Kabupaten Nunukan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kabupaten Nunukan
Lambang Kabupaten Nunukan
Lambang Kabupaten Nunukan


Moto: Penekindi Debaya
(Bahasa Tidung: Membangun Daerah)


Pemandangan kota Nunukan
Pemandangan kota Nunukan
Lokasi Kalimantan Utara Kabupaten Nunukan.svg
Peta lokasi Kabupaten Nunukan di Kalimantan Utara
Koordinat: 3°15'00" - 4°24'55" LU
115°33'00" - 118°03'55" BT.[1]
Provinsi Kalimantan Utara
Dasar hukum UU No. 47 Tahun 1999
Tanggal peresmian 4 Oktober 1999
Ibu kota Nunukan
Pemerintahan
-Bupati Asmin Laura Hafid
APBD
-APBD 1,6 Triliun (2013)
-DAU Rp. 307.765.777.000.-(2013)[2]
Luas 13.841,90 km²
Populasi
-Total 185.449 Jiwa (2016)[3]
-Kepadatan 10,71 jiwa/km²
Demografi
-Agama Islam 65.63%
Kristen Protestan 27.14%
Katolik 6.55%
Buddha 0.42%
Hindu 0.26%
Konghuchu 0.01%[4]
-Kode area telepon 0556
Pembagian administratif
-Kecamatan 16
-Kelurahan 218
Simbol khas daerah
Situs web http://www.nunukankab.go.id/

Kabupaten Nunukan adalah suatu kabupaten di Kalimantan Utara, Indonesia. Kabupaten ini merupakan wilayah paling utara dari Provinsi Kalimantan Utara.[1] Ibu kota kabupaten terletak di kota Nunukan. Kabupaten yang memiliki luas wilayah 14.493 km² dan berpenduduk sebanyak 140.842 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010) ini mempunyai motto "Penekindidebaya" yang artinya "Membangun Daerah" yang berasal dari bahasa Tidung. Nunukan juga adalah nama sebuah kecamatan di kabupaten ini.

Pelabuhan Nunukan merupakan pelabuhan lintas dengan kota Tawau, Malaysia. Bagi penduduk kota Nunukan yang hendak pergi ke Tawau diperlukan dokumen PLB (Pas Lintas Batas). Setiap hari rata-rata sekitar 8 unit kapal cepat dengan kapasitas kurang lebih 100 orang mondar-mandir antar Nunukan dengan Tawau, Malaysia.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Malaysia
Selatan Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung
Barat Malaysia
Timur Laut Sulawesi

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Nunukan merupakan wilayah pemekaran dari Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Pembentukan kabupaten ini berdasarkan pertimbangan luas wilyah, peningkatan pembangunan, dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Pemekaran Kabupaten Bulungan di pelopori oleh R.A. Besing yang pada saat itu menjabat sebagai bupati.

Pada tahun 1999, pemerintah pusat memberlakukan otonomi daerah dengan didasari Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Dengan dasar inilah dilakukan pemekaran pada Kabupaten Bulungan menjadi 2 kabupaten baru lainnya, yaitu Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau.

Pemekaran Kabupaten ini secara hukum diatur dalam UU Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat dan Kota Bontang pada tanggal 4 Oktober 1999. Dengan dasar UU Nomor 47 tahun 1999 tersebut Nunukan resmi menjadi kabupaten dengan 5 wilayah administratif, yakni:

Pada tahun 2003 terjadi tragedi kemanusiaan besar-besaran di Nunukan ketika para pekerja gelap asal Indonesia yang bekerja di Malaysia dideportasi kembali ke Indonesia lewat Nunukan. Sejak tahun 2012, kabupaten ini merupakan bagian dari Provinsi Kalimantan Utara, seiring dengan pemekaran provinsi baru tersebut dari Provinsi Kalimantan Timur.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Stempel paspor dari Nunukan, Indonesia

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No. Foto Nama Awal Jabatan Akhir Jabatan Wakil Bupati Keterangan Ref.
1 Drs. Bustaman Arham 12 Oktober 1999 30 Mei 2001 Penjabat bupati
2 H. Abdul Hafid Ahmad 30 Mei 2001 30 Mei 2006 Drs. Kasmir Foret, M.M. Periode pertama
30 Mei 2006 30 Mei 2011 Periode kedua
3 Drs. H. Basri, M.Si. 30 Mei 2011 30 Mei 2016 Hj. Asmah Gani
4 Hj. Asmin Laura Hafid, S.E., M.M. 1 Juni 2016 Sekarang Ir. H. Paridil Murad, S.E., M.T. [5]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

No Nama Partai Kursi
1 Partai Demokrat 6
2 Partai Gerakan Indonesia Raya 4
3 Partai Hati Nurani Rakyat 3
4 Partai Golkar 5
5 PKS 3
6 PDIP 2
7 PBB 4
8 PPP 4
9 PAN 3
10 Partai Nasional Demokrat 2
Jumlah 25

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Nunukan terdiri dari 19 Kecamatan yang terbagi menjadi 8 Kelurahan dan 232 Desa yang tersebar di:[1]

  1. Kecamatan Nunukan : 4 Kelurahan, 1 Desa
  2. Kecamatan Nunukan Selatan : 4 Kelurahan
  3. Kecamatan Sebatik : 4 Desa
  4. Kecamatan Sebatik Barat : 4 Desa
  5. Kecamatan Sebatik Timur :4 Desa
  6. Kecamatan Sebatik Utara : 3 Desa
  7. Kecamatan Sebatik Tengah : 4 Desa
  8. Kecamatan Sembakung : 10 Desa
  9. Kecamatan Sembakung Atulai : 10 Desa
  10. Kecamatan Lumbis : 28 Desa
  11. Kecamatan Krayan : 23 Desa
  12. Kecamatan Sebuku : 10 Desa
  13. Kecamatan Krayan Selatan : 13 Desa
  14. Kecamatan Sei Menggaris : 4 Desa
  15. Kecamatan Tulin Onsoi : 12 Desa
  16. Kecamatan Lumbis Ogong : 49 Desa
  17. Kecamatan Krayan Tengah : 11 Desa
  18. Kecamatan Krayan Timur : 17 Desa
  19. Kecamatan Krayan Barat : 25 Desa

Pemekaran Daerah[sunting | sunting sumber]

Pemekaran Kota Sebatik yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Nunukan masih menunggu putusan dari DPR RI sedangkan usulan pemekaran Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan, Kabupaten Krayan dan Kota Nunukan yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Nunukan masih menunggu putusan DPRD Kabupaten Nunukan.[6][7]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Pelabuhan Nunukan merupakan pelabuhan lintas dengan kota Tawau, Malaysia. Bagi penduduk kota Nunukan yang hendak pergi ke Tawau diperlukan dokumen PLB (Pas Lintas Batas). Setiap hari rata-rata sekitar 8 unit kapal cepat dengan kapasitas kurang lebih 100 orang mondar-mandir antar Nunukan dengan Tawau, Malaysia.

Media Massa[sunting | sunting sumber]

Radio[sunting | sunting sumber]

  • Radio Republik Indonesia Nunukan 97.1 FM
  • Radio Maroni 103 FM
  • Radio Ambalat 88.8 FM
  • Radio Devia 102.2 FM
  • Radio SIP 90.4 FM
  • Radio Swara Tribun Indonesia 101.4 FM

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]