Kabupaten Asahan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Koordinat: 2°59′N 99°32′E / 2.983°N 99.533°E / 2.983; 99.533

Kabupaten Asahan
Transkripsi bahasa daerah
 • Jawiاسهن
Kantor Bupati Asahan di Kisaran
Kantor Bupati Asahan di Kisaran
Lambang resmi Kabupaten Asahan
Motto: 
Rambate rata raya
Kerja keras bersama untuk menuju masyarakat adil dan makmur
Peta
Kabupaten Asahan is located in Sumatra
Kabupaten Asahan
Kabupaten Asahan
Peta
Kabupaten Asahan is located in Indonesia
Kabupaten Asahan
Kabupaten Asahan
Kabupaten Asahan (Indonesia)
Koordinat: 3°00′00″N 99°10′00″E / 3°N 99.1667°E / 3; 99.1667
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
Tanggal berdiri07 November 1956[1]
Dasar hukumUU RI No.7 Tahun 1956[1]
Hari jadi15 Maret 1946
Ibu kotaKisaran
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
 • BupatiH. Surya, B.Sc.[3]
 • Wakil BupatiTaufik Zainal Abidin, S.Sos, M.Si.[3]
 • Sekretaris DaerahJohn Hardy Nasution, M.Si[3]
 • Ketua DPRDH. Baharuddin Harahap, S.H., M.H.[3]
Luas
 • Total3.732,97 km2 (1,441,31 sq mi)
Ketinggian tertinggi
1.000 m (3,000 ft)
Ketinggian terendah
0 m (0 ft)
Populasi
 • Total777.626
 • Kepadatan208,31/km2 (539,5/sq mi)
 • Laki-laki
393.392
 • Perempuan
384.234
Demografi
 • AgamaIslam 88,94%
Kristen 9,83%
- Protestan 9,15%
- Katolik 0,68%
Buddha 1,02%
Hindu 0,02%
Lainnya 0,19%[5]
 • BahasaBahasa Indonesia (Resmi),
Melayu (utama), Jawa, Batak, Tionghoa, Minang, dll
 • IPMKenaikan 70,49 (2021)
tinggi[6]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
21211-21381
Kode area telepon(+62)23
Pelat kendaraanBK xxxx V**
Kode Kemendagri12.09 Edit the value on Wikidata
APBDRp 1.613.953.721.041,- (2021)[7]
PADRp 172.117.196.925,- (2021)[7]
DAURp 818.693.947.000,- (2021)[4]
Situs webwww.asahankab.go.id

Asahan (Jawi: اسهن) adalah sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Sumatra Utara, Indonesia.[2][8] Kabupaten ini beribukota di Kisaran dan mempunyai wilayah seluas 3.732,97 km². Ibu kota terdahulu kabupaten Asahan ialah Tanjung Balai, yang kemudian dimekarkan menjadi kota otonom. Asahan merupakan kabupaten pertama di Indonesia yang membentuk lembaga pengawas pelayanan umum bernama Ombudsman Daerah Asahan, melalui SK Bupati Asahan Nomor: 419-Huk/Tahun 2004, tanggal 20 Oktober 2004. Di era kolonial, wilayah ini disebut sebagai Assaban oleh orang Eropa. Pada tahun 2021, penduduk Kabupaten Asahan sebanyak 777.626 jiwa.[4]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara astronomis Kabupaten Asahan berada pada 2°03'- 3°26' Lintang Utara, 99°1'-100°0' Bujur Timur dengan ketinggian 0–1.000 meter di atas permukaan laut.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Asahan memiliki batas wilayah sebagai berikut:[9]

Utara Kabupaten Batubara dan Selat Malaka
Timur Kabupaten Labuhanbatu Utara, Selat Malaka dan Kota Tanjungbalai
Selatan Kabupaten Toba dan Kabupaten Labuhanbatu Utara
Barat Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Batubara

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kepala daerah[sunting | sunting sumber]

Bupati Asahan adalah pemimpin tertinggi di lingkungan pemerintah Kabupaten Asahan. Bupati Asahan bertanggungjawab kepada gubernur provinsi Sumatra Utara. Saat ini, bupati atau kepala daerah yang menjabat di Kabupaten Asahan ialah Surya, dengan wakil bupati Taufik Zainal Abidin. Mereka menang pada Pemilihan umum Bupati Asahan 2020. Surya dan Taufik dilantik oleh gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi, pada 26 Februari 2021 Kota Medan, untuk masa jabatan 2021-2024.[10]

No. Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Wakil Bupati Keterangan
(11)
Bupati-Asahan periode 2021-2024 Surya.webp
H. Surya, B.Sc 26 Februari 2021 Petahana 4 Taufik Zainal Abidin.jpg Taufik Zainal Abidin [10]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Asahan dalam dua periode terakhir.[11][12]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
PKB 0 Kenaikan 1
Gerindra 5 Kenaikan 8
PDI-P 7 Steady 7
Golkar 8 Penurunan 7
NasDem 1 Penurunan 0
PKS 3 Steady 3
Perindo (baru) 1
PPP 2 Kenaikan 4
PAN 6 Penurunan 5
Hanura 4 Penurunan 2
Demokrat 6 Steady 6
PBB 1 Penurunan 0
PKPI 2 Penurunan 1
Jumlah Anggota 45 Steady 45
Jumlah Partai 11 Steady 11


Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kantor DPRD Kabupaten Asahan

Kabupaten Asahan memiliki 25 kecamatan, 27 kelurahan, dan 177 desa. Luas wilayahnya mencapai 3.702,21 km² dan penduduk 774.009 jiwa (2017) dengan sebaran 209 jiwa/km².[13][8] Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Asahan, adalah sebagai berikut:

Kode Kemendagri Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
12.09.18 Aek Kuasan 1 6 Desa
Kelurahan
12.09.32 Aek Ledong 7 Desa
12.09.21 Aek Songsongan 9 Desa
12.09.13 Air Batu 12 Desa
12.09.09 Air Joman 1 6 Desa
Kelurahan
12.09.17 Bandar Pasir Mandoge 9 Desa
12.09.15 Bandar Pulau 10 Desa
12.09.16 Buntu Pane 9 Desa
12.09.19 Kota Kisaran Barat 13 Kelurahan
12.09.20 Kota Kisaran Timur 12 Kelurahan
12.09.08 Meranti 7 Desa
12.09.14 Pulau Rakyat 12 Desa
12.09.30 Pulo Bandring 10 Desa
12.09.22 Rahuning 7 Desa
12.09.29 Rawang Panca Arga 7 Desa
12.09.23 Sei Dadap 10 Desa
12.09.11 Sei Kepayang 6 Desa
12.09.24 Sei Kepayang Barat 6 Desa
12.09.25 Sei Kepayang Timur 5 Desa
12.09.27 Setia Janji 5 Desa
12.09.28 Silau Laut 5 Desa
12.09.12 Simpang Empat 8 Desa
12.09.10 Tanjung Balai 8 Desa
12.09.31 Teluk Dalam 6 Desa
12.09.26 Tinggi Raja 7 Desa
TOTAL 27 177

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa[sunting | sunting sumber]

Penduduk Kabupaten Asahan yang majemuk terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, ras dan adat istiadat (SARA), yang menciptakan berbagai budaya berbaur. Suku Melayu merupakan suku asli yang mendiami kabupaten ini. Orang Melayu di Asahan kebanyakan tinggal di pesisir pantai dekat selat malaka, dan masyarakat Melayu ini disebut Melayu Asahan. Ada pula suku Batak yang sebagian besar adalah Angkola, Toba, Mandailing, Simalungun dan sebagian Karo dan Pakpak.

Suku Batak banyak tinggal terutama wilayah Selatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Toba. Salah satu daerah di Asahan yang memiliki penduduk mayoritas Suku Batak ialah kecamatan Bandar Pasir Mandoge yang dimana penduduknya dikenal dengan istilah Batak Pardembanan. Sementara di wilayah perkotaan seperti Kisaran Kota banyak terdapat keturunan Tionghoa. Orang Jawa dari masa transmigrasi juga banyak terdapat di kabupaten ini dan menjadi mayoritas dari keseluruhan etnis yang ada di Asahan.[14]

Berikut adalah daftar banyaknya penduduk Kabupaten Asahan berdasarkan suku bangsa, pada tahun 2010:[14]

No Suku Jumlah 2010 %
1 Jawa 416.243 59,41%
2 Batak 205.995 29,40%
3 Melayu 36.357 5,19%
4 Banjar 13.623 1,94%
5 Minangkabau 9.538 1,36%
6 Aceh 2.216 0,32%
7 Lainnya* 16.634 2,38%
Kabupaten Asahan 700.606 100%

Catatan: Suku lainnya, sebagian besar adalah Tionghoa yang ada di Kisaran, kemudian Nias, dan suku lainnya.

Agama[sunting | sunting sumber]

Masjid Raya Asahan, tahun 2013

Keragaman suku bangsa di Asahan juga menjadi salah satu faktor dalam perbedaan agama yang dianut warga Asahan. Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia 2010, mayoritas warganya menganut agama Islam.[5][15] Adapun persentasi penduduk Kabupaten Asahan menurut agama yang dianut yakni Islam sebanyak 88,94%, kemudian Kristen sebanyak 9,83%, yang kebanyakan Protestan yakni 9,15%, dan selebihnya Katolik sebanyak 0,68%. Penduduk yang beragama Buddha sebanyak 1,02%, kemudian Hindu sebanyak 0,02% dan lainnya 0,19%.[5] Sementara untuk sarana rumah ibadah, terdapat 796 masjid, 588 musala, 306 gereja Protestan, 40 gereja Katolik, dan 15 vihara.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Asahan memiliki setidaknya 8 perguruan tinggi sederajat, yang umumnya adalah sekolah swasta. Nama-nama perguruan tinggi di Asahan yakni Universitas Asahan, Institut Agama Islam Daar Al Uluum, STIH Muhammadiyah, STIE Muhammadiyah, STMIK Royal, STIKES Asyifa, AKBID Bina Daya Husada, dan AKPER Yagma.[4]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Objek Wisata[sunting | sunting sumber]

Berikut ini beberapa tempat wisata yang ada di Kabupaten Asahan:

No Nama Lokasi
1. Air Terjun Ponot Desa Tangga, Aek Songsongan
2. Arung Jeram Sungai Asahan Aek Songsongan
3. Wisata Alam Bedeng

Marjanji Aceh, Aek Songsongan

4. Air Terjun Turunan Bolon Tomuan Holbung, B.P.Mandoge
5. Tebing Sampuran Harimau (Lembah Asahan) Aek Songsongan
6. Masjid Agung Ahmad Bakrie Sidomukti, Kota Kisaran Barat
7. Masjid Raya Kisaran Tebing Kisaran, Kota Kisaran Barat
8. Air Terjun Unong Sisapa Huta Padang, B.P.Mandoge
9. Danau Teratai Terusan Tengah, Tinggi Raja
10. Air Terjun Simonang monang Batu Anam, Rahuning
11. Pelabuhan Bagan Asahan Bagan Asahan, Tanjung Balai
12. Pancur Napitu Gunung Berkat, Bandar Pulau
13. Alun-Alun Rambate Rata Raya Sidomukti, Kota Kisaran Barat
14. Taman Hutan Kota Kisaran Sidomukti, Kota Kisaran Barat
15. Air Terjun Simanik manik Desa Loburappa, Aek Songsongan
16. Pantai Janggawari Silo Baru, Silau Laut
17. Lombang Garoga Gonting Malaha, Bandar Pulau
18. Air Terjun Jambuara Indah Tomuan Holbung, B.P.Mandoge
19. Gunung Simanukmanuk (Hiking) Hutan Lindung, Tomuan Holbung, B.P.Mandoge
20. Aek Saroha Huta Bagasan, B.P.Mandoge
21. Goa Sigalapang Lobu Rappa, Aek Songsongan
22. Wisata Alam Mangrove Silo Baru, Silau Laut

Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Sejarah Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Pada akhir abad ke-19 Sumatera Timur telah menjadi salah satu lokasi usaha paling intensif dan paling berhasil perusahaan-perusahaan perkebunan asing di dunia ketiga.[16] Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Asahan merupakan bagian dari Afdeeling yang berada di bawah keresidenan Sumatera Timur. Afdeeling Asahan mengalami perubahan besar ketika Deli Spoorweg Maatschappij melakukan perluasan jalur kereta api, yang berimbas banyaknya masuk investor. Investor-investor ini menanamkan modalnya dengan membuka berbagai komoditas perkebunan seperti, Karet, Tembakau, dan Teh.[17]

Berikut ini adalah nama-nama perusahaan perkebunan yang terdapat di Afdeeling Asahan pada masa Hindia Belanda:[18]

  • Hollandsch Amerikaansche Plantage Maatschappij (HAPM)
  • Rubber Cultuur Maatschappij Amsterdam (RCMA)
  • Bandar Rubber Maatschappij Cie des Coutchous de Padang (perkebunan Bandar Pulau)
  • Societe des Plantations de Teluk Dalam
  • Gunung Melayu Plantagen Gessellschaft (perusahaan Swiss)
  • Maatschappij voor Onderneming in Nederlandsch Indie (Sei Raja)
  • Sumatra Rubber Cultuur Maatschappij Serbajadi
  • Sukaraja Cultuur Maatschappij
  • Haboko Tea Company Ltd. (perkebunan Teh)
  • Koloniale Cultuur Cie (Pulahan)
  • Rubber Maatschappij Ambalutu
  • Hessa Rubber Maatschappij (HRM)
  • Continental Plantation Company (Huta Padang)
  • Asahan Cultuur Maatschappij (Aek Loba)

Berikut ini adalah daftar nama-nama perusahaan perkebunan yang saat ini masih beroperasi di Kabupaten Asahan:[19]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 12 Juli 2019. Diakses tanggal 17 Januari 2022. 
  2. ^ a b c d "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Désémber 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  3. ^ a b c d Profil Pejabat Daerah, asahankab.go.id, Diakses 17 Januari 2022
  4. ^ a b c d "Kabupaten Asahan Dalam Angka 2022" (pdf). www.asahankab.bps.go.id. hlm. 97, 170, 213. Diakses tanggal 9 Maret 2022. 
  5. ^ a b c "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Asahan". sp2010.bps.go.id. 2010. Diakses tanggal 23 Maret 2022. 
  6. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 1 Desember 2021. 
  7. ^ a b "APBD 2021 ringkasan update 14 Juni 2021". Diakses tanggal 2022-03-09. 
  8. ^ a b "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  9. ^ "Situs resmi Pemerintah Kabupaten Asahan". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-02-13. Diakses tanggal 2021-05-07. 
  10. ^ a b Sikumbang, Indra (26 Februari 2021). "Gubsu lantik Bupati dan wakil Bupati Asahan terpilih Surya-Taufik". ANTARA SUMUT. Diakses tanggal 17 Januari 2022. 
  11. ^ [1][pranala nonaktif permanen] MedanBlitz.com - Inilah 45 Caleg Terpilih untuk DPRD Asahan Periode 2014-2019
  12. ^ "Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Asahan 2019-2024". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-02-13. Diakses tanggal 2020-05-18. 
  13. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  14. ^ a b "Kabupaten Asahan Dalam Angka 2010". asahankab.bps.go.id. hlm. 78–79. Diakses tanggal 23 Maret 2022. 
  15. ^ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 23 Maret 2022. 
  16. ^ Ann Laura Stoler: "Kapitalisme dan Konfrontasi di Sabuk Perkebunan Sumatera, 1870—1979", halaman 2. Penerbit Karsa, 2005.
  17. ^ Pelzer, Karl J.:"Toean Keboen dan Petani Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria di Sumatera Timur", halaman 88. Jakarta:Sinar Harapan, 1985.
  18. ^ Hamerster, M.: "Bijdrage Tot de Kennis van de Afdeeling Asahan", halaman 142—144. Amsterdam: Uitgave van Het Oostkust van Sumatra-Institut, 1926
  19. ^ "Direktori Perusahaan Perkebunan Kabupaten Asahan 2019". asahankab.bps.go.id. 17 September 2020. Diakses tanggal 12 Juli 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]