Bahasa Sedoa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Sedoa
Tawailia
Dituturkan di Indonesia
Wilayah Lore Utara, Kabupaten Poso
Etnis 4.000 (2007)[1]
Penutur bahasa
900 di desa  (2009)[1]
3.000 etnis Sedoa tinggal di luar desa, tetapi kebanyakan tidak bisa berbahasa ini[1]
Latin
Kode bahasa
ISO 639-1 -
ISO 639-2 -
ISO 639-3 tvw
Glottolog sedo1237[2]

Bahasa Sedoa (bahasa Inggris: Sedoa language) atau Bahasa Tawailia, merupakan salah satu bahasa yang ditemukan di wilayah Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.[3] Bahasa ini mendominasi wilayah Lembah Sedoa dan dipertuturkan oleh orang Sedoa.[3] Ada sekitar 4.000 orang penutur bahasa ini pada tahun 2007, menurut Ethnologue.[4][5][1] Bahasa ini termasuk dari keluarga bahasa Kaili-Pamona.[6]

Pada pergantian abad ke-20, bahasa Sedoa diucapkan di dua lokasi: di lembah sungai Tawaelia di dataran tinggi (> ketinggian 1000 m) di utara tidak jauh dari lembah Napu, dan di dataran rendah dekat muara Sungai Tambarana di Teluk Tomini. Namun, pada hari ini, bahasa tersebut tetap dipertahankan hanya di lokasi dataran tinggi, yaitu di desa Sedoa. Meskipun Sedoa berbatasan dengan wilayah bahasa Napu, Nicolaus Adriani dan Esser mengklasifikasikan bahwa Sedoa berbagi kedekatan linguistik terdekatnya dengan bahasa Lindu dan Moma yang dituturkan di rantai pegunungan sebelah barat wilayah bahasa Sedoa.[7]

Penggunaan[sunting | sunting sumber]

Penggunaan bahasa sangat kuat di antara 900 pembicara Sedoa yang tinggal di desa Sedoa di kecamatan Lore Utara. Desa ini merupakan pusat kebudayaan bagi masyarakat Sedoa. Selain itu ada sekitar 3000 orang asal etnis Sedoa yang pindah dari daerah ini bertahun-tahun sebelumnya dan kebanyakan tidak lagi berbicara bahasa Sedoa. Sejarah lisan yang umum bercerita tentang sebuah kelompok yang memisahkan diri karena melakukan pelanggaran dan meninggalkan daerah tersebut. Mereka sekarang tinggal di kecamatan Sausu, di Kabupaten Parigi Moutong.[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d Sedoa di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
  2. ^ Nordhoff, Sebastian; Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2013). "Sedoa". Glottolog. Leipzig: Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology. 
  3. ^ a b Saro et al. 1991, hlm. 1.
  4. ^ Saro et al. 1991, hlm. 5.
  5. ^ Wurm 2007, hlm. 522.
  6. ^ Martens 1989, hlm. 19.
  7. ^ a b "The Sedoa Language". Sulawesi Language Alliance. Diakses tanggal 27 Mei 2017. 

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]