Tanjung Palas Tengah, Bulungan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tanjung Palas Tengah
Kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Utara
KabupatenBulungan
Pemerintahan
 • Camat...
Kepadatan... jiwa/km²
Desa/kelurahan3/-

Tanjung Palas Tengah adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia. Kantor camat terletak di ibukota kecamatan yaitu di kelurahan Salimbatu tepatnya di Jalan Datu Perdana, Salimbatu.

Kondisi umum[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayah kecamatan Tanjung Palas Tengah adalah sebagai berikut :

Utara Muara Sekatak-Sekatak dan Kota Tarakan
Selatan Kecamatan Tanjung Palas, Tanjung Selor, dan Tanjung Palas Timur
Barat Kecamatan Tanjung Palas Utara
Timur Laut Sulawesi

Geografis dan topografis[sunting | sunting sumber]

Sementara keadaan topografis wilayah sebagian besar datar berombak mencapai 90 % dan sebagian kecilnya berbukit mencapai 10 %.

Akses dari Ibukota[sunting | sunting sumber]

Akses dari ibukota kecamatan ke Desa-desa yang ada sebagian bisa dicapai melalui darat seperti desa Salimbatu dengan waktu tempuh 15 menit dan Silva Rahayu (1 jam). Sedangkan Desa Tanjung Buka hanya bisa ditempuh melalui jalur sungai yang waktu tempuhnya sekitar 1 jam menggunakan perahu long boat, ketinting dan speedboat.

Kondisi sosial budaya[sunting | sunting sumber]

Penduduk yang berdiam di wilayah ini berdasarkan data statistik terakhir berjumlah 5.282 jiwa, dengan 2.761 KK, terdiri dari 2.761 jiwa laki-laki dan perempuan 2.521 jiwa. Perbandingan rasio jenis kelaminnya mencapai 109,52. Sementara pola sebaran penduduk memiliki tingkat kepadatan penduduknya mencapai 0,29 jiwa/km² dengan rata-rata penduduk per kepala keluarga 4,49.

Kecamatan Tanjung Palas Tengah merupakan salah satu daerah yang menjadi pemukiman transmigrasi. Sebagai tempat pemukiman transmigrasi membuat masyarakatnya pun cukup beragam terdiri dari berbagai suku, seperti tidung, bulungan, dayak, bugis, jawa dan timor. Sesuai dengan keadaan topografi dan potensi wilayahnya, sebagian besar masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai petani dan nelayan tradisional. Dengan keragaman suku masyarakat membuat budayanya pun juga cukup beragam, sesuai dengan keradaan suku masyarakatnya. Namun dengan keragaman itulah membuat dinamika budaya pun mengalami proses akulturasi dan saling menghormati antar budaya dan masyarakatnya.

Sarana ibadah[sunting | sunting sumber]

Sarana ibadah yang ada di wilayah ini terdiri dari mesjid 7 buah, langgar/mushalla 3 buah dan gereja 3 buah.

Sarana pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sementara sarana pendidikan, jumlah murid dan guru dapat dilihat pada tabel berikut:

No Uraian TK SD SLTP SLTA
1 sekolah 0 9 1 0
2 murid 0 908 145 0
3 guru 0 42 10 0

Kelurahan[sunting | sunting sumber]

  1. Salimbatu
  2. Silva Rahayu
  3. Tanjung Buka

Potensi[sunting | sunting sumber]

Komoditi khas[sunting | sunting sumber]

  • Perikanan seperti ikan dan udang ekspor, ikan kering dan ebi (Desa Tanjung Buka)
  • Pertanian seperti padi sawah (Desa salimbatu dan Desa Silva Rahayu)

Obyek wisata[sunting | sunting sumber]

  • Wisata Agama seperti Kuburan Keramat Bilfaqih dan Al Jufri
  • Wisata Sejarah seperti Kuburan Datu Adil

Sumber daya alam[sunting | sunting sumber]

  • Perkebunan kelapa sawit (PT. Sanggam Kahuripan Indonesia)
  • Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Salimbatu PT. SKI
  • Pertambangan batubara (PT. Pesona Katulistiwa Nusantara)
  • Pertambakan