Kabupaten Rote Ndao

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kabupaten Rote Ndao
Lambang Kabupaten Rote Ndao
Lambang Kabupaten Rote Ndao


Moto: Ita Esa



Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Rote Ndao.svg
Peta lokasi Kabupaten Rote Ndao di Nusa Tenggara Timur
Koordinat: 10o 25' - 11o LS, dan 121o 49' - 123o 26' BT
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Dasar hukum UU Nomor 9 Tahun 2002
Tanggal peresmian 02 Mei 2002
Ibu kota Baa
Pemerintahan
-Bupati Drs Leonard Haning MM[1]
APBD
-DAU Rp. 345.248.896.000.-(2013)[2]
Luas 1.280,10 km2
Populasi
-Total 147.778 jiwa (2013)
-Kepadatan 115,44 jiwa/km2
Demografi
-Kode area telepon 0380
Pembagian administratif
-Kecamatan 10
-Kelurahan 7
-Desa 82
Simbol khas daerah
Situs web http://www.rotendaokab.go.id/

Kabupaten Rote Ndao adalah sebuah kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur yang terletak di beranda terselatan Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Baa. Kabupaten in memiliki luas wilayah 1.280,10 km² dan berpenduduk sebanyak 147778 jiwa (2015).[3]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis, Kabupaten Rote Ndao terletak pada 10°25' - 11°00' Lintang Selatan dan 121°49' - 123°26' Bujur Timur. Wilayah Kabupaten Rote Ndao terdiri dari 94 pulau meliputi Pulau Rote sebagai pulau utamanya serta pulau-pulau kecil disekitarnya[4]. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.280,10 km² dan berada di ketinggian antara 0-444 meter diatas permukaan air laut (mdpl) dengan titik tertinggi di Bukit Musaklain (444 mdpl) di selatan Pulau Rote. Seluruh wilayahnya dibatasi oleh perairan meliputi Selat Rote, Laut Sawu, Laut Timor dan Samudera Hindia. Sungai-sungai besar yang ada di Kabupaten Rote Ndao antara lain Sungai Kuli dan Sungai Batulilok.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Laut Sawu
Selatan Samudera Hindia
Barat Laut Sawu dan Samudera Hindia
Timur Laut Timor

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Wilayah Rote Ndao semula adalah bagian dari Wilayah Pemerintahan Kabupaten Daerah Tingkat II Kupang yang dibentuk berdasarkan Undang - Undang Nomor 69 Tahun 1958. Wilayah Rote Ndao terdiri dari 3 wilayah [emerintahan kecamatan yaitu Kecamatan Rote Timur, Kecamatan Rote Tengah dan Kecamatan Rote Barat. Selanjutnya setelah berjalan 4 tahun lamanya, maka terjadilah pemekaran wilayah di Rote Ndao menjadi 8 kecamatan sehubungan dengan adanya keinginan masyarakat untuk membentuk Kabupaten Otonom bagi Rote Ndao.

Namun karena situasi keuangan Negara yang tidak memungkinkan sehingga pembentukan Kabupaten Otonom Rote Ndao belum dapat dilakukan. Untuk itu, pada tahun 1968 Gubernur Nusa Tenggara Timur mengeluarkan keputusan agar wilayah Rote Ndao dibentuk sebagai Wilayah Koordinator Schap dalam wilayah hukum Kabupaten Daerah Tingkat II Kupang dan menunjuk D.C. Saudale, sebagai Bupati.

Pada tahun 1979 terjadi perubahan status Wilayah Koordinator Schap Rote Ndao menjadi wilayah pembantu Bupati Kupang untuk Rote Ndao. Setelah tujuh kali berganti periode kepemimpinan maka dalam tahun 2000 timbul keinginan kuat dari masyarakat, baik yang berada di wilayah Rote Ndao maupun dukungan dari orang Rote yang berada di Kupang dan di Jakarta mengusulkan agar Wilayah Pemerintahan Pembantu Bupati Rote Ndao ditingkatkan menjadi Kabupaten definitif.

Usulan tersebut didukung dengan adanya pernyataan sikap dari 300 tokoh masyarakat, tokoh adat yang mewakili masyarakat dari 19 Nusak, kepada pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Dalam Negeri, melalui Pemerintah Kabupaten Kupang (sebagai Kabupaten Induk). Atas dasar usulan tersebut maka setelah melalui pengkajian dan mekanisme pembahasan sesuai Peraturan Perundang - undangan yang berlaku maka pada tanggal 10 April 2002 oleh Pemerintah Pusat dan DPR - RI menetapkan Undang - Undang Nomor 9 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Rote Ndao di Propinsi Nusa Tenggara Timur dengan Christian Nehemia Dillak, SH sebagain Bupati Rote Ndao[5].

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati Rote Ndao

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Rote Ndao

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten ini pada awalnya terdiri atas 6 kecamatan, namun telah mengalami pemekaran sehingga sekarang sudah terdapat 8 kecamatan,pada tahun 2012 terjadi pemekaran wilayah sehingga menjadi 10 Kecamatan yaitu:

  1. Landu Leko
  2. Lobalain
  3. Ndao Nuse
  4. Rote Timur
  5. Pantai Baru
  6. Rote Tengah
  7. Rote Selatan
  8. Rote Barat Daya
  9. Rote Barat Laut
  10. Rote Barat

Pulau-pulau[sunting | sunting sumber]

Peta pulau Rote

Kabupaten Rote Ndao memiliki luas wilayah 1280,10 km². Dari 96 pulau yang ada di Kabupaten Rote Ndao, hanya 6 pulau yang berpenghuni[6], yaitu:

Pulau Pamana, juga disebut "Dana", "Dona" atau "Ndana", merupakan pulau terluar paling selatan dalam wilayah Indonesia serta benua Asia secara keseluruhan.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Pria dan wanita mengenakan pakaian adat Suku Rote.

Jumlah penduduk Kabupaten Rote Ndao pada tahun 2013 tercatat sebanyak 147.781 jiwa terdiri dari 75.292 jiwa Laki-laki dan 72.486 jiwa Perempuan, mengalami pertumbuhan sebesar 3,99% dari tahun sebelumnya, dengan jumlah rumah tangga sebanyak 26.107 rumah tangga. Kepadatan penduduk Kabupaten Rote Ndao sebesar sekitar 100 jiwa/km², dengan Kecamatan Ndao Nuse merupakan daerah terpadat penduduknya dengan 268 jiwa/km² dan Kecamatan Rote Tengah merupakan daerah terjarang penduduknya dengan 61 jiwa/km². Penduduknya berasal dari Suku Rote dan berbahasa sehari-hari menggunakan Bahasa Rote. Sebagian besar penduduk Kabupaten Rote Ndao menganut agama Kristen Protestan. Mata pencaharian penduduk umumnya berladang, beternak, berdagang, nelayan, menyadap nira, dan pengrajin kerajinan lontar.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Tempat Wisata[sunting | sunting sumber]

  1. Pantai Nembrala
  2. Pantai Bo'a
  3. Pantai Oeseli
  4. Pantai Tolanamon
  5. Pantai Mulut Seribu
  6. Pantai Laviti
  7. Danau Laut Mati
  8. Bukit Manda'o
  9. Pemandian Mata Air Oemau

Galeri[sunting | sunting sumber]


Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]