Bahasa Helong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bahasa Helong
Dituturkan diIndonesia
WilayahPulau Timor dan pulau Semau.
Penutur bahasa
14.000 (1997) (tidak tercantum tanggal)
Kode bahasa
ISO 639-1-
ISO 639-2-
ISO 639-3heg

Bahasa Helong adalah bahasa yang digunakan suku Helong[1]. Penuturnya terdapat antara lain di: 4 desa di ujung barat pulau Timor dekat pelabuhan Tenau, kota Kupang hingga wilayah Amarasi, dan sebagian besar desa di Pulau Semau. Bahasa Helong terdiri atas tiga dialek, yaitu (1) dialek Bolok yang dituturkan di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang; (2) dialek Kolhua yang dituturkan di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang; dan (3) dialek Uitao yang dituturkan di Desa Uitao, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang. Persentase perbedaan antara dialek-dialek tersebut berkisar 51%—80%. Berdasarkan penghitungan dialektometri, isolek Helong merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan di atas 81% jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa di sekitarnya, misalnya bahasa Dawan dan Lura. Bahasa ini termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia.[2]

Klasifikasi[sunting | sunting sumber]

Bahasa Helong masuk pada Rumpun bahasa Austronesia dan tergolong pada cabang Rumpun bahasa Melayu–Polinesia. Berdasarkan data terbaru dari Proyek Bahasa-bahasa yang Terancam Punah, bahasa Helong masuk dalam kategori "rentan".[3] Ancaman terbesar bagi bahasa Helong adalah dialek bahasa Melayu Kupang yang sekarang banyak dituturkan oleh penutur asli bahasa Helong.[4]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bahasa Helong dahulu merupakan bahasa utama yang dituturkan di wilayah kota dan kabupaten Kupang, tetapi di masa kini bahasa ini sudah sangat jarang dituturkan di wilayah tersebut dan hanya dituturkan di beberapa wilayah di Kecamatan Semau, Kecamatan Kupang Barat, dan Kecamatan Maulafa.[5] Beberapa tahun ini, banyak di antara masyarakat Kupang yang beralih menggunakan bahasa Melayu Kupang untuk interaksi sosial sehari-hari, sehingga banyak penutur asli dari bahasa Helong yang lebih memilih menggunakan bahasa Melayu Kupang dan mengajarkan bahasa Melayu Kupang ke anak-anak mereka. Meskipun bahasa Helong sudah mulai jarang dituturkan, banyak ahli sejarah yang meyakini bahwa para penutur bahasa Helong memiliki pengetahuan yang cukup luas terkait sejarah masa lalu wilayah Timor Barat, terutama terkait penyebaran budaya Suku Atoni di wilayah Timor Barat yang disebabkan oleh dukungan Belanda terhadap suku tersebut, sehingga budaya Atoni menghilangkan kebudayaan lain di Timor Barat dan hanya menyisakan budaya serta tradisi Helong yang masih utuh.[6]

Tata bahasa[sunting | sunting sumber]

Secara morfologi, bahasa Helong memiliki aturan susunan kata seperti K(K)V(K)V(K) (K berarti konsonan, V berarti vokal, dan (K) berarti suatu konsonan bisa saja muncul pada posisi tersebut atau bisa saja tidak muncul di posisi itu). Selain itu, biasanya kata dalam bahasa Helong selalu diawali dengan konsonan, terutama pada kosakata non-klitik. Mengabaikan imbuhan akhiran, konsonan di akhir kata hanya ditempati oleh beberapa konsonan seperti K, L, M, N, NG, P, S, T.[4]

Secara sintaksis, bahasa Helong memiliki susunan kalimat yang cenderung fleksibel, tetapi secara baku susunan kalimat bahasa Helong adalah Predikat-Subjek-Objek, pun susunan kalimat Subjek-Predikat-Objek tidak sepenuhnya salah.[7] Seperti bahasa Indonesia, bahasa Helong juga menganut Hukum D-M dalam struktur kalimatnya contohnya seperti Ana hmunan yang berarti anak pertama.[7]

Contoh[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah teks Doa Bapa Kami dalam bahasa Helong dikutip dari terjemahan Alkitab bahasa Helong:[8]

Ama man in ne sorga! Ama ngala ka niu dui hihidi. Nang le halin atuli li totoang nikit sakeng Ama ngala in loe-liliman na lapa-lapa. Nang le Ama daid Laih taung atuli li totoang! Nang le totoang atuli li daek muid Ama in prenta se apan-kloma kia ka, banansila el Ama ima-ii las in daek muid Ama prenta la se sorga ka. Ama tulung le bel kaim lelon-lelon nam in kaa nola. Kaim nodan Ama le kose soleng kaim in kula-sala ngas, banansila el kaim kon nadidingun atuil in tao kula saol kami ngas. Ama, doh kaim le halin kaim tao kula-sala deken. Nol sas-sao kaim deng uikjale ka in kuasa ka. [Ta Ama na mo Laih man in kuaas dui hihidi nol muun isi. Ama man kil bandu didiin hidi nutus taan lo. Kaim in kohe-kanas sa ela tuun Ama. Amin.]

Bilangan dalam bahasa Helong[sunting | sunting sumber]

Bilangan 1-30
mesa 1 hngul esa 11 buk dua beas esa

atau

buk dua-s esa

21
dua 2 hngul dua 12 buk dua beas dua

atau

buk dua-s dua

22
tilu 3 hngul tilu 13 buk dua beas tilu

atau

buk dua-s tilu

23
aat 4 hngul aat 14 buk dua beas aat

atau

buk dua-s aat

24
lima 5 hngul lima 15 buk dua beas lima

atau

buk dua-s lima

25
eneng 6 hngul eneng 16 buk dua beas eneng

atau

buk dua-s eneng

26
itu 7 hngul itu 17 buk dua beas itu

atau

buk dua-s itu

27
palu 8 hngul palu 18 buk dua beas palu

atau

buk dua-s palu

28
sipa 9 hngul sipa 19 buk dua beas sipa

atau

buk dua-s sipa

29
hngulu 10 buk dua 20 buk tilu 30
Satuan Dasar Perhitungan
beas satuan
buk puluhan
ngatus ratusan
lihu ribuan
juta jutaan
Bilangan urut
hmunan pertama ke eneng keenam
ke dua kedua ke itu ketujuh
ke tilu ketiga ke palu kedelapan
ke aat keempat ke sipa kesembilan
ke lima kelima ke hngulu kesepuluh

Kalimat[sunting | sunting sumber]

Beberapa contoh kalimat dalam bahasa Helong.[7]

Helong Terjemahan Harfiah Terjemahan Sebenarnya
Ni un ana ke lima la nia Ini anak kelimanya Ini anaknya yang kelima
Atuil at hngul dua na-s maa daek hulung Orang dua belas datang kerja bantu Dua belas orang datang ingin membantu
Bingin tilu halas-sam oen pait maa-s Hari tiga saja nanti tiga orang kembali-jamak Tiga hari lagi mereka akan kembali
Kaim daad lelo ila lo se la-ng Kami tinggal hari beberapa di tempat sana Kami tinggal selama beberapa hari di sana.
Oen tilu-s lii naseke Orang tiga-jamak takut sekali Mereka bertiga sangat ketakutan.
Minggua mesa-m oe dua Minggu satu kali dua Satu minggu dua kali.
Lahin oen maa-s se ia-s Kemarin orang datang-jamak dekat sini Kemarin mereka datang ke sini

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Helong Speaking Peoples - Joshua Project
  2. ^ "Peta Bahasa – Bahasa Helong". Diakses tanggal 10 Desember 2020. 
  3. ^ "Did you know Helong is vulnerable?". Endangered Languages (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-03-08. 
  4. ^ a b Steinhauer, Hein. Synchronic Metathesis and Apocope in Three Austronesian Languages of the Timor Area. Thesis. Leiden University, 1996. Retrieved 2017-3-7.
  5. ^ Bowden, John Metathesis in Helong 2010. Presentation. Accessed 2017-04-26
  6. ^ Fox, James T. (2003). Out of the Ashes. ANU Press. Diakses tanggal 2017-04-26. 
  7. ^ a b c Klamer, Marian; et al. (2014). Number and quantity in East Nusantara. Asia-Pacific Linguistics, College of Asia and the Pacific. Retrieved 2017-03-02 hdl:1885/11917
  8. ^ Alkitab Bahasa Helong – Perjanjian Baru

Pranala luar[sunting | sunting sumber]