Bahasa Mamuju

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bahasa Mamuju
Udai
Dituturkan diIndonesia
WilayahKabupaten Mamasa, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat
Penutur bahasa
60.000 (tidak tercantum tanggal)[1]
Dialek
Mamuju (dialek prestise)
Sumare
Rangas
Padang
Sinyonyoi
Sondoang
Budong-budong
Tappalang
Botteng
Latin
Kode bahasa
ISO 639-1mqx
ISO 639-3
Glottologmamu1255[2]

Bahasa Mamuju adalah salah satu bahasa Austronesia yang dipertuturkan di hampir keseluruhan bagian selatan Provinsi Sulawesi Barat, merentang sepanjang pantai Kabupaten Polewali Mandar hingga Kabupaten Mamasa di hilir Sungai Budong-Budong.[3][4] Dialek Mamuju dinilai sebagai dialek prestise bagi penutur Bahasa Mamuju. Bahasa Mamuju umumnya ditulis dengan menggunakan alfabet Latin. Meski Bahasa Mamuju secara umum diklasifikasikan ke dalam rumpun bahasa Sulawesi Selatan, terdapat beberapa kata yang dipinjam dari rumpun bahasa Wotu-Wolio, rumpun bahasa yang berasal dari Sulawesi Tenggara.[5]

Klasifikasi bahasa[sunting | sunting sumber]

Tidak terdapat konsensus yang kuat untuk mengklasifikasikan Bahasa Mamuju sebagai bahasa yang berdiri sendiri.[a] Akan tetapi, ditinjau dari enam dialek yang terdapat dalam Bahasa Mamuju menunjukkan perbedaan yang kentara bila dibandingkan dengan kelompok bahasa sekitarnya, seperti Bahasa Mandar dan Bahasa Pitu Uluna Salu. Klasifikasi ini dinilai sulit karena terdapat kesinambungan dialek dengan 11 bahasa lain di dalam kantong rumpun bahasa Sulawesi Selatan utara dengan rata-rata kepadanan leksem setinggi 63%.[10] Angka tersebut dinilai sangat tinggi bila dibandingkan dengan angka kepadanan dengan bahasa lain yang secara filogenetis serumpun di Sulawesi Selatan.[10]

Beberapa contoh kata[sunting | sunting sumber]

Angka[sunting | sunting sumber]

Angka
Indonesia Mamuju Pelafalan dalam IPA
1 satu setto /setːo/
2 dua dua /duʷa/
3 tiga tallu /talːu/
4 empat patta' /patːaʔ/
5 lima lima /lima/
6 enam anang /ʔanaŋ/
7 tujuh pitu /pitu/
8 delapan uwalu /uwalu/
9 sembilan sasiyo /sasijo/
10 sepuluh sampulo /sampulo/
20 dua puluh duampulo /duampulo/
100 seratus sapattiara /sapatːiaɾa/
1000 seribu sassa'bu /sasːaʔbu/

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kruyt dan Adriani[6] dan van der Veen[7] menyatakan daerah di utara Sendana, Majene berbeda dari Bahasa Mandar. Di lain hal Esser[8] tidak menyebut sama sekali keberadaan Bahasa Mamuju, berbeda dengan Pelenkahu dkk.[9] yang meleburkan Bahasa Mandar dan Bahasa Mamuju menjadi satu.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Grimes, B. F. (1992). Languages of the World (edisi ke-20). Dallas: Ethnologue. hlm. 626. 
  2. ^ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2019). "Mamuju". Glottolog 4.1. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. 
  3. ^ Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. "Bahasa Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat". Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diakses tanggal 27 Februari 2021. 
  4. ^ Friberg, T. V.; Laskowske (1989). "South Sulawesi Languages" (PDF). Dalam J. N. Sneddon. Studies in Sulawesi Linguistics. NUSA 17. I. Jakarta: Badan Penyelenggara Seri Nusa. hlm. 1–17. 
  5. ^ Zobel, Erik (2020). "The Kaili–Wolio branch of the Celebic languages". Oceanic Linguistics. 59 (1/2): 297–346. 
  6. ^ Kruyt, A.C.; Adriani, N. (1912). De Bare'e-sprekende Toradja's van Midden-Celebes. I. Batavia: Landsdrukkerij. 
  7. ^ van der Veen, H. (1929). "Nota betreffende de grenzen van de Sa'dansche taalgroep en het haar aanvertwante taalgebied". Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkude. 69: 58–97. 
  8. ^ Esser, S. J. (1938). Talen. Amsterdam: Koninklijk Nederlansch Aardrijkskundig Genootschap. 
  9. ^ Pelenkahu, R. A.; Muthalib, Abdul; Pattiasina, J. F., ed. (1974). Peta bahasa Sulawesi Selatan, buku petunjuk. Ujungpandang: Lembaga Bahasa Nasional. 
  10. ^ a b Grimes, Charles E.; Grimes, Barbara D. (1987). Stokhof, W. A. L., ed. Languages of South Sulawesi (PDF). Materials in Languages of Indonesia. 38. The Australian National University. hlm. 33. doi:10.15144/PL-D78. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]