Sungai Tuak, Tanah Grogot, Paser

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sungai Tuak
Kantor kepala desa Sungai Tuak
Kantor desa Sungai Tuak
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Timur
KabupatenPaser
KecamatanTanah Grogot
Kodepos
76211
Kode Kemendagri64.01.04.2006 Edit the value on Wikidata
Luas... km²
Jumlah penduduk... jiwa
Kepadatan... jiwa/km²

Rantau Panjang adalah salah satu desa di wilayah Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Desa Sungai Tuak berada di seberang Tanah Grogot, dan hanya dipisahkan oleh sungai Kandilo Secara adminitrasi pemerintahan, Pemerintahan Desa Sungai Tuak sudah ada sejak tahun 1970-an. [1]

Desa Sungai Tuak memiliki lahan pertanian yang luas. Desa Sungai Tuak pernah melakukan panen raya yang dihadiri Bupati Drs Ahmad Ramli. Saat panen raya, para sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (SP3) menyerahkan daftar usulan yang diserap dari masyarakat desa Sungai Tuak. Salah satunya perlunya dibangun penyeberangan yang menghubungkan Tanah Grogot dengan desa Sungai Tuak. Selain itu perlu bantuan air bersih PDAM. Karena sudah puluhan tahun warga Sungai Tuak hanya menggantungkan air secara untuk kebutuhan sehar-hari dari Sungai Kandilo. Selain itu juga perlunya penerangan listrik dari PLN selama 24 jam.[2] Selain itu di desa ini menjadi sentra kerajinan Anyaman Purun.[2]

Asal Usul Nama Sungai Tuak[sunting | sunting sumber]

Menurut pambakal atau Kepala Desa Madani dan Ketua LKMD Bedu nama Sungai Tuak sudah digunakan sejak lama. Sejak tahun 1900-an. Minuman tuak digunakan sebagai penghangat tubuh. Tuak mengandung alkohol yang merupakan hasil fermentasi dari nira, beras, atau bahan minuman/buah yang mengandung gula. Bahan baku yang biasa dipakai adalah: beras atau cairan yang diambil dari tanaman seperti nira pohon enau atau nipah, atau legen dari pohon siwalan atau tal, atau sumber lain. Tuak yang dibuat dari beras dinamakan tuak beras. Biasanya tuak beras diolah dari sejenis beras yang disebut "beras pulut" (beras ketan). Beras tersebut akan direndam air di dalam tempayan selama sekitar dua minggu. Setelah itu airnya bisa diminum. Sementara berasnya menjadi makanan yang disebut tapai. Selain tuak dari beras, juga ada tuak dari menyadap pohon enau atau nira. Air sadapan itu dibiarkan beberapa hari. Setelah mengalami fermentasi dan kandungan gula akan memiliki kandungan alkohol, yang kemudian menjadi tuak. Menurut Madani dan Bedu, dulunya beberapa masyarakat Sungai Tuak dan sekitarnya tak asing dengan adanya minuman tuak ini. Ada juga versi lain, karena air sungai di sekitar Sungai Kandilo tampak seperti Tuak, makatak hanya masyarakat yang berdiam di desa Sungai Tuak, masyarakat luar pun, akhirnya menyebut sebagai desa Tuak. Lama kelamaan nama Tuak melekat menjadi nama Desa Sungai Tuak.[2]


Daftar Pembakal/Kepala Desa Sungai Tuak[sunting | sunting sumber]

No Nama Jabatan Sekitar Masa Periode
1 H. Haruna Pambakal/Kepala Desa 1970-1996
2 Madani C Kepala Desa 1996-2001
3 H. Ambo Pendrei S.IP Pambakal/Kepala Desa 2001
4 H. Junaidi Kepala Desa 2001-2005
5 Hasbi, A.Md.Pd Pejabat Sementara Kepala Desa 2005-2008
6 Hasbi, A.Md.Pd Kepala Desa 2005-2008
7 Muhammad Saip SE Penjabat Sementara Kepala Desa 2013
8 Ahmad Pide S.Ag Kepala Desa 2013-2016
9 H. Achmad Hartono S.Sos Pejabat Sementara 2016-2017
10 Muhammad Ashar Kepala Desa 2017-2022.[2]

Luas, Jarak & Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Desa Sungai Tuak mempunyai wilayah sekitar 650 Hektar (Ha). Secara administratif, Desa Sungai merupakan bagian dari Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Terletak ± 2,5 km dari pusat Pemerintahan Kecamatan, dan ± 2 km dari pusat Pemerintahan Kabupaten, dan ± 290 km dari Ibu Kota Provinsi.[2]

Desa Sungai Tuak memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:

Utara Desa Senaken & Kelurahan Tanah Grogot
Timur Kelurahan Tanah Grogot & Desa Tanah Periuk.
Selatan Desa Tanah Periuk
Barat Desa Pepara & Desa Pulau Rantau

Keadaan Topografi[sunting | sunting sumber]

Desa Sungai Tuak yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Tanah Grogot memiliki ketinggian berkisar antara 0-15 M.DPL.

Kondisi Geologi dan Tanah[sunting | sunting sumber]

Desa Sungai Tuak memiliki kedalaman lapisan tanah atas berkisar 20 cm, dengan tingkat keasaman tanah (pH) berkisar antara 4,6 – 6 dan tingkat kesuburan tanah rendah sampai sedang.[2]

Kondisi hidrologi[sunting | sunting sumber]

Desa Sungai Tuak dilintasi oleh sungai kendilo yang juga melintasi daerah Tanah Grogot, Tanah Periuk, Jone, Pepara, Pulau Rantau dan Paser Belengkong.

Jumlah Penduduk[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Data Kependudukan dan Kepala keluarga Juni 2017, Jumlah penduduk Desa Sungai Tuak hingga 2018 sebanyak 1728 Jiwa dengan Jumlah Kepala Keluarga sebanyak 398 KK.

Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin[sunting | sunting sumber]

Untuk jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin Laki-laki berjumlah 876 Jiwa dan jenis kelamin Perempuan sebanyak 852 Jiwa.

Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Pekerjaan[sunting | sunting sumber]

Penduduk desa sungai tuak Rata-rata berprofesi sebagai petani yaitu sebesar 319 Orang sisanya berprofesi sebagai PNS 46 Orang, Pekerja Swasta 90 Orang, Wiraswasta/Pedagang 212 Orang, Nelayan 9 Orang, IRT 388 Orang, Tidak bekerja 337 Orang, dan Pelajar/Mahasiswa 327 Orang.

Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Pekerjaan[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan sebaran usia, penduduk Desa Sungai Tuak terbagi menjadi 14 kelompok, yakni usia 0-4 tahun sebanyak 4% , 5-9 tahun sebanyak 10%, 10-14 tahun sebanyak 12%, 15-19 tahun sebanyak 9%, 20-24 tahun sebanyak 9%, 25-29 tahun sebanyak 9%, 30-34 tahun sebanyak 9%, 35-39 tahun sebanyak 9%, 40-44 Tahun sebanyak 7%, 45-49 Tahun sebanyak 5%, 50-54 Tahun sebanyak 4%, 55-59 Tahun sebanyak 4%, 60-64 Tahun sebanyak 3% dan >60 tahun sebanyak 6%.

Perekonomian dan Produksi[sunting | sunting sumber]

Penduduk Desa Sungai Tuak mayoritas petani. Penghasilan penduduk berkisar antara Rp. 500.000,- sampai Rp. 5.000.000,- dan rata-rata penghasilan masyarakat berkisar Rp. 1.100.000,- sampai dengan Rp. 2.000.000. Bila dilihat berdasarkan ukuran UMK (Upah Minimum Karyawan) Kabupaten Paser tahun 2017 yaitu Rp. 2.373.922,- maka dapat dikatakan mayoritas penghasilan Penduduk Desa Sungai Tuak masih rendah. Sekitar 67,12% Penduduk masih berpenghasilan <UMK Rp. 2.373.922, 11,64% berpenghasilan sesuia UMK, 16,43% berpenghasilan lebih dari UMK dan 4,79% yang tidak berpenghasilan/Tidak Bekerja.[2]

Hasil Produksi Padi[sunting | sunting sumber]

Mayoritas pekerjaan Penduduk Desa Sungai Tuak adalah sebagai petani. Hasil produksi terbanyak adalah padi yaitu Padi Sawah sebanyak 4-5 Ton/Tahun, Ubi Kayu sebanyak 2 Ton/Tahun dan Pisang 1000 sisir/Tahun.[2]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Keadaan tingkat pendidikan formal di Desa Sungai Tuak masih tergolong rendah. Hal ini diketahui dari data hasil survei, di mana pendidikan terakhir masyarakat didominasi oleh mereka yang berpendidikan Sekolah Dasar (SD) dengan presentase 34,86%. Kemudian terdapat 13,12% mereka merupakan tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA), 9,65% tamatan tingkat pendidikan sekolah menengah pertama (SMP), 1,21% tamatan diploma, 1,50% tamatan sarjana, 7,46 % tidak menyelesaikan bangku SD dan 22,20% belum pernah mengeyam bangku sekolah .Sedangkan tingkat pendidikan spiritual di Desa Sungai Tuak sudah tergolong cukup baik dengan keberadaan 4 TPA yang ada di Desa tersebut.[2]


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Zailani, Akhmad (penulis/ketua kelompok), Enny Setyowati,Syarifah, dkk. Laporan Kegiatan Pengabdian Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (SP3)di Desa Sungai Tuak Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Pasir (1997), Dinas pendidikan Kalimantan Timur,Samarinda.
  2. ^ a b c d e f g h i Zailani, Akhmad (penulis/ketua kelompok), Enny Setyowati,Syarifah,dkk. Laporan Kegiatan Pengabdian Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (SP3)di Desa Sungai Tuak Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Pasir (1997), Dinas pendidikan Kalimantan Timur,Samarinda.