Lompat ke isi

Kabupaten Manggarai Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Manggarai Barat
Pulau Padar, Taman Nasional Pulau Komodo
Lambang resmi Kabupaten Manggarai Barat
Peta
Peta
Kabupaten Manggarai Barat di Kepulauan Sunda Kecil
Kabupaten Manggarai Barat
Kabupaten Manggarai Barat
Peta
Kabupaten Manggarai Barat di Indonesia
Kabupaten Manggarai Barat
Kabupaten Manggarai Barat
Kabupaten Manggarai Barat (Indonesia)
Koordinat: 8°38′41″S 119°52′58″E / 8.64484°S 119.88281°E / -8.64484; 119.88281
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Timur
Ibu kotaLabuan Bajo
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 12
  • Kelurahan: 5
  • Desa: 164
Pemerintahan
  BupatiEdistasius Endi
  Wakil BupatiYulianus Weng
  Sekretaris DaerahFransiskus Sales Sodo
Luas
  Total3.141,47 km2 (1,212,93 sq mi)
Populasi
 (30 Juni 2024)[1]
  Total282.943
  Kepadatan90/km2 (230/sq mi)
Demografi
  Agama
  • 19,88% Islam
  • 0,08% Hindu
  • 0,01% Buddha[1][2]
  BahasaIndonesia (resmi)
Manggarai
Komodo
Bima
  IPMKenaikan 65,81 (2023)
Sedang [3]
Zona waktuUTC+08:00 (WITA)
Kode BPS
5315 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon0385
Pelat kendaraanEB xxxx E*
Kode Kemendagri53.15 Suntingan nilai di Wikidata
APBDRp 1.463.910.000.000,- (2024)[4]
PADRp 326.650.000.000,- (2024)[4]
DAURp 588.490.277.000,- (2024)[5]
DAKRp 337.843.476.000,- (2024)[6]
Situs webwww.manggaraibaratkab.go.id

Kabupaten Manggarai Barat adalah kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kabupaten Manggarai Barat merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Manggarai berdasarkan Undang Undang No. 8 Tahun 2003. Luas wilayah Kabupaten Manggarai Barat adalah 9.450 km² yang terdiri dari wilayah daratan seluas 2.947,50 km² dan wilayah lautan 7.052,97 km², pada pertengahan tahun 2024, jumlah penduduk Manggarai Barat adalah 282.943 jiwa.[1][7]

Wilayahnya meliputi daratan Pulau Flores bagian Barat dan beberapa pulau kecil di sekitarnya, di antaranya adalah Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Seraya Besar, Pulau Seraya Kecil, Pulau Bidadari dan Pulau Longos.

Kabupaten Manggarai Barat terletak pada bagian paling barat pulau Flores di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kabupaten Manggarai Barat merupakan wilayah administratif yang tergolong baru. Sebelumnya, kabupaten ini merupakan bagian dari wilayah administratif Kabupaten Manggarai. Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat adalah Labuan Bajo. Kabupaten Manggarai Barat terletak di antara 8°14'– 9°00' Lintang Selatan (LS) dan 119°21'–120°20' Bujur Timur (BT). Kabupaten Manggarai Barat memiliki luas daratan mencapai 2.947,50 km², yang terdiri dari daratan Flores dan pulau-pulau besar seperti pulau Komodo, Rinca, Longos, serta beberapa pulau kecil lainnya. Wilayah administrasi kabupaten Manggarai Barat terdiri dari 12 Kecamatan yakni kecamatan Komodo, Boleng, Sano Nggoang, Mbeliling, Lembor, Welak, Lembor Selatan, Kuwus, Ndoso, Macang Pacar, Kuwus Barat, dan Pacar.[8][9]

Batas wilayah

[sunting | sunting sumber]

Secara administratif, wilayah Kabupaten Manggarai Barat berbatasan dengan beberapa wilayah, yaitu

UtaraLaut Flores
TimurKabupaten Manggarai
SelatanSelat Sumba dan Laut Sawu
BaratSelat Sape dan Provinsi Nusa Tenggara Barat

Topografi

[sunting | sunting sumber]

Keadaan topografi Kabupaten Manggarai Barat bervariasi berdasarkan bentuk relief, kemiringan lereng dan ketinggian dari permukaan laut. Ketinggian wilayah Kabupaten Manggarai Barat menunjukkan ketinggian yang bervariasi yakni kelas ketinggian kurang dari 100 mdpl sebanyak 23%, 100–500 mdpl sebanyak 47%, 500 – 1000 mdpl sebanyak 25% dan lebih dari 100 mdpl sebanyak 3%. Lebih dari 75 % ketinggian di atas 100 mdpl, kemiringan lerengnya bervariasi antara 0-2%, 2-15%, 15-40% dan di atas 40%. Namun secara umum wilayah Kabupaten Manggarai Barat memiliki topografi berbukit-bukit hingga pegunungan.[8][9]

Seperti wilayah lain di Indonesia, Kabupaten Manggarai Barat beriklim tropis dengan tipe tropis basah dan kering (Am) yang ditandai dengan dua perbadaan musim yang jelas, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim penghujan yang dipengaruhi angin monsun baratan yang membawa banyak uap air dan kelembapan berlangsung pada periode November hingga April dengan rerata curah hujan bulanan pada bulan-bulan tersebut lebih dari 150 mm/bulan. Sementara itu, musim kemarau yang dipengaruhi angin monsun timuran yang bersifat kering berlangsung pada periode Mei hingga Oktober. Suhu udara di wilayah Manggarai Barat bervariasi antara 22°−34 °C terutama di wilayah pesisir dan dataran rendah, sedangkan di wilayah dataran tinggi suhu biasanya kurang dari 25 °C. Tingkat kelembapan udara di wilayah ini pun bervariasi antara 60% hingga 90%.

Data iklim Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 29.2
(84.6)
29.1
(84.4)
29.6
(85.3)
30.1
(86.2)
30.2
(86.4)
29.7
(85.5)
29.5
(85.1)
29.8
(85.6)
30.4
(86.7)
30.9
(87.6)
31
(88)
30.3
(86.5)
29.98
(85.99)
Rata-rata harian °C (°F) 25.8
(78.4)
25.6
(78.1)
25.7
(78.3)
25.7
(78.3)
25.5
(77.9)
24.9
(76.8)
24.2
(75.6)
24.4
(75.9)
25.3
(77.5)
26.3
(79.3)
26.7
(80.1)
26.1
(79)
25.52
(77.93)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.2
(73.8)
23.1
(73.6)
23.3
(73.9)
23.6
(74.5)
23.5
(74.3)
22.8
(73)
22.2
(72)
22
(72)
22.7
(72.9)
23.5
(74.3)
24
(75)
23.5
(74.3)
23.12
(73.63)
Curah hujan mm (inci) 290
(11.42)
280
(11.02)
245
(9.65)
177
(6.97)
88
(3.46)
65
(2.56)
33
(1.3)
30
(1.18)
40
(1.57)
77
(3.03)
169
(6.65)
261
(10.28)
1.755
(69,09)
Rata-rata hari hujan 14 13 13 10 6 4 3 2 3 6 10 14 98
% kelembapan 84.8 85.6 83.8 78.4 75.7 73.1 69.4 66.1 64.8 69.2 75.1 81.7 75.64
Rata-rata sinar matahari harian 5.5 5.7 6.5 8.2 8.3 8.2 8.5 8.9 9.1 9.0 7.8 6.3 7.67
Sumber #1: Climate-Data.org[10] & BMKG[11]
Sumber #2: Weatherbase[12]

Pemerintahan

[sunting | sunting sumber]
No Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Wakil Bupati
3
Edistasius Endi
26 Februari 2021
Petahana
Yulianus Weng

Dewan Perwakilan

[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[13] 2019–2024[14] 2024–2029
PKB 3 Steady 3 Steady 3
Gerindra 3 Penurunan 1 Kenaikan 3
PDI-P 3 Steady 3 Penurunan 2
Golkar 5 Penurunan 3 Penurunan 2
NasDem 2 Kenaikan 5 Kenaikan 7
PKS 2 Steady 2 Steady 2
Hanura 2 Kenaikan 3 Penurunan 2
PAN 3 Steady 3 Penurunan 2
PBB 1 Steady 1 Steady 1
Demokrat 3 Steady 3 Kenaikan 4
Perindo (baru) 1 Kenaikan 2
PPP 1 Steady 1 Penurunan 0
PKPI 2 Penurunan 1
Jumlah Anggota 30 Steady 30 Steady 30
Jumlah Partai 12 Kenaikan 13 Penurunan 11

Daftar Kecamatan

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Manggarai Barat terdiri dari 12 Kecamatan, 5 Kelurahan, dan 164 Desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 256.491 jiwa dengan luas wilayah 2.397,03 km² dan sebaran penduduk 107 jiwa/km².[15][16]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Manggarai Barat, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
StatusDaftar
Desa/Kelurahan
53.15.01 Macang Pacar 13Desa
53.15.02 Kuwus 210Desa
Kelurahan
53.15.03 Lembor 114Desa
Kelurahan
53.15.04 Sano Nggoang 15Desa
53.15.05 Komodo 217Desa
Kelurahan
53.15.06 Boleng 11Desa
53.15.07 Welak 16Desa
53.15.08 Ndoso 15Desa
53.15.09 Lembor Selatan 15Desa
53.15.10 Mbeliling 15Desa
53.15.11 Pacar 13Desa
53.15.12 Kuwus Barat 10Desa
TOTAL5164

Pemekaran daerah

[sunting | sunting sumber]

Ide pemekaran wilayah Kabupaten Manggarai Barat sudah ada sejak tahun 1950-an. Ide ini dimunculkan pertama kali oleh Bapak Lambertus Kape, tokoh Manggarai asal Kempo Kecamatan Sano Nggoang yang pernah duduk sebagai anggota Konstituante di Jakarta. Pada tahun 1963 aspirasi untuk memekarkan Kabupaten Manggarai dengan membentuk Kabupaten Manggarai Barat mulai diperjuangkan secara formal melalui lembaga politik partai Katolik Subkomisariat Manggarai. Pada tahun 1982 Manggarai Barat diberikan status Wilayah Kerja Pembantu Bupati Manggarai Bagian Barat dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 821.26-1355 tanggal 11 november 1982. 

Melalui proses pengkajian yang matang dengan memperhatikan potensi dan luas wilayah serta kebutuhan untuk pendekatan pelayanan kepada masyarakat maka melalui Sidang Paripurna DPR RI tanggal 27 Januari 2003 aspirasi dan keinginan masyarakat Manggarai Barat mencapai puncaknya dengan disahkannya Undang-undang Nomor 8 tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Manggarai Barat maka Kabupaten Manggarai Barat resmi terbentuk. 

Pada tanggal 1 September 2003, Drs. Fidelis Pranda dilantik menjadi Pejabat Bupati Kabupaten Manggarai Barat yang bertugas menjalankan pemerintahan serta mempersiapkan pemilihan kepala daerah definitif . Dan selanjutnya melalui proses demokrasi dengan pemilihan kepala daerah secara langsung Drs. Fidelis Pranda dan Drs. Agustinus C. Dula kemudian diangkat menjadi Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat yang pertama.

Dan pada tahun 2010, dilangsungkan proses pilkada yang kedua. Dari proses ini Drs. C. H. Dula dan Drs. Maximus Gasa menjadi Bupati dan wakil Bupati yang kedua. Pada awal berdirinya terbagi atas 7 kecamatan yaitu Kecamatan Komodo, Kecamatan Sano Nggoang, Kecamatan Boleng, Kecamatan Lembor, Kecamatan Welak, Kecamatan Kuwus, Kecamatan Macang Pacar dan pada tahun 2011 dimekarkan menjadi 10 kecamatan dengan tambahan wilayah pemekaran yakni Kecamatan Lembor Selatan, Kecamatan Mbeliling dan Kecamatan Ndoso.[17]

Demografi

[sunting | sunting sumber]
Agama di Kabupaten Manggarai Barat[2][18]
Agama persen
Katolik
 
79,31%
Islam
 
19,88%
Protestan
 
0,72%
Hindu
 
0,08%
Lainnya
 
0,01%

Sebagian besar penduduk Kabupaten Manggarai Barat beragama Kekristenan yakni sebesar 80,03% di mana mayoritas adalah Katolik 79,31% dan sebagian kecil Kristen Protestan yakni 0,72%. Terdapat juga sebagian penduduk menganut agama Islam yakni 19,88%, dan selebihnya adalah Hindu 0,08% dan Buddha 0,01%.[1]

Suku bangsa

[sunting | sunting sumber]
Penduduk asli di pulau Komodo

Suku Manggarai adalah suku asli yang merupakan mayoritas dan mendiami daerah Manggarai Raya (Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Manggarai Barat).[19] Selain Suku Manggarai di beberapa daerah pesisir utara Kabupaten Manggarai Barat juga didiami oleh Suku Bajau yang masyarakatnya bermatapencaharian sebagai nelayan[20] dan juga Suku Komodo yang merupakan penghuni asli kawasan Pulau Komodo dan sekitarnya.[21]

Pariwisata

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Manggarai Barat merupakan salah satu destinasi wisata utama di Indonesia, terutama melalui Taman Nasional Komodo yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1991. Ibu kota kabupaten, Labuan Bajo, menjadi gerbang utama bagi wisatawan yang ingin mengunjungi kawasan ini.

Pada tahun 2024, Balai Taman Nasional Komodo mencatat sebanyak 334.206 kunjungan wisatawan, yang terdiri dari 226.948 wisatawan mancanegara dan 107.258 wisatawan nusantara.[22] Angka ini menunjukkan peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu 182.676 kunjungan pada tahun 2022 dan 300.488 kunjungan pada tahun 2023.

Destinasi wisata

[sunting | sunting sumber]

Beberapa destinasi wisata utama di Kabupaten Manggarai Barat antara lain:

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 4 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 9 November 2024.
  2. 1 2 "Jumlah Pemeluk Agama di NTT 2019" (PDF). www.ntt.kemenag.go.id. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-05-11. Diakses tanggal 20 Mei 2021.
  3. "Indeks Pembangunan Manusia 2021-2023". www.bps.go.id. Diakses tanggal 9 Desember 2023.
  4. 1 2 "Postur APBD Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2024". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 9 November 2024.
  5. "Rincian Dana Transfer Umum T.A 2024 Menurut Provinsi/Kabupaten/Kota" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 9 November 2024.
  6. "Buku Alokasi dan Rangkuman Kebijakan Transfer Ke Daerah T.A 2024 Provinsi NTT". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). hlm. 37. Diakses tanggal 9 November 2024.
  7. "Kabupaten Manggarai Barat Dalam Angka 2020". www.manggaraibaratkab.bp.go.id. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2022-07-09. Diakses tanggal 22 September 2020.
  8. 1 2 "Profil Manggarai Barat". Pemkab Manggarai Barat. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-19. Diakses tanggal 13 Mei 2022.
  9. 1 2 Profil Kabupaten Manggarai Barat. Diakses tanggal 13 Mei 2022.
  10. "Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 24 April 2022.
  11. "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm. 79 & 144. Diakses tanggal 24 September 2024.
  12. "Labuan Bajo, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 24 April 2022.
  13. Perolehan Kursi DPRD Manggarai Barat 2014-2019
  14. Perolehan Kursi DPRD Manggarai Barat 2019-2024
  15. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  16. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  17. "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-01-21. Diakses tanggal 2014-06-19.
  18. "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2017" (PDF). BPS Nusa Tenggara Timur. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-09-18. Diakses tanggal 2 Desember 2017.
  19. "Suku-Suku di NTT dan Fakta Menarik Tentangnya". voi.id. 7 April 2021. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-02-27. Diakses tanggal 14 Agustus 2022.
  20. Adiningsih, Yulia (13 Juni 2021). "Suku Bajo, Penyelam dan Pengembara Laut nan Ulung". CNN Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-08-14. Diakses tanggal 14 Agustus 2022. ;
  21. Eto Kwuta (5 Agustus 2021). "Suku Ata Modo dari Pulau Komodo, Suku yang Terkenal Mampu Berbicara dengan Komodo". floresterkini.pikiran-rakyat.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-19. Diakses tanggal 14 Agustus 2022.
  22. "Taman Nasional Komodo catat 334.206 kunjungan wisatawan selama 2024". ANTARA. 7 Januari 2025. Diakses tanggal 12 Maret 2026.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]