umumnya adalah pendatang dari luar Papua), Hindu 0.07%, Budha 0.02% dan Agama Suku 0.01%.[5]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Kondisi sosial ekonomi penduduk wilayah Kabupaten Kaimana umumnya bergerak dalam bidang perikanan dan pertanian yang sifatnya subsistem, perkebunan tradisional, buruh bangunan dan buruh pelabuhan. Sedangkan dunia usaha umumnya ditekuni oleh penduduk asal bugis, jawa dan Warga Negaran Indonesia keturunan. Dengan berhembusnya arus reformasi maka telah pula diberdayakan sejumlah putra daerah asli Kaimana untuk menekuni bidang leveransir dan developer.

Kondisi ekonomi penduduk di kampung-kampung maupun di kota Kabupaten Kaimana bersifat usb-sistem, yaitu sebagai petani maupun nelayan, artinya hasil produksi pertanian maupun perikanan umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga secara terbatas dan konsumtif, sebagian kecil penduduk lainnya menekuni lapangan pekerjaan sebagai PNS, pedagang, buruh bangunan dan pelabuhan serta sektor informal lainnya.

Mata pencaharian penduduk di wilayah Kabupaten Kaimana umumnya pada sektor pertanian, perikanan, perdagangan, jasa. Sektor pertanian dan perikanan masih bersifat tradisional. Sedangkan dunia usaha umumnya ditekuni oleh penduduk asal Bugis, Jawa dan Warga Negara Indonesia Keturunan. Dewasa ini telah diberdayakan sejumlah putera daerah untuk menekuni bidang leveransir dan developer.

kondisi ekonomi penduduk pedesaan hingga saat ini masih bersifat tradisional (pertanian dan perikanan), artinya hasil produksi pertanian dan perikanan umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga secara terbatas, sedangkan penduduk perkotaan di Kabupaten Kaimana sebagian lainnya menekuni lapangan pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil, pedagang, buruh bangunan dan pelabuhan serta sektor informal lainnya.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Saat ini untuk mencapai Kaimana, dapat dilakukan melalui jalur laut dan udara. Kapal Penumpang Ciremai dengan kapasitas 1500 penumpang berlayar dari Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), Soekarno Hatta (Makassar), Baubau, Ambon, Banda, Tual, Kaimana, Fakfak dua kali dalam sebulan. Sementara maskapai penerbangan yang singgah di Kaimana yaitu: Lion (wings) air dengan pesawat ATR-72 pada hari: Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu; Ekspress Air dengan pesawat Dornier Torbo Prop pada tiap hari kecuali hari minggu; Merpati dengan Twin Otter pada hari Rabu dan Sabtu; Trigana Air dengan Pesawat Twin Otter pada hari Selasa. Seluruh penerbangan telah terkoneksi dengan pesawat berbadan lebar untuk melanjutkan penerbangan ke kota-kota lain di Indonesia.[6]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Potensi pariwisata di Kaimana tergolong sangat baik dan layak untuk dipromosikan. Obyek wisata yang dimaksud antara lain : Pulau Venu (pantai, diving, sunset, melihat langsung penyu bertelur), Pulau Kilimala (pantai, diving), Pulau Karawatu (spot diving), Tanjung Kinara (bird watching, sunset view, diving), Pulau Adi (agrowisata), Teluk Triton (best spot diving), Tanjung Bicari (lukisan kuno di tebing, wisata Hiu Paus), Jembatan KM 14 (bird watching), Pantai Bantemi (sunset view), Air Terjun Kiti-kiti, Air Terjun Karawawi, Air Terjun Werifi, Jembatan Usaha Mina (pancing mania, sunset view), suasana hari Raya Lebaran (hadrat pesta rebana), dll.

hadrat di kaimana

Gambar-gambar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]