Kabupaten Paser

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Koordinat: 0°45′S 115°36′E / 0.750°S 115.600°E / -0.750; 115.600

Kabupaten Paser
Lambang Kabupaten Paser
Lambang Kabupaten Paser


Moto: Paser Buen Kesong
"Paser Berhati Baik"
Semboyan: Olo Manin Aso Buen Si Olo Ndo'
(Bahasa Paser "Masa depan harus lebih baik dari sekarang"


Julukan: Bumi Daya Taka


Lokasi Kalimantan Timur Kabupaten Paser.svg
Peta lokasi Kabupaten Paser di Kalimantan Timur
Koordinat: 0°45'18,37"-2°27'20,82" LS
115°36'14,5"-166°57'35,03" BT
Provinsi Kalimantan Timur
Hari jadi 29 Desember 1961
Dasar hukum PP RI No.49 Tahun 2007
PP RI No.38 Tahun 1996
PP RI No.21 Tahun 1987
UU RI No.27 Tahun 1959
Tanggal peresmian 22 Agustus 2007
11 Juli 1996
13 Oktober 1987
26 Juli 1959
Ibu kota Tana Paser
Pemerintahan
-Bupati Drs. H. Yusriansyah Syarkawi, M.Si
-Wakil Bupati
APBD
-APBD Rp.1.754.343.000.000,-[1]
-PAD Rp. 112.228.163.190,-
-DAU Rp. 386.895.907.000,-(2018)[1]
Luas 7.730,88 km²[2]
Populasi
-Total 254.503 jiwa (2017)[2]
-Kepadatan 33 jiwa/km2
Demografi
-Agama Islam 90.82%
Kristen Protestan 4.67%
Katolik 3.88%
Budha 0.37%
Hindu 0.26%
Lainnya 0.005%
-Bahasa Indonesia
-IPM 71,00 (2016)[3]
-Zona waktu UTC+08:00 WITA
-Kodepos 76251-76283
-Kode area telepon (+62)556
-Bandar udara Bandar Udara Tanah Grogot
Pembagian administratif
-Kecamatan 10[2]
-Kelurahan 5[2]
-Desa 139[2]
Simbol khas daerah
Situs web http://www.paserkab.go.id/

Kabupaten Paser adalah sebuah kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Tana Paser.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kediaman controleur Belanda di Paser pada tahun 1915
Kantor Bupati Paser.

Masa Kesultanan Paser[sunting | sunting sumber]

  • Abad XVI (1516 M), Kerajaan Sadurangas yang kemudian dinamakan Kesultanan Paser, berdiri dan dipimpin oleh seorang wanita (Ratu I) yang dinamakan Putri Di Dalam Petung. Wilayah kekuasaan kerajaan Sadurangas meliputi Kabupaten Paser yang ada sekarang, ditambah dengan Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Provinsi Kalimantan Selatan.
  • 1523 M, Perkawinan Putri Di Dalam Petung dengan Abu Mansyur Indra Jaya (pimpinan ekspedisi agama Islam dari kesultanan Demak) memperoleh empat orang anak, yaitu Aji Mas Pati Indra, Aji Putri Mitir, Aji Mas Anom Indra dan Aji Putri Ratna Beranak.
  • 1607-1644 M, pemerintahan Aji Mas Anom Indra bin Aji Mas Pati Indra.
  • 1644-1667 M, pemerintahan Aji Anom Singa Amulana bin Aji Mas Anom Indra.
  • 1667-1680 M, pemerintah Aji Perdana bin Aji Anom Singa Maulana, diberi gelar Penambahan Sulaiman.
  • 1680-1730 M, pemerintahan Aji Duwo bin Aji Mas Anom Singa Maulana, diberi gelar Penambahan Adam.
  • 1703-1738 M, pemerintahan Aji Geger bin Aji Anom Singa Maulana, diberi gelar Sultan Aji Muhammad Alamsyah (Sultan Paser I).
  • 1738-1768 M, pemerintahan Aji Negara bin Sultan Aji Muhammad Alamsyah, diberi gelar Sultan Sepuh Alamsyah (Sultan Paser II).
  • 1768-1799 M, pemerintahan Aji Dipati bin Panembahan Adam, diberi gelar Sultan Dipati Anom Alamsyah (Sultan paser III).
  • 1799-1811 M, pemerintah Aji Panji bin Ratu Agung, diberi gelar Sultan Sulaiman Alamsyah (Sultan paser IV).
  • 1811-1815 M, pemerintah Aji Sembilan bin Aji Muhammad Alamsyah, diberi gelar Sultan Ibrahim Alamsyah.
  • 1815-1843 M, pemerintah Aji Karang bin Sultan Sulaiman Alamsyah, diberi gelar Mahmud Han Alamsyah.
  • 1843-1853 M, pemerintah Aji Adil bin Sultan Sulaiman Alamsyah, diberi gelar Sultan Adam Alamsyah.
  • 1853-1875 M, pemerintahan Aji Tenggara bin Aji Kimas, diberi gelar Sultan Sepuh II Alamsyah.
  • 1875-1890 M, pemerintah Aji Timur Balam, diberi gelar Sultan Abdurahman Alamsyah.
  • 1880-1897 M, kekuasaan Sultan Muhammad Ali Alamsyah.
  • 1897 M, pemerintahan Pangeran Nata bin Pangeran Dipati Sulaiman, diberi gelar Sultan Sulaiman Alamsyah
  • 1898-1900 M, pemerintahan Pangeran Ratu bin Sultan Adam Alamsyah, diberi gelar Sultan Ratu Raja Besar Alamsyah.
  • 1900-1906 M, pemerintahan Pengeran Mangku Jaya Kesuma, diberi gelar Sultan Ibrahim Khaliluddin (Sultan terakhir).
  • 1906-1918 M, masa perjuangan rakyat paser melawan kolonial Belanda.

Masa Kemerdekaan Indonesia[sunting | sunting sumber]

Terbentuknya Kabupaten Paser[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Paser awalnya adalah Kabupaten Pasir sebagai daerah otonomi Kalimantan Timur yang pengesahannya berdasarkan UU Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan UU Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan, dengan sebutan Daerah Swatantra Tingkat II Pasir.

Sebelum UU 27 Tahun 1959 ditetapkan, daerah Pasir berbentuk kewedanaan yang berada dalam wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri yang dikeluarkan di Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1959 Nomor C-17/15/3 yang bersifat sementara, dan Penetapan Gubernur Kalimantan Timur tanggal 14 Agustus 1950 Nomor 186/OPB/92/14.

Lahirnya UU Nomor 27 tahun 1959 tanggal 29 Desember 1959 memberikan momentum yang sangat penting yakni terlepasnya kewedanaan Batu Besar dari wilayah daerah Swatantra Tingkat II Pasir dan dimasukkan ke dalam wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Pada tanggal 3 Agustus 1961 Daerah Swatantra Tingkat II Pasir dimasukkan ke dalam Wilayah Kalimantan Timur. Pada tanggal 29 Desember 1961 dilaksanakanlah serah terima oleh Gubernur Kepala Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Selatan, H. Maksid kepada Gubernur Kepala Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Timur, A.P.T. Pranoto di Departemen Dalam Negeri, Jakarta.

Melalui perjuangan Bupati Paser H.M. Ridwan Suwidi dan Wakil H.M. Hatta Garit waktu itu, Kabupaten Pasir berubah nama menjadi Kabupaten Paser yang ditandai dengan terbitnya Peraturan Pemerintah No. 49 Tahun 2007.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Paser merupakan wilayah Provinsi Kalimantan Timur yang terletak paling selatan, tepatnya pada posisi 00 45'18,37" - 20 27'20,82" LS dan 1150 36'14,5" -1660 57'35,03" BT. Kabupaten Paser terletak pada ketinggian yang berkisar antara 0-500 meter di atas permukaan laut.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah Kabupaten Paser adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Penajam Paser Utara
Selatan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan
Barat Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Barito Utara
Timur Selat Makassar

Luas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Luas wilayah Kabupaten Paser saat ini adalah 11.603,94 km², terdiri dari 10 kecamatan dengan 125 buah desa/kelurahan (data sampai tahun 2008) dan empat buah UPT (Unit Pemukiman Transmigrasi). Jumlah penduduk pada tahun 2010 mencapai 231.593 jiwa atau memiliki kepadatan penduduk 8 jiwa/km². Kecamatan dengan wilayah terluas di Kabupaten Paser adalah Kecamatan Long Kali, Paser, dengan luas wilayah 2.385,39 km², termasuk di dalamnya luas daerah lautan yang mencapai 20,50 persen dari luas wilayah Kabupaten Paser secara keseluruhan, sedangkan kecamatan yang luas wilayahnya terkecil adalah Kecamatan Tanah Grogot, hanya seluas 33,58 km² atau 2,89 persen.

Dari segi konstelasi regional, Kabupaten Paser berada di sebelah Selatan Provinsi Kalimantan Timur. Posisinya dilintasi oleh jalan arteri primer (jalan negara/nasional) yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Timur dengan Kalimantan Selatan. Pada bagian timur Kabupaten Paser melintang selat Makassar, dimasa yang akan datang memiliki prospek dan fungsi penting sebagai jalur alternatif pelayaran internasional. Pelabuhan laut utama di Kabupaten Paser, yaitu Pelabuhan Teluk Adang terletak 12 km ke arah utara ibukota Kabupaten (Kota Tanah Grogot), sedangkan Kota Tanah Grogot berjarak lebih kurang dari 145 km dari Balikpapan atau 260 km dari Ibukota Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda.

Topografi[sunting | sunting sumber]

Secara garis besar Kabupaten Paser dibagi menjadi 2 wilayah, yaitu:

  • Bagian timur, merupakan daratan rendah, lantai hingga bergelombang. Daerah ini memenjang dari utara ke selatan dengan lebih melebar di bagian selatan yang terdiri dari rawa-rawa dan daerah aliran sungai. Jalan Negara Penajam-Kedeman-Kuaro dan Kuaro Batu Aji sebagai batas topografi.
  • Bagian barat, merupakan daerah bergelombang hingga berbukit dan bergunung sampai ke perbatasan dengan Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, pada wilayah ini terdapat beberapa puncak gunung, yaitu:[4]
    • Gunung Sarumpaka (1.380 m)
    • Gunung Lumut (1.233 m)
    • Gunung Narujan atau Gunung Rambutan
    • Gunung Halat

Di kabupaten ini terdapat 3 buah sungai besar, antara lain:

  1. Sungai Pasir (221 km)
  2. Sungai Kandilo (191 km)
  3. Sungai Taluksari (169 km)

Geologi[sunting | sunting sumber]

Struktur geologi Kabupaten Paser berumur antara metozoik, tertiar dan kuartair. Penyeberangannya adalah sebagai berikut:

  • Wilayah bagian timur, berumur kuarter dan miosen (neogen)
  • Wilayah bagian tengah, berumur meosen bawah (paleogen)
  • Wilayah bagian barat, berumur tersier dan pra-tersier (mesozoik)

Iklim[sunting | sunting sumber]

Keadaan iklim di Kabupaten Paser banyak dipengaruhi oleh lintang dan topografi wilayahnya. Suhu rata-rata tahunan adalah 25 derajat Celcius, sedangkan rata-rata curah hujan di kawasan ini adalah 222,9 milimeter.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Nomor Foto Nama Masa Jabatan Keterangan Wakil Bupati Ref
1 Muhammad Fadlan 1961 Penguasa daerah
2 Soebrata Yoeda Soebrata 1961 Penjabat bupati
3 Muhammad Djamdjam 19611962
4 Drs. Yahmo Hadisoekrisno 19621965
5 Soerono 1965 Penjabat bupati
6 M. Saleh Nafsi, S.H. 19651979
7 Drs. Badarani Abbas 19791984
8 Ir. Sulaiman Ismail 19841988
9 Drs. Syahrul Effendi Busra 19881989 Pelaksana tugas (plt.) bupati
10 Drs. Ahmad Ramli 19891994 Periode pertama
19941999 Periode kedua
11 Drs. Arifin Saidi 1999 Penjabat bupati
12 Drs. Yusriansyah Syarkawi 19992004
13 H. Adi Buhari, S.E. 20042005 Penjabat bupati
14 H. M. Ridwan Suwidi 20052010
Periode pertama H. M. Hatta Garit, M.M.
20102015 Periode kedua H. M. Mardikansyah, S.H., M.A.P. [5]
Jabatan lowong 1 September–8 Oktober 2015 [6][7]
15 Ir. Ibrahim 9 Oktober 2015–16 Februari 2016 Penjabat bupati [8]
16 Drs. H. Yusriansyah Syarkawi, M.Si. 17 Februari 2016–2021 H. M. Mardikansyah, S.H., M.A.P. [9]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Paser

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Pemilihan Umum Kepala Daerah[sunting | sunting sumber]

Sejak reformasi 1998 dan pemberlakuan otonomi daerah, Kabupaten Paser pertama kali menggelar pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah pada tahun 2005 dan terpilih Ridwan Suwidi dan Hatta Garit sebagai pemenang pemilu kada untuk masa jabatan 5 tahun. Kemudian pada tahun 2010, pilkada Paser kembali digelar dan pencoblosan dilaksanakan pada tanggal 10 Juni 2010[10] dengan 524 TPS yang diperuntukkan kepada 154.938 pemilih. Dalam mengamankan Pilkada ini, Polres Paser menurunkan 2/3 kekuatannya yang diperkuat 328 personel BKO Polda Kaltim serta 1 pleton Dalmas Polres Penajam Paser Utara. Kemudian pada tanggal 15 Juni 2010, KPU Paser menggelar rapat pleno terbuka penentuan rekapitulasi perolehan suara dan penetapan bupati dan wakil bupati terpilih periode 2010-2015 yang digelar di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paser. Berikut ini adalah perolehan suara masing-masing kandidat berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Paser.

Adapun pasangan yang mengikuti Pilkada Paser tersebut adalah sebagai berikut:

No. Nama Pasangan Perolehan Suara[11]
1 Ridwan Suwidi-Mardikansyah 40,33 %
2 Tony Budi Hartono-Yudi Chandra 17,36 %
3 Noorhayati-Nasrun Kalam 9,95 %
4 Yusriansyah Sarkawie-Azhar Bahruddin 32,37 %

Pemekaran Daerah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Paser Selatan[sunting | sunting sumber]

Beberapa kecamatan di Kabupaten Paser akan segera memisahkan diri dan membentuk daerah otonom baru yakni Kabupaten Paser Selatan. Usulan pemekaran Kabupaten Muyu Mandobo itu telah disetujui oleh DPRD Provinsi Kalimantan Timur.[12] Kecamatan yang bergabung ke dalam kabupaten ini meliputi :

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sekolah Menengah[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten ada 13 SMA Negeri, yaitu:

  1. SMA Negeri 1 Tanah Grogot
  2. SMA Negeri 2 Tanah Grogot
  3. SMA Negeri 1 Long Ikis
  4. SMA Negeri 2 Long Ikis
  5. SMA Negeri 1 Batu Engau
  6. SMA Negeri 2 Batu Engau
  7. SMA Negeri 1 Kuaro
  8. SMA Negeri 1 Long Kali
  9. SMA Negeri 1 Pasir Belengkong
  10. SMA Negeri 1 Batu Sopang
  11. SMA Negeri 1 Muara Komam
  12. SMA Negeri 1 Muara Samu
  13. SMA Negeri 1 Tanjung Harapan

Sekolah Menengah Kejuruan[sunting | sunting sumber]

Selain itu ada juga SMK Negeri yang semuanya berada di ibukota Kabupaten, yaitu:

  1. SMK Negeri 1 Tanah Grogot, rumpun manajemen, akuntansi dan perkantoran
  2. SMK Negeri 2 Tanah Grogot, rumpun pertanian
  3. SMK Negeri 3 Tanah Grogot, rumpun teknik
  4. SMK Negeri 4 Tanah Grogot, rumpun tata boga, tata busana, perhotelan

Untuk sekolah Islam negeri setara SLTA, ada dua yaitu:

  1. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanah Grogot
  2. Madrasah Aliyan Negeri Insan Cendekia (MAN-IC) Tanah Grogot

Adapun SLTA swasta ada 23 yaitu:

  1. SMA Muhammadiyah Tanah Grogot
  2. SMA BIna Iman Pasir Belengkong
  3. SMA PGRI 7 Tanjung Harapan
  4. SMA PGRI 25 Muara Sami
  5. SMA Lukman Al Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah Kuaro
  6. SMK Al Ikhlas Long Kali
  7. SMK Babussalam Tanah Grogot
  8. SMK Daya Taka Tanah Grogot
  9. SMK Kertanegara Kuaro
  10. SMK Muhammadiyah Long Kali
  11. SMK Muhammadiyah Long Ikis
  12. SMK PGRI 2 Tanah Grogot
  13. SMK PGRI Muara Komam
  14. MA Al Furqon Pasir Belengkong
  15. MA Al Ikhlas Muara Komam
  16. MA Al Ikhsan Tanah Grogot
  17. MA Babussalam Tanah Grogot
  18. MA Bina Islam Tanah Grogot
  19. MA Fathurrahman Batu Sopang
  20. MA Istiqomah Long Ikis
  21. MA Nurul Khair As Adiyah Long Kali
  22. MA Subulus Salam Kuaro
  23. MA Trubus Iman Padang Pengrapat

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Objek wisata[sunting | sunting sumber]

Potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Paser cukup layak untuk dikembangkan sebagai penopang perekonomian daerah. Bahkan, baik objek wisata alam maupun objek wisata sejarah. Beberapa objek wisata di Kabupaten Paser antara lain:[13]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "APBD 2018 ringkasan update 04 Mei 2018". 2018-05-04. Diakses tanggal 2018-07-06. 
  2. ^ a b c d e "Permendagri no.137 tahun 2017". 27 Desember 2017. Diakses tanggal 12 Juni 2018. 
  3. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2016". Diakses tanggal 2018-07-06. 
  4. ^ PN Tanah Grogot - Pembagian Wilayah
  5. ^ "Suwidi-Mardikansyah Dilantik Jadi Bupati Paser". tribunnews.com. 31 Agustus 2010. Diakses tanggal 11 November 2016. 
  6. ^ "Duh, Satu Bulan Paser Tanpa Pj Bupati". helloborneo.com. 2 Oktober 2015. Diakses tanggal 11 November 2016. 
  7. ^ "Sudah 37 Hari Tanpa Kepala Daerah, Katanya Mendagri Sudah Tunjuk Pj Bupati Paser". prokal.co. 7 Oktober 2015. Diakses tanggal 11 November 2016. 
  8. ^ "Ir. Ibrahim Dilantik Sebagai Penjabat Bupati Paser". vivaborneo.com. 9 Oktober 2015. Diakses tanggal 4 Desember 2016. 
  9. ^ "Yusriansyah–Mardikansyah Resmi Pimpin Kabupaten Paser". prokal.co. 18 Februari 2016. Diakses tanggal 11 November 2016. 
  10. ^ Metro Balikpapan - Pilkada Paser Berjalan Lancar
  11. ^ Media Indonesia - Ridwan Suwidi Bupati Paser Terpilih. Diakses 23 Juni 2010
  12. ^ Paser Selatan Akhirnya Lolos korankaltim.com
  13. ^ Metro Balikpapan - Potensi Wisata di Paser

Pranala luar[sunting | sunting sumber]