Kabupaten Nunukan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Nunukan
Kalimantan 1rightarrow blue.svg Kalimantan Utara
Kantor Bupati Nunukan
Kantor Bupati Nunukan
Lambang resmi Kabupaten Nunukan
Lambang
Motto: 
Penekindi Debaya
(Bahasa Tidung: Membangun Daerah)
Lokasi Kalimantan Utara Kabupaten Nunukan.svg
Kabupaten Nunukan berlokasi di Kalimantan
Kabupaten Nunukan
Kabupaten Nunukan
Kabupaten Nunukan berlokasi di Indonesia
Kabupaten Nunukan
Kabupaten Nunukan
Koordinat: 4°08′00″N 116°42′00″E / 4.1333°N 116.7°E / 4.1333; 116.7[1]
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Utara
Tanggal peresmian4 Oktober 1999
Dasar hukumUU No. 47 Tahun 1999
Ibu kotaKota Nunukan
Pemerintahan
 • BupatiHj. Asmin Laura Hafid, M.M
 • Wakil BupatiIr. H. Paridil Murad, M.T
Luas
 • Total14.247,50 km2 (550,100 sq mi)
Populasi
 ((2019)[2])
 • Total209.922 jiwa
Demografi
 • Suku bangsaBugis, Dayak, Tidung, Jawa, dll
 • AgamaIslam 73,15%
Kristen 26,67%
- Protestan 18,61%
- Katolik 8,06%
Buddha 0,13%
Hindu 0,05%[2]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon0556
Kode Kemendagri65.03 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan16
Jumlah kelurahan218
DAURp. 307.765.777.000.-(2013)[3]
APBD1,6 Triliun (2013)
IPM 66,32 (2019)[2]
Sedang
Bandar udaraBandar Udara Nunukan
Flora resmiKedayan[4]
Fauna resmiGajah Borneo, Bekantan[4]
Situs webhttp://www.nunukankab.go.id/

Kabupaten Nunukan adalah sebuah kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia. Kabupaten ini merupakan wilayah paling utara dari Provinsi Kalimantan Utara.[1] Ibu kota kabupaten terletak di kota Nunukan. Kabupaten yang memiliki luas wilayah 14.247,50 km² dan berpenduduk sebanyak 209.922 jiwa (2019) ini mempunyai motto "Penekindidebaya" yang artinya "Membangun Daerah" yang berasal dari bahasa Tidung.[2]

Pelabuhan Nunukan merupakan pelabuhan lintas dengan kota Tawau, Malaysia. Bagi penduduk kota Nunukan yang hendak pergi ke Tawau diperlukan dokumen PLB (Pas Lintas Batas). Setiap hari rata-rata sekitar 8 unit kapal cepat dengan kapasitas kurang lebih 100 orang mondar-mandir antar Nunukan dengan Tawau, Malaysia.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Malaysia
Timur Laut Sulawesi
Selatan Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung
Barat Malaysia

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Nunukan merupakan wilayah pemekaran dari Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Pembentukan kabupaten ini berdasarkan pertimbangan luas wilyah, peningkatan pembangunan, dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Pemekaran Kabupaten Bulungan di pelopori oleh R.A. Besing yang pada saat itu menjabat sebagai bupati.

Pada tahun 1999, pemerintah pusat memberlakukan otonomi daerah dengan didasari Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Dengan dasar inilah dilakukan pemekaran pada Kabupaten Bulungan menjadi 2 kabupaten baru lainnya, yaitu Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau.

Pemekaran Kabupaten ini secara hukum diatur dalam UU Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat dan Kota Bontang pada tanggal 4 Oktober 1999. Dengan dasar UU Nomor 47 tahun 1999 tersebut Nunukan resmi menjadi kabupaten dengan 5 wilayah administratif, yakni:

Pada tahun 2003 terjadi tragedi kemanusiaan besar-besaran di Nunukan ketika para pekerja gelap asal Indonesia yang bekerja di Malaysia dideportasi kembali ke Indonesia lewat Nunukan. Sejak tahun 2012, kabupaten ini merupakan bagian dari Provinsi Kalimantan Utara, seiring dengan pemekaran provinsi baru tersebut dari Provinsi Kalimantan Timur.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Stempel paspor dari Nunukan, Indonesia

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No. Foto Nama Awal Jabatan Akhir Jabatan Wakil Bupati Keterangan Ref.
Drs. Bustaman Arham 12 Oktober 1999 30 Mei 2001 Penjabat bupati
1 H. Abdul Hafid Ahmad 30 Mei 2001 30 Mei 2006 Drs. Kasmir Foret, M.M. Periode pertama
30 Mei 2006 30 Mei 2011 Periode kedua
2 Drs. H. Basri, M.Si. 30 Mei 2011 30 Mei 2016 Hj. Asmah Gani
3 Asmin Laura Hafid Bupati Nunukan.png Hj. Asmin Laura Hafid, S.E., M.M. 1 Juni 2016 Sekarang Ir. H. Paridil Murad, S.E., M.T. [5]
Ir. H. Paridil Murad, S.E., M.T. 26 September 2020 5 Desember 2020 Pelaksana tugas (plt.) bupati, menggantikan bupati Nunukan definitif yang cuti pilkada


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD Nunukan beranggotakan 25 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Pimpinan DPRD Nunukan terdiri dari 1 Ketua dan 2 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik dengan jumlah kursi terbanyak. Anggota DPRD Nunukan yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 11 Agustus 2019 oleh Ketua Pengadilan Negeri Nunukan, Candra Nurendra Adiyana, S.H., di Gedung DPRD Nunukan. Komposisi anggota DPRD Nunukan periode 2019-2024 terdiri dari 10 partai politik dimana Partai Hanura merupakan pemilik kursi terbanyak yaitu 7 kursi.[6][7][8]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Nunukan terdiri dari 19 kecamatan, 8 kelurahan, dan 232 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 174.136 jiwa dengan luas wilayah 13.841,90 km² dan sebaran penduduk 12 jiwa/km².[9]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Nunukan, adalah sebagai berikut:

Kecamatan Jumlah Desa Daftar Desa/Kelurahan
Krayan, Nunukan 23
Krayan Barat, Nunukan 25
Krayan Tengah, Nunukan 11
Krayan Timur, Nunukan 17
Krayan Selatan, Nunukan 13
Lumbis, Nunukan 28
Lumbis Ogong, Nunukan 49
Nunukan, Nunukan 5
Nunukan Selatan, Nunukan 4
Sebatik, Nunukan 4
Sebatik Barat, Nunukan 4
Sebatik Tengah, Nunukan 4
Sebatik Timur, Nunukan 4
Sebatik Utara, Nunukan 3
Sebuku, Nunukan 10
Sei Menggaris, Nunukan 4
Sembakung, Nunukan 10
Sembakung Atulai, Nunukan 10
Tulin Onsoi, Nunukan 12
TOTAL 240

Pemekaran Daerah[sunting | sunting sumber]

Pemekaran Kota Sebatik yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Nunukan masih menunggu putusan dari DPR RI sedangkan usulan pemekaran Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan, Kabupaten Krayan dan Kota Nunukan yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Nunukan masih menunggu putusan DPRD Kabupaten Nunukan.[10][11]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Pelabuhan Nunukan merupakan pelabuhan lintas dengan kota Tawau, Malaysia. Bagi penduduk kota Nunukan yang hendak pergi ke Tawau diperlukan dokumen PLB (Pas Lintas Batas). Setiap hari rata-rata sekitar 8 unit kapal cepat dengan kapasitas kurang lebih 100 orang mondar-mandir antar Nunukan dengan Tawau, Malaysia.

Media Massa[sunting | sunting sumber]

Radio[sunting | sunting sumber]

  • Radio Republik Indonesia Nunukan 97.1 FM
  • Radio Maroni 103 FM
  • Radio Ambalat 88.8 FM
  • Radio Devia 102.2 FM
  • Radio SIP 90.4 FM
  • Radio Swara Tribun Indonesia 101.4 FM

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Situs Kabupaten Nunukan - Kelurahan dan Desa
  2. ^ a b c d "Kabupaten Nunukan Dalam Angka 2020" (pdf). www.nunukankab.bps.go.id. Diakses tanggal 26 Juni 2020. 
  3. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  4. ^ a b "Ekspedisi Khatulistiwa Temukan Hewan Tumbuhan Langka di Nunukan". www.kaltim.antaranews.com. Diakses tanggal 26 Juni 2020. 
  5. ^ "Bupati Cantik Itu Akhirnya Dilantik". prokal.co. 1 Juni 2016. Diakses tanggal 11 Desember 2016. 
  6. ^ Asrin. Sobirin, ed. "25 Anggota DPRD Nunukan Resmi Dilantik". KORAN KALTARA. Diakses tanggal 18-09-2019. 
  7. ^ Yusuf P. (12-08-2019). "Anggota DPRD Nunukan periode 2019 – 2024 resmi dilantik". MITRA POL. Diakses tanggal 18-09-2019. 
  8. ^ Nurrahma Wati (12-08-2019). "Ketua DPRD Nunukan : Saatnya Sekarang, kembali ke Dua Warna Merah Putih". merposnews.com. Diakses tanggal 18-09-2019. 
  9. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 5 Desember 2018. 
  10. ^ Pemekaran DOB Kota Sebatik Sudah Siap 99 Persen kaltim.tribunnews.com
  11. ^ Massa Desak Pembentukan Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan kaltim.tribunnews.com

Pranala luar[sunting | sunting sumber]