Bahasa Mentawai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bahasa Mentawai
BPS: 0027 2

Nganga Simatawe
Dituturkan diIndonesia
Wilayah
Penutur
64.000 jiwa
Kode bahasa
ISO 639-3mwv
BPS (2010)0027 2
Status konservasi
C10
Kategori 10
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa telah punah (Extinct)
C9
Kategori 9
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sudah ditinggalkan dan hanya segelintir yang menuturkannya (Dormant)
C8b
Kategori 8b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa hampir punah (Nearly extinct)
C8a
Kategori 8a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sangat sedikit dituturkan dan terancam berat untuk punah (Moribund)
C7
Kategori 7
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai mengalami penurunan ataupun penutur mulai berpindah menggunakan bahasa lain (Shifting)
C6b
Kategori 6b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai terancam (Threatened)
C6a
Kategori 6a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa masih cukup banyak dituturkan (Vigorous)
C5
Kategori 5
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mengalami pertumbuhan populasi penutur (Developing)
C4
Kategori 4
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan dalam institusi pendidikan (Educational)
C3
Kategori 3
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan cukup luas (Wider Communication)
C2
Kategori 2
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan di berbagai wilayah (Provincial)
C1
Kategori 1
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara (National)
C0
Kategori 0
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa merupakan bahasa pengantar internasional ataupun bahasa yang digunakan pada kancah antar bangsa (International)
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL EthnologueC5 Developing
Bahasa Mentawai dikategorikan sebagai C5 Developing menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mengalami peningkatan jumlah penutur dari waktu ke waktu
 Portal Bahasa
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B • PW
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Bahasa Mentawai adalah sebuah bahasa dari rumpun Austronesia yang dipertuturkan di Kepulauan Mentawai[1], lepas pantai Sumatera Barat. Jumlah penutur bahasa ini sekitar 64.000 jiwa.

Penutur[sunting | sunting sumber]

Bahasa Mentawai dituturkan di Desa Monganpoula, Kecamatan Siberut Utara; Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan; dan Desa Sioban, Kecamatan Sipora, dan Desa Makalo, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat.[2]

Dialek[sunting | sunting sumber]

Berikut merupakan dialek dalam bahasa Mentawai:[1]

  • Dialek Siberut Utara, dituturkan di Desa Monganpoula, Kecamatan Siberut Utara.
  • Dialek Siberut Selatan, dituturkan di Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan.
  • Dialek Sipora atau Sioban, dituturkan di Desa Sioban, Kecamatan Sipora, dan Desa Makalo, Kecamatan Pagai Selatan.
  • Dialek Sikakap, dituturkan di Kecamatan Pagai Utara.

Isolek Mentawai merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81%—100% jika dibandingkan dengan bahasa Batak dan Minangkabau.[2]

Fonologi[sunting | sunting sumber]

Berikut merupakan catatan singkat mengenai fonologi bahasa Mentawai:[1]

  • Memiliki 33 fonem segmental.
  • Memiliki 21 fonem konsonan.
  • Memiliki 5 fonem vokal.
  • Memiliki 7 diftong.

Tradisi Sastra Lisan Bahasa Mentawai[sunting | sunting sumber]

Dalam bahasa Mentawai ditemui beberapa tradisi sastra lisan, diantaranya ialah cerita rakyat.[3]

  • Kisah Sieggek Mulalaibi
  • Kisah Simaok-Maok
  • Kisah Sieimusasa
  • Kisah Sipururura
  • Kisah Sitoulu-Toulu
  • Kisah Turugouk-Gouk
  • Kisah Si Kobbut-Kobbut
  • Kisah Kerek Pagetasabbou

Tradisi Sastra Bahasa Mentawai : Pasikat[sunting | sunting sumber]

Pasikat merupakan tradisi sastra bahasa Mentawai, yaitu pantun khas yang berasal dari Kepulauan Mentawai.[1] Pasikat masih sangat digemari dan terus dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Mentawai.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d Lenggang, Zainuddin, dkk (1978). Bahasa Mentawai. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 
  2. ^ a b "Mentawai - Peta Bahasa". 118.98.223.79. Diakses tanggal 2018-04-18. [pranala nonaktif permanen]
  3. ^ Gani, Rizanur, dkk (1993). Sastra Lisan Mentawai (PDF). Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. ISBN 979-459-360-0 Periksa nilai: checksum |isbn= (bantuan). 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]