Bahasa Gebe
Tampilan
Gebe, atau Minyaifuin, adalah bahasa Austronesia di Indonesia bagian timur, dituturkan di Pulau Gebe dan pulau-pulau sekitarnya yang terletak di antara Halmahera dan Waigeo.
Dialek
[sunting | sunting sumber]Bahasa Gebe terbagi menjadi lima dialek yang dituturkan di tiga pulau terpisah, yaitu:
- Dialek Gag dituturkan di Pulau Gag, dialek ini hampir mirip dengan dialek Umera karena penduduknya bermigrasi dari sana.
- Dialek Gebe adalah dialek yang paling banyak digunakan, dituturkan di pusat pemukiman di Pulau Gebe, termasuk desa Elfanun, Kacepi, Kapaleo, Sanafi, dan Yam.
- Dialek Umera dituturkan di desa Umera, yang terletak di bagian tenggara Pulau Gebe.
- Dialek Umiyal dituturkan di Umiyal, satu-satunya desa di Pulau Yu.
- Dialek Sanafkacepo dituturkan di desa Sanafkacepo di pesisir timur Pulau Gebe.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Gebe di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
- ↑ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Gebe". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
- ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
- ↑ "Bahasa Gebe". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
Bacaan lanjutan
[sunting | sunting sumber]- Burhanuddin, Burhanuddin; Sumarlam, Sumarlam; Mahsun, Mahsun (2017). "Kedudukan bahasa Gebe di Halmahera Tengah Maluku Utara: Studi pendahuluan dari aspek linguistik historis". Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra Indonesia. 8 (1): 1–7. doi:10.21009/ARKHAIS.081.01.