Kabupaten Karo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Koordinat: 2°50′N 97°55′E / 2.833°N 97.917°E / 2.833; 97.917

Kabupaten Karo
Transkripsi bahasa daerah
 • Tulisen Karoᯂᯒᯨ
Bentuk rumah adat suku Karo
Bentuk rumah adat suku Karo
Lambang resmi Kabupaten Karo
Motto: 
Pijer podi
(Karo) Gotong royong
Peta
Kabupaten Karo di Sumatra
Kabupaten Karo
Kabupaten Karo
Peta
Kabupaten Karo di Indonesia
Kabupaten Karo
Kabupaten Karo
Kabupaten Karo (Indonesia)
Koordinat: 3°07′00″N 98°18′00″E / 3.11667°N 98.3°E / 3.11667; 98.3
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
Ibu kotaKabanjahe
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
 • BupatiCory Sriwaty Sebayang
 • Wakil BupatiTheopilus Ginting
 • Sekretaris DaerahDrs. Kamperas Terkelin Purba, M.Si.
 • Ketua DPRDIriani Br. Tarigan
Luas
 • Total2.127,25 km2 (821,34 sq mi)
Populasi
 • Total404.998
 • Kepadatan190/km2 (500/sq mi)
Demografi
 • AgamaKristen 74,31%
- Protestan 58,22%
- Katolik 16,09%
Islam 24,90%
Budha 0,41%
Konghucu 0,35%
Hindu 0,03%[1]
 • BahasaKaro, Bahasa Indonesia
 • IPMKenaikan 74,83 (2021)
tinggi[2]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode area telepon0628
Pelat kendaraanBK xxxx S**
Kode Kemendagri12.06 Edit the value on Wikidata
DAURp 770.398.674.000,- (2020)[3]
Situs webwww.karokab.go.id

Karo (tulisen Karo: ᯂᯒᯨ) adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Sumatra Utara, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di kecamatan Kabanjahe.[4][5] Kabupaten Karo memiliki luas wilayah 2.127,25 km² dan jumlah penduduk pada tahun 2020 sebanyak 404.998 jiwa, dengan kepadatan 190 jiwa/km².[1]

Kabupaten Karo berlokasi di dataran tinggi Karo, Bukit Barisan Sumatra Utara. Terletak sejauh 77 km dari kota Medan, ibu kota Provinsi Sumatra Utara. Wilayah Kabupaten Karo terletak di dataran tinggi dengan ketinggian antara 600 sampai 1.400 meter di atas permukaan laut. Karena berada di ketinggian tersebut, Tanah Karo Simalem, nama lain dari kabupaten ini mempunyai iklim yang sejuk dengan suhu berkisar antara 16 sampai 17° C.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kerajaan Karo[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karo saat ini dulu merupakan bagian dari Kerajaan Aru. Selanjutnya juga pernah ada 5 kebayakan (kerajaan) di Tanah Karo:

  1. Kerajaan Sibayak Lingga (asal mula Marga Karo-Karo Sinulingga)
  2. Kerajaan Sibayak Sarinembah (asal mula Marga Sembiring Meliala)
  3. Kerajaan Sibayak Suka (asal mula Marga Ginting Suka)
  4. Kerajaan Sibayak Barusjahe (asal mula Karo-Karo, Barus)
  5. Kerajaan Sibayak Kutabuluh (asal mula Marga Perangin-angin)

Geografi[sunting | sunting sumber]

Perbatasan Kabupaten Karo dengan Kabupaten Deli Serdang

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karo memiliki batas wilayah yaitu sebagai berikut:

Utara Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang
Timur Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Samosir
Selatan Kabupaten Dairi
Barat Kabupaten Aceh Tenggara (Provinsi Aceh)

Secara geografis, Kabupaten Karo terletak pada koordinat 02° 50' sampai 03° 19' Lintang utara dan 97° 55' sampai 98° 38' Bujur timur.

Sungai[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karo yang terletak di ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut, merupakan daerah hulu sungai (DHS) bagi sejumlah sungai primer di Sumatra Utara. Tidak Kurang 50 buah sungai ada di daerah ini. Sebagian besar bermuara ke selat Malaka atau Pantai Timur sedangkan 1 buah bermuara ke Danau Toba. Sungai-sungai yang bermuara ke pantai Timur adalah Lau Biang, Lau Bengap, Lau Borus, Lau Gunung dan lain-lain. Sementara sungai yang bermuara ke Danau Toba adalah sungai yang mewujudkan air terjun Sipiso-piso.

Gunung[sunting | sunting sumber]

Di daerah daratan tinggi Karo dan sepanjang pegunungan Bukit Barisan terdapat sejumlah puncak atau gunung. Dua di antaranya gunung berapi aktif yaitu: Gunung Sinabung (2412 meter) dan Gunung Sibayak (2172 meter). Selain kedua gunung berapi tersebut, masih terdapat sejumlah gunung lainnya yang tinggi belum diukur seperti Gunung Ketaren, Gunung Barus, Gunung Sibuaten, Gunung Macik, Gunung Sipiso-piso, Gunung Sembah Bala, Gunung Kutu, Gunung Pabo, Gunung Singkut, Gunung Gajah, Gunung Pertekteken dan lainnya.

Danau[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten Karo terdapat dua buah Danau yang cukup luas dan terkenal yaitu sebagian Danau Toba (Tongging) dan Danau Lau Kawar yang memiliki luas lebih kurang 200 Ha. Danau Lau Kawar ini diapit oleh alam pegunungan yang dikelilingi hutan tropis. Di tepi Danau Lau Kawar terbentang lahan seluas 3 hektare yang digunakan turis lokal maupun asing untuk berkemah.

Daerah ketinggian[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karo terletak pada ketinggian 140 sampai dengan 1.400 meter di atas permukaan laut dengan perbandingan luas sebagai berikut:

Ketinggian Luas Persentase
140–200 m 9.550 ha 4,49 %
200–500 m 11.373 ha 5,35 %
500-1.000 m 79.215 ha 37,24 %
1.000-1.400 m 112.587 ha 52,92 %

Bila dilihat dari sudut kemiringan atau lereng tanahnya dapat dibedakan sebagai:

Karakter Luas Persentase
Datar 2 % 23.900 ha 11,24 %
Landai 2-5 % 74.919 ha 35,22 %
Miring 15-40 % 41.169 ha 19,35 %
Curam 40 % 72.737 ha 34.19 %

Iklim[sunting | sunting sumber]

Oleh karena letaknya yang dekat dengan garis khatulistiwa, wilayah Kabupaten Karo beriklim tropis dengan tipe iklim (Af). Sebagai akibat dari daerah beriklim tropis, wilayah kabupaten ini mempunyai dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim hujan pertama mulai bulan September sampai dengan bulan Januari dan musim kedua pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei, sedangkan musim kemarau biasanya berlangsung pada bulan Februari, Juni, dan Juli. Curah hujan tahunan berkisar antara 1000–4000 mm per tahun. Suhu udara rata-rata di Kabupaten karo berkisar antara 17°–20 °C. Tingkat kelembapan nisbi rata-rata adalah ±82%.[6]

Data iklim Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 25.2
(77.4)
25.7
(78.3)
25.9
(78.6)
25.8
(78.4)
25.9
(78.6)
25.7
(78.3)
25.4
(77.7)
25.3
(77.5)
24.8
(76.6)
24.5
(76.1)
24.4
(75.9)
24.8
(76.6)
25.28
(77.5)
Rata-rata harian °C (°F) 20.2
(68.4)
20.3
(68.5)
20.6
(69.1)
20.7
(69.3)
20.7
(69.3)
20.4
(68.7)
20.1
(68.2)
20.1
(68.2)
20
(68)
19.9
(67.8)
19.7
(67.5)
20.2
(68.4)
20.24
(68.45)
Rata-rata terendah °C (°F) 15.2
(59.4)
15
(59)
15.3
(59.5)
15.7
(60.3)
15.6
(60.1)
15.2
(59.4)
14.8
(58.6)
14.9
(58.8)
15.3
(59.5)
15.6
(60.1)
15.5
(59.9)
15.5
(59.9)
15.3
(59.54)
Presipitasi mm (inci) 218
(8.58)
112
(4.41)
217
(8.54)
239
(9.41)
213
(8.39)
110
(4.33)
93
(3.66)
152
(5.98)
215
(8.46)
274
(10.79)
277
(10.91)
267
(10.51)
2.387
(93,97)
Rata-rata hari hujan 16 10 16 17 15 10 9 12 15 20 20 19 179
% kelembapan 81 79 80 82 83 80 79 82 83 85 86 84 82
Rata-rata sinar matahari bulanan 195 211 198 196 202 207 205 191 162 160 154 180 2.261
Sumber #1: Climate-Data.org[7]
Sumber #2: Weatherbase[8]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Bupati dan Wakil[sunting | sunting sumber]

Bupati Karo adalah pemimpin tertinggi di lingkungan pemerintah Kabupaten Karo. Bupati Karo bertanggungjawab kepada Gubernur provinsi Sumatra Utara. Saat ini, bupati atau kepala daerah yang menjabat di Kabupaten Karo ialah Cory Sriwaty Sebayang, dengan wakil bupati Theopilus Ginting. Mereka menang pada Pemilihan umum Bupati Karo 2020. Cory Sebayang merupakan bupati Karo ke-19 setelah kabupaten ini didirikan, dan pada periode sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil bupati, bersama bupati Terkelin Brahmana. Cory dan Theopilus dilantik oleh gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi, pada 26 April 2021 di Kota Medan.[9]

No Bupati Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Ket. Wakil Bupati
19 Cory Sriwaty Sebayang 2021.png Cory Sriwaty Sebayang 26 April 2021 petahana (2020) Periode 1 Theopilus Ginting 2021.png Theopilus Ginting

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Karo dalam dua periode terakhir.[10][11]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
Gerindra 6 Penurunan 5
PDI-P 6 Kenaikan 8
Golkar 5 Penurunan 4
NasDem 1 Kenaikan 4
Perindo (baru) 2
PAN 3 Steady 3
Hanura 4 Steady 4
Demokrat 6 Penurunan 3
PKPI 4 Penurunan 2
Jumlah Anggota 35 Steady 35
Jumlah Partai 8 Kenaikan 9


Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karo terdiri dari 17 kecamatan, 10 kelurahan, dan 259 desa dengan luas wilayah mencapai 2.127,25 km² dan jumlah penduduk sekitar 404.998 jiwa (2020) dengan kepadatan penduduk 190 jiwa/km².[12][4][5]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Karo, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
12.06.03 Barusjahe 19 Desa
12.06.02 Berastagi 4 6 Desa
Kelurahan
12.06.14 Dolat Rayat 7 Desa
12.06.07 Juhar 25 Desa
12.06.01 Kabanjahe 5 8 Desa
Kelurahan
12.06.13 Kuta Buluh 16 Desa
12.06.09 Laubaleng 15 Desa
12.06.10 Mardingding 12 Desa
12.06.15 Merdeka 9 Desa
12.06.05 Merek 19 Desa
12.06.06 Munte 22 Desa
12.06.16 Naman Teran 14 Desa
12.06.11 Payung 8 Desa
12.06.12 Simpang Empat 17 Desa
12.06.08 Tiga Binanga 1 19 Desa
Kelurahan
12.06.17 Tiganderket 17 Desa
12.06.04 Tigapanah 26 Desa
TOTAL 10 259

Sesuai dengan yang tertuang dalam surat keputusan Menteri Dalam Negeri No.118 tahun 1991 dan Surat Keputusan Gubernur KDH Tkt I Provinsi Sumatra Utara No. 138/21/1994 tanggal 21 Mei 1994 tentang data wilayah administrasi pemerintahan di Indonesia dan Sumatra Utara serta Peraturan Daerah Kabupaten Karo No.04 tentang Pembentukan Kecamatan Dolat Rayat, Kecamatan Merdeka, Kecamatan Naman Teran dan Kecamatan Tiganderket serta pemindahan Ibu kota Kecamatan Payung, maka di Kabupaten Karo terdapat 17 kecamatan, 248 desa serta 10 kelurahan. Wilayah Kabupaten Karo dibagi menjadi 17 kecamatan, yaitu:

Pembagian Wilayah Kecamatan di Kabupaten Karo

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku Bangsa[sunting | sunting sumber]

Pakaian adat pernikahan suku Karo.

Mayoritas dan penduduk asli dari kabupaten Karo adalah suku Karo, dan tersebar di semua kecamatan Karo. Selain itu, ada sebagian lagi suku terdekat Karo yakni suku Batak Pakpak, Batak Toba, Batak Simalungun, dan Batak Angkola. Ada pula sebagian kecil suku pendatang lainnya seperti Jawa, Minangkabau, Aceh dan Tionghoa-Indonesia, yang umumnya banyak terdapat di kecamatan Kabanjahe dan Berastagi, serta kecamatan perbatasan dengan Aceh, seperti di Mardingding dan Laubaleng.

Agama[sunting | sunting sumber]

Penduduk di kabupaten Karo umumnya adalah suku Karo dan mayoritas menganut agama Kristen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Karo 2021, penduduk yang beragama Kristen sebanyak 74,31%, dimana Kristen Protestan 58,22% dan Katolik 16,09%. Selain itu agama Islam juga dianut sebagian kecil penduduk Kabupaten Karo, yakni mencapai 24,90% dan selebihnya menganut agama Budha yakni 0,41%, Konghucu 0,35% dan Hindu 0,03%, dan umumnya berada di Kabanjahe dan Berastagi.[1]

Jumlah rumah ibadah menurut jenis rumah ibadah pada tahun 2021 di Kabupaten Karo sebagai berikut:[1]

  • Gereja Protestan sebanyak 766 bangunan.
  • Gereja Katolik sebanyak 149 bangunan.
  • Masjid sebanyak 229 bangunan dan 4 musholah.
  • Pura sebanyak 6 bangunan.
  • Vihara sebanyak 4 bangunan.
  • Klenteng sebanyak 1 bangunan.
Agama di Kabupaten Karo 2020
Agama Percent
Protestan
  
58.22%
Islam
  
24.90%
Katolik
  
16.09%
Buddha
  
0.41%
Konghucu
  
0.35%
Hindu
  
0.03%

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Air Terjun Sipisopiso di kecamatan Merek

Objek wisata[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karo memiliki tempat wisata alam yang banyak dikunjungi wisatawan. Beberapa wisata andalan yang ada di Kabupaten Karo ialah;

Media massa[sunting | sunting sumber]

Radio[sunting | sunting sumber]

Masyarakat di sebagian dari Kabupaten Karo dalam wilayah metropolitan terdiri dari 4 kecamatan yaitu Barusjahe, Merdeka, Dolat Rayat dan Berastagi dapat menikmati beberapa stasiun radio, terdiri dari radio lokal dan nasional (catatan: daftar di bawah ini juga dapat didengarkan di Kota Medan dan sekitarnya).

Frekuensi Signal Nama Stasiun
88.0-MHz FM FeMale Radio Masima RadioNet
88.4-MHz Pro 4 RRI Radio Republik Indonesia
88.8-MHz Pro 3 RRI
89.2-MHz Pasopati Perkasa Radio
89.6-MHz Visi FM Kardopa Group
90.4-MHz Sonora FM KG Radio Network
90.8-MHz Mix FM Kiss Network
91.6-MHz UMSU M-Radio UMSU
92.4-MHz Pro 2 RRI Radio Republik Indonesia
92.8-MHz Lite FM Kiss Network
93.2-MHz Elshinta Radio Elshinta Media
94.3-MHz Pro 1 RRI Radio Republik Indonesia
94.7-MHz Suara Medan Radio
95.1-MHz MNC Trijaya FM MNC Networks
95.5-MHz Citra Buana Radio
95.9-MHz City FM City Media Group
96.3-MHz Medan FM City Media Group
96.7-MHz RDI MNC Networks
97.5-MHz Prambors Masima RadioNet
98.3-MHz I-Radio MRA Media
99.1-MHz Most FM
99.5-MHz Kardopa Radio Kardopa Group
99.9-MHz Radio Istana MBC
100.5-MHz Mutiara FM
101.4-MHz Radio Roris Shintarahma
101.8-MHz Smart FM KG Radio Network
102.2-MHz Alnora FM
102.6-MHz Star FM Kiss Network
103.0-MHz Best FM
103.8-MHz A Radio Lumut Media
104.2-MHz Radio Maria
105.0-MHz Kiss FM Kiss Network
105.8-MHz Delta FM Masima RadioNet
106.2-MHz Kardopa Radio Kardopa Group
106.6-MHz Sonya FM Kiss Network
107.3-MHz Lips FM
107,8-MHz Jawa Radio

Televisi[sunting | sunting sumber]

Surat kabar[sunting | sunting sumber]

Masyarakat di sebagian dari Kabupaten Karo dalam wilayah metropolitan terdiri dari 4 kecamatan yaitu Barusjahe, Merdeka, Dolat Rayat dan Berastagi dapat menikmati beberapa surat kabar, terdiri dari surat kabar lokal dan nasional (catatan: daftar di bawah ini juga dapat dibacakan di Kota Medan dan sekitarnya).

Nasional[sunting | sunting sumber]

Nama Jenis Perusahaan Bahasa
Koran Sindo Nasional Media Nusantara Citra Indonesia
Investor Daily BeritaSatu Media Holdings
Kompas KG Media
Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Media Indonesia Media Group
Kontan KG Media
Koran Jakarta Berita Nusantara
Republika Mahaka Media
The Jakarta Post Bina Media Tenggara Inggris
Indonesia Shang Bao Bisnis Indonesia Group Mandarin
Harian Indonesia Mahaka Media
Guo Ji Ri Bao Mayapada Group

Lokal[sunting | sunting sumber]

  1. Analisa, terletak di Medan Barat, Medan.
  2. Hao Bao Daily, terletak di Medan Barat, Medan.
  3. Medan Pos, terletak di Medan Barat, Medan.
  4. Waspada, terletak di Medan Maimun, Medan.
  5. Mimbar Umum, terletak di Medan Denai, Medan.
  6. Sinar Indonesia Baru, terletak di Medan Maimun, Medan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e "Kabupaten Karo Dalam Angka 2021" (pdf). www.karokab.bps.go.id. hlm. 7, 50, 116–117. Diakses tanggal 15 April 2021. 
  2. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 1 Desember 2021. 
  3. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 15 April 2021. 
  4. ^ a b "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  5. ^ a b "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  6. ^ http://sippa.ciptakarya.pu.go.id/sippa_online/ws_file/dokumen/rpi2jm/DOCRPIJM_1479108450Bab_2_Lap_AKHIR_RPIJM_Karo_Rev00.pdf
  7. ^ "Kabanjahe, Sumatera Utara, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 3 September 2020. 
  8. ^ "KABANJAHE, INDONESIA". Weatherbase. Diakses tanggal 3 September 2020. 
  9. ^ "Cory Sebayang-Theopilus Ginting Resmi Jabat Bupati dan Wakil Bupati Karo". www.karosatuklik.com. 26 April 2021. Diakses tanggal 15 Januari 2022. 
  10. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Karo Periode 2014-2019
  11. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Karo 2019-2024
  12. ^ "Kabupaten Karo Dalam Angka 2021" (pdf). www.karokab.bps.go.id. hlm. 7, 50, 116. Diakses tanggal 15 April 2021. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]