Lompat ke isi

Kabupaten Asahan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Asahan
Transkripsi bahasa daerah
  Abjad Jawiاسهن
  Surat Batakᯀᯘᯂᯉ᯲
Kantor Kabupaten Asahan
Jembatan Sei Kepayang Tanjungbalai
Gereja HKBP Aek Loba
Lambang resmi Kabupaten Asahan
Motto: 
Rambate rata raya
(Melayu Asahan) Kerja keras bersama untuk menuju masyarakat adil dan makmur
Peta
Peta
Kabupaten Asahan di Sumatra
Kabupaten Asahan
Kabupaten Asahan
Peta
Kabupaten Asahan di Indonesia
Kabupaten Asahan
Kabupaten Asahan
Kabupaten Asahan (Indonesia)
Koordinat: 3°00′00″N 99°10′00″E / 3°N 99.1667°E / 3; 99.1667
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Utara
Tanggal berdiri24 November 1956[1]
Dasar hukumUU No. 20 Tahun 2024[1]
Hari jadi15 Maret 1946
Ibu kotaKisaran
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
  BupatiTaufik Zainal Abidin
  Wakil BupatiRianto
  Sekretaris DaerahZainal Aripin Sinaga (Pj. )
  Ketua DPRDEfi Irwansyah Pane
Luas
  Total3.732,97 km2 (1,441,31 sq mi)
Ketinggian tertinggi
2.000 m (7,000 ft)
Ketinggian terendah
0 m (0 ft)
Populasi
 (31 Desember 2024)[3]
  Total799.451
  Kepadatan210/km2 (550/sq mi)
Demografi
  Agama
  • 88,94% Islam
  • 1,02% Buddha
  • 0,02% Hindu
  • 0,19% Lainnya[4]
  BahasaIndonesia (resmi), Melayu, Jawa, Batak, Tionghoa, Minangkabau
  IPMKenaikan 74,17 (2024)
 tinggi [5]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
21211-21381
Kode BPS
1208 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon0623
Pelat kendaraanBK
Kode Kemendagri12.09 Suntingan nilai di Wikidata
APBDRp 1.133.720.000.000,- (2024)[6]
PADRp 181.350.000.000,- (2024)[6]
DAURp 931.476.359.000,- (2024)[7]
DAKRp 315.885.451.000,- (2024)[8]
Situs webwww.asahankab.go.id

Kabupaten Asahan (Abjad Jawi: اسهن; Surat Batak: ᯀᯘᯂᯉ᯲) adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.[2][9] Kabupaten ini beribukota di Kisaran dan mempunyai wilayah seluas 3.732,97 km². Ibu kota terdahulu Kabupaten Asahan ialah Tanjungbalai, yang kemudian dimekarkan menjadi kota otonom.

Asahan merupakan kabupaten pertama di Indonesia yang membentuk lembaga pengawas pelayanan umum bernama Ombudsman Daerah Asahan, melalui SK Bupati Asahan Nomor: 419-Huk/Tahun 2004, tanggal 20 Oktober 2004. Di era kolonial, wilayah ini disebut sebagai Assaban oleh orang Eropa. Pada tahun 2021, penduduk Kabupaten Asahan sebanyak 777.626 jiwa, dan pada akhir 2024 sebanyak 799.451 jiwa.[3][10]

Awal dari sejarah Asahan dapat dikatakan bermula dari perjalanan Sultan Aceh, Sultan Iskandar Muda, ke Johor dan Melaka pada 1612. Dalam perjalanan tersebut, rombongan Sultan Iskandar Muda beristirahat di kawasan hulu sungai, yang kemudian dinamakan "Asahan". Perjalanan dilanjutkan ke sebuah “Tanjung” yang merupakan pertemuan antara Sungai Asahan dengan Sungai Silau, kemudian bertemu dengan Raja Simargolang. Di tempat itu juga, Sultan Iskandar Muda mendirikan pelataran sebagai “balai” untuk tempat menghadap, yang kemudian berkembang menjadi perkampungan. Perkembangan daerah yang cukup pesat sebagai pusat pertemuan perdagangan dari Aceh dan Melaka membuatnya semakin dikenal dengan nama “Tanjungbalai”.[11]

Dari perkawinan Sultan Iskandar Muda dengan salah seorang putri Raja Simargolang lahirlah putra yang bernama Abdul Jalil yang menjadi cikal bakal dari Kesultanan Asahan. Abdul Jalil dinobatkan menjadi Sultan Asahan I. Pemerintahan Kesultanan Asahan dimulai tahun 1630 sejak dilantiknya Sultan Asahan yang I s.d. XI. Dalam pemerintahan daerah Asahan, pemerintahan juga dilaksanakan oleh datuk-datuk di wilayah Batu Bara dan kemungkinan kerajaan-kerajaan kecil lainnya.

Pada 22 September 1865, Kesultanan Asahan berhasil dikuasai Kerajaan Belanda. Sejak itu, kekuasaan pemerintahan dipegang oleh Kerajaan Belanda. Kekuasaan pemerintahan Kerajaan Belanda di Asahan/Tanjungbalai dipimpin oleh seorang kontroler, yang diperkuat dengan Gouverments Besluit tanggal 30 September 1867, Nomor 2 tentang pembentukan Afdeling Asahan yang berkedudukan di Tanjungbalai dan pembagian wilayah pemerintahan dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu:

  • Onderafdeling Batu Bara
  • Onderafdeling Asahan
  • Onderafdeling Labuhanbatu

Kesultanan Sultan Asahan dan pemerintahan datuk-datuk di wilayah Batu Bara tetap diakui oleh Kerajaan Belanda, namun tidak berkuasa penuh sebagaimana sebelumnya. Wilayah pemerintahan kesultanan dibagi atas distrik dan onder distrik yaitu:

  • Distrik Tanjungbalai dan Onder Distrik Sungai Kepayang
  • Distrik Kisaran
  • Distrik Bandar Pulau dan Onder Distrik Bandar Pasir Mandoge

Sedangkan wilayah pemerintahan datuk-datuk di Batu Bara dibagi menjadi wilayah self bestuur yaitu:

  • Self Bestuur Indrapura
  • Self Bestuur Lima Puluh
  • Self Bestuur Pesisir
  • Self Bestuur Suku Dua (Bogak dan Lima Laras)

Pemerintahan Kerajaan Belanda berhasil ditundukkan Imperium Jepang (tanggal 13 Maret 1942), sejak saat itu Pemerintahan Imperium Jepang disusun menggantikan Pemerintahan Kerajaan Belanda. Pemerintahan Imperium Jepang dipimpin oleh Letnan T. Jamada dengan struktur pemerintahan Kerajaan Belanda yaitu Asahan Bunsyu dan bawahannya Fuku Bunsyu Batu Bara. Selain itu, wilayah yang lebih kecil di bagi menjadi distrik yaitu Distrik Tanjungbalai, Kisaran, Bandar Pulau, Pulau Rakyat dan Sei Kepayang. Pemerintahan Imperium Jepang berakhir pada tanggal 14 Agustus 1945 dan 17 Agustus 1945 kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia diproklamirkan.

Sesuai dengan perkembangan ketatanegaraan Republik Indonesia, maka berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1945, Komite Nasional Indonesia Wilayah Asahan dibentuk pada bulan September 1945. Pada saat itu pemerintahan yang diselenggarakan oleh Imperium Jepang sudah tidak ada lagi, tapi pemerintahan kesultanan dan pemerintahan fuku bunsyu di Batu Bara masih tetap ada.[butuh rujukan] Pada tanggal 15 Maret 1946, wilayah Asahan menjadi bagian dari struktur pemerintahan Republik Indonesia. Abdullah Eteng ditetapkan sebagai kepala wilayah dengan dibantu oleh Sori Harahap sebagai wakil kepala wilayah.[12] Wilayah Asahan dibagi atas 5 (lima) kewedanan, yaitu:

  • Kewedanan Tanjungbalai
  • Kewedanan Kisaran
  • Kewedanan Batu Bara Utara
  • Kewedanan Batu Bara Selatan
  • Kewedanan Bandar Pulau

Kemudian setiap tahun tanggal 15 Maret diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Asahan. Pada Konferensi Pamongpraja se-Keresidenan Sumatera Timur pada bulan Juni 1946 diadakan penyempurnaan struktur pemerintahan, yaitu:

  • Sebutan Wilayah Asahan diganti dengan Kabupaten Asahan
  • Sebutan kepala wilayah diganti dengan sebutan bupati
  • Sebutan wakil kepala wilayah diganti dengan sebutan patih

Berdasarkan keputusan DPRD-GR Tk. II Asahan No. 3/DPR-GR/1963 Tanggal 16 Februari 1963 diusulkan ibukota Kabupaten Asahan dipindahkan dari Kotamadya Tanjungbalai ke Kota Kisaran dengan alasan supaya Kotamadya Tanjungbalai lebih dapat mengembangkan diri dan juga letak Kota Kisaran lebih strategis untuk wilayah Asahan. Hal ini baru teralisasi pada tanggal 20 Mei 1968 yang diperkuat dengan peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 1980, Lembaran Negara Tahun 1980 Nomor 28, Tambahan Negara Nomor 3166.

Pada 1982, Kota Kisaran ditetapkan menjadi Kota Administratif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1982, Lembaran Negara Nomor 26 Tahun 1982. Dengan adanya Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 821.26-432 tanggal 27 Januari 1986 dibentuk Wilayah Kerja Pembantu Bupati Asahan dengan 3 (tiga) wilayah Pembantu Asahan

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 4 Tahun 1981 dan Peraturan Daerah Tingkat I Sumatera Utara Nomor 5 Tahun 1983 tentang pembentukan, penyatuan, pemecahan dan penghapusan Desa di Daerah Tingkat II Asahan telah dibentuk 40 ( empat puluh) Desa Persiapan dan Kelurahan Persiapan sebanyak 15 (lima belas) yang tersebar dibeberapa Kecamatan, yang peresmian pendefinitifan-nya dilaksanakan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara pada tanggal 20 Februari 1997, sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara Nomor 146/2622/SK/Tahun 1996 tanggal 7 Agustus 1996.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara Nomor 138/ 814.K/Tahun 1993 tanggal 5 Maret 1993 telah dibentuk Perwakilan Kecamatan di 3 (tiga) kecamatan, masing-masing sebagai berikut :

Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Asahan no. 323 tanggal 20 September 2000 dan Peraturan Daerah Kabupaten Asahan no. 28 tanggal 19 September 2000 telah menetapkan tiga kecamatan perwakilan yaitu Kecamatan Sei Suka, Kecamatan Aek Kuasan dan Kecamatan Sei Balai menjadi kecamatan yang Definitif. Kemudian berdasarkan Peraturan Bupati Asahan Nomor 9 Tahun 2006 tanggal 30 Oktober 2006 dibentuk 5 (lima ) desa baru hasil pemekaran yaitu :

Pada pertengahan tahun 2007, berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 5 tahun 2007 tanggal 15 Juni 2007 tentang pembentukan Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Asahan dimekarkan menjadi dua kabupaten yaitu Asahan dan Batu Bara. Wilayah Kabupaten Asahan terdiri atas 13 kecamatan sedangkan wilayah Kabupaten Batu Bara 7 kecamatan.

Pada 15 Juni 2007, juga dikeluarkan keputusan Bupati Asahan Nomor 196-Pem/2007 mengenai penetapan Desa Air Putih, Desa Suka Makmur dan Desa Gajah masuk dalam wilayah Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan. Sebelumnya ketiga desa tersebut masuk dalam wilayah Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu Bara, tetapi mereka memilih bergabung dengan Kabupaten Asahan.[11]

Kabupaten Asahan secara geografis berada pada 2°03'- 3°10' Lintang Utara, 99°1'-100°0' Bujur Timur.[13] Lokasi Kabupaten Asahan berada pada ketinggian 0–1.000 meter di atas permukaan laut.

Batas wilayah

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Asahan memiliki batas wilayah sebagai berikut:[14]

UtaraKabupaten Batubara dan Selat Malaka
TimurKabupaten Labuhanbatu Utara, Selat Malaka dan Kota Tanjungbalai
SelatanKabupaten Toba dan Kabupaten Labuhanbatu Utara
BaratKabupaten Simalungun dan Kabupaten Batubara

Pemerintahan

[sunting | sunting sumber]

Kepala daerah dan wakil kepala daerah

[sunting | sunting sumber]

Bupati Asahan adalah pemimpin tertinggi di lingkungan pemerintah Kabupaten Asahan. Bupati Asahan bertanggung jawab kepada gubernur Provinsi Sumatera Utara. Saat ini, bupati atau kepala daerah yang menjabat di Kabupaten Asahan ialah Taufik Zainal Abidin dan Rianto sebagai wakil bupati atau wakil kepala daerah. Mereka menang pada Pemilihan umum Bupati Asahan 2024. Taufik dan Rianto dilantik oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Merdeka DKI Jakarta, untuk masa jabatan 2025-2030.[15] Sebelumnya, Taufik adalah wakil bupati, mendampingi Bupati Surya, yang menang menjadi wakil gubernur Provinsi Sumatera Utara.[16]

No Bupati Mulai jabatan Akhir jabatan Periode Wakil Bupati
12 Taufik Zainal Abidin Siregar 20 Februari 2025 Petahana 20
(2024)
Rianto

Dewan perwakilan

[sunting | sunting sumber]
Kantor DPRD Kabupaten Asahan.

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Asahan dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[17] 2019–2024[18] 2024–2029
PKB 0 Kenaikan 1 Penurunan 0
Gerindra 5 Kenaikan 8 Steady 8
PDI-P 7 Steady 7 Kenaikan 8
Golkar 8 Penurunan 7 Kenaikan 10
NasDem 1 Penurunan 0 Kenaikan 3
PKS 3 Steady 3 Penurunan 2
Hanura 4 Penurunan 2 Steady 2
PAN 6 Penurunan 5 Steady 5
PBB 1 Penurunan 0 Penurunan 0
Demokrat 6 Steady 6 Penurunan 5
Perindo (baru) 1 Penurunan 0
PPP 2 Kenaikan 4 Penurunan 2
PKPI 2 Penurunan 1
Jumlah Anggota 45 Steady 45 Steady 45
Jumlah Partai 11 Steady 11 Penurunan 9

Kecamatan

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Asahan memiliki 25 kecamatan, 27 kelurahan, dan 177 desa. Luas wilayahnya mencapai 3.702,21 km² dan penduduk 774.009 jiwa (2017) dengan sebaran 209 jiwa/km².[19][9] Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Asahan, adalah sebagai berikut:

Kode KemendagriKecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
StatusDaftar
Desa/Kelurahan
12.09.18Aek Kuasan 16Desa
Kelurahan
12.09.32Aek Ledong 7Desa
12.09.21Aek Songsongan 9Desa
12.09.13Air Batu 12Desa
12.09.09Air Joman 16Desa
Kelurahan
12.09.17Bandar Pasir Mandoge 9Desa
12.09.15Bandar Pulau 10Desa
12.09.16Buntu Pane 9Desa
12.09.19Kota Kisaran Barat 13Kelurahan
12.09.20Kota Kisaran Timur 12Kelurahan
12.09.08Meranti 7Desa
12.09.14Pulau Rakyat 12Desa
12.09.30Pulo Bandring 10Desa
12.09.22Rahuning 7Desa
12.09.29Rawang Panca Arga 7Desa
12.09.23Sei Dadap 10Desa
12.09.11Sei Kepayang 6Desa
12.09.24Sei Kepayang Barat 6Desa
12.09.25Sei Kepayang Timur 5Desa
12.09.27Setia Janji 5Desa
12.09.28Silau Laut 5Desa
12.09.12Simpang Empat 8Desa
12.09.10Tanjung Balai 8Desa
12.09.31Teluk Dalam 6Desa
12.09.26Tinggi Raja 7Desa
TOTAL27177

Demografi

[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa

[sunting | sunting sumber]

Penduduk Kabupaten Asahan yang majemuk terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, ras dan adat istiadat (SARA), yang menciptakan berbagai budaya berbaur. Suku Melayu merupakan suku asli yang mendiami kabupaten ini. Orang Melayu di Kabupaten Asahan kebanyakan tinggal di pesisir pantai dekat Selat Malaka, dan masyarakat Melayu ini disebut Melayu Asahan. Ada pula suku Batak yang sebagian besar adalah Batak Angkola, Batak Toba, Batak Mandailing, Batak Simalungun, dan sebagian Batak Karo dan Batak Pakpak.

Suku Batak banyak tinggal terutama wilayah selatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Toba. Salah satu daerah di Kabupaten Asahan yang memiliki penduduk mayoritas suku Batak ialah Kecamatan Bandar Pasir Mandoge yang dimana penduduknya dikenal dengan istilah Batak Pardembanan. Sementara di wilayah perkotaan seperti Kisaran Kota banyak terdapat keturunan Tionghoa. Orang Jawa dari masa transmigrasi juga banyak terdapat di kabupaten ini dan menjadi mayoritas dari keseluruhan etnis yang ada di Kabupaten Asahan.[20]

Berikut adalah daftar banyaknya penduduk Kabupaten Asahan berdasarkan suku bangsa, pada tahun 2010:[20]

No Suku Jumlah 2010 %
1 Jawa 416.243 59,41%
2 Batak 205.995 29,40%
3 Melayu 36.357 5,19%
4 Banjar 13.623 1,94%
5 Minangkabau 9.538 1,36%
6 Aceh 2.216 0,32%
7 Lainnya* 16.634 2,38%
Kabupaten Asahan 700.606 100%

Catatan: Suku lainnya, sebagian besar adalah Tionghoa yang ada di Kisaran, kemudian Nias, dan suku lainnya.

Keragaman suku bangsa di Kabupaten Asahan juga menjadi salah satu faktor dalam perbedaan agama yang dianut warga Kabupaten Asahan. Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia 2010, mayoritas warganya menganut agama Islam.[4] Adapun persentasi penduduk Kabupaten Asahan menurut agama yang dianut yakni Islam sebanyak 88,94%, kemudian Kekristenan sebanyak 9,83%, yang kebanyakan Protestan yakni 9,15%, dan selebihnya Katolik sebanyak 0,68%. Penduduk yang beragama Buddha sebanyak 1,02%, kemudian Hindu sebanyak 0,02% dan lainnya 0,19%.[4] Sementara untuk sarana rumah ibadah, terdapat 796 masjid, 588 musala, 80 gereja Kristen Protestan, 16 gereja Kristen Katolik, dan 15 wihara.

Pendidikan

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Asahan memiliki setidaknya 8 perguruan tinggi sederajat, yang umumnya adalah sekolah swasta. Nama-nama perguruan tinggi di Kabupaten Asahan yakni Universitas Asahan, Institut Agama Islam Daar Al Uluum, STIH Muhammadiyah, STIE Muhammadiyah, STMIK Royal, STIKES Asyifa, AKBID Bina Daya Husada, dan AKPER Yagma.[10]

Pariwisata

[sunting | sunting sumber]

Objek wisata

[sunting | sunting sumber]

Berikut ini beberapa tempat wisata yang ada di Kabupaten Asahan:

No Nama Lokasi
1.Air Terjun PonotDesa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan
2.Arung Jeram Sungai AsahanDesa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan
3.Wisata Alam Bedeng

Desa Marjanji Aceh, Kecamatan Aek Songsongan

4.Air Terjun Turunan BolonDesa Tomuan Holbung, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge
5.Air Terjun Pantai PadasDesa Padang Pulau, Kecamatan Bandar Pulau
6.Masjid Agung Ahmad BakrieKelurahan Sidomukti, Kecamatan Kota Kisaran Barat
7.Masjid Raya KisaranKelurahan Tebing Kisaran, Kecamatan Kota Kisaran Barat
8.Air Terjun Unong SisapaDesa Huta Padang, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge
9.Danau TerataiDesa Terusan Tengah, Kecamatan Tinggi Raja
10.Air Terjun Simonang monangDesa Batu Anam, Kecamatan Rahuning
11.Pelabuhan Bagan AsahanDesa Bagan Asahan, Kecamatan Tanjung Balai
12.Pansur NapituDesa Gunung Berkat, Kecamatan Bandar Pulau
13.Alun-Alun Rambate Rata RayaKelurahan Sidomukti, Kecamatan Kota Kisaran Barat
14.Taman Hutan Kota KisaranKelurahan Sidomukti, Kecamatan Kota Kisaran Barat
15.Air Terjun Simanik manikDesa Lobu Rappa, Kecamatan Aek Songsongan
16.Pantai JanggawariDesa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut
17.Lombang GarogaDesa Gonting Malaha, Kecamatan Bandar Pulau
18.Air Terjun Jambuara IndahDesa Tomuan Holbung, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge
19.Gunung Simanukmanuk (Hiking)Hutan Lindung, Desa Tomuan Holbung, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge
20.Aek SarohaDesa Huta Bagasan, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge
21.Gua SigalapangDesa Lobu Rappa, Kecamatan Aek Songsongan
22.Wisata Alam MangroveDesa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut
23.Pantai Pasir Putih Geseran NagaDesa Sei Serindan, Kecamatan Sei Kepayang Barat

Perkebunan

[sunting | sunting sumber]

Sejarah perkebunan

[sunting | sunting sumber]

Pada akhir abad ke-19 Sumatra Timur telah menjadi salah satu lokasi usaha paling intensif dan paling berhasil perusahaan-perusahaan perkebunan asing di dunia ketiga.[21] Pada masa Pemerintahan Hindia Belanda, Asahan merupakan bagian dari afdeling yang berada di bawah Keresidenan Sumatera Timur. Afdeeling Asahan mengalami perubahan besar ketika Deli Spoorweg Maatschappij melakukan perluasan jalur kereta api, yang berimbas banyaknya masuk investor. Investor-investor ini menanamkan modalnya dengan membuka berbagai komoditas perkebunan seperti karet, tembakau, dan teh.[22]

Berikut ini adalah nama-nama perusahaan perkebunan yang terdapat di Afdeeling Asahan pada masa Hindia Belanda:[23]

  • NV Hollandsch Amerikaansche Plantage Maatschappij (HAPM)
  • NV Rubber Cultuur Maatschappij Amsterdam (RCMA) (perkebunan Pulu Raja/kelapa sawit)
  • NV Bandar Rubber Maatschappij Cie des Coutchous de Padang (perkebunan Bandar Pulau)
  • NV Societe des Plantations de Teluk Dalam
  • NV Gunung Melayu Plantagen Gessellschaft (perusahaan Swiss)
  • NV Maatschappij voor Onderneming in Nederlandsch Indie (Sei Raja)
  • NV Asahan Tabak Maatschappy Silau (ATMS)
  • NV Sumatra Rubber Cultuur Maatschappij Serbajadi
  • NV Sukaraja Cultuur Maatschappij
  • Haboko Tea Company Ltd. (perkebunan teh)
  • NV Koloniale Cultuur Cie (Pulahan)
  • NV Rubber Maatschappij Ambalutu
  • NV Hessa Rubber Maatschappij (HRM)
  • Continental Plantation Company (Huta Padang)
  • NV Asahan Cultuur Maatschappij (Aek Loba)

Berikut ini adalah daftar nama-nama perusahaan perkebunan yang saat ini masih beroperasi di Kabupaten Asahan:[24]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 "Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2024 tentang Kabupaten Asahan di Provinsi Sumatera Utara" (PDF). Lembaran Negara Republik Indonesia. 2024-07-02. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2024-07-15. Diakses tanggal 2024-07-15.
  2. 1 2 3 4 "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Désémber 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  3. 1 2 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 24 Juni 2025.
  4. 1 2 3 "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Asahan". sp2010.bps.go.id. 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-02-26. Diakses tanggal 23 Maret 2022. ;
  5. "Indeks Pembangunan Manusia (Umur Harapan Hidup Hasil Long Form SP2020), 2023-2024". www.bps.go.id. Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 23 November 2024.
  6. 1 2 "Postur APBD Kabupaten Asahan Tahun 2024". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 23 November 2024.
  7. "Rincian Dana Transfer Umum T.A 2024 Menurut Provinsi/Kabupaten/Kota" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 23 November 2024.
  8. "Buku Alokasi dan Rangkuman Kebijakan Transfer Ke Daerah T.A 2024 Provinsi Sumatera Utara". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). hlm. 21. Diakses tanggal 23 November 2024.
  9. 1 2 "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  10. 1 2 "Kabupaten Asahan Dalam Angka 2022". www.asahankab.bps.go.id. hlm. 97, 170, 213. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2022-03-19. Diakses tanggal 9 Maret 2022.
  11. 1 2 "Sejarah Kabupaten Asahan". Pemerintah Kabupaten Asahan. Diakses tanggal 2022-08-07.[pranala nonaktif permanen]
  12. Abdullah, dkk. (2021). Peta Dakwah: Dinamika Dakwah dan Implikasinya Terhadap Keberagamaan Masyarakat Muslim Sumatera Utara (PDF). Medan: Merdeka Kreasi. hlm. 137. ISBN 978-623-6198-77-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  13. Siahaan, Jefry Miduk (2023). Gozali, Nurhamidah (ed.). Statistik Daerah Kabupaten Asahan 2023. Badan Pusat Statistik Kabupaten Asahan. hlm. 3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  14. "Situs resmi Pemerintah Kabupaten Asahan". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-02-13. Diakses tanggal 2021-05-07.
  15. "Daftar 33 Kepala Daerah di Sumatera Utara Yang Resmi Dilantik Hari Ini Kamis 20 Februari 2025". manado.tribunnews.com. Diakses tanggal 27 Februari 2025.
  16. Juraidi (26 Februari 2021). "Gubsu lantik Bupati dan wakil Bupati Asahan terpilih Surya-Taufik". ANTARA News. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-03-16. Diakses tanggal 17 Januari 2022.
  17. [pranala nonaktif permanen] MedanBlitz.com - Inilah 45 Caleg Terpilih untuk DPRD Asahan Periode 2014-2019
  18. "Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Asahan 2019-2024". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-02-13. Diakses tanggal 2020-05-18.
  19. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  20. 1 2 "Kabupaten Asahan Dalam Angka 2010". asahankab.bps.go.id. hlm. 78–79. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-03-19. Diakses tanggal 23 Maret 2022.
  21. Ann Laura Stoler: "Kapitalisme dan Konfrontasi di Sabuk Perkebunan Sumatera, 1870—1979", halaman 2. Penerbit Karsa, 2005.
  22. Pelzer, Karl J.:"Toean Keboen dan Petani Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria di Sumatera Timur", halaman 88. Jakarta:Sinar Harapan, 1985.
  23. Hamerster, M.: "Bijdrage Tot de Kennis van de Afdeeling Asahan", halaman 142—144. Amsterdam: Uitgave van Het Oostkust van Sumatra-Institut, 1926
  24. "Direktori Perusahaan Perkebunan Kabupaten Asahan 2019". asahankab.bps.go.id. 17 September 2020. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-07-12. Diakses tanggal 12 Juli 2021.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]