Bahasa Ngalum

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ngalum
Ngalum Weng[1]
WilayahPapua, Sandaun
Penutur bahasa
tak diketahui (18000[2]; versi 1987)
Trans Nugini
Abjad Latin[5]
Kode bahasa
ISO 639-3szb
Glottologngal1298[6]

Bahasa Ngalum adalah bahasa yang dituturkan oleh suku Ngalum. Bahasa ini termasuk dalam rumpun bahasa Trans Nugini.[2] Di Provinsi Papua, penutur bahasa ini diperkirakan sekitar 10.000 dan tersebar di Distrik Oksibil, Kiwirok, dan Kiwirok TImur. Sementara itu, penutur bahasa di Papua Nugini sekitar 5000-8000 orang.[7]

Klasifikasi[sunting | sunting sumber]

Healey memasukkan bahasa Ngalum ke dalam rumpun Ok Pegunungan tetapi peneliti lain menjadikannya satu rumpun sendiri di bawah rumpun bahasa Ok, sejajar dengan Ok Pegunungan dan Ok Dataran Rendah.[8][9]

Dialek[sunting | sunting sumber]

Terdapat tiga dialek utama Ngalum, yaitu Okbibab, Oksibil, dan Kiwirok.[10] Dialek lainnya adalah Ngalum, Apmisibil, Sibil.[11][12]

Penamaan 'Ok'[sunting | sunting sumber]

Banyak daerah di daerah sekitar Pegunungan Bintang diberi nama dengan awalan 'ok' yang berarti air akibat pandangan masyarakatnya yang memandang diri sebagai kaka ok 'manusia air'. Di antaranya adalah Oksop, Okaom, Okpol, Oksibil, Okbontenam, Okyumi, Okdenom, Okipur, Okbi, Okbab, Oktasin, Okmabil atau Okmabilabol, Okatem, Oktedi, Oksapmin, Okbao, Okarka, Okhika, Okyop, Oklip, Ok Autaka, Okbemtau, Okse, dan Okmimka.[13]

Salam Khas[sunting | sunting sumber]

Dalam bahasa Ngalum, terdapat kata 'Yepmum' yang digunakan untuk menyapa. Kata ini terdiri atas gabungan kata yep 'baik, sehat, damai' dan mum 'selalu'. Yepmum diartikan 'senantiasa baik' dan digunakan sebagai sapaan tanpa memperhatikan waktu.[14][15]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Papua, Suara (8 Juni 2019). "Mengenal Suku Ngalum Ok di Pegunungan Bintang". suarapapua.com. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  2. ^ a b c "Ngalum". Ethnologue (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-06-09. 
  3. ^ Fyfe, Andrew (2009-07). "Exploring Spatial Relationships between Material Culture and Language in the Upper Sepik and Central New Guinea". Oceania (dalam bahasa Inggris). 79 (2): 129. doi:10.1002/j.1834-4461.2009.tb00055.x. ISSN 0029-8077. 
  4. ^ Wurm, S. A. (Stephen Adolphe), 1922-2001. (1975–1976). New Guinea area languages and language study. Canberra: Dept. of Linguistics, Research School of Pacific Studies, Australian National University. hlm. 381. ISBN 0-85883-131-7. OCLC 2565788. 
  5. ^ "Did you know Ngalum is vulnerable?". Endangered Languages (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 19 Juni 2020. 
  6. ^ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2019). "Ngalum". Glottolog 4.1. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. 
  7. ^ Melalatoa, M. Junus (1995). Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia Jilid L-Z. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. hlm. 632. 
  8. ^ Fedden, Sebastian (2011). A grammar of Mian (dalam bahasa Inggris). Berlin: De Gruyter Mouton. hlm. 5. ISBN 978-3-11-026419-7. OCLC 769190320. 
  9. ^ Palmer, Bill (2018). The languages and linguistics of the New Guinea area : a comprehensive guide (dalam bahasa Inggris). Berlin. hlm. 67. ISBN 978-3-11-029525-2. OCLC 1041880153. 
  10. ^ Mimin, Immanuel H. (8 Juni 2019). "Mengenal Suku Ngalum Ok di Pegunungan Bintang". suarapapua.com. Diakses tanggal 2020-06-19. 
  11. ^ Frawley, William J. (24 Maret 2003). International Encyclopedia of Linguistics: 4-Volume Set (dalam bahasa Inggris). Oxford: Oxford University Press. hlm. 288. ISBN 9780199771783. 
  12. ^ "Pacific Linguistics: Monographs". Pacific Focus. 31 (1): 1–3. 2016-04. doi:10.1111/pafo.12051. ISSN 1225-4657. 
  13. ^ Opki, W. Yuventus (2016). "NAMA-NAMA KAMPUNG BERUNSUR OK" DALAM BAHASA NGALUMKABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG, PAPUA". SINTESIS. 10 (2). 
  14. ^ Sitokdana, Melkior N.N; Hiktaop, Kristianus; et al. (2020). Perdamaian Pegunungan Bintang [Untuk Membangun Peradaban Manusia Aplim Apom]. Salatiga: Satya Wacana University Press. hlm. 3–4. ISBN 978-602-5881-68-8. 
  15. ^ Diasa, I Made Suarbawa (Oktober 2019). Papua Memanggil: Sepenggal Kisah Dari Pedalaman Papua. Kiwirok. hlm. 53. ISBN 978-623-02-0146-2. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]