Sungai Kahayan
| Sungai Kahayan | |
|---|---|
|
Peta OpenStreetMap | |
| Lokasi | |
| Negara | Indonesia |
| Ciri-ciri fisik | |
| Hulu sungai | Pegunungan Schwaner |
| - lokasi | Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, Kalimantan |
| Muara sungai | Laut Jawa |
| - lokasi | Bapuju (Kabupaten Pulang Pisau) |
| - koordinat | 3°21′0″S 114°1′58″E / 3.35000°S 114.03278°E |
| Panjang | 658 km (409 mi) |
| Debit air | |
| - lokasi | Laut Jawa (dekat muara) |
| - rata-rata | 1,1784 m3/s (41,61 cu ft/s)[1] |
| Debit air | |
| - lokasi | Palangka Raya (Ukuran basin: 6,958 km2 (2,686 sq mi)[2] |
| - rata-rata | 771 m3/s (27.200 cu ft/s)[3] |
| Daerah Aliran Sungai | |
| Sistem sungai | Basin Kahayan (DAS320365)[4] |
| Luas DAS | 15,500 km2 (5,985 sq mi)[1] 15,373 km2 (5,936 sq mi)[5] |
Sungai Kahayan atau batang Biaju Besar[6] atau sungai Dayak Besar[7][8] atau Groote Daijak-rivier[9] atau Great Dajak[10][11] atau Great Dyacs[12] adalah sungai terbesar kedua setelah Sungai Barito di Kalimantan Tengah, sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di Kalimantan – bagian Indonesia dari pulau Borneo. Dengan panjang total 658 km (409 mi) dan daerah aliran sungai seluas 15,500 km2 (5,985 sq mi) di Kalimantan Selatan, Indonesia. Debit rata-rata tahunan 1,178 m3/s (41,6 cu ft/s). Ibu kota provinsi Palangka Raya terletak di sepanjang sungai ini. Penduduk utama adalah suku Dayak, yang melakukan pertanian padi dengan sistem tebang-bakar dan menambang emas di hulu sungai. Bagian hilir Sungai Kayahan mengalir melalui lingkungan rawa gambut yang kaya dan unik, yang telah mengalami degradasi parah akibat program yang gagal untuk mengubah sebagian besar wilayah tersebut menjadi sawah, ditambah dengan aktivitas kehutanan legal dan ilegal.
Hidrologi
[sunting | sunting sumber]Sungai Kahayan sebagai salah satu sungai utama di Kalimantan Tengah berhulu di Pegunungan Muller, tepatnya di desa Tumbang Mahuroi, Kecamatan Damang Batu, Kabupaten Gunung Mas. Sungai ini bermuara ke Laut Jawa dan hilirnya berada di desa Sei Barunai dan Kiapak, Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau. Muara Sungai Kahayan terletak 50 km sebelah timur Tanjung Malatayur.[13]
Tingginya curah hujan serta faktor manusia yang menyebabkan perubahan karakteristik terutama pada daerah hulu menjadikan air dari aliran Sungai Palangka Raya ini pada musim hujan sering meluap, dan menyebabkan banjir pada kawasan sekitarnya.
Gallery
[sunting | sunting sumber]- Sungai Kahayan di Tewah, Gunung Mas
- Sungai Kahayan di Pulang Pisau
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 Kevin, Telmer; Daniel, Stapper (Nov 2007). "Evaluating and Monitoring Small Scale Gold Mining and Mercury Use: Building a Knowledge-base with Satellite Imagery and Field Work".
- ↑ Daniel, Stapper (2011). "Artisanal Gold Mining, Mercury and Sediment in Central Kalimantan, Indonesia" (PDF).
- ↑ Daniel, Stapper (2011). "Artisanal Gold Mining, Mercury and Sediment in Central Kalimantan, Indonesia" (PDF).
- ↑ Hukum Online. "Keputusan Menteri Kehutanan No. SK.511/MENHUT-V/2011".
- ↑ Daniel, Stapper (2011). "Artisanal Gold Mining, Mercury and Sediment in Central Kalimantan, Indonesia" (PDF).
- ↑ (Melayu)Ras, Johannes Jacobus (1990). Hikayat Banjar diterjemahkan oleh Siti Hawa Salleh. Malaysia: Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka. ISBN 9789836212405. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)ISBN 983-62-1240-X
- ↑ "Major changes in place names, Western Indonesia". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-12-23. Diakses tanggal 2011-07-24.
- ↑ nama daerah aliran sungai yang disebutkan dalam Perjanjian Tatas 4 Mei 1826 antara Sultan Adam al Watsiqu Billah dengan Hindia Belanda
- ↑ (Inggris) Staatsblad, Staatsblad (1849). (Belanda) Staatsblad van Nederlandisch Indië. s.n. ;
- ↑ (Inggris) Great Britain, House of Commons (1869). House of Commons papers. Vol. 61. HMSO.
- ↑ (Inggris) Accounts and Papers of the House of Commons. Vol. 61. Harrision and sons. 1869. hlm. 434.
- ↑ (Inggris) Sherwood, Sherwood (1822). The Monthly repository of theology and general literature. Vol. 17. Sherwood, Gilbert, and Piper. hlm. 13.
- ↑ (Inggris) National Geospatial-intelligence Agency, ed. (2005). Prostar Sailing Directions 2005 Borneo, Jawa, Sulawesi and Nusa Tenggara Enro (Edisi 9). ProStar Publications. hlm. 244. ISBN 1577856546. ISBN 978-1-57785-654-2

