Sungai Kayan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Sungai Kayan
Sungaikayan.jpg
Hulu Sungai Kayan
Sumber aliran Gunung Ukeng
Mulut sungai Laut Sulawesi
Negara Indonesia
Panjang 576 km
Ketinggian mata air 2.015 mdpl
Daerah aliran sungai 36.993,71 km2
Sungai Kayan is located in Kalimantan
muara
muara
Sungai Kayan di Kalimantan

Sungai Kayan adalah sebuah sungai yang mengalir di pulau Kalimantan, dalam wilayah provinsi Kalimantan Utara, Indonesia[1] Sungai Kayan berhulu di Gunung Ukeng dan muara ke Laut Sulawesi dengan panjang sekitar 576 km. Daerah Aliran Sungai ini mencangkup Taman Nasional Kayan Mentarang serta melintasi Kota Tanjung Selor. Muara Sungai Kayang memiliki delta yang cukup luas.

Daerah Aliran Sungai[sunting | sunting sumber]

Daerah Aliran Sungai (DAS) Kayan memiliki luas mecapai 36.993,71 km2 dengan bentuk melebar di bagian hulu dan menyempit di bagian tengah hingga hilir[2]. Sungai Kayan melintasi Kabupaten Malinau dan Kabupaten Bulungan. Hulu sungai berada di wilayah Desa Long Ampung, Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau. Sedangkan muaranya berada di Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan. Anak sungainya yang cukup besar diantaranya:

  1. Sungai Laya
  2. Sungai Jaka
  3. Sungai Danum
  4. Sungai Batoah
  5. Sungai Iwan
  6. Sungai Kayanpura
  7. Sungai Kat
  8. Sungai Laham
  9. Sungai Kayaniot
  10. Sungai Kalangan
  11. Sungai Bahau
  12. Sungai Peso

Pemanfaatan[sunting | sunting sumber]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Sungai Kayan sejak dahulu menjadi jalur lalu lintas bagi penduduk Kabupaten Malinau dan Kabupaten Bulungan terutama untuk menjangkau wilayah pedalaman Kabupaten Malinau menggunakan perahu tradisional maupun keluar wilayah Kabupaten Bulungan dengan kapal cepat. Sedangkan di hilir terdapat pelabuhan yang merupakan pelabuhan penumpang dan barang seperti Pelabuhan Kayan dan Pelabuhan Pesawan[3] .

Perikanan dan pertanian[sunting | sunting sumber]

Penduduk di sepanjang Sungai Kayan memanfaatkan untuk sumberdaya pertanian dan perikanan baik secara tradisional dengan cara memancing atau menjala terutama di bagian hulu sungai. Sedangkan sekitar 30.000 hektar lahan di Delta Kayan digunakan sebagai kawasan Food Estate[4]. Kawasan tersebut digunakan sebagai tambak duang dan lahan pertanian.

Pembangkit listrik[sunting | sunting sumber]

Sungai Kayang sudah dimanfaatkan oleh penduduk terutama di wilayah hulu sebagai sumber listrik dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) seperti di Desa Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu[5]. Sungai Kayan juga diketahui dapat mengasilkan listrik sampai 900 Megwawatt (MW)[6]. Untuk itu pemerintah merencanakan pembangunan bendungan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Desa Long Peso, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan[7]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]