Kabupaten Bulungan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kabupaten Bulungan
Lambang Kabupaten Bulungan
Lambang Kabupaten Bulungan
Moto: Merudung Pebatun de Benuanta
Bahasa Bulungan: saling bahu-membahu antar seluruh lapisan masyarakat dalam membawa Kabupaten Bulungan ke arah yang lebih baik


Lokasi Kalimantan Utara Kabupaten Bulungan.svg
Peta lokasi Kabupaten Bulungan
Koordinat: 2°06'05" - 3°45'10" LU
116°20'45" - 118°00'00" BT
Provinsi Kalimantan Utara
Dasar hukum UU No. 27 Tahun 1959
Tanggal Peresmian 12 Oktober 1960
Ibu kota Tanjung Selor
Pemerintahan
 - Bupati H. Sudjati, SH
 - APBD 1,5 Triliun (2013)
 - DAU Rp. 326.787.105.000.-(2013)[1]
Luas 18.010,50 km2
Populasi
 - Total 226.788 jiwa (2011)
 - Kepadatan 12,59 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0552
Pembagian administratif
 - Kecamatan 10
 - Kelurahan 81
Simbol khas daerah
 - Situs web http://www.bulungan.go.id/
Air terjun Idaman, salah satu objek wisata favorit di Bulungan yang dapat ditempuh sekitar 45 menit dari kota Tanjung Selor.

Kabupaten Bulungan (dahulu bernama Kabupaten Bulongan) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Tanjung Selor.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Nama Bulungan berasal dari sebuah Kesultanan yang pernah ada di daerah tersebut yaitu Kesultanan Bulungan yang berkedudukan di Tanjung Palas.

Kabupaten ini sebelumnya merupakan wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Sejak tahun 1999, kabupaten ini telah dimekarkan menjadi tiga kabupaten dan satu kota masing-masing Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan. Pada tahun 2013, keempat wilayah otonom tersebut beserta Kabupaten Tana Tidung memisahkan diri dari Kalimantan Timur dan menjadi wilayah provinsi baru Kalimantan Utara.

Pemekaran kabupaten[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 17 Juli 2007, dalam Sidang Paripurna DPR RI telah disetujui pembentukan kabupaten baru, yaitu Kabupaten Tana Tidung yang merupakan pemekaran dari wilayah Kabupaten Nunukan dan Bulungan. Dari Nunukan, kecamatan Sembakung dipindahkan menjadi wilayah kabupaten baru tersebut, sedangkan dari Bulungan, dipindahkan tiga kecamatan, yaitu Sesayap, Sesayap Hilir dan Tanah Lia.

Ibukota[sunting | sunting sumber]

Tanjung Selor sebagai ibukota Kabupaten sendiri adalah sebuah kota pedalaman yang tenang dan nyaman. Hari berdirinya tercatat tanggal 12 Oktober 1790, sebelum sebagai ibukota Kabupaten sampai tanggal 11 Oktober 1960 merupakan ibukota Kerajaan Bulungan[2]. Hanya 20 ribu penduduk tinggal di kota ini, sebagian besar berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil dan pedagang. Kehidupan di kota ini sungguh menyenangkan.

Untuk menuju ke Tanjung Selor pada umumnya kebanyakan orang menuju Kota Tarakan dengan pesawat udara. Lantas disambung dengan Speed boat selama satu jam perjalanan atau pesawat udara yang berjadwal selama 15 menit. Tetapi bisa juga langsung terbang dari Balikpapan atau Samarinda menuju Tanjung Selor, karena kota ini telah memiliki Bandar Udara perintis (Bandar Udara Tanjung Harapan) dengan jadwal penerbangan reguler dari Samarinda, ibukota Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala daerah[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah daftar nama-nama yang pernah memimpin Kabupaten Bulungan sejak tahun 1959:

No. Foto Nama Periode Keterangan
10. Syaiful Herman 1 September 2015–sekarang Penjabat bupati

Obyek Wisata[sunting | sunting sumber]

  • Sungai Kayan

Sungai Kayan merupakan sungai arus deras, dengan grade1/2 atau tingkat kesulitan di atas rata-rata, sehingga berpotensi sebagai objek wisata arung jeram. Sungai ini melewati lebih dari 20 desa yang memiliki sub suku yang berbeda namun bahasanya sebagian besar sama.Aktivitas masyarakat di sepanjang sungai ini adalah berburu dan bertani (bercocok tanam). Mayoritas penduduknya adalah Dayak dan Bulungan, namun di setiap desa tinggal pula bermacam suku pendatang seperti Bugis, Banjar, Toraja, Jawa dan lain-lain.

  • Air Terjun Long Pin

Di lokasi ini Anda dapat menikmati pemandangan yang indah sambil berbenah diri dengan bermandikan air jernih karena di bagian hilir membentuk danau yang indah, dikelilingi bebatuan alami sehingga menambah keasrian alamnya.

  • Sungai Giram

Sungai Giram terletak di Kecamatan Peso. Tiba di sungai Giram inilah tempat yang pas bagi Anda yang tertarik dengan olahraga arung jeram. Sungai dengan panjang 2 km dan lebar 50 m siap menantang nyali Anda.

  • Sumber Air Panas Sajau

Air Panas yang ada di sini berasal dari panas bumi, dengan panasnya kita dapat merebus telur di dalamnya. Keindahan alamnya yang masih asri sangat tepat bagi Anda untuk melakukan petualangan alam bebas.

  • Gunung Putih

Disebut gunung putih karena gunung ini merupakan gunung kapur berwarna putih yang sangat indah dengan relief-relief yang alami bak pahatan seorang seniman. Selain menikmati pemandangannya yang mengagumkan kita dapat memanjat relief-relief itu sampai ke puncaknya atau kita dapat berjalan dengan anak tangga yang tersedia. Dari puncak kita bisa nikmati pemandangan alam yang eksotis, disini juga terdapat goa burung yang dipercaya merupakan tempat tafakur/menenangkan diri Sultan Bulungan. Anda juga dapat menikmati sajian kesenian daerah di rumah panggung di lokasi wisata gunung putih ini.

  • Air Terjun Idaman KM 18

Air terjun dengan ketinggian 15 meter ini ditempuh selama kurang lebih 45 menit dari kota Tanjung Selor. Anda diajak berpetualang menjelajahi hutan.

  • Air Hutan Gunung Seriang KM 2

Air hutan ini tidak sepanjang tahun mengalir deras, adakalanya berkurang di musim kemarau. Jika datang musim penghujan hutan ini dialiri air yang tampak indah menyegarkan. Kondisi hutan yang masih rapat merupakan daya tarik lain yang disuguhkan di sini. Untuk sampai ke lokasi ini juga sangat mudah, dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 15 menit saja.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kantor Bupati Bulungan

Bulungan sekarang dipimpin oleh Bupati Drs. Budiman Arifin dan Wakil Bupati Drs. Liet Ingai yang terpilih dalam sebuah Pemilihan umum Kepala Daerah yang berlangsung pada tahun 2005 dan 2010.

Pada Pilkada Bulungan tahun 2010, ada lima pasangan calon, antara lain:[3]

  1. Alwan Saputra berpasangan dengan Haris Fadhillah
  2. Budiman Arifin berpasangan dengan Liet Ingai
  3. Abdul Azis Muhammadiyah berpasangan dengan Ingkong Ala
  4. Anang Dachlan Djauhari berpasangan dengan Datu M. Syukur
  5. Ahmad Yani berpasangan dengan Syaiful Bachry

Jumlah DPT Pilkada Bulungan 2010 sebanyak 74.255 orang. Pencoblosan dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2010.

Budiman Arifin dan Liet Ingai (yang maju kembali sebagai calon bupati dan wakil bupati Bulungan untuk periode 2010-2015) memperoleh suara tertinggi sekitar 20.898 suara (38,38 persen), meski berselisih suara tipis dengan pasangan Anang-Datu Syukur yang menempati urutan kedua dengan memperoleh 20.578 suara (38,24 persen).

Budiman Arifin dan Liet Ingai dilantik oleh gubernur Awang Faroek Ishak pada tanggal 1 September 2010 di Gedung Tamaddun, Tanjung Selor.[4]

Potensi Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Berbagai potensi ekonomi yang terdapat di wilayah Kabupaten Bulungan yang dapat dipertimbangkan guna memberdayakan ekonomi rakyat, yaitu di antaranya menyangkut berbagai sektor dan sub sektor :

  • 1. Pertanian

Pertanian Tanaman Pangan di Kabupaten Bulungan tahun 2000 belum mencapai hasil yang optimal. Penggunana lahan sawah mengalami penurunan sampai 51,36 % yang disebabkan pemekaran Kabupaten Bulungan menjadi 3 kabupaten dan juga untuk pertanian tanaman sayur yang menurun dari 64.922 ha pada tahun 1999 menjadi 9.359 ha pada tahun 2000 yang juga dikarenakan pemekaran Kabupaten Bulungan. Sehingga ini menunjukan bahwa potensi lahan untuk Pertanian masih sangat terbuka luas.[2]

  • 2. Perkebunan

Jenis tanaman perkebunan yang dikembangkan antara lain kelapa, kopi, kakao, lada, cengkeh, jambu mete dan lainnya yang merupakan budidaya campuran dari beberapa jenis perkebunan. Luas areal perkebunan yang disediakan di Kabupaten Bulungan adalah seluas 152.007 ha, sedangkan lahan yang dimanfaatkan baru sebesar 5,1% atau seluas 7.884 ha dengan produksi sebesar 2.113,57 ton. Dengan demikian potensi pengembangan perkebunan didaerah ini masih sangat besar[2].

  • 3. Peternakan

Di sektor peternakan, perkembangan produksinya secara kuantitatif menurun, mengingat berbagai faktor seperti iklim, bibit, teknologi dan pakan. Sampai tahun 1999 populasi ternak yang terbesar adalah ternak sapi potong yaitu sebanyak 3.526 ekor atau 37.99% dari total ternak yang terdiri dari sapi potong, kerbau, kambing dan babi. Kondisi merupakan peluang untuk mengembangkan ternak sebagai komoditi dagangan untuk mensuplai Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan[2].

  • 4. Perikanan

Potensi perikanan yang terdapat di Kabupaten Bulungan seperti budidaya laut dengan Luas potensi 242.260 hektar yang sebagian besar belum tergarap, untuk budidaya air payau dengan luas potensi lahan tambak 150.000 hektar, yang telah tergarap 100.000 hektar dan budidaya air tawar dengan luas potensi lahan 2.701,575 hektar, yang baru tergarap 50 hektar. Kegiatan usaha pengolahan hasil perikanan yang ada di Kabupaten Bulungan pada umumnya masih berkisar dalam bentuk usaha rumah tangga (Home Industry) seperti Pengeringan / Pengasinan ikan Teri, Putih dan berbagai ikan non ekonomis (rucah), sehingga hal tersebut menjadi potensi yang harus terus dikembangkan untuk kemajuan perekonomian daerah[5].

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ a b c d Moeis Hassan, Abdul (2004). Hasanuddin Rahman Daeng Naja, ed. Kalimantan Timur: Apa, Siapa dan Bagaimana (dalam Indonesia). Jakarta: Yayasan Bina Ruhui Rahayu. p. 27. ISBN 9799222885. 
  3. ^ Kaltim Post - Budiman-Liet Unggul
  4. ^ Tribun Kaltim - Budiman Arifin-Liet Ingai Resmi Pimpin Bulungan. Diakses 1 September 2010
  5. ^ "KOMUDITAS UNGGUL" (dalam Indonesia). Kabupaten Bulungan: Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bulungan. Diakses tanggal 28 April 2015.