Bahasa Jamee

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Bahasa Jamee, terkadang juga disebut bahasa Aneuk Jamee, adalah salah satu dialek bahasa Minangkabau yang umumnya dituturkan oleh sebagian masyarakat di pesisir barat daya dan selatan Aceh.[1][2]

Jamee
Dituturkan di
Wilayah
EtnisAneuk Jamee
Penutur bahasa
14.000 (sensus 2000) (tidak tercantum tanggal)
Kode bahasa
ISO 639-3
Glottologjamee1242[3]

Perbedaan dialek Aneuk Jamee dengan bahasa Minangkabau sangat mungkin dipengaruhi oleh faktor asimilasi dengan bahasa Aceh yang dominan dituturkan sebagai basantara di Aceh pesisir. Ada sejumlah kata yang dalam bahasa Minangkabau akan terdengar kasar, tetapi menjadi kata-kata yang biasa dalam bahasa Aneuk Jamee, semisal kata wa ang yang merujuk pada kamu atau engkau. Selain itu, juga ada pemenggalan sejumlah kata dari Minangkabau, seperti kata wa ang cukup menjadi ang saja.[4]

Penyebaran[sunting | sunting sumber]

Bahasa Aneuk Jamee terutama terdapat di Kabupaten Aceh Selatan (lebih kurang 30%–35% dari jumlah populasi) dan 12% di Kabupaten Aceh Barat Daya, 1%–5% di Aceh Barat, Aceh Singkil dan Simeulue.[2]

Kawasan-kawasan di mana terdapat dialek Jamee:

Kabupaten Kawasan
Aceh Selatan Kecamatan Kemukiman Kandang (Kecamatan Kluet Selatan), Kecamatan Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji Timur, Kecamatan Sama Dua, Kecamatan Tapak Tuan
Aceh Barat Daya Kecamatan Susoh
Aceh Barat Umumnya terpusat di beberapa desa dalam Kecamatan Meureubo (bercampur dengan Suku Aceh), yaitu desa Gunong Kleng, Peunaga, Meureubo, Ranto Panyang, dan sekitarnya. Di samping itu, sebagian kecil juga mendiami Desa Padang Seurahet yang termasuk dalam Kecamatan Johan Pahlawan. Umumnya yang disebut terakhir ini merupakan keturunan pendatang yang berasal dari Kabupaten Aceh Selatan dan telah menetap lama di Aceh Barat secara turun temurun.
Simeulue Sinabang dan sekitarnya
Aceh Singkil Kota Singkil, Kecamatan Pulau Banyak

Contoh Kalimat[sunting | sunting sumber]

Berikut contoh kalimat-kalimat dalam bahasa Jamee.[4]

  • Macut alah ka kadai.
    • Bibi sudah ke warung.
  • Isuak adiak sandiri ka sakola.
    • Besok adik sendiri yang (pergi) ke sekolah.
  • Abang/uda tangah mambaco.
    • Kakak (laki-laki) sedang membaca.
  • Pacut mambuek lasuang.
    • Paman membuat lesung.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Minangkabau". Peta Bahasa di Indonesia. Diakses tanggal 24 Juni 2020. 
  2. ^ a b "View of A survey on the status of the local languages of Pulau Simeulue and Pulau Banyak and their use within the community". capeu.unsyiah.ac.id (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-12-15. Diakses tanggal 17 Agustus 2018. 
  3. ^ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2019). "Jamee". Glottolog 4.1. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. 
  4. ^ a b Isas, Budiono, ed. (1990). MORFOLOGI DAN SINTAKSIS BAHASA JAMEE. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendldikan dan Kebudayaan. ISBN 979-459-078-9.