Kabupaten Manggarai Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Manggarai Barat
Lambang resmi Kabupaten Manggarai Barat
Lambang
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Manggarai Barat.svg
Kabupaten Manggarai Barat is located in Kepulauan Sunda Kecil
Kabupaten Manggarai Barat
Kabupaten Manggarai Barat
Kabupaten Manggarai Barat is located in Indonesia
Kabupaten Manggarai Barat
Kabupaten Manggarai Barat
Koordinat: 8°38′41″S 119°52′58″E / 8.64484°S 119.88281°E / -8.64484; 119.88281
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Timur
Ibu kotaLabuan Bajo
Pemerintahan
 • BupatiEdistasius Endi
 • Wakil BupatiYulianus Weng
Luas
 • Total9.450 km2 (3,650 sq mi)
Populasi
 • Total274.689 jiwa
Demografi
 • AgamaKristen 78,56%
- Katolik 77,76%
- Protestan 0,80%
Islam 21,39%
Hindu 0,04%
Lainnya 0,01%[2]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon0385
Kode Kemendagri53.15 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan12
Jumlah kelurahan5
Jumlah desa164
DAURp. 382.403.558.000.-(2013)[3]
Situs webhttp://www.manggaraibaratkab.go.id/

Kabupaten Manggarai Barat adalah suatu kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kabupaten Manggarai Barat merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Manggarai berdasarkan Undang Undang No. 8 Tahun 2003. Wilayahnya meliputi daratan Pulau Flores bagian Barat dan beberapa pulau kecil di sekitarnya, diantaranya adalah Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Seraya Besar, Pulau Seraya Kecil, Pulau Bidadari dan Pulau Longos. Luas wilayah Kabupaten Manggarai Barat adalah 9.450 km² yang terdiri dari wilayah daratan seluas 2.947,50 km² dan wilayah lautan 7.052,97 km², dengan jumlah penduduk tahun 2019 sebanyak 274.689 jiwa.[1]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No. Bupati Awal Menjabat Akhir Menjabat Wakil Bupati Keterangan
1 Drs. Fidelis Pranda 2003 2005 Pjs. Bupati
2005 2010 Drs. Agustinus C. Dula Bupati definitif
2 Drs. Agustinus C. Dula 2010 2015 Drs. Maximus Gusa Bupati definitif[4]
Tini Thadeus 31 Agustus 2015 16 Februari 2016 Pjs. Bupati[5]
Drs. Agustinus C. Dula 17 Februari 2016 masih menjabat drh. Maria Geong, Ph.D. Bupati definitif

(periode kedua)

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat dalam dua periode terakhir.[6][7]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 3 Steady 3
  Gerindra 3 Penurunan 1
  PDI-P 3 Steady 3
  Golkar 5 Penurunan 3
  NasDem 2 Kenaikan 5
  PKS 2 Steady 2
  Perindo (baru) 1
  PPP 1 Steady 1
  PAN 3 Steady 3
  Hanura 2 Kenaikan 3
  Demokrat 3 Steady 3
  PBB 1 Steady 1
  PKPI 2 Penurunan 1
Jumlah Anggota 30 Steady 30
Jumlah Partai 12 Kenaikan 13

Daftar Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Manggarai Barat terdiri dari 12 Kecamatan, 5 Kelurahan, dan 164 Desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 256.491 jiwa dengan luas wilayah 2.397,03 km² dan sebaran penduduk 107 jiwa/km².[8][9]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Manggarai Barat, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
53.15.01 Macang Pacar 13 Desa
53.15.02 Kuwus 2 10 Desa
Kelurahan
53.15.03 Lembor 1 14 Desa
Kelurahan
53.15.04 Sano Nggoang 15 Desa
53.15.05 Komodo 2 17 Desa
Kelurahan
53.15.06 Boleng 11 Desa
53.15.07 Welak 16 Desa
53.15.08 Ndoso 15 Desa
53.15.09 Lembor Selatan 15 Desa
53.15.10 Mbeliling 15 Desa
53.15.11 Pacar 13 Desa
53.15.12 Kuwus Barat 10 Desa
TOTAL 5 164

Pemekaran daerah[sunting | sunting sumber]

Ide pemekaran wilayah Kabupaten Manggarai Barat sudah ada sejak tahun 1950-an. Ide ini dimunculkan pertama kali oleh Bapak Lambertus Kape, tokoh Manggarai asal Kempo Kecamatan Sano Nggoang yang pernah duduk sebagai anggota Konstituante di Jakarta. Pada tahun 1963 aspirasi untuk memekarkan Kabupaten Manggarai dengan membentuk Kabupaten Manggarai Barat mulai diperjuangkan secara formal melalui lembaga politik partai Katolik Subkomisariat Manggarai. Pada tahun 1982 Manggarai Barat diberikan status Wilayah Kerja Pembantu Bupati Manggarai Bagian Barat dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 821.26-1355 tanggal 11 november 1982. 

Melalui proses pengkajian yang matang dengan memperhatikan potensi dan luas wilayah serta kebutuhan untuk pendekatan pelayanan kepada masyarakat maka melalui Sidang Paripurna DPR RI tanggal 27 Januari 2003 aspirasi dan keinginan masyarakat Manggarai Barat mencapai puncaknya dengan disahkannya Undang-undang Nomor 8 tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Manggarai Barat maka Kabupaten Manggarai Barat resmi terbentuk. 

Pada tanggal 1 September 2003, Drs. Fidelis Pranda dilantik menjadi Pejabat Bupati Kabupaten Manggarai Barat yang bertugas menjalankan pemerintahan serta mempersiapkan pemilihan kepala daerah definitif . Dan selanjutnya melalui proses demokrasi dengan pemilihan kepala daerah secara langsung Drs. Fidelis Pranda dan Drs. Agustinus C. Dula kemudian diangkat menjadi Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat yang pertama.

Dan pada tahun 2010, dilangsungkan proses pilkada yang kedua. Dari proses ini Drs. C. H. Dula dan Drs. Maximus Gasa menjadi Bupati dan wakil Bupati yang kedua. Pada awal berdirinya terbagi atas 7 kecamatan yaitu Kecamatan Komodo, Kecamatan Sano Nggoang, Kecamatan Boleng, Kecamatan Lembor, Kecamatan Welak, Kecamatan Kuwus, Kecamatan Macang Pacar dan pada tahun 2011 dimekarkan menjadi 10 kecamatan dengan tambahan wilayah pemekaran yakni Kecamatan Lembor Selatan, Kecamatan Mbeliling dan Kecamatan Ndoso.[10]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Agama[sunting | sunting sumber]

Agama di Kabupaten Manggarai Barat[2][11]
Agama persen
Katolik
  
77.76%
Islam
  
21.39%
Protestan
  
0.80%
Hindu
  
0.04%
Lainnya
  
0.01%

Sebagian besar penduduk Kabupaten Manggarai Barat beragama Kekristenan yakni sebesar 78,56% dimana mayoritas adalah Katolik 77,76% dan Kristen Protestan 0,80%. Terdapat juga sebagian besar penduduk menganut agama Islam yakni 21,39%, dan selebihnya adalah Hindu 0,4% dan Buddha kurang dari 0,01%.[2]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Kabupaten Manggarai Barat Dalam Angka 2020" (pdf). www.manggaraibaratkab.bp.go.id. Diakses tanggal 22 September 2020. 
  2. ^ a b c "Jumlah Pemeluk Agama di NTT 2019" (PDF). www.ntt.kemenag.go.id. Diakses tanggal 20 Mei 2021. 
  3. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-14. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  4. ^ "Bupati Manggarai Barat Dilantik". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2010-08-30. Diakses tanggal 2020-04-14. 
  5. ^ BeritaSatu.com. "Gubernur NTT Lantik Bupati Manggarai Barat dan Sumba Timur". beritasatu.com. Diakses tanggal 2020-04-14. 
  6. ^ Perolehan Kursi DPRD Manggarai Barat 2014-2019
  7. ^ Perolehan Kursi DPRD Manggarai Barat 2019-2024
  8. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  9. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  10. ^ http://tentangflobamorata.blogspot.com/2013/04/sejarah-perjalanan-kabupaten-manggarai.html
  11. ^ "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2017" (PDF). BPS Nusa Tenggara Timur. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2017-09-18. Diakses tanggal 2 Desember 2017. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]