Kabupaten Ngada

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Ngada
Lambang Kabupaten Ngada.jpg
Lambang
Motto: 
-
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Ngada.svg
Kabupaten Ngada is located in Kepulauan Sunda Kecil
Kabupaten Ngada
Kabupaten Ngada
Kabupaten Ngada is located in Indonesia
Kabupaten Ngada
Kabupaten Ngada
Koordinat: 8°40′00″S 121°00′00″E / 8.66667°S 121°E / -8.66667; 121
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Timur
Tanggal peresmian-
Dasar hukumUUD 1945
Ibu kotaBajawa
Pemerintahan
 • BupatiMarianus Sae
Luas
 • Total1.621 km2 (626 sq mi)
Populasi
 (2014)[1]
 • Total162,299 jiwa
Demografi
 • AgamaKatolik (90.75%)
Islam (6.87%)
Kristen Protestan (2.23%)
Hindu 0.15%[2]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon0384
Kode Kemendagri53.09 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan12 Kecamatan
Jumlah kelurahan-
DAURp. 350.219.646.000.-(2013)[3]
Situs webhttp://www.ngadakab.go.id/

Kabupaten Ngada adalah sebuah kabupaten di pulau Flores, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten adalah Bajawa. Luas wilayah 1.621 km² dengan jumlah penduduk 162.299 jiwa. Kabupaten Ngada memiliki tiga suku besar, yaitu Suku Nagekeo, Suku Bajawa dan Suku Riung.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Ngada membentang antara 8°20'24.28"–8°57'28.39" Lintang Selatan dan 120°48"–121°11' Bujur Timur. Kabupaten Ngada memiliki Luas daratan 1.776,72 km², luas perairan 708,64 km² dan panjang pantai 102,318 km dengan rincian sebagai berikut: luas perairan pantai Utara 381,58 km2 dengan panjang pantai 58,168 km, luas perairan pantai Selatan 327,06 km² dengan panjang pantai 44,15 km.[4]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Laut Flores
Timur Kabupaten Nagekeo
Selatan Laut Sawu
Barat Kabupaten Manggarai Timur

Topografi[sunting | sunting sumber]

Kondisi topografi Kabupaten Ngada pada umumnya berbukit dan tingkat kemiringan lahan yang relatif tinggi, dengan komposisi kemiringan 0 – 15 derajat seluas 45,02% dari luas wilayah Kabupaten Ngada; kemiringan 16 – 20 derajat seluas 40,64% dari total luas wilayah kabupaten ini; dan kemiringan di atas 20 derajat seluas 14,34% dari total luas wilayah Kabupaten Ngada.[4]

Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Keadaan hidrologis di Kabupaten Ngada terdiri atas sumber-sumber air yang berasal dari air tanah, air permukaan dan curah hujan. Sebagai daerah yang mempunyai permukaan bergunung-gunung, air tanah pada umummya didapatkan dari mata air yang berasal dari kawasan pegunungan yang masih mempunyai kondisi jenis flora dari tumbuhan pepohonan yang cukup rapat. Kondisi hidrologi di Kabupaten Ngada merupakan air sungai dengan sungai-sungai yang bermuara baik di pantai utara maupun pantai selatan. Kabupaten Ngada juga merupakan hulu dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Aesesa yang meliputi sub DAS Wulabhara dan sub DAS Wae Woki.[4]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Ngada beriklim sabana tropis (Aw) seperti wilayah lain di provinsi Nusa Tenggara Timur. Suhu udara di wilayah Ngada sangat erat kaitannya dengan kontur topografinya yang berbukit-bukit. Oleh karena itu, suhu udara di sebagian besar wilayah Ngada cenderung lebih sejuk dibandingkan wilayah lain di Nusa tenggara Timur, yaitu berkisar antara 15°–30 °C dengan tingkat kelembapan bervariasi antara 66%–83%. Oleh karena beriklim sabana tropis, wilayah Kabupaten Ngada memiliki dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim kemarau di wilayah Kabupaten Ngada berlangsung pada bulan-bulan Mei hingga Oktober dengan bulan terkering adalah bulan Agustus. Sementara itu, musim penghujan di wilayah ini berlangsung pada periode bulan-bulan basah, yaitu November hingga April dengan puncak musim hujan terjadi pada pertengahan bulan Januari hingga bulan Februari dengan rata-rata curah hujan bulanan lebih dari 250 mm per bulan. Curah hujan tahunan di wilayah Ngada berkisar antara 1.300–1.900 mm per tahun dengan jumlah hari hujan bervariasi antara 80–140 hari hujan per tahun.

Data iklim Ngada, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 27.7
(81.9)
28.2
(82.8)
28.7
(83.7)
29.1
(84.4)
28.2
(82.8)
27.9
(82.2)
27.1
(80.8)
28.6
(83.5)
29.3
(84.7)
30.2
(86.4)
29.1
(84.4)
28.2
(82.8)
28.53
(83.37)
Rata-rata harian °C (°F) 23.1
(73.6)
23.8
(74.8)
24
(75)
23
(73)
22.7
(72.9)
21.8
(71.2)
21.3
(70.3)
22.4
(72.3)
23.3
(73.9)
24.4
(75.9)
24.9
(76.8)
23.6
(74.5)
23.19
(73.68)
Rata-rata terendah °C (°F) 18.3
(64.9)
19.5
(67.1)
18.4
(65.1)
18.1
(64.6)
17.4
(63.3)
16.5
(61.7)
15.3
(59.5)
16.5
(61.7)
17.3
(63.1)
18.6
(65.5)
19.8
(67.6)
18.8
(65.8)
17.88
(64.16)
Presipitasi mm (inci) 283
(11.14)
235
(9.25)
217
(8.54)
148
(5.83)
76
(2.99)
38
(1.5)
20
(0.79)
14
(0.55)
33
(1.3)
82
(3.23)
174
(6.85)
215
(8.46)
1.535
(60,43)
Rata-rata hari hujan 19 16 15 10 6 3 2 1 3 8 12 15 110
% kelembapan 83 83 82 80 79 74 69 66 68 71 78 81 76.2
Rata-rata sinar matahari bulanan 167 174 193 232 268 281 298 302 290 274 241 187 2.907
Sumber #1: Climate-Data.org[5][6]
Sumber #2: Weatherbase[7]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Bupati Ngada[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ngada
No. Nama Bupati Awal Jabatan Akhir jabatan Wakil Bupati Ket.
1 Don J.D Da Silva 1961 1966
2 Yan Yos Botha 1967 1978
3 Drs. Matheus Djhon Bey 1978 1986
Drs. Kornelis Tapatap 1986 1989 Pj. Bupati
4 Drs. Yoachim Reo 1989 1994
5 Drs. Johanis Samping Aoh 1994 1998
6 Ir. Albertus Botha 1999 2004
Drs. Simon David Bola 2004 2005 Pj. Bupati
7 Drs. Piet Jos Nuwa Wea 2006 2010 Nikolaus Dopo Ngoe, ST, MM
8 Marianus Sae. S.Ap 2010 2015 Drs. Paulus Soliwoa
Ir. Yohanes Tay, MM 2015 2016 Pj. Bupati
9 Marianus Sae. S.Ap 2016 2018 Drs. Paulus Soliwoa
10 Drs. Paulus Soliwoa 12 Februari 2018 6 April 2019 Plt. Bupati
7 April 2019 17 Februari 2021
Theodisius Yosefus Nono 17 Februari 2021 26 Februari 2021 Plh. Bupati
11 Andreas Paru 26 Februari 2021 masih menjabat Raymundus Bena


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Ngada dalam dua periode terakhir.[8][9]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 3 Kenaikan 4
  Gerindra 2 Penurunan 0
  PDI-P 3 Kenaikan 4
  Golkar 3 Steady 3
  NasDem 4 Penurunan 3
  Perindo (baru) 4
  PAN 7 Penurunan 4
  Hanura 3 Penurunan 1
  Demokrat 0 Kenaikan 2
Jumlah Anggota 25 Steady 25
Jumlah Partai 7 Kenaikan 8

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Ngada terdiri dari 12 Kecamatan, 16 Kelurahan, dan 135 Desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 164.703 jiwa dengan luas wilayah 1.645,88 km² dan sebaran penduduk 100 jiwa/km².[10][11]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Ngada, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
53.09.01 Aimere 2 8 Desa
Kelurahan
53.09.02 Golewa 2 14 Desa
Kelurahan
53.09.06 Bajawa 9 13 Desa
Kelurahan
53.09.07 Soa 14 Desa
53.09.09 Riung 2 14 Desa
Kelurahan
53.09.12 Jerebuu 12 Desa
53.09.14 Riung Barat 10 Desa
53.09.15 Bajawa Utara 11 Desa
53.09.16 Wolomeze 8 Desa
53.09.18 Golewa Selatan 12 Desa
53.09.19 Golewa Barat 1 9 Desa
Kelurahan
53.09.20 Inerie 10 Desa
TOTAL 16 135

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku dan Bahasa[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Ngada memiliki tiga suku besar, yaitu Suku Nagekeo, Suku Bajawa dan Suku Riung. Masing-masing suku ini mempunyai kebudayaan sendiri-sendiri yang masih dipertahankan sampai saat ini, seperti rumah adat, bahasa yang berbeda satu sama lainnya, tarian, pakaian adat dan lain-lain. Dalam kebudayaan Ngada, rumah adat main peranan penting dalam pola kemasyarakatan. Seorang Ngada adalah bagian dari suatu rumah adat, berarti dari satu marga. Lambang marga berupa ukiran.[12] Daerah Ngada dimasukkan ke dalam World Heritage Tentative List UNESCO tanggal 19 Oktober 1995 dalam kategori "Kebudayaan.[13] Bahasa utama di daerah Ngada adalah bahasa Ngada.

Prajurit Ngada pada tahun 1910-an

Agama[sunting | sunting sumber]

Agama di Kabupaten Ngada (2016)[14]
Agama persen
Katolik
  
90.75%
Islam
  
6.87%
Kristen Protestan
  
2.23%
Hindu
  
0.15%

Sebagian besar penduduk Kabupaten Ngada adalah beragama Kristen sebesar 92.98% dimana mayoritas adalah Katolik 90.75% dan Kristen Protestan 2.23%. Selebihnya adalah menganut agama Islam 6.87%, dan Hindu 0,15%.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kabupaten Ngada pada tahun 2014 sebanyak 162.299 Jiwa terdiri dari 80.090 Laki-laki dan 82.209 Perempuan. Jumlah penduduk terbanyak dan terpadat berada di Kecamatan Bajawa dan jumlah penduduk paling sedikit berada di Kecamatan Wolomeze. Sedangkan kecamatan dengan kepadatan penduduk terjarang berada di Kecamatan Riung Barat.

Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada Tahun 2014[15]
Nama Kecamatan Luas Wilayah (km²) Laki-laki (jiwa) Perempuan (jiwa) Jumlah
Kecamatan Aimere 92,50 5.037 5.077 10.114 Jiwa
Kecamatan Bejawa 133,30 19.646 20.062 39.708 Jiwa
Kecamatan Bejawa Utara 167,38 4.656 4.874 9.530 Jiwa
Kecamatan Golewa 78,13 9.319 9.513 18.832 Jiwa
Kecamatan Golewa Barat 74,59 5.545 5.664 11.209 Jiwa
Kecamatan Golewa Selatan 98,00 5.791 6.106 11.897 Jiwa
Kecamatan Inerie 77,36 4.024 4.309 8.333 Jiwa
Kecamatan Jerebuu 64,90 3.527 3.889 7.416 Jiwa
Kecamatan Riung 327,94 8.116 8.259 16.375 Jiwa
Kecamatan Riung Barat 312,49 4.712 4.502 9.214 Jiwa
Kecamatan Soe 91,14 6.567 6.800 13.367 Jiwa
Kecamatan Wolomeze 103,19 3.150 3.154 6.304 Jiwa

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Wisata budaya[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Ngada sangat terkenal di kalangan wisatawan asing yang tertarik dengan kebudayaan.[12] Beberapa kampung adat yang paling banyak dikunjungi di Kabupaten Ngada adalah:

  1. Kampung Bena di Desa Tiworiwu, Kecamatan Jerebuu
  2. Kampung Wogo di Desa Ratogesa, Kecamatan Golewa, di mana terdapat rumah adat dan peninggalan megalithik[13]
  3. Kampung Bela di Desa Beja, Kecamatan Bajawa
  4. Kampung Gurusina di Desa Watumanu, Kecamatan Jerebuu
  5. Kampung Belaraghi di Desa Keligejo, Kecamatan Aimere

Wisata alam[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Ngada memiliki banyak objek wisata dan potensi wisata alam yang lengkap mulai dari pantai, danau, air terjun, bukit, gunung hingga pemandian air panas. Berikut sejumlah objek wisata dan potensi wisata alam di Kabupaten Ngada:

  1. Taman Laut Nasional 17 Pulau Riung: Di tempat ini terdapat antara lain mawar laut, aneka jenis terumbu karang, Pulau Pasir Putih, kelelawar bakau di pulau Ontoloe, Mbou (Varanus riungnensis) yaitu Kadal Raksasa yang merupakan Binatang Purbakala, masih hidup secara alamiah di habitatnya hingga saat ini.
  2. Air terjun Ogi
  3. Air terjun Wae Roa
  4. Air terjun Wae Pua
  5. Air terjun Wae Waru
  6. Air terjun Wae Niba
  7. Air terjun Wae Laja
  8. Air terjun Soso
  9. Pantai Waewaru
  10. Pantai Enabhara
  11. Pantai Sewowoto
  12. Gunung Inerie
  13. Bukit Wolobobo
  14. Permandian Air Panas Mengeruda
  15. Danau Wawomudha
  16. Ekowisata Lekolodo

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Perikanan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Ngada memiliki wilayah perairan/ laut yang sangat potensial baik di pantai utara yaitu Laut Flores (Kecamatan Riung), maupun pantai laut selatan yaitu Laut Sawu masing-masing Kecamatan Golewa Selatan dan Kecamatan Aimere. Kekayaan laut yang utama yaitu ikan, Lobster, rumput laut dan mutiara. Sumber daya perikanan dan kelautan di Kabupaten gada memiliki garis pantai sepanjang 219 km dengan rincian: Pantai utara 105 Km, pantai selatan 114 Km. Sesuai PP nomor 25 tahun 1999, luas laut yang menjadi kewenangan Kabupaten hanya mencapai 4 mil laut.

Luas wilayah perairan Laut sebesar 344.363 Ha dengan potensi lestari sebanyak 10.334,82 Ton/tahun yang terdiri dan potensi ikan Pelagis sebanyak 6.717,63 Ton dan ikan Demersal sebanyak 3.617,18 ton. Sampai dengan Tahun 2000 tingkat pemanfaatannya baru mencapai 55,51 ton dan sisanya dan perairan umum serta budidaya, dengan jumlah Rumah Tangga Perikanan (RTP) sebanyak 1.101 Rumah Tangga yang terdiri dan 989 Rumah Tangga Perikanan Nelayan dan 131 Rumah Tangga Perikanan Budidaya. Dan jumlah tersebut yang berstatus sebagai Nelayan Penuh sebanyak 265 orang dan176 orang sebagai Nelayan Sambilan.

Pertambangan[sunting | sunting sumber]

Jenis potensi pertambangan, lokasi dan jumlah kandungannya masing-masing, terinci sebagai berikut:

Besi/ Mangan lokasi: Mbong Milong- Riung 1.359 Ha, Emas Lokasi: Rawangkalo, Wangka, Lindi 1.177.100 Ha (5.789 ton),Perak, Belerang Lokasi:Mataloko 30 Ha, Tembaga 33.088 %, Pasir Besi 65 Ha, Pasir dan Batu Lokasi:Naru, Aimere 908.209.977 M3, Tanah Liat Lokasi:Bomari-Langa 30.512.619 M3, Marmer Lokasi:Sambinasi, Rawangkalo, Wangka 15.452.336 M3, Granodiort 339.000.000 M3, Zeolit 266.721.653 M3, Batu Permata / 1/2, Permata 1.00.000 M3

Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Ngada memiliki potensi perkebunan yang cukup potensial untuk dikembangkan. Beberapa jenis komoditas andalan yang dikembangkan di Kabupaten Ngada adalah: Kopi, Kakao, Jambu Mete, Kemiri, Kelapa, Cengkih, Vanili dan Merica. Luas lahan kering potensial: 98.100 ha, fungsional seluas 47.943 ha sedangkan sisanya adalah sebesar 50.157 ha belum dimanfaatkan

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Jumlah Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin, 2014". BPS Kabupaten Ngada. Diakses tanggal 20 Maret 2018. 
  2. ^ "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2017" (PDF). BPS Nusa Tenggara Timur. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2017-09-18. Diakses tanggal 2 Desember 2017. 
  3. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-14. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  4. ^ a b c "Profil Kabupaten Ngada" (PDF). Diakses tanggal 19 Oktober 2020. 
  5. ^ "Ngada, Nusa Tenggara Timur, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 19 Oktober 2020. 
  6. ^ "Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 19 Oktober 2020. 
  7. ^ "Nusa Tenggara Climate". Weatherbase. Diakses tanggal 19 Oktober 2020. 
  8. ^ Perolehan Kursi DPRD Ngada 2014-2019
  9. ^ Perolehan Kursi DPRD Ngada 2019-2024
  10. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  11. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  12. ^ a b Phillimore, J. & Lisa Goodson (2004) p 293
  13. ^ a b Ngada traditional house and megalithic complex - UNESCO World Heritage Centre
  14. ^ "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2017" (PDF). BPS Nusa Tenggara Timur. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2017-09-18. Diakses tanggal 2 Desember 2017. 
  15. ^ Jumlah Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin, 2014

Pranala luar[sunting | sunting sumber]