Kabupaten Mamasa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kabupaten Mamasa
Lambang Kabupaten Mamasa.png
Lambang Kabupaten Mamasa


Moto: Mesa Kada Dipotuo Pantan Kada Dipomate



Lokasi Sulawesi Barat Kabupaten Mamasa.svg
Peta lokasi Kabupaten Mamasa di Sulawesi Barat
Koordinat: 12°5'-12°50' LS dan 2°40'-3°32' BT
Provinsi Sulawesi Barat
Dasar hukum -
Tanggal peresmian -
Ibu kota Mamasa
Pemerintahan
-Bupati Drs.Ramlan Badawai, MH
APBD
-DAU Rp. 410.741.106.000.-(2013)[1]
Luas 2.759,23 km2
Populasi
-Total 169.374 jiwa 2015[2]
-Kepadatan 61,38 jiwa/km2
Demografi
-Agama Kristen Protestan 75.36%
Islam 12.86%
Hindu 8.26%
Katolik 3.52%[3]
-Kode area telepon -
Pembagian administratif
Simbol khas daerah
Situs web mamasakab.go.id
Pria berpakaian adat Toraja di Mamasa (tahun 1937)

Kabupaten Mamasa adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Barat, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Mamasa, sekitar 340 km dari Kota Makassar, dapat ditempuh sekitar 6 jam dengan menggunakan mobil dari kota Pare-Pare, pusat kawasan pengembangan ekonomi terpadu di provinsi Sulawesi Selatan sekitar 190 km.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kabupaten Mamuju,Kabupaten Mamuju Tengah
Selatan Kabupaten Polewali Mandar,
Barat Kabupaten Mamuju,Kabupaten Majene,Kabupaten Polewali Mandar
Timur Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan dan Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Wakil Bupati Ket.
1
M. Said Saggaf
2003
2008
1
2
Obed Nego Depparinding
18 September 2008
27 Juni 2011
2
Ramlan Badawi
3
Ramlan Badawi
27 Juni 2011
12 Agustus 2011
[4]
4
Ramlan Badawi
12 Agustus 2011
18 September 2018
[5]
5
Ramlan Badawi
18 September 2013
Petahana
3
Viktor Paotonan
(2013—2016)
[6]
6
Ramlan Badawi
Bonggalangi
(2016—2018)
[7]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Mamasa awalnya terdiri dari 4 kecamatan, yakni kecamatan Mamasa, Mambi, Sumarorong dan Pana, kemudian berkembang menjadi 17 kecamatan dan 123 kelurahan/desa. [8]

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kabupaten Mamasa sebanyak 125.088 orang yang terdiri dari laki-laki 62.132 orang dan perempuan 62.956 orang.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

  1. Rumah Sakit Umum:
  2. Rumah Sakit Khusus: 1 buah
  3. Puskesmas: 3 buah
  4. Puskesmas Pembantu: 22 buah

Agama[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan sensus 2015, penduduk Mamasa mayoritas memeluk agama Kristen Protestan, dengan presentasi sebagai berikut:

  1. Kristen Protestan : 75.36%
  2. Islam : 12.86%
  3. Hindu : 8.26%
  4. Katolik : 3.52%

Tempat peribadatan terdiri atas:

  1. Gereja : 542 buah
  2. Masjid : 93 buah
  3. Pura : 5 buah

[9]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Hasil pertanian Kabupaten Mamasa di antaranya padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, sayur-sayuran dan buah-buahan.

Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Hasil perkebunan Kabupaten Mamasa pada umumnya berupa kopi maupun kakao, yang dikelola petani secara tradisional. Tanaman kopi yang dihasilkan petani Kabupaten Mamasa, semasa masih menjadi bagian dari Kabupaten Polmas telah memberikan konstribusi dalam mengangkat nama Polmas sebagai penghasil kopi bahkan tidak sedikit kopi asal Mamasa yang di pasarkan di daerah tetangga seperti Kabupaten Tana Toraja.

Peternakan[sunting | sunting sumber]

Pembangunan sub sektor peternakan diarahkan untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak untuk memenuhi konsumsi masyarakat akan makanan bergizi, disamping itu juga digunakan untuk meningkatkan pendapatan peternak. Di antara populasi ternak yang berkembang di Kabupaten Mamasa adalah ternak sapi, kerbau, kuda, kambing dan babi. Sedangkan untuk jenis unggas adalah ayam kampung, ayam ras dan itik lokal.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Mamasa merupakan destinasi utama Pariwisata di Provinsi Sulawesi Barat. http://makassar.antaranews.com/berita/24804/pemprov-sulbar-canangkan-mamasa-destinasi-wisata-2011

Kabupaten Mamasa memiliki beberapa objek wisata, yaitu Wisata Budaya Kuburan Tedong-tedong di Kecamatan Balla, Minanga di Sesenapadang, Wisata Alam Air Terjun Sarambu, Permandian Air Panas di Desa Rambusaratu' Kecamatan Mamasa,wisata alam air terjun Sambabo dengan ketinggian +/- 100 meter di kecamatan Bambang Agro Wisata Perkebunan Markisa di Kecamatan Mamasa, Wisata Budaya Rumah Adat, Perkampungan Tradisional Desa Ballapeu, Tradisi Mebaba' dan Mangngaro di Nosu merupakan tradisi yang unik.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ "Kabupaten Mamasa Dalam Angka 2016"
  3. ^ "Kabupaten Mamasa Dalam Angka 2016"
  4. ^ "Mendagri Berhentikan Bupati Mamasa". kemendagri.go.id. 28 Juni 2011. Diakses tanggal 24 Desember 2016. 
  5. ^ "Ramlan Badawi Dilantik Sebagai Bupati Mamasa". antaranews.com. 12 Agustus 2011. Diakses tanggal 24 Desember 2016. 
  6. ^ "Ramlan Badawi Dilantik Bupati Mamasa". antarasulsel.com. 18 September 2013. Diakses tanggal 24 Desember 2016. 
  7. ^ "Bonggalangi, Wakil Bupati Mamasa yang Baru". transtipo.com. 5 Desember 2016. Diakses tanggal 24 Desember 2016. 
  8. ^ Mamasa Dalam Angka Tahun 2012
  9. ^ "Kabupaten Mamasa Dalam Angka 2016"

Pranala luar[sunting | sunting sumber]