Kabupaten Kutai Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kabupaten Kutai Timur
Lambang Kabupaten Kutai Timur
Lambang Kabupaten Kutai Timur


Moto: Tuah Bumi Untung Banua (Bahasa Melayu)[1]



Lokasi Kalimantan Timur Kabupaten Kutai Timur.svg
Peta lokasi Kabupaten Kutai Timur di Kalimantan Timur
Koordinat: 115°56'26"-118°58'19" BT - 1°17'1" LS-1°52'39" LU
Provinsi Kalimantan Timur
Dasar hukum UU No. 47 Tahun 1999
Tanggal peresmian 28 Oktober 1999
Ibu kota Sangatta
Pemerintahan
-Bupati Ir. H. Ismunandar, MT
APBD
-APBD Rp 2.617.291.082.679 (2017)[2]
-DAU Rp 590.217.130.548-(2017)[2]
Luas 35.747,50 km2
Populasi
-Total 413.508 jiwa (2015)
-Kepadatan 11,57 jiwa/km2
Demografi
-Agama Islam 81.86%
Kristen Protestan 11.88%
Katolik 5.71%
Hindu 0.50%
Buddha 0.04%
Konghucu 0.01%[3]
-Kode area telepon 0549
-Bandar udara Bandar Udara Tanjung Bara (Pertamina), Bandar Udara Sangkimah
Pembagian administratif
-Kecamatan 18[4]
-Kelurahan 135[4]
Simbol khas daerah
Situs web http://www.kutaitimurkab.go.id/

Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km²[4] atau 17% dari luas Provinsi Kalimantan Timur dan berpenduduk sebanyak 253.847 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010) dengan kepadatan 4,74 jiwa/km² dan pertumbuhan penduduk selama 4 tahun terakhir rata-rata 4,08% setiap tahun.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kutai Timur merupakan salah satu wilayah hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai yang dibentuk berdasarkan UU No. 47 Tahun 1999, tentang Pemekaran wilayah Provinsi dan Kabupaten. Diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 28 Oktober 1999.[4]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Dengan luas wilayah 35.747,50 km², Kutai Timur terletak di wilayah khatulistiwa dengan koordinat di antara 115°56'26"-118°58'19" BT dan 1°17'1" LS-1°52'39" LU.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kabupaten Berau
Selatan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Bontang
Barat Kabupaten Kutai Kartanegara
Timur Selat Makassar

Topografi[sunting | sunting sumber]

Kutai Timur memiliki keadaan topografi yang bervariasi, mulai dari daerah dataran seluas 536.200 ha, lereng bergelombang (1,42 juta ha), hingga pegunungan (1,6 juta ha), tersimpan potensi batu bara 5,35 miliar ton.[5]

Luas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Luas Wilayah dan Jarak dari Samarinda[sunting | sunting sumber]

Luas
Luas Daratan
(ha)
Luas Perairan Darat
(ha)
Luas Wilayah Darat
(ha)
Luas Pengelolaan
Laut 0–4 Mil
(km2)
Jarak Dari
Ibukota Provinsi
(Km)
3 173 519 16 130 3 189 649 2 641 176

Luas Wilayah Menurut Kelas Ketinggian dari Permukaan Laut (Ha)[sunting | sunting sumber]

Kelas Ketinggian
0-7 M 7 -25 M 25 - 100 M 100 - 500 M 500 - 1000 M > 1000 M
74 492 163 342 658 394 593 218 135 389 59 927

Luas Wilayah Menurut Kelas Lereng/Kemiringan (Ha)[sunting | sunting sumber]

Kelas Lereng/Kemiringan
0 - 2 % 2 - 15 % 15 - 40 % > 40 % Jumlah
151 165 197 965 1 212 195 1 612 195 3 173 519

Luas Wilayah Menurut Jenis Penggunaan Tanah (Ha)[sunting | sunting sumber]

Pemukiman Hutan Pertanian Pertambangan Lainnya
9 283 1 279 022 465 267 26 763 1 394 572

Pemerintah[sunting | sunting sumber]

Kantor Bupati Kutai Timur

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
Drs. H.
Awang Faroek Ishak
M.M., M.Si.
1999
2001
1
2001
2003
1
[ket. 1]
H.
Mahyudin
S.T., M.M.
2
H.
Mahyudin
S.T., M.M.
2003
2006
(1)
Drs. H.
Awang Faroek Ishak
M.M., M.Si.
13 Februari 2006
17 Desember 2008
2
[ket. 2]
Isran Noor
3
Bupati Kutai Timur Isran Noor.jpg Isran Noor
4 Februari 2009
13 Februari 2011
[ket. 3]
13 Februari 2011
30 Maret 2015
3
[ket. 4]
Drs. H.
Ardiansyah Sulaiman
M.Si.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman.jpg Drs. H.
Ardiansyah Sulaiman
M.Si.
31 Maret 2015
8 Juni 2015
[ket. 5]
4
9 Juni 2015
16 Februari 2016
[ket. 6]
5
Bupati Kutai Timur Ismunandar.png Ir. H.
Ismunandar
M.T.
17 Februari 2016
Petahana
4
[ket. 7]
Kasmidi Bulang
ST, MM
Keterangan
  1. ^ Bupati definitif pertama, dipilih oleh DPRD Kutai Timur tahun 2001[6]
  2. ^ Bupati pertama yang terpilih, hasil dari Pilkada Kutim 2005
  3. ^ Menggantikan Awang Faroek Ishak yang terpilih menjadi Gubernur Kaltim tahun 2008
  4. ^ Terpilih dalam Pilkada Kutim 2011 dan kemudian mundur dari jabatan bupati tahun 2015
  5. ^ Pelaksana tugas (plt.) Bupati[7]
  6. ^ Bupati definitif[8]
  7. ^ Bupati ketiga hasil dari Pilkada Kutim 2015[9]

Kutai Timur sejak pembentukannya baru memiliki dua orang bupati, pertama kali adalah Awang Faroek Ishak sebagai bupati dengan wakilnya Mahyudin. Pada saat Awang Farouk mundur dari jabatan bupati waktu mencalonkan diri menjadi Gubernur Kalimantan Timur, ia digantikan oleh Mahyudin. Kemudian pada Pilkada Bupati Kutai Timur, Awang Faroek terpilih kembali menjadi bupati periode 2006-2011.

Pada tahun 2008, Bupati Awang Farouk terpilih dan diangkat menjadi Gubernur Kalimantan Timur. Selanjutnya Wakil Bupati Isran Noor diangkat menjadi Bupati, sedangkan Wakil Bupati kemudian diamanatkan kepada Ardiansyah S.

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD Periode 2014-2019[sunting | sunting sumber]

No Nama Jabatan Asal Partai
1 Mahyunadi Ketua Partai Golkar
2 Yulianus Palangiran, SE Wakil Ketua Partai Demokrat
3 Hj Encek U.R Firgasih, SH Wakil Ketua Partai PPP

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Terdapat 18 kecamatan di Kutai Timur saat ini, yaitu:[4]

  1. Batu Ampar
  2. Bengalon
  3. Busang
  4. Kaliorang
  5. Karangan
  6. Kaubun
  7. Kongbeng
  8. Long Masengat
  9. Muara Ancalong
  10. Muara Bengkal
  11. Muara Wahau
  12. Rantau Pulung
  13. Sandaran
  14. Sangatta Utara
  15. Sangatta Selatan
  16. Sangkulirang
  17. Telen
  18. Teluk Pandan

Pemilihan umum kepala daerah[sunting | sunting sumber]

Pilkada 2005[sunting | sunting sumber]

Sejak reformasi 1998 dan pemberlakuan otonomi daerah yang diiringi dengan pembentukan Kabupaten Kutai Timur pada tahun 1999, Kutai Timur pertama kali menggelar pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah pada tahun 2005. Pencoblosan dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2005[10] dan pasangan Awang Faroek–Isran Noor memenangkan Pilkada Kutim 2006 dengan perolehan suara lebih dari 50 persen. Awang Faroek–Isran Noor dilantik menjadi bupati dan wakil bupati Kutai Timur pada tanggal 13 Februari 2006.[11][12]

Awang Faroek Ishak yang baru menjabat selama 2 tahun sebagai bupati, mencalonkan diri kembali sebagai kepala daerah, yakni Gubernur Kalimantan Timur pada tahun 2008 dan menang pada putaran kedua sehingga posisi bupati yang kosong setelah Awang Faroek dilantik menjadi Gubernur Kaltim pada tanggal 17 Desember 2008 diisi oleh wakil bupati Isran Noor yang dilantik menjadi bupati Kutai Timur pada tanggal 4 Februari 2009.[13]

Pilkada 2010[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2010, tahapan menuju Pilkada Kutai Timur untuk masa jabatan 20112016 sudah dimulai. Mulai dari pemasangan baliho di segala penjuru Kutai Timur dan pengundian nomor urut calon bupati. Pencoblosan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2010.

Pasangan Isran Noor–Ardiansyah Sulaiman ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati Kutai Timur terpilih untuk masa jabatan 2011–2016 dengan perolehan 59418 suara (51,15). Namun, salah satu kandidat yakni Suardi–Agustinus Djiu sempat keberatan karena menduga adanya kecurangan sehingga mereka melaporkan pasangan Isran–Ardiansyah ke Mahkamah Konstitusi. Setelah menjalani beberapa sidang, Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh gugatan terhadap hasil pemilihan umum kepala daerah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur yang diajukan pasangan Suardi dan Agustinus Djiu. Keputusan tersebut diambil 9 hakim MK yang diketuai Mahfud MD pada tanggal 29 Desember 2010.[14]

Isran Noor–Ardiansyah Sulaiman dilantik sebagai bupati dan wakil bupati Kutai Timur untuk masa jabatan 2011–2016 di Gedung Serbaguna Pemkab Kutim oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak pada tanggal 13 Februari 2011.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Tempat wisata[sunting | sunting sumber]

Secara umum tempat wisata untuk dikunjungi di Kutim terbagi dalam 3 wilayah, yaitu Zona Sangatta, Zona Sangkulirang dan Zona Muara Wahau, hal ini lebih dikarenakan kedekatan lokasinya daripada batas administratif.[15]

Daftar lokasi tersebut di antaranya adalah:

Zona Sangatta[sunting | sunting sumber]

Wilayah ini seolah menjadi gerbang bagi pengunjung yang akan masuk ke Sangatta melalui jalur darat. Dicirikan oleh dominasi objek wisata alam, dengan Taman Nasional Kutai-nya yang sudah terkenal, wilayah ini juga “diuntungkan” dengan keberadaan kota Sangatta sebagai ibukota kabupaten yang memiliki fasilitas penunjang yang jauh lebih baik dibandingkan wilayah-wilayah lainnya di Kutai Timur.[16] Namun sangat disayangkan bahwa hutan lebat yang menyejukkan perjalanan menuju kota Sangatta sekarang harus merana karena habis ditebangi oleh penduduk pendatang yang kemudian mendirikan pemukiman disepanjang jalan Bontang - Sangatta yang seharusnya ikut membantu melestarikan keindahan hutan Taman Nasional Kutai Timur, tetapi sekarang justru menghancurkannya.

Secara umum terdapat:

  1. Taman Nasional Kutai
    di dalamnya terdapat pula:
    • Sangkimah, di mana terdapat jembatan (disebut Jembatan Sangkimah) sepanjang lebih kurang 1 km menjorok masuk ke tengah hutan hujan tropis dan bermuara pada suatu fosil hidup, yaitu pohon ulin besar yang diperkirakan berumur sekitar 1000 tahun.
    • Mentoko, di kawasan ini terdapat sebuah pondok penelitian, disebut Pondok Penelitian Mentoko yang didirikan oleh Akira Suzuki, seorang ahli biologi dari Jepang yang mempelajari kehidupan orang utan di daerah ini.
    • Pantai Teluk Kaba
    • Pantai Teluk Lombok dan Teluk Perancis.
  2. Pantai Tanjung Bara
    Pantai ini berada di dalam wilayah PT. Kaltim Prima Coal (KPC) yang merupakan salah satu perusahaan penambangan batubara terbesar yang berada di wilayah Kalimantan Timur.

Zona Sangkulirang[sunting | sunting sumber]

Objek dan daya tarik wisata di zona ini umumnya ditandai dengan ciri alam, yaitu hutan, gua, air panas, sungai, pantai dan pulau-pulau kecil yang tersebar di Kecamatan Sangkulirang. Garis pantai yang panjang dan potensi perairan (laut maupun sungai) yang besar menambah daya tarik wilayah ini terlebih dengan adanya daya tarik yang unik yang berbeda dengan wilayah lainnya, seperti gua, pulau, pantai, laut dan air panas. Namun seperti juga wilayah lain di Kutai Timur, aksesbilitas (melalui darat) masih menjadi masalah yang utama untuk wilayah Sangkulirang. Sementara ini transportasi air / sungai dengan perahu masih mendominasi perangkutan di Sangkulirang.[17]

Secara umum terdapat:

  1. Desa Benua Baru
  2. Pulau Birah-Birahan, merupakan tempat bertelur penyu dan tempat bertelur serta migrasi sejenis burung putih pada saat bulan-bulan angin laut selatan, yaitu bulan Agustus, September dan Oktober
  3. Pantai Jepu-Jepu, Bual-Bual dan Selangkau
  4. Desa Pengadan, di mana sebagian besar penduduknya adalah petani sarang burung walet. Juga terdapat gua-gua yang sangat menarik untuk dikunjungi, baik karena keindahannya (stalagtit dan stalagmit) serta terdapat lukisan-lukisan dinding berupa gambar negatif tangan manusia dan hewan dari Zaman Batu (Stone Age).[18] Di antara gua-gua itu yang dibuka untuk umum adalah:
    • Gua Ampanas dan
    • Gua Mardua

Zona Muara Wahau[sunting | sunting sumber]

Objek dan daya tarik wisata di wilayah ini dicirikan oleh alam pedalaman hutan dan sungai, dengan budaya sungainya yang masih cukup kental. Keberadaan gunung batu Kongbeng merupakan salah satu daya tarik lain yang unik di wilayah ini selain dari desa-desa sepanjang sungai Wahau/Telen.[19]

Secara umum terdapat:

  1. Desa Muara Wahau
  2. Desa Miau Baru, desa yang masih tetap mempertahankan tradisi budaya Dayak dalam kehidupan keseharian mereka, seperti berladang dan mencari ikan untuk kelangsungan hidup.
  3. Gunung Kung Beang yang terletak di Desa Pantun, nama Gunung Kung Beang berasal dari suku Dayak Wehea yang ada di Muara Wahau, berdasarkan kebenaran sejarah suku Dayak Wehea setempat yang telah lama dan terdahulu menempati dan hidup di daerah Wahaunama Gunung tersebut Kung Beang bukan Kongbeng.
  4. Desa-desa Sepanjang Sungai Wahau/Telen, seperti:
  5. HULIWA [Hutan Lindung Wehea]yang terletak diwilayah Desa Nehas Liah Bing beserta 5 Desa Wehea Lainnya, Suku Dayak Wehea Sepakat menjaga dan melindungi serta melestarikan hutan mereka yang sangat luas bahkan menjadi hutan lindung terluas di Kutim bahkan di Kaltim maupun seluruh indonesia dan nomor 3 terbesar didunia yang dibantu TNC

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Darat[sunting | sunting sumber]

Transportasi darat dapat ditempuh 4 jam dari Samarinda, 8 jam dari Balikpapan, 2 Jam dari Bontang

Udara[sunting | sunting sumber]

Untuk transportasi udara terdapat 2 pelabuhan udara, yaitu KPC di Tanjung Bara dan pelabuhan udara Pertamina di Sangkima yang dapat didarati pesawat Cassa dengan kapasitas 21 penumpang. Transportasi udara dapat ditempuh 1 jam perjalanan dari Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kota Balikpapan.

Laut[sunting | sunting sumber]

Pelabuhan laut sebagai prasarana transportasi laut saat ini hanya untuk melayani KPC, sedangkan Pelabuhan Maloy yang dipersiapkan untuk menampung aktivitas kawasan agroindustri Maloy dan daerah sekitarnya (hinterland). Sedangkan pelabuhan yang melayani kegiatan masyarakat, yaitu pelabuhan sungai yang berada di sungai Sangatta di kota Sangatta.[20]

Fasilitas Publik[sunting | sunting sumber]

Rumah Sakit dan Klinik[sunting | sunting sumber]

Berikut daftar Rumah Sakit dan Klinik di Sangatta, dsb :

Rumah Sakit Alamat Telepon & Fax
Rumah Sakit Umum Meloyn Jl. Yos Sudarso II No. 101 0549-24222, 2026258 Sangatta
Rumah Sakit Ibu dan Anak Cahaya Jl. Yos Sudarso III Teluk Lingga 0549-5502490 Sangatta
Rumah Sakit Pupuk Kaltim Jl. Yos Sudarso I No.01 Sangatta
Rumah Sakit Umum Daerah Kudungga Jl. Soekarno-Hatta No. 01 Sangatta Utara 0549-5501391
Rumah Sakit SOHC Jl. Yos Sudarso IV Teluk Lingga 0549-23417
Rumah Sakit Bersalin Asy-Syifa Jl. Yos Sudarso II 0549-23344, 21050
Rumah Sakit Pertamedika Aulia Jl. Karya Etam No.79 RT.14
Klinik SOS Jl. Jendral Sudirman, Swarga Bara Sangatta
Klinik Pelita Kasih Sangatta Jl. Yos Sudarso IV Sangatta

Perbankan[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah daftar bank yang membuka cabangnya di Sangatta, yaitu:

Pusat Perbelanjaan & Minimarket[sunting | sunting sumber]

  • Sangatta Town Center adalah pusat perbelanjaan satu-satunya yang ada di Kota Sangatta. Sangatta Town Center ini memiliki 3 lantai dengan penyewa yang sudah terkenal seperti : Kentucky Fried Chicken, Mokko Factory Donout & Coffee, Restaurant Jepang Suki-Ya, Timezone, Matahari Department Store, Gramedia (toko buku), Bakso Lapangan Tembak, Columbia, Kids Wonderland, dan tenant lainnya. Pusat Perbelanjaan ini beralamat di Jalan Yos Sudarso II dan tempatnya sangat strategis yang berada di Pusat Kota Sangatta. Fasilitas Mall ini adalah memiliki parkir motor dan mobil yang cukup luas dan tersedia juga ATM Center.
  • Bandi Raya Swalayan merupakan swalayan yang berada di Jalan Yos Sudarso II Sangatta. Swalyan ini menyediakan kebutuhan pokok yang lengkap. Fasilitas Swalyan ini adalah memiliki parkir motor dan mobil yang cukup luas dan tersedia juga ATM.
  • Alfamidi merupakan jaringan toko swalayan yang memiliki banyak cabang di Indonesia salah satunya ada di Kota Sangatta. Gerai ini umumnya menjual berbagai produk makanan, minuman dan barang kebutuhan hidup lainnya. Alfamidi memiliki cabang yang beralamat di Jl.Yos Sudarso I, Jl.Yos Sudarso II, Jl.Yos Sudarso IV, Jl.Diponegoro Sangatta.
  • Indomaret merupakan jaringan minimarket yang menyediakan kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari. Indomaret memiliki cabang di Jl. A.Moeis, Jl.Diponegoro, Jl.Yos Sudarso I, Jl.Yos Sudarso II, Jl.Yos Sudarso III, Jl.Yos Sudarso IV, Jl.Poros Kabo, Jl.Apt.Pranoto, Jl.Karya Etam, dan Kompleks Perumahan GPL Munthe Sangatta.
  • Eramart merupakan swalayan yang berada di Kota Sangatta. Swalayan ini menjual berbagai produk makanan, minuman, dan barang kebutuhan hidup lainnya. Eramart dapat ditemukan di Jl.Wolter Monginsidi dan Jl.Yos Sudarso IV Sangatta.
  • Dan Berbagai Mini Market dan Pusat Perbelanjaan Lokal Lainnya.

Hotel & Penginapan[sunting | sunting sumber]

Berikut Daftar Hotel di Kota Sangatta :

  1. Hotel Royal Victoria Sangatta ****
  2. Q Hotel Sangatta *
  3. Hotel Kutai Permai Sangatta
  4. Hotel MS Sangatta
  5. Hotel Lumbu Sangatta
  6. Hotel Amar Sangatta
  7. Hotel Mesfa Mulia Sangatta
  8. Grand Mesfa Mulia Hotel
  9. The Golden Hotel Sangatta
  10. Hotel Pinang Mas
  11. Hotel Kristal Sangatta
  12. Hotel Irvan Jaya Sangatta
  13. Hotel Sengkang Sangatta
  14. Hotel Bunga Lainy Sangatta
  15. Guest House 132 Sangatta
  16. Hotel Sangatta Prima Raya
  17. Hotel Abna Sangatta
  18. Hotel Zamrud Sangatta

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Logo Daerah". Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Diakses tanggal 21 Januari 2018. 
  2. ^ a b "Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2016-2017". Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Humas DJPK. 9 Mei 2017. Diakses tanggal 21 Januari 2018. 
  3. ^ "Kabupaten Kutai Timur Dalam Angka 2016"
  4. ^ a b c d e http://www.kutaitimur.go.id/kutim/teras.asp
  5. ^ http://www.kompas.com/kompas-cetak/0309/04/otonomi/541472.htm
  6. ^ "Belum Ada Bupati Kutim yang Tuntas 5 Tahun Bekerja". suarakutim.com. 27 Februari 2015. Diakses tanggal 12 November 2016. 
  7. ^ "Pengunduran Diri Isran Diterima Mendagri, Wabup Jadi Plt Bupati Kutai Timur". detik.com. 1 April 2015. Diakses tanggal 12 November 2016. 
  8. ^ "Ardiansyah Sulaiman Hari Ini Dilantik". korankaltim.com. 9 Juni 2015. Diakses tanggal 12 November 2016. 
  9. ^ "Ismu-Kb Resmi Dilantik Oleh Gubernur". Bontang Post. Diakses tanggal 18 Februari 2016. 
  10. ^ [1]
  11. ^ [2]
  12. ^ Suara Karya - Faroek-Isran Siap Dilantik
  13. ^ Pemkab Kutai Timur - Isran Pernah Jadi Qari Terbaik. Diakses pada 2 Desember 2010
  14. ^ JPNN - MK Kuatkan Kemenangan Isran Noor-Ardiansyah di Kutim. Diakses pada 12 Februari 2011
  15. ^ http://www.kutaitimur.go.id/kutim/wisata.asp
  16. ^ http://www.kutaitimur.go.id/kutim/wisata_zsgt.asp
  17. ^ http://www.kutaitimur.go.id/kutim/wisata_zsangkulirang.asp
  18. ^ http://news.nationalgeographic.com/news/2005/07/0722_050722_caveart.html
  19. ^ http://www.kutaitimur.go.id/kutim/wisata_zwahau.asp
  20. ^ http://www.kutaitimur.go.id/kutim/infrastruktur.asp

Pranala luar[sunting | sunting sumber]