Bahasa Indonesia Peranakan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bahasa Indonesia Peranakan
Dituturkan di
WilayahJawa Tengah dan Jawa Timur.
Penutur bahasa
20.000 (Wurm dan Hattori 1981) (tidak tercantum tanggal)
Kreol Melayu
  • Bahasa Indonesia Peranakan
Kode bahasa
ISO 639-1-
ISO 639-2-
ISO 639-3pea

Bahasa Indonesia Peranakan atau Bahasa Peranakan adalah bahasa kreol yang dituturkan orang Tionghoa Peranakan.[1] Penuturnya tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur.[2] Bahasa ini merupakan bahasa kreol, karena pada dasarnya merupakan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa yang tercampur unsur-unsur bahasa Tionghoa di dalamnya, terutama dari bahasa Hokkien.

Bahasa Peranakan umumnya dipergunakan pada periode sebelum 1945. Setelah tahun 1945, para penuturnya beralih menggunakan bahasa Jawa dalam situasi rumah dan lingkungan sekitar dan bahasa Indonesia untuk situasi resmi dan tulisan.[3]

Tata Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa Peranakan menunjukkan ciri-ciri bahasa sebagai berikut:[3]

  • Akhiran -in sebagai padanan akhiran -kan dan -i dalam bahasa Melayu dan Indonesia, contoh naikin untuk naikkan.
  • Akhiran -ken, berasal dari bahasa Jawa -aken, sebagai padanan akhiran -kan dalam bahasa Melayu dan Indonesia, contoh: salahken (salahkan).
  • Konstruksi demonstrative adjective + noun, contoh itoe waktoe (waktu itu).
  • Konstruksi punya, seperti saya punya ibu (ibu saya).
  • Konstruksi ada + verb, contoh Ia ada jadi kaponakan Ali (Dia adalah keponakan Ali).
  • Konstruksi bikin + verba untuk verba kausatif, contoh bikin jatuh ((meng-)jatuhkan).
  • Kata yang sebagai kata hubung, contoh "pangeran-moe barangkali kira yang dia lebih senang...." (Pangeranmu barangkali kira dia lebih senang...).
  • Kata bukan sebagai partikel negasi, alih-alih sebagai negasi kata benda, contoh bukan dipaksa (tidak dipaksa).

Kosakata[sunting | sunting sumber]

Contoh beberapa kata bahasa Indonesia Peranakan adalah:

  • cepek: seratus
  • isa: bisa/dapat
  • sik: dulu/terlebih dahulu
  • taci: kakak perempuan
  • bibik: bibi
  • pasat: pasar
  • kamguan: beruntung

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi dan pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Indonesian, Peranakan Speaking Peoples - Joshua Project
  2. ^ Dituturkan orang Tionghoa
  3. ^ a b Rafferty, Ellen (1984-02). "Languages of the Chinese of Java—An Historical Review". The Journal of Asian Studies (dalam bahasa Inggris). 43 (2): 247–272. doi:10.2307/2055313. ISSN 0021-9118.