Kabupaten Nias

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Nias
Sumatra 1rightarrow blue.svg Sumatra Utara
Logo kabupaten nias.png
Lambang
Motto: 
Data Tuwu
Lokasi Sumatra Utara Kabupaten Nias.svg
Kabupaten Nias berlokasi di Sumatra
Kabupaten Nias
Kabupaten Nias
Kabupaten Nias berlokasi di Indonesia
Kabupaten Nias
Kabupaten Nias
Koordinat: 0°46′N 97°45′E / 0.77°N 97.75°E / 0.77; 97.75
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
Tanggal peresmian7 November 1956
Dasar hukumUU RI Nomor 7 Tahun 1956
Ibu kotaGidö
Pemerintahan
 • BupatiDrs. Sökhiatulö Laoli
 • Wakil BupatiArosohki Waruwu
 • Sekretaris DaerahDrs. F. Yanus Larosa
 • Ketua DPRDAlinuru Laoli
Luas
 • Total853,42 km2 (32,951 sq mi)
Populasi
 (2019)[1]
 • Total143.319 jiwa
Demografi
 • Suku bangsaSuku Nias, Suku Batak
 • AgamaKristen 98,81%
- Protestan 86,24%
- Katolik 12,57%
Islam 1,17%
Lainnya 0,02%[2]
 • BahasaBahasa Nias, Bahasa Indonesia
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0639
Kode Kemendagri12.04 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan9[3]
Jumlah kelurahan439 / 4
DAURp. 319.069.648.000.-(2013)[4]
Fauna resmiBeo Nias
Situs webhttp://www.niaskab.go.id/, http://kepulauannias.com/

Kabupaten Nias adalah salah satu kabupaten di Sumatra Utara yang terletak di pulau Nias. Sejak tahun 2016, ibukota kabupaten Nias berada di Gido,[6] yang sebelumnya ada di kota Gunungsitoli (1956-2016), yang sudah dimekarkan menjadi kotamadya.[7]. Pekerjaan utama masyarakat kabupaten Nias adalah petani dan nelayan, dengan tingkat kemiskinan mencapai 15,69% (22.100 jiwa), berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2020. Penduduk kabupaten Nias berjumlah 143.319 jiwa (2019), dan mayoritas merupakan etnis Nias dengan 98,81% memeluk agama Kristen (2019).[1]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Nama Masa Jabatan Keterangan
1. D.Z.Marunduri - Luhak 1945 - 1947
2. PR. Telaumbanua 1947 - 1954
3. H.F. Situmorang 1954 - 1956
4. H. Sirait 1956 – 1958
5 A.W. Harefa 1958 – 1960 Pejabat Bupati
6 A. Waruwu 1960 – 1966
7 K. Saragih 1966 – 1967 Pejabat Bupati
8 M. Sani Zega 1967 – 1970 Pejabat Bupati
9 M. Sani Zega 1970 – 1975
10 Dalihuku Mendröfa (Dalimend) 1975 – 1980
11 Hanati Nazara 1980 – 1986
12 S.M. Mendröfa, SH 1986 – 1991
13 Drs. Tal. Larosa 1991 – 1996
14 Drs. Yahya Zakaria Lafau 1996 – 2001
15 Binahati B. Baeha, SH 2001 - 2006
16 Binahati B. Baeha, SH 2006 - 2011
17 Drs. Sökhiatulö Laoli, M.M. 2011 - 2016
18 Drs. Sökhiatulö Laoli, M.M. 2016 - 2021

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Nias dalam dua periode terakhir.[8][9]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
Logo PKB.svg PKB 1 0
Logo Gerindra.svg Gerindra 3 2
LOGO- PDIP.svg PDI Perjuangan 3 4
GolkarLogo.png Golkar 3 Steady 3
Partai NasDem.svg NasDem 2 3
Contoh Logo Baru PKS.jpg PKS 1 Steady 1
PartaiPerindo.png Perindo (baru) 1
Logo Hanura.svg Hanura 2 3
Logo of the Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 7 Steady 7
Lambang PKPI PKPI 3 1
Jumlah Anggota 25 Steady 25
Jumlah Partai 9 Steady 9

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

  1. Bawolato
  2. Botomuzoi
  3. Gido
  4. Hili Serangkai
  5. Hiliduho
  6. Idanogawo
  7. Ma'u
  8. Somolo-molo
  9. Ulugawo
  10. Sogae'adu

Pemekaran[sunting | sunting sumber]

Pembentukan Kabupaten Nias Utara[sunting | sunting sumber]

Dengan disahkannya Undang-Undang RI Nomor 45 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Nias Utara di Provinsi Sumatra Utara, maka sebagian bekas kecamatan di Kabupaten Nias menjadi berada di wilayah hukum Kabupaten Nias Utara, yaitu:

  1. Afulu
  2. Alasa
  3. Alasa Talumuzoi
  4. Lahewa
  5. Lahewa Timur
  6. Lotu
  7. Namohalu Esiwa
  8. Sawo
  9. Sitolu Ori
  10. Tugala Oyo
  11. Tuhemberua

Pembentukan Kabupaten Nias Barat[sunting | sunting sumber]

Dengan disahkannya Undang-Undang RI Nomor 46 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Nias Barat di Provinsi Sumatra Utara, maka sebagian bekas kecamatan di Kabupaten Nias menjadi berada di wilayah hukum Kabupaten Nias Barat, yaitu:

  1. Lahomi
  2. Lolofitu Moi
  3. Mandrehe
  4. Mandrehe Barat
  5. Mandrehe Utara
  6. Moro'o
  7. Sirombu
  8. Ulu Moro'o

Pembentukan Kota Gunung Sitoli[sunting | sunting sumber]

Dengan disahkannya Undang-Undang RI Nomor 47 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Gunung Sitoli di Provinsi Sumatra Utara, maka sebagian bekas kecamatan di Kabupaten Nias menjadi berada di wilayah hukum Kota Gunung Sitoli, yaitu:

  1. Gunung Sitoli
  2. Gunung Sitoli Alo'oa
  3. Gunung Sitoli Barat
  4. Gunung Sitoli Idanoi
  5. Gunung Sitoli Selatan
  6. Gunung Sitoli Utara

Lambang Daerah[sunting | sunting sumber]

  • Tulisan Tano Niha yang terdapat di lambang kabupaten adalah nama resmi Kabupaten Nias dalam bahasa daerah Nias.
  • Tulisan Datatuwu dengan warna hitam adalah motto atau slogan atau semboyan Pemerintah Daerah Nias sebagai pemersatu untuk lebih membangkitkan semangat dan penyatuan tekad dalam meningkatkan laju Pembangunan Daerah Nias.
  • Buah kelapa dengan warna kuning coklat menunjukkan salah satu hasil bumi utama Daerah Nias, sedangkan jumlahnya yang yang 17 (tujuh belas) buah mengingatkan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia adalah tanggal 17 (tujuh belas).
  • Mayang padi dan butirnya yang berjumlah 45 (empat puluh lima) buah mengingatkan tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia adalah tahun 45 (empat puluh lima).
  • Deretan Bukit Barisan yang kelihatan delapan buah berwarna hijau melambangkan keindahan alam Daerah Nias serta mengingatkan bulan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia adalah bulan 8 (Agustus).
  • Gambar Bintang dengan warna kuning mencerminkan kehidupan kerohanian masyarakat Nias yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Dalam bahasa daerah Nias, Pulau Nias disebut dengan istilah Tanö Niha. Penghasilan utama penduduknya sebagian besar masih mengandalkan dari hasil pertanian. Luas lahan potensial mencapai 81.389 hektare yang terdiri dari sawah 22.486 hektare dan lahan kering 58.903 hektare. Namum, potensi yang dimiliki itu belum memberikan hasil maksimal untuk mampu mencapai swasembada pangan. Terbukti, kabupaten ini pada tahun 1999 masih mendatangkan beras dari luar daerah sebanyak 22.323 ton. Tak jauh berbeda pula dengan keadaan hasil perkebunan. Keadaan alam Nias yang subur sangat cocok untuk budi daya tanaman karet, kelapa, kopi, cengkih dan nilam. Karet dan kopra menjadi andalan utama hasil perkebunan. Produksi karet pada 1999 mencapai 13.624 ton, dan kopra 42.230 ton.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Transportasi Jarak yang dapat ditempuh dengan perjalanan laut ke Nias dari Sibolga, sekitar 12 jam, atau dengan perjalanan udara dari Medan selama 1 jam menggunakan pesawat Lion Air/Wings Air, SMAC (Fokker F-50), Merpati (CN 235),dan Riau Airlines dengan Bandar Udara Binaka.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Nias memiliki andalan pariwisata antara lain:

Referensi[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]