Lompat ke isi

Bahasa Ngaju

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bahasa Ngaju
BPS: 0396 5
Biaju
center
Papan peringatan larangan pembakaran lahan dalam bahasa Ngaju
Pengucapankutak Ngaju
Dituturkan di
WilayahKalimantan Tengah
Penutur
1.000.000
aksara Latin
Kode bahasa
ISO 639-1-
ISO 639-2nij
ISO 639-3nij
Glottologngaj1237[1]
IETFnij
BPS (2010)0396 5
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
C10
Kategori 10
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa telah punah (Extinct)
C9
Kategori 9
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sudah ditinggalkan dan hanya segelintir yang menuturkannya (Dormant)
C8b
Kategori 8b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa hampir punah (Nearly extinct)
C8a
Kategori 8a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sangat sedikit dituturkan dan terancam berat untuk punah (Moribund)
C7
Kategori 7
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai mengalami penurunan ataupun penutur mulai berpindah menggunakan bahasa lain (Shifting)
C6b
Kategori 6b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai terancam (Threatened)
C6a
Kategori 6a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa masih cukup banyak dituturkan (Vigorous)
C5
Kategori 5
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mengalami pertumbuhan populasi penutur (Developing)
C4
Kategori 4
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan dalam institusi pendidikan (Educational)
C3
Kategori 3
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan cukup luas (Wider Communication)
C2
Kategori 2
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan di berbagai wilayah (Provincial)
C1
Kategori 1
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara (National)
C0
Kategori 0
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa merupakan bahasa pengantar internasional ataupun bahasa yang digunakan pada kancah antar bangsa (International)
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C3 Wider communication
Bahasa Ngaju dikategorikan sebagai C3 Wider Communication menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini digunakan di wilayah yang cukup luas maupun dipertuturkan cukup luas, misalnya beberapa kota
Referensi: [2]
Lokasi penuturan
Lokasi penuturan Bahasa Ngaju
Peta
Peta
Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
Koordinat: 1°34′48″S 112°47′24″E / 1.58000°S 112.79000°E / -1.58000; 112.79000 Sunting di Wikidata
 Portal Bahasa
L B PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat

Bahasa Dayak Ngaju atau bahasa Ngaju alias Biaju kadang-kadang disebut bahasa Kapuas[a] adalah sebuah bahasa dalam rumpun bahasa Barito Raya (Barito Barat Daya) yang dituturkan oleh suku Ngaju berasal dari daerah aliran sungai Kapuas, Kahayan, Katingan, dan Mentaya di Provinsi Kalimantan Tengah. Jumlah penutur bahasa ini mencapai lebih dari 1.000.000 orang.[4][5][6][7]

Terdapat perbedaan dialek antara sub etnis yang ada dalam suku Dayak Ngaju seperti dialek Kahayan, Kapuas, Katingan Ngaju, Katingan Ngawa, Baamang, Kahayan, Mantangai, Pulopetak, Seruyan, Mendawai dan Mengkatip. Perbedaan ini umumnya muncul dalam pemilihan kata dengan arti yang sama.[8]

Menurut Tjilik Riwut, penutur Bahasa Ngaju termasuk dalam 54 anak suku Dayak Ngaju, yakni Arut, Balantikan, Kapuas, Rungan, Manuhing, Katingan, Seruyan, Mentobi, Mendawai, Bara-dia, Bara-Nio, Bara-ren, Mengkatip, Bukit, Berangas, dan Bakumpai. Beberapa suku yang dimasukan dalam sub-suku Dayak Ngaju ini masih perlu pengkajian lebih lanjut. Hl tersebut karena suku-suku ini kemudian dimasukkan oleh beberapa peneliti, ke dalam suku Bakumpai sebagai etnis tersendiri.

Pada tahun 1858, Bahasa Ngaju digunakan oleh para zending Belanda sebagai bahasa Pengantar Injil di Pulau kalimantan bagian Selatan. Sampai saat ini, Bahasa Ngaju menjadi bahasa utama dalam jemaat Gereja Kalimantan Evangelis di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan[9]

Umumnya, masyarakat Kalimantan Tengah dapat memahami Bahasa Ngaju karena hingga kini bahasa ini diajarkan di sekolah-sekolah negeri sebagai pelajaran muatan lokal.

Secara leksikal, Bahasa Ngaju [nij] memiliki kesamaan terhadap bahasa lainnya yaitu 75% dengan bahasa Bakumpai [bkr], 62% dengan bahasa Kohin [kkx], 50% dengan bahasa Ot Danum [otd], 35% dengan bahasa Banjar [bjn].[10]

Kamus/kosakata dalam bahasa Ngaju

[sunting | sunting sumber]
Kamus Bahasa Dayak Ngaju
Ngaju Dictionary
Dayak Ngaju Inggris Indonesia
ihup / danum ihup drink / drinks minuman
mihup / mamihup drinking minum / meminum
rigas / karigas health kesehatan
barigas healthy sehat
(kondisi tubuh/badan)
aku kanahuang dengam i love you aku cinta kamu / aku mencintaimu / aku cinta padamu / aku menaruh rasa cinta padamu
bara from / by dari
haranan because / cause karena / sebab
haranan jite / awi haranan / awi jite that's why / because of that sebab itulah / karena itulah
akan / intu to untuk / pada / kepada
hantis / pantis drops tetes / tetesan
mahantis drip / dripping menetes
tehau call panggil
nehau / manehau / nantehau / manantehau / ngahau calling memanggil
kana (-ed) kena / di-
kana tehau / kana kahau called / being called kena panggil / dipanggil / disebut
pawi / tatal / pantu hit pukul
mawi / manatal / mamantu hitting memukul
nanjung walk jalan
tanjung journey / travel / trip perjalanan
mananjung walking / going berjalan / bepergian
kutak language bahasa
kutak ngaju ngaju language bahasa ngaju / bahasa dayak ngaju
awi by oleh
inampa made dibuat
inampa awi made by dibuat oleh / dibikin oleh
aran name nama
aram / aram mu / aram muh your name nama mu / nama anda
aran ku / aran kuh / arangku / arangkuh my name nama ku
arae / aray / aran ayu her name / his name / it name namanya / nama dia
ayu / ayuy / ayui his / her milik nya / milik dia / punya dia
ikau / ikaw you anda / kamu
aku i / me aku / saya
ie / iye she / he / it dia
ewen they mereka
itah we kita
ikey / ikei we kami
ketun you guys kalian
inay / indu / indang / umay mother / mom ibu
apang / bapa / apa father / dad ayah
para butt / ass pantat
puki / poki vagina / coochie alat kelamin wanita
selak / latak penis / dick alat kelamin pria
mbirat / mambirat masturbation / masturbate masturbasi pada wanita
nyelak / manyelak masturbate / masturbation / jerk off / jerking masturbasi pada pria
sawe / hasawe / basawe making love, sex bersetubuh
kepot / hakepot
(menggunakan bahasa/konotasi yang kasar atau negatif)
fuck / fucking bersetubuh
nyawe / manyawe / ngepot / mangepot mating / fucks menyetubuhi
kirang sperma / precum, etc cairan kemaluan yang keluar saat berhubungan badan/seks
(misalnya: sperma, precum, dsb.)
kahit pee air kencing
ngahit pissing kencing / buang air kecil
mani defecate berak / buang air besar
baun front depan
likut / balikut / balikat back belakang
baum your face muka mu / wajah mu
tampalawey / tampalawei dawn subuh
hanjewu pagi morning
handau noon / midday / day siang
halemei / halemey afternoon sore / senja
hamalem / alem night / evening malam
jewu tomorrow besok / esok
andau tuh today hari ini
ela do not / dont / don't jangan
nguan do melakukan / lakukan
haluai / haluay naked telanjang
jelap / manjelap lick / licking jilat / menjilat
nampa make buat / bikin
manampa making membuat
taheta / puga / harun new baru
nyelu taheta new year tahun baru
harun ih/ haru ih a second ago / a minute ago baru saja
imbit bring bawa
maimbit / mimbit bringing membawa
ture / mananture / payah / manampayah see / seeing / watching lihat / melihat / menonton
tusul burn bakar
manusul / nusul burning membakar
basa read baca
hetuh / kan hetuh here / come here sini / kemari / kesini / disini
kanih / kan kanih go there kesana / di sana
kalute / kilau te / kute like that seperti itu
kalutuh / kilau tuh / kutuh like this seperti ini
jikau / jite / kau / te that itu
(menunjukan benda / sesuatu)
je jikau / je jite that one yang itu
jituh / tuh this ini
je jituh this one yang ini
umba follow ikut
kabuat alone sendiri
ngabuat be alone menyendiri
bisa' wet basah
keang / keyang dry kering
hanjulu / sanjulu short time / a while sebentar
tahi
(dibaca: ta-hi' )
long time lama
ih
(imbuhan di akhir kalimat)
just saja
je the yang
je jikau ih just that one yang itu saja
iyoh yes iya / baiklah
dia
(dibaca: di-ya' )
no tidak
belum live / alive / on hidup / bernyawa / menyala
hayak together bersama / bersamaan
pehe hurt / pain sakit
(contoh: sakit kepala)
haban sick sakit
(tidak sehat / merasa tidak enak badan)
himang / bahimang wound luka / terluka
jela tongue lidah
luja spit ludah
maluja spitting meludah
kanahuang love / falling in love cinta
bajilek hate / hating benci / membenci
ngabehu / mangabehu jealous cemburu
kamean felt terasa
ampi maybe sepertinya / mungkin
angat feels / flavour rasa
(contoh: rasa coklat / rasanya seperti terbakar)
angat ah kilau aku buah papui it feels like i'm burned rasanya seperti aku sedang dibakar/terbakar
pangkeme feeling perasaan
hamauh / basanan / mansanan talking berbicara / bersuara
auh sound suara
kuman / kinan eat makan
panginan food makanan
bawuy / bawoy / bawui pig babi
hadangan cow sapi
pusa cat kucing
manuk chicken ayam
palapas wings / wing sayap
kasinga teeth / tooth gigi
biwih lip / lips bibir
sasingut / sangsingut mustache kumis
ikuh tail ekor / buntut
mangat delicious / taste good enak
tamé enter / entering / get in masuk
balua out / get out keluar
huang / hung / hong in di dalam / dalam
hunjun top atas
penda bottom bawah
hanjak happy senang
basingi angry marah
kulok / kuluk / takuluk head kepala
ijang jaw rahang
pinding ear telinga
mate' eye mata
lenge hand tangan
balau / bala'u hair / hungry rambut / lapar
urung nose hidung
burek mucus ingus
pai / payi leg kaki
usuk chest dada
lingkau / lingkaw forehead dahi / jidat
tusu' breast payudara
atei heart hati
buntis calf betis
sapak thigh paha
nyama mouth mulut
kanai / kana-yi tummy / belly perut / pusar
tege there / there is / there are ada
jatun / kati / jatunti there is no / there are no / nothing tidak ada
atun something sesuatu / sebuah
mendeng stand berdiri
munduk sit duduk
hadari run lari / berlari
miar move / moving bergerak
ba'lawu fall jatuh
besuh full kenyang
kuntep full penuh
tende stop berhenti
maneser dive / diving menyelam
hanangui swim / swimming berenang
nangkajuk jump melompat / meloncat
nanjung pai / nanjung payi walk / walking berjalan kaki
munu kill bunuh
mamunu killing membunuh
manak giving birth melahirkan
mangkeme feel it merasakan
tanjaru lie bohong
mananjaru lying berbohong
pananjaru liar pembohong
ebes keringat keringat
bebes sweating berkeringat
balasut hot panas
sadingen cold dingin
pusit crack pecah
mamusit cracking memecah
tapusit cracked terpecah
petak ground tanah
danum water air
riwut wind angin / udara
apui fire api
dumah come / arrive tiba / datang
buhau go kabur / pergi
tulak go berangkat
harati smart pintar
bareh / mameh / bureng stupid bodoh
nyalu / manyalu sulk merajuk
kuyau / kangkuyau porridge bubur
malihi passed away / leaving meninggal / meninggalkan
matei dead mati
maja visit / visiting bertamu
nalih / manalih to come to mendatangi / menghampiri
ngejau / mangejau away / stay away menjauh
kejau far jauh
tukep near dekat
busik / bangang playing bermain
iete / iyete is adalah
hai

(dibaca : ha-yi' )

big besar
kurik small kecil
nyalentup explode meledak
salentup blast ledakan
luntuh boil rebus
maluntuh boiling merebus
sanga fry goreng
manyanga frying menggoreng
barapi cooking rice memasak nasi
bapukan washing clothes mencuci baju
bapenyau washing plate mencuci piring
heka / uyuh tired lelah / capek
umai / indang / inay mother ibu
babah / apang father ayah
kaput dark gelap
balawa shine terang
tiruh / batiruh sleep / sleeping tidur
misik wake up bangun
menter laying rebahan
bahewau stinky bau
nyingah / manyingah brightning menerangi
mandai
(dibaca: manda-yi)
up naik
muhun down turun
narai what apa
eweh who siapa
buhen / mbuhen / leha why mengapa / kenapa
kueh / melai kueh where dimana / mana
pea
(dibaca: pe-ya' )
when kapan
kanampi / kilen ampi how bagaimana / gimana
kabalin spouse pasangan
(sudah menikah)
(Bahasa Jawa: bojo)
banan husband suami
sawan wife istri
busau / babusau drunk / high mabuk
paringkong / ringkong thin kurus
baseput / seput fat gemuk / gendut
imbing grab pegang
maimbing / mimbing grabbing memegang
pedak throw lempar
mamedak throwing melempar
bawak seed biji
upun / bahu tree pohon
bulau / bulaw gold emas
papa dirty kotor
lingis / barasih clean bersih
andau day hari
nyelu year tahun
tungkup month bulan
juhu soup kuah
lauk fish ikan
tempun / ayun own / someone's thing or right milik / kepunyaan
ayungkuh / ayung ku mine milik ku / punyaku
ayum / ayum muh / ayum mu yours milik mu / punya mu
jihi wall dinding
metu' animal hewan / binatang
metuh when ketika / saat sedang
tau can bisa / dapat
tuntang and dan
kea / keya too / also juga
kambe ghost hantu
nihau lost hilang
bajuju / juju juan / jujuan forcing memaksa
upak skin kulit
nalua / mampalua / manalua let it membiarkan
deroh / baderoh busy sibuk
bua-buah aware hati-hati
pahari brother / sister saudara
liau dead body (orang yang sudah mati/meninggal) / mayat
tujah faint pingsan
himba forest hutan
rumbak / rombak hole lubang / lobang
kareh later nanti
wayah tuh now sekarang / saat ini
hindai not yet belum
jadi done sudah
endau last / earlier / ago tadi
male
(dibaca: ma-le' )
yesterday kemaren / kemarin
andau male last day / last night / yesterday hari kemarin / hari kemaren
bakas old / mature tua / dewasa
tabela young muda
buring charcoal arang
ije one satu
due two dua
te'lu three tiga
epat four empat
li'me five lima
jahawen six enam
uju seven tujuh
hanya eight delapan
tien / jalatien nine sembilan
sapuluh ten sepuluh
sakuyan a thousand / thousand seribu
bahalap pretty / handsome / good looking cantik / ganteng / bagus
(secara umum menyebut tempat, benda, atau orang/manusia)
bakena pretty / handsome / good looking cantik / ganteng / tampan / mempesona
(secara umum hanya khusus ditujukkan pada orang/manusia)
balinga handsome tampan / ganteng
galis / lamus / bahalap pretty cantik
hatue
(dibaca: hatu-we' )
male / man / men / boy pria / laki-laki / cowok
bawi girl / women / woman perempuan / wanita / cewek
tangka most / the most paling / yang paling / ter
tangka kena / tangka bakena most beautiful / most handsome / the most handsome / the most beautiful paling cantik / paling tampan / tercantik / tertampan
sewut call as / term / designation sebut
basewut popular terkenal
manyewut saying / calling menyebut
inyewut called as disebut / dipanggil
sewutan title / nickname sebutan / julukan
habenteng half setengah
karenga almost hampir / hampir saja
dengam with you dengan mu / bersama mu
dengangku / dengangkuh with me bersama ku / dengan aku / bersama aku / dengan ku
tau
(dibaca: ta-wu)
can bisa / bisa menyebabkan / dapat / dapat menyebabkan
mikeh / kikeh / ikeh scared takut
pamikeh coward penakut
bahanyi brave / dare berani
pambahanyi dare / daredevil / intrepid pemberani
pahias / pahiyas diligent rajin / orang yang rajin
benyem / suni silent / quiet / shut up diam
(bisa juga berarti suatu tempat yang sepi)
kulas / bakulas lazy malas
sepak / takir kick tendang
nulak / manulak push / pushing dorong / mendorong
jijit / manjijit pull / pulling tarik / menarik
handang / bahandang red merah
henda / bahenda yellow kuning
(bisa juga untuk menyebut kunyit)
bilem / babilem black hitam
sundau / hasundau / hasundauwan meet bertemu / ketemuan
nyundau meets / visit / come to menemui / mengunjungi
buah get some / causing kena / terkena / menyebabkan
tau buah can make / can causing bisa menyebabkan / bisa kena / bisa terkena / dapat menyebabkan
patei kill bunuh
mampatei killing membunuh
rima means / meaning arti
marima understanding memahami / mengerti / mengartikan
barima thinking / think berpikir / pikir
tanteluh egg / eggs telur / telor
mananteluh lay eggs / laid eggs bertelur / bertelor
kuan ku / kuan kuh / kuang ku / kuang kuh i mean maksud ku / kata ku / ku bilang
kuam you say / you said / you means kata mu / kau bilang / kamu bilang
kuae / kuay he said / she said / it said kata nya / dia bilang / dia berkata
amun if kalau / jika
mili / pili buy beli
bapili buying / shopping belanja / berbelanja / membeli
hapan use / wear pakai
mahapan using / wearing memakai / menggunakan
lewu / ngaju village desa / kampung
uluh people orang / masyarakat
kalunen human manusia
are / a-re a lot / a lot of / much banyak
isut little / little bit sedikit / dikit
peteh message / information pesan / informasi
mameteh messaging / informing memesan / menitip pesan / memberitahukan
sindah brother in law / sister in law ipar
keleh healed / better sembuh / lebih baik
keleh je jituh better pick this / this is better lebih baik yang ini
(menunjukan benda)
aku jadi keleh i'm healed aku sudah sembuh / saya sudah sembuh
hakan / haka avoid / dodge hindar / hindari
mahakan / mahaka avoid / avoiding / dodging menghindar / menghindari
parahan / mamparahan show / showing memperlihatkan / mempertunjukan
mamparahan kabareh showing stupidity memperlihatkan kebodohan
papas broom sapu
mapas / mamapas brooming menyapu
barendeng realized sadar / tersadar
biti / bereng body badan / tubuh
karuhei / karuhey (charmer magic / a magic or a curse which can make someone fall in love with us) pelet / guna-guna / semar-mesem
pelek / bapelek broke / broken patah
nyalembang / manyalembang explain / explaining menjelaskan / menerangkan
langau flies lalat
laya distract bengong / bingung / teralihkan
palaya distracting mengalihkan
bahali difficult / hard sulit / susah
sutil easy mudah
talingaw / talingau forget lupa
ancap speed / fast laju
bingat remember ingat
aken nephew / niece keponakan
tambi grandma /
grandmother
nenek
bue grandpa /
grandfather
kakek
jetatu
(dibaca: je-ta-tu' )
cousin sepupu
mamag uncle paman / om
mina aunt bibi / tante
datu great grandparents buyut (seperti: kakek buyut dan nenek buyut)
anak child / kid anak
esun grandchild cucu
buyut great grandchild cicit
jalahan family keluarga

Referensi

[sunting sumber]
  1. Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Ngaju". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
  2. "Bahasa Ngaju". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  3. "Latar Belakang" (PDF). STRUKTUR BAHASA DAYAK NGAJU. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: Halaman 1. 1991.
  4. http://archive.ethnologue.com/16/show_map.asp?name=IDK&seq=30%5B%5D
  5. "Language Families of Kalimantan, Indonesia" (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2017-08-16. Diakses tanggal 2016-08-24.
  6. "Ngaju – A Language of Indonesia" (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2019-06-05. Diakses tanggal 2023-01-25.
  7. https://web.archive.org/web/20121114055255/http://www.indonesianhistory.info/map/borneolang.html?zoomview=1
  8. "Languages of Indonesia, Kalimantan – Ngaju" (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2016-04-05. Diakses tanggal 2023-01-18.
  9. "Rijnsch Zending Genootschap". Surat hurup hapa madjar anak olo mambasa: ilambagan hangkadjahawen tingkat (dalam bahasa Ngaju) (Edisi 6). Bandjermasin: Rijnsch Zending Genootschap. 1880. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  10. Languages of Indonesia (Kalimantan)

Perbandingan Bahasa Tagalog (Filipina) dan Bahasa Dayak Ngaju

[sunting | sunting sumber]
Bahasa Indonesia Bahasa Tagalog Bahasa Dayak Ngaju
kamu / anda ikaw ikau
aku / saya ako aku
keponakan pamangkin aken
ibu inay inay
perempuan babae bawi
kucing pusa pusa
babi baboy bawoy
anjing aso asu
ayam manok manuk
bersih linis lingis
baca basa basa
tendang sipa sepak
dorong tulak nulak
dengar kinig hining
makan kumain kuman
di sini dito hetuh
belakang likod likut
nama pangalan aran
kaki paa pai
kepala ulo kulok
lidah dila jela

Bahasa Dayak Ngaju memiliki 24 fonem yang terdiri dari lima vokal dan sembilan belas konsonan.[1][2][3]

Bahasa Dayak Ngaju memiliki setidaknya lima bunyi vokal. Tidak seperti bahasa Indonesia, bahasa Dayak Ngaju tidak memiliki bunyi vokal pepet /ə/ yakni bunyi e pada kata "empat". Pada dialek tertentu, terdapat perubahan varian posisi pelafalan pada vokal /e/ dan /o/ yang lebih terbuka /ɛ/ dan /ɔ/ ditandai dengan tanda kurung pada tabel di bawah.[1][3]

Depan Madya Belakang
Tertutup i u
Tengah e o
Hampir Terbuka (ɛ) (ɔ)
Terbuka a

Bahasa Dayak Ngaju hingga kini memiliki setidaknya enam varian diftong pada suku kata terbuka. Akan tetapi, pada suku kata tertutup seperti kata lauk ("ikan"), kedua bunyi vokal tidak dilafalkan sebagai diftong.[1][2][3]

  • /ai̯/: entai ("tunggu"), mandai ("memanjat"/"mendaki")
  • /ui̯/: agui ("pelan"), bawui ("babi")
  • /au̯/: ayau ("semoga"/"mudah-mudahan"), kayau ("berburu kepala manusia")
  • /ei̯/: buhei ("rayap"), ikei ("kami")
  • /oi̯/: ohoi ("ikut-ikutan"), dohoi ("norak"/"udik"/"kampungan")
  • /iu̯/: tukiu ("pekikan"/"teriakan"), tahiu ("tentang"/"mengenai"/"perihal")

Bahasa Dayak Ngaju memiliki sembilan belas bunyi konsonan asli.[1][2][3]

Bibir (Labial dan Labiovelar) Birgi (Labiodental) Ronggi (Alveolar/Dental) Pascaronggi (Postalveolar) Langit2 (Palatal) Langbel (Velar) Cera (Glotal)
Sengau (Nasal) m n ɲ ŋ
Letup (Plosif) p b t d k g ʔ
Afrikat t͡ʃ d͡ʒ
Tiup (Frikatif dan Sibilan) s h
Getar/Sisi r l
Hampiran (Aproksiman) w j

Tabel di atas hanya menampilkan bunyi konsonan asli dalam bahasa Dayak Ngaju. Selain itu, bahasa Dayak Ngaju tidak mengenal adanya gugus konsonan. Dengan demikian, segala bentuk gugus konsonan merupakan serapan yang diperoleh dari bahasa Indonesia ataupun bahasa lainnya.

  • Bunyi vokal dalam tanda kurung merupakan varian bunyi huruf vokal yang lebih terbuka dari vokal utama /e/ dan /o/ pada beberapa dialek Dayak Ngaju.
  • Bunyi /ŋ/ dan /ɲ/ dituliskan dalam gabungan huruf "ng" dan "ny".
  • Bunyi /ʔ/ konsonan letup celah suara atau hamzah tidak dituliskan, tetapi biasanya dilafalkan pada kata berakhiran vokal seperti pada kata lenge ("tangan") yang pelafalannya adalah /lengeʔ/.
  • Huruf "k" pada akhiran kata dalam bahasa Dayak Ngaju selalu dilafalkan dan tidak berubah pelafalannya menjadi /ʔ/ konsonan letup celah suara seperti pada kata "kakak" atau "nenek".
  • Bunyi /t͡ʃ/ dan /d͡ʒ/ dituliskan dengan huruf "c" dan "j".
  • Bunyi /j/ dituliskan dengan huruf "y".

Fonotaktik

[sunting | sunting sumber]

Dalam bahasa Dayak Ngaju, terdapat lima pola struktur suku kata yang umum. Lima pola struktur suku kata tersebut adalah satu vokal (V), satu vokal & satu konsonan (VK), satu konsonan & satu vokal (KV), satu konsonan awal, vokal, serta satu konsonan akhir (KVK), dan satu konsonan & dua vokal (KVV). Bahasa Dayak Ngaju tidak mengenal gugus konsonan dalam pola struktur suku kata aslinya. Namun, gugus konsonan dapat terjadi sebagai akibat dari pemendekan bentuk lengkap suatu suku kata atau penyerapan suatu kata dari bahasa Indonesia.[2][3] Berikut merupakan beberapa contoh kata dengan pola-pola struktur suku kata tersebut:[1]

  • V = a-ngat ("rasa"), a-su ("anjing")
  • VK = en ("apakah"), ih ("saja"/"juga")
  • KV = pu-sa ("kucing"), je ("yang")
  • KVK = hung ("di"/"di dalam"), da-num ("air")
  • KVV = dia ("tidak"), la-yau ("hilang"/"keluyur")

Tata bahasa

[sunting | sunting sumber]

Struktur kalimat dalam bahasa Dayak Ngaju memiliki kesamaan dengan bahasa Indonesia, yaitu berpola S-P-O. Namun, dalam ragam bahasa cakapan atau lisan sehari-hari, struktur kalimat cenderung lebih luwes selama isi dan konteksnya dipahami antar pengguna bahasa. Selain itu, bahasa Dayak Ngaju pun umumnya memegang prinsip diterangkan-menerangkan, yakni prinsip bahwa segala sesuatu yang bersifat menerangkan berada setelah atau di belakang yang diterangkan dalam setiap pembentukan frasa, klausa, dan kalimat.[2]

Pronomina

[sunting | sunting sumber]

Pronomina merupakan kata yang digunakan untuk mengganti orang atau benda.[4] Dalam bahasa Dayak Ngaju, pronomina atau kata ganti memiliki tiga jenis, yakni kata ganti persona, kata ganti penunjuk, dan kata ganti penanya.[3]

Pronomina persona

[sunting | sunting sumber]

Pronomina persona atau kata ganti orang dalam bahasa Dayak Ngaju dibagi berdasarkan pihak dan jumlah yang dirujuk. Berikut merupakan tabel kata ganti dalam bahasa Dayak Ngaju.[2][3]

Kata ganti orang
Orang Tunggal Jamak
Bentuk bebas Bentuk terikat
Pertama aku
aku, saya
-ku/-ngku
ku-, -ku
ikei & itah
kami & kita
Kedua ikau
engkau, kau, kamu
-m/-mu
kau-, -mu
ketun
kalian
Ketiga ie
ia, dia
-e
-nya
ewen
mereka
  • Kata ganti orang pertama

Dalam bahasa Dayak Ngaju, kata ganti orang pertama tunggal aku dapat mewakili makna kata "saya", "aku", dan "daku" dalam bahasa Indonesia. Selain itu, kata ganti orang pertama tunggal di bahasa Ngaju memiliki bentuk terikat -ku atau -ngku yang dapat diartikan sebagai bentuk terikat awalan "ku-" dan juga akhiran "-ku" di bahasa Indonesia. Perbedaan -ku dan -ngku diakibatkan oleh fonem yang dilekatinya. Bentuk terikat -ku dilekatkan pada kata yang diakhiri diftong dan semua konsonan selain "n", sedangkan bentuk terikat -ngku dilekatkan pada kata yang berakhiran vokal dan konsonan "n". Seperti banyak bahasa di rumpun bahasa Austronesia, kata ganti orang pertama jamak dalam bahasa Dayak Ngaju pun dibedakan berdasarkan kecakupan antara pembicara dengan lawan bicara. Apabila pembicara hanya merujuk dirinya dengan lainnya tanpa mencakupkan lawan bicara (aku dan dia tanpa kau), maka kata ganti orang pertama jamak ikei ("kami") yang digunakan. Sementara itu, jika pembicara merujuk dirinya dan juga lawan bicara (aku dan dikau), maka kata ganti orang pertama jamak itah ("kita") yang digunakan. Selain itu, semua kata ganti orang pertama jamak tidak miliki bentuk terikat.[2][3] Contohnya sebagai berikut:

  1. Aku haguet kan sakula dengan kakangku. – "Aku berangkat ke sekolah dengan kakakku."
  2. Andiku dia handak mandui. – "Adikku tidak mau mandi."
  3. Umai mantehau itah bara endau. – "Ibu memanggil kita dari tadi."
  4. Ikei dia buli kan Puruk Cahu andau jewu. – "Kami tidak pulang ke Puruk Cahu hari esok."
  • Kata ganti orang kedua

Dalam bahasa Dayak Ngaju, kata ganti orang kedua tunggal ikau dapat mewakili makna kata "kau", "engkau", "kamu", dan "dikau" dalam bahasa Indonesia. Seperti kata ganti orang pertama tunggal, kata ganti orang kedua tunggal pun memiliki bentuk terikat -m dan -mu yang dapat diartikan sebagai bentuk terikat awalan "kau-" dan juga akhiran "-mu" di bahasa Indonesia. Perbedaan -m dan -mu diakibatkan oleh fonem yang dilekatinya. Bentuk terikat -m dilekatkan pada kata yang diakhiri oleh vokal dan konsonan "n", sedangkan bentuk terikat -mu dilekatkan pada kata yang berakhiran diftong ataupun konsonan selain "n". Kata ganti orang kedua jamak ketun berpadanan dengan kata "kalian" di bahasa Indonesia. Untuk ragam hormat, kata ganti untuk orang kedua biasanya menggunakan sapaan ataupun gelar lawan bicara yang dirujuk seperti bapa ("bapak"), indu ("ibu"), pahari samandiai ("saudara sekalian"), dsb.[2][3] Contohnya sebagai berikut:

  1. En ikau puji tulak akan Bali? – "Apakah kamu pernah pergi ke Bali?"
  2. Narai kabar tuh pahari samandiai? – "Apa kabar saudara semua?"
  3. Jadi duam kalambingku je male? – "Sudah kauambil pakaianku yang kemarin?"
  4. Aku beken uleumu. – "Aku bukan sahabatmu."
  • Kata ganti orang ketiga

Dalam bahasa Dayak Ngaju, kata ganti orang ketiga tunggal ie dapat mewakili makna kata "ia", "dia", dan "beliau" dalam bahasa Indonesia. Seperti kata ganti orang pertama tunggal, kata ganti orang ketiga tunggal pun memiliki bentuk terikat -e yang dapat diartikan sebagai bentuk terikat akhiran "-nya" di bahasa Indonesia. Kata ganti orang kedua jamak ewen berpadanan dengan kata "mereka" di bahasa Indonesia.[2][3] Contohnya adalah:

  1. Ie jadi kuman dengan ikei. – "Dia sudah makan dengan kami."
  2. Ie maentai pandumah uluh bakase bara Kuala Kurun. – "Ia menunggu kedatangan orang tuanya dari Kuala Kurun."
  3. Ewen jahawen hapahari. – "Mereka enam bersaudara."

Pronomina demonstratif

[sunting | sunting sumber]

Pronomina demonstratif atau kata ganti penunjuk dalam bahasa Dayak Ngaju adalah sebagai berikut:[2][3]

Kata ganti penunjuk
dekat jauh
netral jituh, jetuh, jetoh, tuh, toh 'ini' jite, jete, te 'itu'
lokal hetuh 'sini' hete, kanih 'situ', 'sana'
modal kilau tuh, kalutuh, kutuh 'begini' kilau te, kalute, kute 'begitu'

Contoh penggunaan

  • Jete jukung ayun bapa. – "Itu perahu milik bapak."
  • Ewen haguet kan Sampit andau tuh. – "Mereka berangkat ke Sampit hari ini."
  • Andau te, ikei jatun intu huma. – "Hari itu, kami tidak ada di rumah."
  • Jetuh beken buku ayun bueku – Ini bukan buku milik kakekku."
  • Bara hetuh, lurus kan hila pambelum. – "Dari sini, lurus ke arah timur."
  • Jadi due nyelu toh jatun enat. – "Sudah dua tahun ini tidak ada kemarau."

Nomina atau kata benda dalam bahasa Dayak Ngaju adalah kelas kata yang tidak dapat bergabung dengan kata dia ("tidak") dan tidak dapat didahului kata keterangan tingkat perbandingan seperti labih ("lebih") dan pangka ("paling"). Di bahasa Dayak Ngaju, kata benda dibagi ke dalam dua kategori, yaitu kata benda dasar dan kata benda turunan.[2][3]

Nomina dasar

[sunting | sunting sumber]

Jenis kata benda ini hanya terdiri dari satu morfem saja dan belum mengalami penambahan komponen morfem lainnya.[2][3] Beberapa contohnya seperti

Nomina turunan

[sunting | sunting sumber]

Jenis kata benda ini terdiri dari dua atau lebih morfem yang biasanya melekat pada dengan morfem utama. Nomina turunan ini biasanya berupa morfem bebas yang diiringkan dengan morfem bebas lainnya sebagai bentuk reduplikasi/pengulangan dan pemajemukan atau berupa morfem bebas yang dilekati oleh morfem terikat seperti imbuhan.[2][3] Berikut beberapa contoh nomina turunan dengan bentuk reduplikasi dan pemajemukan morfem:

Afiksasi atau pengimbuhan dalam pembentukan kelas kata benda pada bahasa Dayak Ngaju cukup produktif seperti bahasa Indonesia. Hal tersebut dapat diartikan bahwa banyak kata benda dalam bahasa Dayak Ngaju berasal dari kelas kata lain yang diberi imbuhan pembentuk nomina sehingga menjadi kata benda yang utuh. Berikut merupakan imbuhan-imbuhan pembentuk kata benda dalam bahasa Dayak Ngaju.[2][3]

  • Awalan pembentuk kata benda

Awalan pa-, awalan ini membentuk kata benda abstrak dan kata benda pelaku dari suatu kegiatan.[2] Berikut beberapa contohnya:

Awalan paN-, awalan ini punya fungsi yang mirip dengan gabungan ke—an, pe—an, per—an, peng—an dalam bahasa Indonesia. Bila awalan ini bertemu fonem /k/ dan /g/ berubah menjadi paNG-, bertemu fonem /s/ berubah menjadi paNY-, bertemu fonem /p/ dan /b/ berubah menjadi paM-.[2] Berikut contohnya:

Awalan ka-, awalan ini punya fungsi yang mirip dengan gabungan ke--an, pe--an, peng--an dan akhiran -nya dalam membentuk kata benda di bahasa Indonesia. Awalan ini biasanya melekat pada kata sifat.[2] Berikut beberapa contohnya:

  1. ka-+pakat ("sepakat") = kapakat ("kesepakatan")
  2. ka-+hai ("besar") = kahai ("kebesaran"/"besarnya")
  • Akhiran pembentuk kata benda

Akhiran -an, akhiran ini merupakan satu-satunya akhiran pembentuk kata benda di bahasa Dayak Ngaju. Fungsi dari akhiran -an ini sendiri mirip dengan akhiran "-an" dalam bahasa Indonesia.[2] Berikut beberapa contohnya:

  1. balum ("piara") + -an = baluman ("piaraan")
  2. pandui ("mandi") + -an = panduian ("pemandian")
  • Gabungan pembentuk kata benda

Terdapat tiga bentuk gabungan dalam bahasa Dayak Ngaju, yaitu paN--an, ka--an, dan sa--e.[2] Ketiganya merupakan bentuk serapan dari bahasa Indonesia. Berikut beberapa contohnya.

  1. paN--an + dulang ("mendulang") = pandulangan ("pendulangan")
  2. ka--an + lasut ("panas") = kalasutan ("kepanasan")
  3. sa--e + dinu ("dapat") = sadinue ("sedapatnya")

Adjektiva

[sunting | sunting sumber]

Adjektiva atau kata sifat dalam bahasa Dayak Ngaju adalah kelas kata yang dapat bergabung dengan kata dia ("tidak") dan dapat didahului oleh kata keterangan tingkat perbandingan seperti labih ("lebih") dan pangka ("paling"). Di bahasa Dayak Ngaju, kata sifat dibagi ke dalam dua kategori, yaitu kata sifat dasar dan kata sifat turunan.[2][3]

Adjektiva dasar

[sunting | sunting sumber]

Jenis kata sifat ini hanya terdiri dari satu morfem saja dan belum mengalami penambahan komponen morfem lainnya.[2][3] Beberapa contohnya seperti

Adjektiva turunan

[sunting | sunting sumber]

Jenis kata sifat ini terdiri dari dua atau lebih morfem yang biasanya melekat pada dengan morfem utama. Adjektiva turunan ini biasanya berupa morfem bebas yang diiringkan dengan morfem bebas lainnya sebagai bentuk reduplikasi/pengulangan dan pemajemukan atau berupa morfem bebas yang dilekati oleh morfem terikat seperti imbuhan.[2][3] Berikut beberapa contoh adjektiva turunan dengan bentuk reduplikasi dan pemajemukan morfem:

Afiksasi untuk membentuk kata sifat dalam bahasa Ngaju hanya meliputi pelekatan morfem terikat awalan pada morfem utama. Berikut merupakan awalan-awalan pembentuk kata sifat dalam bahasa Dayak Ngaju.[2]

  • Awalan ba-
  1. ba-+darem = badarem ("meriang")
  2. ba-+singi = basingi ("marah")
  3. ba-+daham = badaham ("tamak")
  • Awalan paN-
  1. paN-+kabehu ("cemburu") = pangabehu ("cemburuan")
  2. paN-+kamue ("manja") = pangamue ("kemanja-manjaan")
  • Awalan ka-
  1. ka-+labien ("sangat") = kalabien ("berlebihan")
  2. ka-+kuntep ("penuh") = kakuntep ("sepenuh"/"segenap")
  • Awalan saka-
  1. saka-+tutu ("banget"/"benar"/"sangat") = sakatutu ("sungguh")
  2. saka-+lepah ("habis") = sakalepah ("kelar"/"selesai"/"siap")

Pertarafan adjektiva

[sunting | sunting sumber]

Kata sifat sebagai atribut penjelas kata benda berperan untuk menunjukkan tingkat kualitas dan taraf bandingan. Terdapat tiga tingkatan yang dapat ditunjukkan oleh kata sifat, yaitu[2][3]

  • tingkat positif yang berarti kata sifat menerangkan kata benda pada keadaan biasa, berikut beberapa contohnya:
  1. Lewu ewen kejau. = "Desa mereka jauh."
  2. Human bapa Ahmad sama kahai dengan huma itah. = "Rumah pak Ahmad sama besar dengan rumah kita."
  • tingkat komparatif yang berarti kata sifat menerangkan keadaan suatu kata benda melebihi keadaan kata benda lain, berikut beberapa contohnya:
  1. Petak ayun bapa Gustin labih lumbah bara petak ayun mama. = "Tanah milik pak Gustin lebih luas daripada tanah milik paman."
  2. Kaka labih gantung bara andi. = "Kakak lebih tinggi dari adik."
  • tingkat superlatif yang bermakna kata sifat menerangkan keadaan kata benda melebihi keadaan beberapa atau semua kata benda lain, berikut contohnya:
  1. Adrian tuntang Ira iyete murid je pangka harati hung sakula. = "Adrian dan Ira adalah murid paling pintar di sekolah."
  2. Ie te bawi je bahalap tutu hung lewu tuh. = "Dia itu wanita yang cantik sekali di desa ini."

Verba atau kata kerja merupakan kata yang menggambarkan proses, perbuatan, dan keadaan. Dalam bahasa Dayak Ngaju, kata kerja dibagi ke dalam dua jenis, yakni kata kerja dasar dan kata kerja turunan.[2][3]

Verba dasar

[sunting | sunting sumber]

Kata kerja dasar diartikan sebagai kata kerja yang memiliki satu morfem saja dan tidak dilekatkan dengan morfem lain. Biasanya, bentuk kata kerja dasar ini digunakan dalam konteks kalimat perintah atau imperatif. Namun, pada konteks tertentu, kata kerja dapat berdiri sendiri.[2][3] Berikut merupakan beberapa contohnya:

  • duan ("ambil") = Duan HP te! ("Ambil HP itu!")
  • dumah ("datang") = Dumah kareh lah! ("Datang nanti ya!")
  • umba ("ikut") = Ela umba gawi je dia bahalap! ("Jangan ikuti pekerjaan yang tidak baik!")
  • kuman ("makan") = Itah musti kuman panginan je jadi iluput. ("Kita harus makan makanan yang sudah dihidangkan.")

Verba turunan

[sunting | sunting sumber]

Dalam bahasa Dayak Ngaju, kata kerja turunan diartikan sebagai bentuk kata kerja yang punya lebih dari satu morfem. Kata kerja turunan biasanya memiliki satu morfem bebas utama dengan satu morfem bebas lainnya yakni reduplikasi dan pemajemukan ataupun mempunyai suatu morfem bebas yang dilekatkan dengan morfem terikat. Berikut beberapa contoh kata kerja turunan dengan reduplikasi dan pemajemukan.[3]

  • menter ("rebah") → mente-menter ("rebah-rebahan")
  • rasih ("bersih") → marasi-rasih ("bersih-bersih")
  • ngaju ("hulu") + ngawa ("hilir") = ngaju ngawa ("hilir mudik")

Afiksasi untuk membentuk kata kerja turunan dalam bahasa Ngaju hanya meliputi pelekatan morfem terikat awalan pada morfem utama. Berikut merupakan awalan-awalan pembentuk kata kerja dalam bahasa Dayak Ngaju.[2]

  • Awalan ma-
  1. ma-+entai ("tunggu") = maentai ("menunggu")
  2. ma-+luntuh ("rebus") = maluntuh ("merebus")
  3. ma-+ukei ("buka") = maukei ("membuka")
  • Awalan maN-
  1. maN-+suhu ("suruh") = manyuhu ("menyuruh")
  2. maN-+kalindung ("lindung") = mangalindung ("melindungi")
  3. maN-+peteh ("pesan") = mameteh ("memesan")
  4. maN-+tahan ("tahan") = manahan ("menahan")
  • Awalan mampa-
  1. mampa-+dumah ("datang") = mampadumah ("mendatangkan")
  2. mampa-+hali ("sulit") = mampahali ("mempersulit")
  • Awalan ba-
  1. ba-+sahukan ("sembunyi") = basahukan ("bersembunyi")
  2. ba-+kepak ("lepas") = bakepak ("terlepas")
  • Awalan ha-
  1. ha-+supa ("temu") = hasupa ("bertemu")
  2. ha-+ubah ("ubah") = haubah ("berubah")
  3. ha-+ampun ("ampun") = haampun/hampun ("saling mengampuni")
  • Awalan haka-
  1. haka-+sala ("salah") = hakasala ("saling menyalahi")
  2. haka-+buah ("baik") = hakabuah ("saling berbaikan")
  3. haka-+sewut ("sebut") = hakasewut ("saling sebut")
  • Awalan i-
  1. i-+rawei ("undang") = irawei ("diundang")
  2. i-+intih ("pilih") = iintih ("dipilih")
  3. i-+hapan ("simpan") = ihapan ("disimpan")
  4. i-+laku ("minta") = ilaku ("diminta")
  • Awalan iN-
  1. iN-+dohop ("tolong") = indohop ("ditolong")
  2. iN-+kahana ("larang") = ingahana ("dilarang")
  3. iN-+pili ("beli") = imili ("dibeli")
  4. iN-+sampai ("sampai") = inyampai ("disampaikan")
  • Awalan impa-
  1. impa-+hai ("besar") = impahai ("diperbesar")
  2. impa-+keleh ("sembuh") = impakeleh ("disembuhkan")
  3. impa-+rasih ("bersih") = imparasih ("dibersihkan")
  • Awalan ta-
  1. ta-+jarat ("ikat") = tajarat ("terikat")
  2. ta-+kanan ("buang") = takanan ("terbuang")
  3. ta-+jakah ("lempar") = tajakah ("terlempar")
  • Awalan tapa-
  1. tapa-+tiruh ("tidur") = tapatiruh ("tertidur")
  2. tapa-+lihi ("tinggal") = tapalihi ("tertinggal")
  • Awalan tara-
  1. tara-+gitan ("lihat") = taragitan ("terlihat")
  2. tara-+surat ("tulis") = tarasurat ("tertulis")

Negasi atau kata sangkalan adalah bentuk kata yang menyangkal atau meniadakan sesuatu. Dalam bahasa Dayak Ngaju, ada lima kata sangkalan, yaitu dia, beken, hindai, ela, dan jatun.[3]

  • dia berarti "tidak", biasanya digunakan untuk menyangkal kata kerja atau kata sifat.
  • beken bermakna "bukan", biasanya dipakai untuk menyangkal kata benda.
  • hindai berarti "belum", biasanya digunakan untuk menerangkan bahwa sesuatu belum berlaku atau terjadi.
  • ela bermakna "jangan", digunakan untuk melarang sesuatu.
  • jatun berarti "tiada/tidak ada", digunakan untuk mengungkapkan ketiadaan sesuatu atau biasa dipakai sebelum kata kerja berawalan "tara-".

Numeralia

[sunting | sunting sumber]

Kata bilangan atau angka dalam bahasa Dayak Ngaju biasanya ditempatkan sebelum kata benda untuk menggambarkan jumlah dari kata benda tersebut. Berikut nama-nama bilangan dalam bahasa Ngaju.[1][2]

Nama bilangan
AngkaBahasa NgajuBahasa Indonesia
1IjeSatu
2DueDua
3TeluTiga
4EpatEmpat
5LimeLima
6JahawenEnam
7UjuTujuh
8HanyaDelapan
9JalatienSembilan
10SapuluhSepuluh
11SawalasSebelas
12Due walasDua belas
13Telu walasTiga belas
14Epat walasEmpat belas
15Lime walasLima belas
16Jahawen walasEnam belas
17Uju walasTujuh belas
18Hanya walasDelapan belas
19Jalatien walasSembilan belas
20Due puluhDua puluh
21Due puluh ijeDua puluh satu
22Due puluh dueDua puluh dua
25SalawiDua puluh lima
30Telu puluhTiga puluh
40Epat puluhEmpat puluh
50Lime puluhLima puluh
60Jahawen puluhEnam puluh
70Uju puluhTujuh puluh
80Hanya puluhDelapan puluh
90Jalatien puluhSembilan puluh
100SaratusSeratus
200Due ratusDua ratus
500Lime ratusLima ratus
589Lime ratus hanya puluh jalatienLima ratus delapan puluh sembilan
900Jalatien ratusSembilan ratus
1000SakuyanSeribu
2000Due kuyanDua ribu
5728Lime kuyan uju ratus due puluh hanyaLima ribu tujuh ratus dua puluh delapan
627.835Jahawen ratus due puluh uju kuyan
hanya ratus telu puluh lime
Enam ratus dua puluh tujuh ribu
delapan ratus tiga puluh lima
1.000.000SajutaSejuta
1.000.000.000SamilyarSemiliar/Satu miliar
1.000.000.000.000SatrilyunSetriliun/Satu triliun

Perbandingan kosakata antara bahasa Bakumpai, Ngaju dan Indonesia.

BakumpaiNgaju (Kapuas)Indonesia
JidaDiaTidak
BekenBekenBukan
PaiPaiKaki
LengeLengeTangan
NaraiNaraiApa
BalauBalauRambut
HamalemHamalemMalam
HanjewuHanjewuPagi
Bentuk AndauBentuk andauSiang hari
HalemeiHalemeiSore hari
kuehKuehMana
si-kuehBara kuehDari mana
HituhHetuhSini
si-HituhIntu HetuhDi sini
BaraBaraDari
KejawKejauJauh
Tukep / ParakTukepdekat
KumanKumanMakan
MihupMihopminum
LebuLewuKampung
BatatapasBapukanMencuci pakaian

Kosakata Katingan

[sunting | sunting sumber]

Daftar kosakata bahasa Katingan:[5]

NomorBahasa IndonesiaBahasa Katingan
1.abukawu
2.airdanum
3.akaruhat
4.akuyaku
5.alir (me)badehes/badɛhɛs
6.anakiɲam
7.anginriwut
8.anjingasu
9.apanarai
10.apiapoi/apoy
11.apunglapaŋ
12.asapasɛp
13.awanbaon andau
14.bagaimananarai
15.baiklamus
16.bakarmapoy
17.balikŋindah
18.banyakarɛ’
19.bapakapaŋ
20.baringmɛtɛr
21.barutaheta
22.basahbisa
23.batubatu
24.beberapapireʔpireʔ
25.belah (me)nisiŋ
26.benarboa/buah
27.benihlataŋ
28.bengkakkembaŋ
29.berenanghanaŋui
30.berjalannanjuŋ
31.beratbebehat
32.berimanena - neŋa
33.besarhaeʔ
34.bilamanapɛa
35.binatangmetu
36.bintangbintaŋ
37.buahbua
38.bulanbulan
39.bulubulu
40.bungakambaŋ
41.bunuhmunuʔ
42.buru (ber)manɛkɛk
43.burukburuk
44.burungburuŋ
45.busukburuk
46.cacinglukɛŋ
47.ciumɲium
48.cucimanuku
49.dagingdagiŋ
50.dantutaŋ
51.danautasik
52.darahdahaʔ
53.datangdumah
54.daundawei
55.debukawu
56.dekatdani
57.dengandengai
58.dengarheniŋ
59.di dalamsuaŋ
60.di, padanaŋgu
61.di manasuaŋ
62.dinginsadiŋɛn
63.diri (ber)mɛndɛŋ
64.di sininaŋgu situh
65.di situŋanih ieʔ siyeʔ ŋasiyeʔ
66.dorongnucuʔ
67.duadue
68.dudukmundUk
69.ekorikuh
70.empat‘epat
71.engkauikaw
72.galiŋali
73.garamuyah
74.garukmaŋ-gayuʔ
75.gemuksepUt
76.gigikasiŋeʔ
77.gigitmakit
78.gosokgɔsɔk
79.gunungbukit
80.hantamjeraʔ - neraʔ njeraʔ
81.hapuslepah
82.hatiatei
83.hidungurUŋ
84.hidupbelUm
85.hijauhijaw
86.hisapɲiip
87.hitambawilɛm
88.hitungniŋgap -> maniŋgap
89.hujanucan
90.hutanparak kayu, parakayu
91.iaiye
92.ibuuamy
93.ikanlaok, laUk
94.ikatmɛtɛŋ
95.isterisawɛy -> sawan bapak ‘isteri bapak’
96.inituh/jie
97.itute/janih
98.jahitɲjahit -> jahit
99.jalannaɲjuŋ
100.jantungjantuŋ
101.jaritiɲjuk
102.jauhkecau
103.kabutkapUt -> kapot
104.kakipaiʔ
105.kalauamun
106.kamiikei
107.kamuketUn
108.kailpisiʔ
109.kanangatauʔ
110.kata (ber)hapander -> pander
111.kecilanak
112.kelahi (ber)kalahi
113.kepalatakulUk
114.keringtɛah
115.kirisambil
116.kotorbelikɛk, balikɛʔ
117.kukusilUt
118.kulitupak -> upaʔ
119.kuningbahenda
120.kutugutiʔ
121.lainbɛkɛn
122.langitlaŋit
123.lautlaUt
124.lebarlumbah
125.leheruyat
126.lelakihatuɛ
127.lemparmedak
128.licinmalisɛh
129.lidahjela
130.lihatnapayah
131.limalime
132.ludahluca
133.lurusbucUr
134.lututtuut
135.mainmain
136.makankuman
137.malamhamalɛm
138.matamatɛi
139.mataharimatɛi andaw -> matɛnandaw
140.matimatei
141.merahbahandaŋ
142.merekaluseʔ
143.minummaŋihup
144.mulutmulUt
145.muntahmanutaʔ
146.namanarai
147.napastahasɛŋ
148.nyanyipantun -> nyanyi bapantun
149.oranguluh
150.panasbalasut
151.panjangpaɲjaŋ
152.pasirbaras
153.pegangnatUt
154.pendekpandak
155.perashamɛs
156.perempuanbawiʔ
157.perutɛlɛm
158.pikirpikir
159.pohonbataŋ
160.potongnɛtɛk
161.punggungkahaŋ
162.pusarpusɛr
163.putihbaputiʔ
164.rambutbalaw
165.rumputuru
166.satuice
167.sayappalapas
168.sedikitisut
169.sianghandaw
170.siapaewei
171.sempitsekeʔ
172.semuaurase
173.suamibanay
174.sungaisuŋɛy
175.tajambaɲihi -> lancip baluɲik
176.tahutawɛy
177.tahunɲelu
178.takutmikɛh
179.talitali
180.tanahpetak
181.tanganleŋeʔ
182.tariknundaʔ -> nicit
183.tetapitapiʔ
184.telingapindiŋ
185.telurkateʔ
186.terbangtarawaŋ
187.tertawatataweʔ
188.tetektusuʔ
189.tidakdiaʔ
190.tidurtiruh
191.tigateluʔ
192.tikamɲuduk
193.tipisbanipis
194.tiuphimbUn
195.tongkattukɛt
196.tuabakas
197.tulangtulaŋ
198.tumpulbakacil
199.ularhandipeʔ
200.usustanaeʔ
201.ambilŋindu
202.atasŋambuʔ
203.ayammanUk
204.babiurak
205.bambupuriŋ
206.bangaubaŋau
207.bangunmisik
208.baratpembɛlɛp
209.bawahpɛnda, ŋiwaʔ
210.beranibahaɲi
211.berasbehas
212.berhentitendeʔ
213.bersihbarasih
214.besisanaman
215.bibirmulUt
216.bodohhumuŋ, dungu burɛŋ
217.buangŋanan
218.bukaŋuap
219.bukitbukit
220.buluhhumbaŋ
221.butabawuteʔ
222.cepatcapat
223.daratndaeʔ
224.dayungdayuŋ
225.delapanhaɲaʔ
226.di luarhuɲjuh luar
227.di sananaŋguh ŋaniŋ
228.emasamas -> bulau
229.enauhanau -> hambiyeʔ
230.gantungnakuak
231.hiuhiu
232.ingatinat
233.jagungjaUn
234.kasarkasar
235.kapakkapak
236.keringathɛbɛs
237.kurusbarikaŋ
238.laba-lababakaŋ
239.ladangtana, ladang kecil tapoy
240.lalatlaŋau
241.lamatahi
242.lambatbarimɛt
243.langaulaŋau
244.layarlayar
245.lepaslapas -> liwus
246.lontarpedak -> mamedak
247.lupataliŋɔw
248.mabukbusaw
249.mentimuntatimun
250.musim hujanwayah panucan
251.musim panaswayah pandaŋ
252.naiknakɛr
253.nyamukɲamUk
254.nyiureɲuh
255.pahitpekak
256.panahpanah
257.pandankacaŋ
258.panggilŋahaw
259.paritparɪt
260.penyubajukuʔ
261.perahujukuŋ -> bakɪs
262.pergitulak
263.perisaitalawaŋ
264.pintarharati -> pintar
265.pisangpisaŋ
266.putusbaʁetuʔ
267.ratus (se)ratus -> saratus
268.ribu (se)kuyan -> sakuyan
269.ringanmahiyan
270.rumahpasah
271.rusabacaŋ
272.sakitpeheʔ
273.salahsalaʔ
275.selamnɛsɛr -> manɛsɛr
276.sembilanjalatiɛn
277.sepuluhsapulu
278.tanamŋimbul
279.tadiendaw
280.tanduktandUk
281.tebalkapal -> bakapal
282.tebutewu
283.telur kutulias
284.tempatukay
285.terimanarima
286.tiangjihiʔ
287.tikusbalawaw
288.tumurpambelum
289.tombaklunjuʔ
290.tubatuwe
291.tujuhuju -> ucu
292.tulibareŋen -> barɪŋɪn
293.turunmuhun
294.tusuknɛwɛk
295.ubiuwiʔ
296.udangundaŋ

Bahasa Serumpun

[sunting | sunting sumber]
Sampit (xdy)Kahayan (xah)Katingan (kxg)Bakumpai (bkr)Ngaju-Kapuas (nij)Indonesia
BareDiaDiaJidaDiaTidak
lainBekenBekenBekenBekenBukan
PaiPaiPaiPaiPaiKaki

Kekerabatan Bahasa Ngaju dengan Bahasa Banjar

[sunting | sunting sumber]

Bahasa Ngaju bertetangga dengan bahasa Banjar. Secara gradasi semakin mendekati wilayah Banjar pengaruh bahasa Banjar semakin dominan misalnya ditemukan pada dialek/bahasa Berangas yang unsur bahasa Banjarnya mencapai 70%.

Kesamaan leksikal bahasa Banjar dengan bahasa Dayak, 45% dengan bahasa Bakumpai [bkr], 35% dengan bahasa Ngaju [nij].[6] Adapun kekerabatan bahasa Banjar dengan bahasa Ngaju 39%, berdasarkan penelitian Zaini HD1.[7]

Bahasa Indonesia Bahasa Ngaju Bahasa Banjar
Lama Usang Usang
Luas Lumbah Lumbah
Sampah Rutik Ratik
Angin Riwut Ribut
Ikut Umba Umpat
Mau Hakun Hakun
Cepat Ancap Ancap

Genetika Penutur (Y-DNA suku Dayak Kalteng)

[sunting | sunting sumber]

Genetika Penutur Y-DNA Dayak Kalteng

Genetika Y-DNA Dayak Kalimantan Tengah

  C (0.0%)
  D (0.0%)
  F (6.7%)
  K (26.7%)
  O-M50 (20.0%)
  O-M88 (6.7%)
  O1 - Austronesia-Thai (20.0%)
  O2 - Austroasia (6.7%)
  O3 - Sino-Tibet (13.3%)

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]
  1. Bahasa Kapuas sama dengan bahasa Dayak Ngaju[3] dikarenakan semua kosakata antara kedua bahasa memiliki persamaan yang sama.[butuh rujukan]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 4 5 6 Suryanyahu, Antony (2013). Kamus Dwibahasa Dayak Ngaju–Indonesia (PDF) (Edisi 1). Palangka Raya, Indonesia: Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. ISBN 978-602-7664-31-9. Diakses tanggal 17 Januari 2023.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Tata Bahasa Dayak Ngaju (PDF). Palangka Raya, Indonesia: Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. 2013. ISBN 978-602-7664-29-6. Diakses tanggal 17 Januari 2023.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Santoso, Dewi Mulyani; Sofyan, Diana (1991). Struktur Bahasa Dayak Ngaju (PDF). Pusat Pembinaan & Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan & Kebudayaan. ISBN 9794591726. Diakses tanggal 20 Januari 2023.
  4. Definisi Pronomina. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Diakses tanggal 19 Januari 2023
  5. Iper, Dunis; Poerwadi, Petrus; Admojo, Wihadi. 1998. Fonologi bahasa Katingan. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. xvi+163pp.
  6. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Languages of Indonesia Kalimantan
  7. Doa Banyu Mata dan Bawah Sadar Kolektif Orang Banjar (Sebuah Perjalanan Mencari “Banjar”)

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]