Kabupaten Malaka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kabupaten Malaka
Lambang Kabupaten Malaka.png
Lambang Kabupaten Malaka



Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Malaka.svg
Peta lokasi Kabupaten Malaka di Nusa Tenggara Timur
Koordinat: 124° 54' BT
9° 34' LS
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Dasar hukum UU No.3 tahun 2013
Ibu kota Betun
Pemerintahan
-Bupati Stefanus Bria Seran
APBD
Luas 1.160,63 km²
Populasi
-Total 186.622 jiwa (2016)[1]
-Kepadatan 160 jiwa/km²
Demografi
-Agama Katolik 89.54
Kristen Protestan 9.44%
Islam 0.99%
Hindu 0.02%
Buddha 0.01%[2]
-Kode area telepon 0389
Pembagian administratif
-Kecamatan 12
-Kelurahan 127
Simbol khas daerah

Kabupaten Malaka adalah salah satu kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibu kotanya berada di Betun. Malaka merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Belu yang disahkan dalam sidang paripurna DPR RI pada 14 Desember 2012 di gedung DPR RI tentang Rancangan UU Daerah Otonomi Baru (DOB). Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis, Kabupaten Malaka terletak pada 9°18'7.19" - 9°47'26.68" Lintang Selatan dan 124°38'32.17" - 125°5'21.38" Bujur Timur. Wilayahnya berbatasan langsung dengan Timor Leste. Kabupaten Malaka berjarak sekira 232 Km dari Kota Kupang ke arah barat.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Belu
Selatan Laut Timor
Barat Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Timor Tengah Selatan
Timur Timor Leste dan Laut Timor

Topografi[sunting | sunting sumber]

Topografi Kabupaten Malaka terdiri dari pesisir, dataran rendah, lembah dan sebagian besar merupakan perbukitan di bagian utara dengan ketinggian wilayahnya antara 0-800 meter diatas permukaan air laut (Mdpl). Titik tertingginya berada di Gunung Mandeu di Kecamatan Malaka Timur, perbatasan Kabupaten Belu. Kabupaten Malaka memiliki panjang garis pantai 82,94 Km.

Iklim dan hidrologi[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Malaka memiliki temperatur rata-rata 24-34 °C dengan iklim tropis. Kondisi curah hujan di Kabupaten Malaka bervariasi antara 16-172 mm/bulan. Curah hujan rendah(16-68 mm/bulan) mendominasi wilayah bagian timur sedangkan curah hujan tinggi (120-172 mm/bulan) terdapat di sebagian besar wilayah utara. Kabupaten Malaka dilintasi oleh sungai terbesar di pulau Timor Barat yaitu Sungai Benanain. Di pesisirnya terdapat wilayah hutan bakau seluas ±1.830 Hektar yang dijadikan kawasan Cagar Alam Maubesi [3].

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Malaka dibagi menjadi 12 kecamatan,[4] antara lain:

  1. Botin Leobele
  2. Io Kufeu
  3. Kobalima
  4. Kobalima Timur
  5. Laen Manen
  6. Malaka Barat
  7. Malaka Tengah
  8. Malaka Timur
  9. Rinhat
  10. Sasita Mean
  11. Weliman
  12. Wewiku

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Wisata Alam[sunting | sunting sumber]

Sedikitnya ada 8 pantai yang ditetapkan oleh pemerintah kabupaten Malaka sebagai destinasi wisata unggulan yaitu Pantai Motadikin, Wemasa, Lo'odik, Ramehek, Taberek, Pantai Komu, Kletek dan Pantai Abunenok.[5] selain itu juga terdapat wisata alam lainnnya seperti Danau Mantasi, Danau Nanebot, Gua Maria, Gua Kelelawar, Mata Air Weliman, Mata Air Wematan Maromak Oan Laran, Bendung Sungai Benanain, serta penangkaran rusa.

Wisata Budaya[sunting | sunting sumber]

Banyak ragam upacara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat Kabupaten Malaka yang sebagian besar berasal dari Suku Tetun. Salah satunya adalah Hamis Batar no Hatama Mamaik yang merupakan upacara adat sebagai tanda syukur dimulainya musim panen jagung. Selain itu rumah serta perkampungan adat khas juga masih bisa dapat dijumpai, diantaranya perkampungan adat Tuaninu Taisuni, Wekumu dan rumah adat Loro Dirma di Kecamatan Malaka Timur, serta perkampungan adar Kamanasa di Kecamatan Malaka Tengah.

Cagar Alam Maubesi[sunting | sunting sumber]

Merupakan sebuah cagar alam hutan bakau yang berada di pesisir Kecamatan Kobalima hingga Kecamatan Malaka Tengah. Kawasan seluas sekitar 1.830 hektar ini memiliki ragam flora dan fauna teruma khas pesisir dan lahan basah. Selain tanaman bakau juga terdapat tanaman teruntun, api-api, paku laut, kesambi dan lainnya. Faunanya antara lain Kuntul, Monyet kra, Ayam hutan, Elang laut, berbagai jenis penyu hingga Buaya muara.[6]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Agama[sunting | sunting sumber]

Agama di Kabupaten Malaka (2016 )[7]
Agama persen
Katolik
  
89.54%
Kristen Protestan
  
9.44%
Islam
  
0.99%
Hindu
  
0.02%
Buddha
  
0.01%

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 9 Januari 2018 Presiden Joko Widodo meresmikan proyek infrastruktur Bendungan Raknamo yang berada di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, serta dua Pos Lintas Batas Negara (PLBN), yaitu PLBN Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara dan PLBN Motamasin di Kabupaten Malaka.[8]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2017" (PDF). BPS Nusa Tenggara Timur. Diakses tanggal 2 Desember 2017. 
  2. ^ "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2017" (PDF). BPS Nusa Tenggara Timur. Diakses tanggal 2 Desember 2017. 
  3. ^ "Profil Cagar Alam Maubesi Malaka". Cagar Alam Maubesi. Diakses tanggal 9 Juli 2018. 
  4. ^ (Indonesia) "Malaka Akhirnya Menjadi Daerah Otonom Baru". Kompas. Diakses tanggal 30 Desember 2012. 
  5. ^ 8 Wisata Pantai Jadi Unggulan Kabupaten Malaka
  6. ^ Profil Cagar Alam Hutan Mangrove Maubesi Kabupaten Malaka (BBKSDA-NTT)
  7. ^ "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2017" (PDF). BPS Nusa Tenggara Timur. Diakses tanggal 2 Desember 2017. 
  8. ^ Resmikan Bendungan Raknamo Di Kupang NTT - PresidenRI.go.id - 9 Januari 2018

Pranala luar[sunting | sunting sumber]