Kabupaten Batu Bara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Untuk kegunaan lain dari Batubara, lihat Batubara.
Kabupaten Batu Bara
Lambang Kabupaten Batubara.png
Lambang Kabupaten Batu Bara
Moto: Sejahtera Berjaya


Lokasi Sumatera Utara Kabupaten Batu Bara.svg
Peta lokasi Kabupaten Batu Bara di Sumatera Utara
Koordinat:
Provinsi Sumatera Utara
Dasar hukum UU No. 5 Tahun 2007
Tanggal peresmian 15 Juni 2007
Ibu kota Limapuluh
Pemerintahan
 - Bupati H. OK Arya Zulkarnaen, SH, MM
 - DAU Rp386.180.939.000,-(2011)[1]
Luas 904,96 km2
Populasi
 - Total 382.474 jiwa (2015)[2]
 - Kepadatan 422,64 jiwa/km2
Demografi
 - Agama Islam (87,40%)
Kristen Protestan (9,93%)
Katolik (2,33%)
Buddha (0,32%)
Hindu (0,02%)[3]
Pembagian administratif
 - Kecamatan 7
 - Kelurahan 141 / 10
Simbol khas daerah
Situs web www.batubarakab.go.id

Kabupaten Batu Bara adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. DPR menyetujui Rancangan Undang-Undang pembentukannya tanggal 8 Desember 2006. Kabupaten ini diresmikan pada tanggal 15 Juni 2007, bersamaan dengan dilantiknya Penjabat Bupati Batu Bara, Drs. H. Sofyan Nasution, S.H.

Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Asahan dan beribukota di Kecamatan Limapuluh.

Kabupaten Batu Bara adalah salah satu dari 16 kabupaten dan kota baru yang dimekarkan pada dalam kurun tahun 2006.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Rumah di Sungai Birung (1902)

Kabupaten Batu Bara merupakan pemekaran dari Kabupaten Asahan di mana tujuh kecamatan di Kabupaten Asahan dikurangi dan dipindahkan wilayahnya menjadi wilayah Kabupaten Batu Bara. Kabupaten ini terletak di tepi pantai Selat Malaka, sekitar 175 km selatan ibu kota Medan. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Kabupaten Batu Bara termasuk ke dalam Karesidenan Sumatera Timur.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk Kabupaten Batu Bara didominasi oleh etnis Melayu, kemudian diikuti oleh orang-orang Jawa, dan Suku Batak. Orang Mandailing merupakan sub-etnis Batak yang paling banyak bermukim disini. Etnis Jawa atau yang dikenal dengan Pujakesuma (Putra Jawa Kelahiran Sumatra) mencapai 43% dari keseluruhan penduduk Batu Bara.[4] Mereka merupakan keturunan kuli-kuli perkebunan yang dibawa para pekebun Eropa pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Selain itu orang Minangkabau juga banyak ditemui di kabupaten ini. Sejak abad ke-18, Batu Bara telah menjadi pangkalan bagi orang-orang kaya Minangkabau yang melakukan perdagangan lintas selat. Mereka membawa hasil-hasil bumi dari pedalaman Sumatra, untuk dijual kepada orang-orang Eropa di Penang dan Singapura.[5] Seperti halnya Pelalawan, Siak, dan Jambi; Batu Bara merupakan koloni dagang orang-orang Minang di pesisir timur Sumatra.[6] Dari lima suku (klan) asli yang terdapat di Batu Bara yakni Lima Laras, Tanah Datar, Pesisir, Lima Puluh dan Suku Boga, dua di antaranya teridentifikasi sebagai nama luhak di Minangkabau, yang diperkirakan sebagai tempat asal masyarakat suku tersebut.

Agama[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2015, persentase agama penduduk Kabupaten Batu Bara adalah Islam 87.40%, Kristen Protestan 9.94%, Katolik 2.34%, Budha 0.31% dan Hindu 0.02%[7]

Agama di Kabupaten Batu Bara
Agama Persen
Islam
  
87,40
Kristen Protestan
  
9,94
Katolik
  
2,33
Buddha
  
0,32
Hindu
  
0,02


Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Bandar Khalipah (Kabupaten Serdang Bedagai) dan Selat Malaka.
Selatan Meranti (Kabupaten Asahan) dan Ujung Padang (Kabupaten Simalungun).
Barat Bosar Maligas, Bandar, Bandar Masilam, Dolok Batunanggar (Kabupaten Simalungun) dan Tebingtinggi (Kabupaten Serdang Bedagai).
Timur Air Joman (Kabupaten Asahan) dan Selat Malaka.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 6 Tahun 2011". 2011-02-17. Diakses tanggal 2011-05-23. 
  2. ^ "Kabupaten Asahan Dalam Angka 2016"
  3. ^ "Kabupaten Batu Bara Dalam Angka 2016"
  4. ^ Pengurus DPD Pujakesuma Batubara Dilantik. Medan Bisnis Daily
  5. ^ Christine Dobbin, Islamic Revivalism in a Changing Peasant Economy: Central Sumatra 1784-1847, Curzon Press, 1983
  6. ^ Usman Pelly, Sejarah sosial daerah Sumatera Utara, Kotamadya Medan, 1984
  7. ^ "Kabupaten Batu Bara Dalam Angka 2016"

Pranala luar[sunting | sunting sumber]