Kabupaten Karo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kabupaten Karo
ᯂᯅᯮᯇᯗᯩᯉ᯲ ᯂᯒᯨ
Lambang Kabupaten Karo.gif
Lambang Kabupaten Karo
ᯂᯅᯮᯇᯗᯩᯉ᯲ ᯂᯒᯨ
Moto: "Pijer Podi"


Lokasi Sumatera Utara Kabupaten Karo.svg
Peta lokasi Kabupaten Karo
ᯂᯅᯮᯇᯗᯩᯉ᯲ ᯂᯒᯨ di Sumatera Utara
Koordinat: 2°50' - 3°19' LU
97°55' - 98° 38' BT
Provinsi Sumatera Utara
Ibu kota Kabanjahe
Pemerintahan
 - Bupati Terkelin Brahmana
 - Wakil Bupati -
 - DAU Rp. 625.822.348.000.-(2013)[1]
Luas 2.127,25 km2
Populasi
 - Total 389,591 jiwa (2015)[2]
 - Kepadatan 0,18 jiwa/km2
Demografi
 - Agama Kristen Protestan 58.24%
Islam 21.20%
Katolik 19.39%
Buddha 0.72%
Konghucu 0.40%
Hindu 0.05%[3].
Pembagian administratif
 - Kecamatan 17
 - Kelurahan 258
Simbol khas daerah
Situs web http://www.karokab.go.id/

Kabupaten Karo (Aksara Batak Karo: ᯂᯅᯮᯇᯗᯩᯉ᯲ ᯂᯒᯨ) adalah salah satu Kabupaten di provinsi Sumatera Utara, Indonesia. ibu kota kabupaten ini terletak di Kabanjahe. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.127,25 km2 dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 500.000 jiwa. Kabupaten ini berlokasi di dataran tinggi Karo, Bukit Barisan Sumatera Utara. Terletak sejauh 77 km dari kota Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara. Wilayah Kabupaten Karo terletak di dataran tinggi dengan ketinggian antara 600 sampai 1.400 meter di atas permukaan laut. Karena berada diketinggian tersebut, Tanah Karo Simalem, nama lain dari kabupaten ini mempunyai iklim yang sejuk dengan suhu berkisar antara 16 sampai 17° C.

Di dataran tinggi Karo ini bisa ditemukan indahnya nuansa alam pegunungan dengan udara yang sejuk dan berciri khas daerah buah dan sayur. Di daerah ini juga bisa kita nikmati keindahan Gunung berapi Sibayak yang masih aktif dan berlokasi di atas ketinggian 2.172 meter dari permukaan laut. Arti kata Sibayak adalah Raja. Berarti Gunung Sibayak adalah Gunung Raja menurut pengertian nenek moyang suku Karo.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kerajaan Karo[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karo saat ini dulu merupakan bagian dari Kerajaan Aru.

Selanjutnya juga pernah ada 5 kebayakan (kerajaan) di Tanah Karo:

  1. Kerajaan Sebayak Lingga (asal mula Marga Karo-Karo Sinulingga)
  2. Kerajaan Sebayak Sarinembah (asal mula Marga Sembiring Meliala)
  3. Kerajaan Sebayak Suka (asal mula Marga Ginting Suka)
  4. Kerajaan Sebayak Barusjahe (asal mula Karo-Karo, Barus)
  5. Kerajaan Sebayak Kutabuluh (asal mula Marga Perangin-angin)
  6. Kerajaan Sukapiring Seberaja (asal mula marga Karo Sekali)

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk di Kabupaten Karo umumnya adalah suku Karo dan mayoritas menganut agama Kristen. Data BPS Sensus 2015 penduduk yang beragama Kristen sebanyak 77.62% (Kristen Protestan 58.24% dan Katolik 19.38%) dari 389.591 jiwa penduduk. Selain itu agama Islam juga banyak dianut penduduk Kabupaten Karo, yakni mencapai 21.18%. Selebihnya agama Buddha 0.72%, Konghucu 0.40% dan Hindu 0.05%.[4]

Agama di Kabupaten Karo
Agama Percent
Kristen Protestan
  
58.24%
Islam
  
21.18%
Katolik
  
19.38%
Buddha
  
0.72%
Konghucu
  
0.40%
Hindu
  
0.05%


Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karo Memiliki Batas Wilayah Yaitu Sebagai Berikut :

Utara Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang
Selatan Kabupaten Dairi
Barat Kabupaten Aceh Tenggara (Provinsi Aceh)
Timur Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Samosir

Kepala daerah[sunting | sunting sumber]

Tercapainya kondisi pemerintahan yang aman, stabil dan terkendali, tidak terlepas dari berbagai usaha pembinaan yang ditempuh pemerintahan Kabupaten Karo bersama instansi terkait termasuk peran Kepala Daerah kepada masyarakatnya.


No Gambar Nama Awal masa jabatan Akhir masa jabatan Wakil Keterangan
1. Ngerajai Meliala 1945 1946
2. Mhd Kosim 1946 1947
3. Raja Kelolong Sinulingga 1947 1949
4. Rajin Peranginangin 1950 1950
5. Rakutta Sembiring Brahmana 1950 1957
6. T. Raja Purba 1957 1957
7. Abdullah Eteng 1957 1960
8. Matang Sitepu 1960 1966
9. Baharuddin Siregar 1966 1969
10. Tampak Sebayang 1969 1980
11. Rukun Sembiring 1980 1985
12. Menet Ginting 1985 1990
13. Rupai Peranginangin 1990 1994
14 D.D. Sinulingga 1995 2000
- I.S. Sihotang 2000 2000 Pj
15 Sinar Peranginangin 2000 2005 Djidin Sebayang, SH
16. D.D. Sinulingga 2005 2010 Ir. Nelson Sitepu
17. Ukur Karo J Sinulingga 2011 2014 Terkelin S Brahmana
18. Terkelin Brahmana.jpeg Terkelin Brahmana 2014 Petahana Cory Sriwati Sebayang


Geografis[sunting | sunting sumber]

Secara geografis, Kabupaten Karo terletak pada koordinat 02° 50' sampai 03° 19' Lintang utara dan 97° 55' sampai 98° 38' Bujur timur.

Sungai[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karo yang terletak di ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut, merupakan daerah hulu sungai (DHS) bagi sejumlah sungai primer di Sumatera Utara. Tidak Kurang 50 buah sungai ada di daerah ini. Sebagian besar bermuara ke selat Malaka atau Pantai Timur sedangkan 1 buah bermuara ke Danau Toba. Sungai-sungai yang bermuara ke pantai Timur adalah Lau Biang, Lau Bengap, Lau Borus, Lau Gunung dan lain-lain. Sementara sungai yang bermuara ke Danau Toba adalah sungai yang mewujudkan air terjun Sipiso-piso.

Gunung[sunting | sunting sumber]

Di daerah daratan tinggi Karo dan sepanjang pegunungan Bukit Barisan terdapat sejumlah puncak atau gunung. Dua di antaranya gunung berapi aktif yaitu: Gunung Sinabung (2412 meter) dan Gunung Sibayak (2172 meter). Selain kedua gunung berapi tersebut, masih terdapat sejumlah gunung lainnya yang tinggi belum diukur seperti Gunung Ketaren, Gunung Barus, Gunung Sibuaten, Gunung Macik, Gunung Sipiso-piso, Gunung Sembah Bala, Gunung Kutu, Gunung Pabo, Gunung Singkut, Gunung Gajah, Gunung Pertekteken dan lainnya.

Danau[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten Karo terdapat dua buah Danau yang cukup luas dan terkenal yaitu sebagian Danau Toba (Tongging) dan Danau Lau Kawar yang memiliki luas lebih kurang 200 Ha. Danau Lau Kawar ini diapit oleh alam pegunungan yang dikelilingi hutan tropis. Di tepi Danau Lau Kawar terbentang lahan seluas 3 hektare yang digunakan turis lokal maupun asing untuk berkemah.

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah Kecamatan di Kabupaten Karo

Sesuai dengan yang tertuang dalam surat keputusan Menteri Dalam Negeri No.118 tahun 1991 dan Surat Keputusan Gubernur KDH Tkt I Provinsi Sumatera Utara No. 138/21/1994 tanggal 21 Mei 1994 tentang data wilayah administrasi pemerintahan di Indonesia dan Sumatera Utara serta Peraturan Daerah Kabupaten Karo No.04 tentang Pembentukan Kecamatan Dolat Rayat, Kecamatan Merdeka, Kecamatan Naman Teran dan Kecamatan Tiganderket serta pemindahan Ibukota Kecamatan Payung, maka di Kabupaten Karo terdapat 17 kecamatan, 248 desa serta 10 kelurahan. Wilayah Kabupaten Karo dibagi menjadi 17 kecamatan, yaitu:

Daerah ketinggian[sunting | sunting sumber]

Objek Wisata[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]