Kabupaten Malaka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Malaka
Nusa Tenggara 1rightarrow blue.svg Nusa Tenggara Timur
Lambang Kabupaten Malaka.png
Lambang
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Malaka.svg
Kabupaten Malaka is located in Kepulauan Sunda Kecil
Kabupaten Malaka
Kabupaten Malaka
Kabupaten Malaka is located in Indonesia
Kabupaten Malaka
Kabupaten Malaka
Koordinat: 9°34′02″S 124°54′27″E / 9.5672°S 124.9075°E / -9.5672; 124.9075
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Timur
Dasar hukumUU No.3 tahun 2013
Ibu kotaBetun
Pemerintahan
 • BupatiStefanus Bria Seran
 • Wakil BupatiDrs. Daniel Asa
Luas
 • Total1.160,63 km2 (44,812 sq mi)
Populasi
 • Total194.300 jiwa
Demografi
 • AgamaKristen 98,86%
- Katolik 89,61
- Protestan 9,25%
Islam 0,99%
Hindu 0,15%[1][2]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon0389
Kode Kemendagri53.21 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan12
Jumlah kelurahan127
Situs webhttps://www.infolibasmalaka.com/

Kabupaten Malaka adalah salah satu kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibu kotanya berada di Betun. Malaka merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Belu yang disahkan dalam sidang paripurna DPR RI pada 14 Desember 2012 di gedung DPR RI tentang Rancangan UU Daerah Otonomi Baru (DOB). Kabupaten ini berbatasan langsung dengan negara Timor Leste. Jumlah penduduk kabupaten Malaka tahun 2019 berjumlah 194.300 jiwa.[1]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis, Kabupaten Malaka terletak pada 9°18'7.19" - 9°47'26.68" Lintang Selatan dan 124°38'32.17" - 125°5'21.38" Bujur Timur. Luas wilayah kabupaten ini adalah 1.160,63 km². Wilayahnya berbatasan langsung dengan Timor Leste. Kabupaten Malaka berjarak sekira 232 Km dari Kota Kupang ke arah timur.[3]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayah Kabupaten Malaka adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Belu
Timur Kabupaten Covalima (Timor Leste) dan Laut Timor
Selatan Laut Timor
Barat Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Timor Tengah Selatan

Topografi[sunting | sunting sumber]

Topografi Kabupaten Malaka terdiri dari pesisir, dataran rendah, lembah dan sebagian besar merupakan perbukitan di bagian utara dengan ketinggian wilayahnya antara 0-800 meter diatas permukaan air laut (Mdpl). Titik tertingginya berada di Gunung Mandeu di Kecamatan Malaka Timur, perbatasan Kabupaten Belu. Kabupaten Malaka memiliki panjang garis pantai 82,94 km.

Keadaan topografi Kabupaten Malaka bervariasi antara ketinggian 0 sampai dengan +806 mdpl (meter di atas permukaan air laut). Variasi ketinggian rendah (0-269 mdpl) mendominasi wilayah bagian selatan, yaitu kecamatan Wewiku, Malaka Barat, sebagian Malaka Tengah dan Kobalima. Sementara pada bagian tengah wilayah ini terdiri dari area dengan dataran sedang (270-537 mdpl), yaitu sebagian Kecamatan Weliman, Malaka Tengah, Kobalima, dan Botin Loebele. Dataran tinggi (538-806 mdpl) di Kabupaten Malaka menempati kawasan bagian utara, yakni Kecamatan Laenmanen, Io Kufeu, sebagian Kecamatan Sasitamean, Malaka Timur dan Kobalima Timur. Bentuk topografi wilayah Kabupaten Malaka merupakan daerah datar berbukit-bukit hingga pegunungan dengan sungai-sungai yang mengalir ke utara dan selatan mengikuti arah kemiringan lerengnya. Sungai-sungai yang ada di Kabupaten Malaka mengalir dari bagian selatan dan bermuara di Selat Ombai dan Laut Timor.

Pada umumnya kemiringan lahan wilayah Kabupaten Malaka didominasi kemiringannya antara 0–15%. Keadaan kemiringan lahan wilayah Kabupaten Malaka akan dikelompokkan menjadi 5 kelas dengan masingmasing lokasi sebagai berikut:

  1. Daerah dengan kemiringan lereng 0-8 %, yang merupakan dataran landai, terdapat di pesisir pantai selatan yakni Kecamatan Wewiku, Malaka Barat, sebagian besar Kecamatan Weliman, Malaka Tengah, dan Kobalima.
  2. Daerah kemiringan lereng 8-15%, merupakan daerah datar yang meliputi sebagian Kecamatan Kobalima, Kobalima Timur, kemudian sebagian Kecamatan Malaka Timur, Laenmanen, Kecamatan Rinhat, Malaka Tengah, dan Botin Leobele.
  3. Daerah dengan kemiringan lereng 30-45%, yaitu daerah yang bergelombang dan berbukit terdapat sedikit di kecamatan Malaka Timur.[3]

Geologi[sunting | sunting sumber]

Jenis tanah di Kabupaten Malaka didominasi oleh Aluvial, Latosol, dan Renzina. Jenis tanah Aluvial seluas 46.828,74 Ha, sebagian besar tersebar di Kecamatan Malaka Barat, Wewiku, Malaka Tengah, Kobalima dan Kobalima Timur. Jenis tanah Latosol seluas 39.194,82 Ha sebagian besar tersebar di Kecamatan Rinhat, Sasitamean, Laenmanen, Malaka Timur, dan Botin Leobele. Sementara jenis tanah Renzina seluas 21.829,18 Ha sebagian besar tersebar di Kecamatan Weliman, Malaka Tengah dan Io Kufeu. Selain ketiga jenis tanah tersebut, di Kabupaten Malaka terdapat pula jenis tanah Grumosol dan Mediteran, meskipun luasannya hanya sedikit. Jenis tanah Grumosol terdapat di Kecamatan Laenmanen seluas 209.82 Ha, sementara Jenis tanah Mediteran terdapat di Kecamatan Io Kufeu dan Rinhat seluas 1.690,66 Ha.[3]

Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Hidrologi terdiri atas ketersediaan air hujan, ketersediaan air sungai, ketersediaan mata air, ketersediaan tampungan air. Air hujan juga biasa digunakan masyarakat Malaka apabila kekurangan air, tetapi penggunaan air hujan sekarang sudah jarang digunakan apalagi frekuensi hujan yang turun juga sangat jarang sehingga penggunaan air hujan hanya di lakukan oleh beberapa orang saja. Selain itu, penggunaan air hujan juga sering digunakan untuk menyiram tanaman dan lain-lain. Penggunaan air hujan hanya terdapat di desa-desa terpencil yang kekurangan air sedangkan untuk di kota-kota besar tidak terdapat penggunaan air hujan.

Aliran sungai yang besar biasanya mengalir sepanjang tahun, tetapi ada juga sungai yang kering pada musim kemarau. Hal ini terjadi karena fluktuasi curah hujan yang sangat kontras antarbulan dan dipengaruhi juga oleh kondisi geologi serta morfologi suatu wilayah.

Sungai-sungai di wilayah Kabupaten Malaka sudah mulai banyak digunakan untuk irigasi, tetapi beberapa di antaranya masih bersifat irigasi non-teknis. Saat ini, telah dibangun irigasi teknis (sistem irigasi Malaka) mulai dari jaringan irigasi primer, jaringan irigasi sekunder sampai jaringan irigasi tersier yang memanfaatkan air dari Bendungan Benenai (sungai Benenain di Kecamatan Malaka Barat) yang mampu mengairi daerah irigasi seluas 10.000 Ha, bahkan sampai 15.000 Ha mencakup wilayah pelayanan Kecamatan Malaka Barat, Kecamatan Malaka Tengah, dan Kecamatan Kobalima.

Selain sungai, di Kabupaten Malaka juga terdapat mata air yang biasa digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih, sehingga sangat penting sehingga pemanfaatan sumber mata air yang ada di Kabupaten Malaka perlu dioptimalkan.[3]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Malaka memiliki temperatur rata-rata 24-34 °C dan tingkat kelembapan nisbi sebesar ±70%. Wilayah kabupaten ini beriklim tropis yang bertipe iklim tropis basah dan kering dengan dua musim, yakni musim kemarau dan musim penghujan. Musim kemarau di wilayah Kabupaten Malaka berlangsung cukup lama yakni ≥7 bulan yang berlangsung dari bulan MeiNovember dengan bulan terkering adalah Agustus. Musim penghujan di Kabupaten Malaka berlangsung cukup singkat yakni dari bulan Desember hingga bulan April.

Curah hujan tahunan di wilayah ini berkisar antara 900–1500 mm per tahun dengan jumlah hari hujan berkisar antara 80 hingga 110 hari hujan per tahun. Kondisi curah hujan di Kabupaten Malaka bervariasi antara 8-254 mm/bulan. Curah hujan yang cukup rendah (16-68 mm/bulan) mendominasi wilayah bagian timur sedangkan curah hujan yang cukup tinggi (120-172 mm/bulan) terdapat di sebagian besar wilayah utara. Kabupaten Malaka dilintasi oleh sungai terbesar di pulau Timor Barat yaitu Sungai Benanain. Di pesisirnya terdapat wilayah hutan bakau seluas ±1.830 Hektar yang dijadikan kawasan Cagar Alam Maubesi [4].

Data iklim Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.3
(86.5)
30.1
(86.2)
30.6
(87.1)
31.2
(88.2)
31
(88)
30.2
(86.4)
29.8
(85.6)
30.1
(86.2)
30.7
(87.3)
31.3
(88.3)
31.8
(89.2)
31.1
(88)
30.6
(87.1)
Rata-rata harian °C (°F) 27.4
(81.3)
27.6
(81.7)
27.1
(80.8)
27.3
(81.1)
26.9
(80.4)
25.9
(78.6)
25.3
(77.5)
25.4
(77.7)
26
(79)
27
(81)
28.2
(82.8)
28
(82)
26.8
(80.2)
Rata-rata terendah °C (°F) 24.6
(76.3)
24.1
(75.4)
23.7
(74.7)
23.4
(74.1)
22.8
(73)
21.7
(71.1)
20.8
(69.4)
20.5
(68.9)
21.3
(70.3)
22.8
(73)
24.6
(76.3)
24.9
(76.8)
22.9
(73.2)
Presipitasi mm (inci) 254.7
(10.028)
250.2
(9.85)
236.5
(9.311)
154.8
(6.094)
62.9
(2.476)
41.3
(1.626)
19.4
(0.764)
8.1
(0.319)
5.2
(0.205)
29.5
(1.161)
76.1
(2.996)
211.3
(8.319)
1.350
(53,149)
Rata-rata hari hujan 17 17 15 10 6 4 1 0 0 2 7 13 92
% kelembapan 79 77 76 73 71 69 67 66 63 65 68 75 70.8
Rata-rata sinar matahari bulanan 184 196 203 262 274 299 304 305 307 281 239 220 3.074
Sumber: Climate-Data.org[5][6]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Malaka dibagi menjadi 12 kecamatan,[7] antara lain:

  1. Botin Leobele
  2. Io Kufeu
  3. Kobalima
  4. Kobalima Timur
  5. Laen Manen
  6. Malaka Barat
  7. Malaka Tengah
  8. Malaka Timur
  9. Rinhat
  10. Sasita Mean
  11. Weliman
  12. Wewiku

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Wisata Alam[sunting | sunting sumber]

Sedikitnya ada 8 pantai yang ditetapkan oleh pemerintah kabupaten Malaka sebagai destinasi wisata unggulan yaitu Pantai Motadikin, Wemasa, Lo'odik, Ramehek, Taberek, Pantai Komu, Kletek dan Pantai Abunenok.[8] selain itu juga terdapat wisata alam lainnnya seperti Danau Mantasi, Danau Nanebot, Gua Maria, Gua Kelelawar, Mata Air Weliman, Mata Air Wematan Maromak Oan Laran, Bendung Sungai Benanain, serta penangkaran rusa.

Wisata Budaya[sunting | sunting sumber]

Banyak ragam upacara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat Kabupaten Malaka yang sebagian besar berasal dari Suku Tetun. Salah satunya adalah Hamis Batar no Hatama Mamaik yang merupakan upacara adat sebagai tanda syukur dimulainya musim panen jagung. Selain itu rumah serta perkampungan adat khas juga masih bisa dapat dijumpai, diantaranya perkampungan adat Tuaninu Taisuni, Wekumu dan rumah adat Loro Dirma di Kecamatan Malaka Timur, serta perkampungan adar Kamanasa di Kecamatan Malaka Tengah.

Cagar Alam Maubesi[sunting | sunting sumber]

Merupakan sebuah cagar alam hutan bakau yang berada di pesisir Kecamatan Kobalima hingga Kecamatan Malaka Tengah. Kawasan seluas sekitar 1.830 hektar ini memiliki ragam flora dan fauna teruma khas pesisir dan lahan basah. Selain tanaman bakau juga terdapat tanaman teruntun, api-api, paku laut, kesambi dan lainnya. Faunanya antara lain Kuntul, Monyet kra, Ayam hutan, Elang laut, berbagai jenis penyu hingga Buaya muara.[9]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Agama[sunting | sunting sumber]

Agama di Kabupaten Malaka (2019)[1]
Agama persen
Katolik
  
89.61%
Protestan
  
9.25%
Islam
  
0.99%
Hindu
  
0.15%

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 9 Januari 2018 Presiden Joko Widodo meresmikan proyek infrastruktur Bendungan Raknamo yang berada di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, serta dua Pos Lintas Batas Negara (PLBN), yaitu PLBN Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara dan PLBN Motamasin di Kabupaten Malaka.[10]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d "Kabupaten Malaka Dalam Angka 2020" (pdf). www.malakakab.bps.go.id. Diakses tanggal 22 September 2020. 
  2. ^ "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2017" (PDF). BPS Nusa Tenggara Timur. Diakses tanggal 2 Desember 2017. 
  3. ^ a b c d "Profil Kabupaten Malaka" (PDF). 
  4. ^ "Profil Cagar Alam Maubesi Malaka". Cagar Alam Maubesi. Diakses tanggal 9 Juli 2018. 
  5. ^ "WEOE, INDONESIA". Climate-Data.org. 
  6. ^ "RAINAWE, INDONESIA". Climate-Data.org. 
  7. ^ (Indonesia) "Malaka Akhirnya Menjadi Daerah Otonom Baru". Kompas. Diakses tanggal 30 Desember 2012. 
  8. ^ 8 Wisata Pantai Jadi Unggulan Kabupaten Malaka
  9. ^ Profil Cagar Alam Hutan Mangrove Maubesi Kabupaten Malaka (BBKSDA-NTT)
  10. ^ Resmikan Bendungan Raknamo Di Kupang NTT - PresidenRI.go.id - 9 Januari 2018

Pranala luar[sunting | sunting sumber]