Kabupaten Mandailing Natal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Koordinat: 0°37′LU 99°6′BT / 0,617°LU 99,1°BT / 0.617; 99.100

Kabupaten Mandailing Natal
ᯂᯅᯮᯇᯗᯩᯉ᯲ ᯰᯀᯊ᯲ᯑᯤᯞᯪᯊ᯲ᯎ᯲ ᯊᯖᯞ᯲
Lambang Kabupaten Mandailing Natal
Lambang Kabupaten Mandailing Natal
ᯂᯅᯮᯇᯗᯩᯉ᯲ ᯰᯀᯊ᯲ᯑᯤᯞᯪᯊ᯲ᯎ᯲ ᯊᯖᯞ᯲


Moto: Madina yang Madani


Gerbang Selamat datang di Kabupaten Mandailing Natal
Gerbang Selamat datang di Kabupaten Mandailing Natal
Peta Kabupaten Mandailing Natal
Peta lokasi Kabupaten Mandailing Natal
ᯂᯅᯮᯇᯗᯩᯉ᯲ ᯰᯀᯊ᯲ᯑᯤᯞᯪᯊ᯲ᯎ᯲ ᯊᯖᯞ᯲ di Sumatera Utara
Koordinat: 0°10' - 1°50' Lintang Utara dan 98°10' - 100°10' Bujur Timur
Provinsi Sumatera Utara
Dasar hukum Undang-Undang Nomor 12 tahun 1998[1]
Tanggal peresmian 9 Maret 1999[1]
Ibu kota Panyabungan
Pemerintahan
-Bupati Dahlan Hasan Nasution
APBD
-DAU Rp. 625.543.432.000.-(2013)[2]
Luas 6.620,70 km2
Populasi
-Total 430.894 jiwa (2015)[3]
-Kepadatan 65,08 jiwa/km2
Demografi
-Agama Islam 96.79%
Kristen Protestan 3.10%
Katolik 0.11%
Buddha 0.006%[4]
-Kode area telepon 0636
Pembagian administratif
-Kecamatan 23
Simbol khas daerah
Situs web http://www.madina.go.id

Kabupaten Mandailing Natal juga sering disebut dengan Madina adalah sebuah kabupaten di Sumatera Utara, Indonesia. Kabupaten Mandailing Natal berbatasan dengan provinsi Sumatera Barat.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Masa Kolonial[sunting | sunting sumber]

Orang Eropa tiba di terminal Panyabungan tahun 1926, Koleksi Tropenmuseum.

Pemerintah Hindia Belanda mulai memasuki wilayah Mandailing Natal tahun 1824 dan membentuk pemerintahan dibawah Karesidenan Air Bangis bagian dari Gouvernment Sumatra's Westkust. Tahun 1834 ibukota pemerintahan Mandailing pindah dan berada di bawah Karesidenan Tapanuli. Tahun 1852, Wilayah Mandailing Natal dibagi menjadi 2 Afdeling yaitu :[5]

  1. Afdeling Mandailing terdiri dari Groot Mandailing, Klein Mandailing, Ulu dan Pakantan dan Batang Natal.
  2. Afdeling Natal terdiri dari Distrik Natal, Sinunukan, Partiloban, Kara-kara, Teloh Baleh, Tabuyung, Singkuang, Batu Mondan dan Batahan.

Paska Kemerdekaan Indonesia[sunting | sunting sumber]

Sebelum Mandailing Natal menjadi sebuah kabupaten, wilayah ini masih termasuk Kabupaten Tapanuli Selatan. Setelah terjadi pemekaran, dibentuklah Kabupaten Mandailing Natal berdasarkan Undang-undang Nomor 12 tahun 1998, secara formal diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 9 Maret 1999.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Mandailing Natal terletak pada 0°10'-1°50' Lintang Utara dan 98°10'-100°10' Bujur Timur dengan rentang ketinggian 0-2.145 m di atas permukaan laut. Luas wilayah Kabupaten Mandailing Natal ±6.620,70 km2 atau 9,23 persen dari wilayah Sumatera Utara

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Hutan Lindung dan Taman Nasional Batang Gadis
Subdistric Sorikmarapi Highland with Batang Gadis National Park
Subdistric Sorikmarapi Highland withhout Batang Gadis National Park

Batas wilayah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Tapanuli Selatan
Selatan Kabupaten Pasaman
Barat Samudera Indonesia
Timur Kabupaten Pasaman Barat

Iklim[sunting | sunting sumber]

Suhu udara berkisar antara 23 °C - 32 °C dengan kelembaban antara 80–85%.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati Mandailing Natal[sunting | sunting sumber]

No Gambar Nama Awal masa jabatan Akhir masa jabatan Keterangan
1. Amru Daulay.jpeg Amru Daulay 2000 2010 Menjabat dua periode
2. Hidayat Batubara.jpeg Hidayat Batubara 2011 2014 Diberhentikan
3. Dahlan Hasan Nasution.jpeg Dahlan Hasan Nasution 2014 Petahana Menggantikan

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Anggota DPRD Mandailing Natal :

  • Ahmad Arjun (NasDem)
  • Aswin Indra Nasution (NasDem)
  • M Daud Lubis (NasDem)
  • MH Jafar Suheri (PKB)
  • Zubeir Lubis (PKB)
  • M Yasir Nasution (PKB)
  • Melati Nur (PKB)
  • Riadoh Rangkuti (PKB)
  • Teguh W Hasahatan (PDIP)
  • M Rahin Nasution (PDIP)
  • AS Imran Khaitami Daulay (GOLKAR)
  • Arsidin Batubara (GOLKAR)
  • Wildan Nasution (GOLKAR)
  • Erwin Efendi Nasution (GOLKAR)
  • Parlindungan (GOLKAR)
  • HM Suandi Hasibuan (Gerindra)
  • Edi Saputra Dalimunthe (Gerindra)
  • ERwin Efendi Lubis (Gerindra)
  • Swandi (Gerindra)
  • Herminsyah Batubara (Demokrat)
  • Rahmat Riski Daulay (Demokrat)
  • Dodi Martua (Demokrat)
  • Syafri Siregar (Demokrat)
  • Binsar Nasution (Demokrat)
  • Sahirman (PAN)
  • Hatta Usman Rangkuti (PAN)
  • Sahbana Hasibuan (PAN)
  • Zulkarnaen Nasution (PPP)
  • M Dahler Nasution (PPP)
  • Amiruddin Nasution (PPP)
  • Leli Hartati (HANURA)
  • Maraganti (HANURA)
  • Mulyadi Hakim Nasution (HANURA)
  • Irfan Sukri (HANURA)
  • Ilyas Siswandi (HANURA)
  • Hamsah Lubis (HANURA)
  • Ali Makmur Nasution (HANURA)
  • Syahriawan Nasution (PBB)
  • Bahri Efendi (PKPI)
  • Asmin Nasution (PKPI)[6][7]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah Kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal

Kabupaten Mandailing Natal terdiri dari 23 kecamatan yaitu:

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk wilayah Kabupaten Mandailing Natal didominasi oleh etnis Mandailing yang secara bahasa dan budaya dekat dengan etnis Batak. Masyarakat etnis Mandailing di kabupaten ini kebanyakan bermarga Nasution, Lubis, Pulungan, Harahap, Siregar, Rangkuti, dan Daulay. Kemudian diikuti oleh suku Minangkabau yang banyak bermukim di daerah-daerah pesisir sejak masa lalu, Suku Siladang dan juga Nias.

Masyarakat Minangkabau banyak dijumpai di sekitar wilayah pesisir seperti Natal, Kotanopan, Panyabungan, serta wilayah yang berbatasan dengan Sumatera Barat. Orang Minang di Madina terlihat dari tidak adanya nama marga seperti orang Mandailing dan Nias. Meski begitu, sebagian masih mengetahui nama suku Minang mereka yang mirip dengan di Sumatera Barat. Selain berdagang, masyarakat Minang juga banyak yang memiliki perkebunan dan pertambangan. Di Mandailing Julu banyak ditemukan bekas penambangan emas yang ditinggalkan oleh masyarakat Minang Agam, seperti di Huta Godang ada suatu tempat yang dinamakan garabak ni Agom.[8]

Dari daerah Mandailing Natal ini banyak tampil tokoh-tokoh yang menghiasi sejarah Indonesia modern seperti Abdul Haris Nasution, Sutan Takdir Alisjahbana, Darmin Nasution, dsb.

Selain itu juga ada etnis lainnya seperti Jawa, Sunda, dsb yang masuk belakangan.

Infrastruktur[sunting | sunting sumber]

Perekonomian Kabupaten Mandailing Natal, ditopang sarana prasarana ekonomi berupa:

  • Tersedia tenaga listrik dengan kapasitas terpasang sebesar 60 MVA dan daya produksi 49.507.816 MWH
  • Tersedianya sarana telekomunikasi berupa telepon kabel dengan kapasitas terpasang 4.872 SST, dan telepon seluler dari berbagai operator seperti Telkomsel, Indosat, XL, AXIS dan Flexi
  • Sarana jalan sepanjang 2.110 km terdiri dari jalan negara 297,70 km, jalan provinsi 161,65 km dan jalan kabupaten 1.423,18 km
  • Tersedia pelabuhan laut 1 (satu) buah yakni pelabuhan Sikara-Kara yang dapat dilabuhi kapal dalam negeri
  • Tersedianya 9 buah bank, terdiri dari 4 buah bank Pemerintah dan 5 buah bank swasta, serta 1 buah kantor Pegadaian
  • Tersedianya 30 pasar, terdiri dari 1 unit pasar kelas I di Panyabungan 1 unit pasar kelas II di Kotanopan dan 28 unit pasar kelas III tersebar pada 22 kecamatan. Dan sedang dibangun 1 unit pasar modern (Madina Square) di kota Panyabungan

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Tempat Wisata[sunting | sunting sumber]

Tempat-tempat wisata di Mandailing Natal adalah :[9]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2007 sebesar Rp. 2.260.838.780.000 dengan pendapatan perkapita Rp. 5.464.263 dan tingkat pertumbuhan ekonomi 6,12 % per tahun.

Struktur perekonomian Kabupaten Mandailing Natal adalah (PDRB Harga Konstan 2000) tahun 2007:

  • Pertanian: 45,42 %
  • Pertambangan dan penggalian: 1,54 %
  • Industri pengolahan: 3,53 %
  • Listrik, gas dan air bersih: 0,32 %
  • Bangunan: 10,05 %
  • Perdagangan hotel dan restoran: 17,79%
  • Pengangkutan dan komunikasi: 4,63 %
  • Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan: 2,01 %
  • Jasa-jasa: 14,67 %

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Perguruan Tinggi Negeri[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b http://www.madina.go.id/Content/SelayangPandang/umum.asp
  2. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  3. ^ "Kabupaten Mandailing Natal Dalam Angka 2016"
  4. ^ "Kabupaten Mandailing Natal Dalam Angka 2016"
  5. ^ P.Th Couperus (1852). Residentie Tapanoeli (Sumatera Westkust) in 1852. National Library of Netherlands (Asli dari perpustakaan Universitas Leiden).  Hapus pranala luar di parameter |title= (bantuan)
  6. ^ "Hari ini DPRD MADINA Dilantik". www.metrosiantar.com. 2 Desember 2014. Diakses tanggal 2016-03-16. 
  7. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama KPUD MADINA 2014
  8. ^ Edi Nasution, Tulila: Muzik Bujukan Mandailing, Areca Books, 2007
  9. ^ "Panorama Alam". Madina.go.id. Diakses tanggal 15 Januari 2016. 

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]