Kabupaten Mamasa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Mamasa
Daerah tingkat II di Sulawesi Barat, Indonesia
Lambang Kabupaten Mamasa.jpg
Lambang
Motto: 
Mesa' Kada Dipotuo Pantan Kada Dipomate
Lokasi Sulawesi Barat Kabupaten Mamasa.svg
Kabupaten Mamasa berlokasi di Sulawesi
Kabupaten Mamasa
Kabupaten Mamasa
Kabupaten Mamasa berlokasi di Indonesia
Kabupaten Mamasa
Kabupaten Mamasa
Koordinat: 3°06′S 119°24′E / 3.1°S 119.4°E / -3.1; 119.4
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Barat
Ibu kotaMamasa
Pemerintahan
 • BupatiDrs. Ramlan Badawai, MH
 • Wakil BupatiMarthinus Tiranda
Luas
 • Total3.005,88 km2 (1,160,58 sq mi)
Populasi
 • Total163.383 jiwa
 • Kepadatan54/km2 (140/sq mi)
Demografi
 • AgamaKristen 77,83%
-Protestan 74,78%
- Katolik 3,05%
Islam 17,30%
Kepercayaan 3,34%
Hindu 1,53%[2]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon-
Kode Kemendagri76.03 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan17 kecamatan
Jumlah kelurahan13 kelurahan
Jumlah desa181 desa
DAURp 557.640.345.000,- (2020)[3]
IPMIncrease 66,02 (2020)
Sedang[4]
Situs webmamasakab.go.id
Pria berpakaian adat Toraja di Mamasa (tahun 1937)

Kabupaten Mamasa adalah salah satu Daerah Tingkat II atau kabupaten yang berada di provinsi Sulawesi Barat, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di kecamatan Mamasa, sekitar 340 km dari Kota Makassar, dapat ditempuh sekitar 6 jam dengan menggunakan mobil dari kota Pare-Pare, pusat kawasan pengembangan ekonomi terpadu di provinsi Sulawesi Selatan sekitar 190 km. Pada tahun 2020, penduduk kabupaten Mamasa berjumlah 163.383 jiwa dan kepadatan penduduk 54 jiwa/km2.[1]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kabupaten Mamuju
Timur Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Pinrang
Selatan Kabupaten Polewali Mandar
Barat Kabupaten Mamuju, Kabupaten Majene, Kabupaten Polewali Mandar

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil Bupati
2002
2003
1
M. Said Saggaf
2003
2008
1
Viktor Paotonan
2
Obed Nego Depparinding
18 September 2008
27 Juni 2011
2
Ramlan Badawi
Ramlan Badawi
27 Juni 2011
12 Agustus 2011
[5]
3
12 Agustus 2011
18 September 2013
[6]
18 September 2013
18 September 2018
3
[7]
Viktor Paotonan
(2013—16)
[8]
Bonggalangi
(2016—18)
19 September 2018
Petahana
4
[9]
Marthinus Tiranda

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
Logo PKB.svg PKB 4 3
Logo Gerindra.svg Gerindra 3 2
PDIPLogo.png PDI Perjuangan 3 2
GOLKAR logo.png Golkar 4 3
Partai NasDem.svg NasDem 3 Increase 4
PKS logo 2020.png PKS 1 Increase 3
PartaiPerindo.png Perindo (baru) 1
Logo PPP.svg PPP 2 Steady 2
LogoPSI.svg PSI (baru) 1
Logo Partai Amanat Nasional.png PAN 1 Increase 2
Logo Hanura.svg Hanura 2 Increase 3
Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 3 Steady 3
Bulan Bintang.jpg PBB 1 0
Lambang PKPI PKPI 3 1
Jumlah Anggota 30 Steady 30
Jumlah Partai 12 Increase 13

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Mamasa awalnya terdiri dari 4 kecamatan, yakni kecamatan Mamasa, Mambi, Sumarorong dan Pana, kemudian berkembang menjadi 17 kecamatan dan 181 kelurahan/desa. [10]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

  1. Rumah Sakit Umum: 1 buah
  2. Rumah Sakit Khusus: 1 buah
  3. Puskesmas: 3 buah
  4. Puskesmas Pembantu: 22 buah

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk kabupaten ini tahun 2020 berjumlah 163.383 jiwa, dimana laki-laki sebanyak 83.928 jiwa dan perempuan sebanyak 79.455 jiwa. Kabupaten ini terbagi menjadi 17 kecamatan, 13 kelurahan dan 181 desa.[1] Penduduk asli kabupaten Mamasa ialah suku Mamasa, yang merupakan sub-suku dari suku Toraja. Karena provinsi Sulawesi Barat merupakan pemekaran dari provinsi Sulawesi Selatan, maka suku asli Sulawesi Selatan juga banyak tinggal di Sulawesi Barat, dan suku paling banyak ialah suku Bugis dan Makassar.[11] Ada juga suku pendatang lainnya seperti suku Jawa, Bali dan suku lainnya.[11]

Agama[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Mamasa memiliki keberagaman Suku, Agama, Ras dan Adat Istiadat (SARA). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kabupaten Mamasa mencatat data keberagaman keagamaan. Adapun persentasi keagamaan di kabupaten ini berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri 2020, yakni pemeluk agama Kristen 77,83%, dimana Protestan 74,78% dan Katolik 3,05%. Kemudian pemeluk agama Islam sebanyak 17,30%, kemudian Hindu sebanyak 1,53% dan sekitar 3,34% penduduk Mamasa masih menganut kepercayaan Mappurondo.[2] Untuk rumah ibadah, terdapat 646 bagunan gereja Protestan, 49 bangunan gereja Katolik, 129 bangunan masjid, 19 bangunan musholah dan 26 bangunan Pura.[1]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Hasil pertanian Kabupaten Mamasa di antaranya padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, sayur-sayuran dan buah-buahan.

Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Hasil perkebunan Kabupaten Mamasa pada umumnya berupa kopi maupun kakao, yang dikelola petani secara tradisional. Tanaman kopi yang dihasilkan petani Kabupaten Mamasa, semasa masih menjadi bagian dari Kabupaten Polmas telah memberikan konstribusi dalam mengangkat nama Polmas sebagai penghasil kopi bahkan tidak sedikit kopi asal Mamasa yang di pasarkan di daerah tetangga seperti Kabupaten Tana Toraja.

Peternakan[sunting | sunting sumber]

Pembangunan sub sektor peternakan diarahkan untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak untuk memenuhi konsumsi masyarakat akan makanan bergizi, disamping itu juga digunakan untuk meningkatkan pendapatan peternak. Di antara populasi ternak yang berkembang di Kabupaten Mamasa adalah ternak sapi, kerbau, kuda, kambing dan babi. Sedangkan untuk jenis unggas adalah ayam kampung, ayam ras dan itik lokal.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Mamasa merupakan destinasi utama Pariwisata di Provinsi Sulawesi Barat. [12] Kabupaten Mamasa memiliki beberapa objek wisata, yaitu Wisata Budaya Kuburan Tedong-tedong di Kecamatan Balla, Minanga di Sesenapadang, Wisata Alam Air Terjun Sarambu, Permandian Air Panas di Desa Rambusaratu' Kecamatan Mamasa,wisata alam air terjun Sambabo dengan ketinggian +/- 100 meter di kecamatan Bambang Agro Wisata Perkebunan Markisa di Kecamatan Mamasa, Wisata Budaya Rumah Adat, Perkampungan Tradisional Desa Ballapeu, Tradisi Mebaba' dan Mangngaro di Nosu merupakan tradisi yang unik.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d "Kabupaten Mamasa Dalam Angka 2021" (pdf). www.mamasakab.bps.go.id. hlm. 9, 57. Diakses tanggal 17 Januari 2021. 
  2. ^ a b "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 12 April 2021. 
  3. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 6 April 2021. 
  4. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 6 April 2021. 
  5. ^ "Mendagri Berhentikan Bupati Mamasa". kemendagri.go.id. 28 Juni 2011. Diakses tanggal 24 Desember 2016. 
  6. ^ "Ramlan Badawi Dilantik Sebagai Bupati Mamasa". antaranews.com. 12 Agustus 2011. Diakses tanggal 24 Desember 2016. 
  7. ^ "Ramlan Badawi Dilantik Bupati Mamasa". antarasulsel.com. 18 September 2013. Diakses tanggal 24 Desember 2016. 
  8. ^ "Bonggalangi, Wakil Bupati Mamasa yang Baru". transtipo.com. 5 Desember 2016. Diakses tanggal 24 Desember 2016. 
  9. ^ Nurhadi (19 September 2018). Latif, Hasriyani, ed. "ABM Lantik Bupati dan Wakil Bupati Mamasa Terpilih". Tribun Timur. Diakses tanggal 18 Januari 2019. 
  10. ^ Mamasa Dalam Angka Tahun 2012
  11. ^ a b "16 Tahun Lalu, Sulawesi Barat Resmi Jadi Provinsi Ke-33". www.liputan6.com. Diakses tanggal 14 Oktober 2020. 
  12. ^ http://makassar.antaranews.com/berita/24804/pemprov-sulbar-canangkan-mamasa-destinasi-wisata-2011

Pranala luar[sunting | sunting sumber]