Kabupaten Karo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 2°50′N 97°55′E / 2.833°N 97.917°E / 2.833; 97.917

Kabupaten Karo

ᯂᯅᯮᯇᯗᯩᯉ᯲ ᯂᯒᯨ
Sumatra 1rightarrow blue.svg Sumatra Utara
Lambang Kabupaten Karo.gif
Lambang
Motto: 
"Pijer Podi"
Lokasi Sumatra Utara Kabupaten Karo.svg
Kabupaten Karo berlokasi di Sumatra
Kabupaten Karo
Kabupaten Karo
Kabupaten Karo berlokasi di Indonesia
Kabupaten Karo
Kabupaten Karo
Koordinat: 3°06′N 98°30′E / 3.1°N 98.5°E / 3.1; 98.5
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
Ibu kotaKabanjahe
Pemerintahan
 • BupatiTerkelin Brahmana
 • Wakil BupatiCory Sriwati Sebayang
 • Sekretaris DaerahDrs. Kamperas Terkelin Purba
 • Ketua DPRDNora Else Surbakti
• Komandan Distrik MiliterLetkol Inf Taufik Rizal
• Kepala Kepolisian ResorAKBP Yustinus Setyo Indriono
Luas
 • Total2.127,25 km2 (82,134 sq mi)
Populasi
 ((2019)[1])
 • Total415.878 jiwa
Demografi
 • Suku bangsaKaro, Batak Dairi, Melayu, Batak Toba, Tionghoa
 • AgamaKristen 75,04%
- Protestan 57,58%
- Katolik 17,46%
Islam 24,15%
Buddha 0,56%
Konghucu 0,23%
Hindu 0,02%[1]
 • BahasaKaro, Bahasa Indonesia
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0633
Kode Kemendagri12.06 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan17
Jumlah kelurahan10
Jumlah desa259
DAURp. 625.822.348.000.-(2013)[2]
IPM73,91 (Tinggi) (2018)[3]
Situs webwww.karokab.go.id

Kabupaten Karo (Aksara Karo: ᯂᯅᯮᯇᯗᯩᯉ᯲ ᯂᯒᯨ) adalah salah satu Kabupaten di provinsi Sumatra Utara, Indonesia. ibu kota kabupaten ini terletak di Kabanjahe.[4][5] Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.127,25 km² dan berpenduduk sebanyak 415.878 jiwa (2019).[1]

Kabupaten Karo berlokasi di dataran tinggi Karo, Bukit Barisan Sumatra Utara. Terletak sejauh 77 km dari kota Medan, ibu kota Provinsi Sumatra Utara. Wilayah Kabupaten Karo terletak di dataran tinggi dengan ketinggian antara 600 sampai 1.400 meter di atas permukaan laut. Karena berada di ketinggian tersebut, Tanah Karo Simalem, nama lain dari kabupaten ini mempunyai iklim yang sejuk dengan suhu berkisar antara 16 sampai 17° C.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kerajaan Karo[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karo saat ini dulu merupakan bagian dari Kerajaan Aru. Selanjutnya juga pernah ada 5 kebayakan (kerajaan) di Tanah Karo:

  1. Kerajaan Sebayak Lingga (asal mula Marga Karo-Karo Sinulingga)
  2. Kerajaan Sebayak Sarinembah (asal mula Marga Sembiring Meliala)
  3. Kerajaan Sebayak Suka (asal mula Marga Ginting Suka)
  4. Kerajaan Sebayak Barusjahe (asal mula Karo-Karo, Barus)
  5. Kerajaan Sebayak Kutabuluh (asal mula Marga Perangin-angin)
  6. Kerajaan Sukapiring Seberaja (asal mula marga Karo Sekali)

Geografi[sunting | sunting sumber]

Perbatasan Kabupaten Karo dengan Kabupaten Deli Serdang

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karo memiliki batas wilayah yaitu sebagai berikut:

Utara Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang
Timur Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Samosir
Selatan Kabupaten Dairi
Barat Kabupaten Aceh Tenggara (Provinsi Aceh)

Secara geografis, Kabupaten Karo terletak pada koordinat 02° 50' sampai 03° 19' Lintang utara dan 97° 55' sampai 98° 38' Bujur timur.

Sungai[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karo yang terletak di ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut, merupakan daerah hulu sungai (DHS) bagi sejumlah sungai primer di Sumatra Utara. Tidak Kurang 50 buah sungai ada di daerah ini. Sebagian besar bermuara ke selat Malaka atau Pantai Timur sedangkan 1 buah bermuara ke Danau Toba. Sungai-sungai yang bermuara ke pantai Timur adalah Lau Biang, Lau Bengap, Lau Borus, Lau Gunung dan lain-lain. Sementara sungai yang bermuara ke Danau Toba adalah sungai yang mewujudkan air terjun Sipiso-piso.

Gunung[sunting | sunting sumber]

Di daerah daratan tinggi Karo dan sepanjang pegunungan Bukit Barisan terdapat sejumlah puncak atau gunung. Dua di antaranya gunung berapi aktif yaitu: Gunung Sinabung (2412 meter) dan Gunung Sibayak (2172 meter). Selain kedua gunung berapi tersebut, masih terdapat sejumlah gunung lainnya yang tinggi belum diukur seperti Gunung Ketaren, Gunung Barus, Gunung Sibuaten, Gunung Macik, Gunung Sipiso-piso, Gunung Sembah Bala, Gunung Kutu, Gunung Pabo, Gunung Singkut, Gunung Gajah, Gunung Pertekteken dan lainnya.

Danau[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten Karo terdapat dua buah Danau yang cukup luas dan terkenal yaitu sebagian Danau Toba (Tongging) dan Danau Lau Kawar yang memiliki luas lebih kurang 200 Ha. Danau Lau Kawar ini diapit oleh alam pegunungan yang dikelilingi hutan tropis. Di tepi Danau Lau Kawar terbentang lahan seluas 3 hektare yang digunakan turis lokal maupun asing untuk berkemah.

Daerah ketinggian[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karo terletak pada ketinggian 140 sampai dengan 1.400 meter di atas permukaan laut dengan perbandingan luas sebagai berikut:

Ketinggian Luas Persentase
140–200 m 9.550 ha 4,49 %
200–500 m 11.373 ha 5,35 %
500-1.000 m 79.215 ha 37,24 %
1.000-1.400 m 112.587 ha 52,92 %

Bila dilihat dari sudut kemiringan atau lereng tanahnya dapat dibedakan sebagai:

Karakter Luas Persentase
Datar 2 % 23.900 ha 11,24 %
Landai 2-5 % 74.919 ha 35,22 %
Miring 15-40 % 41.169 ha 19,35 %
Curam 40 % 72.737 ha 34.19 %

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk di Kabupaten Karo umumnya adalah suku Karo dan mayoritas menganut agama Kristen. Data BPS Kabupaten Karo 2020, penduduk yang beragama Kristen sebanyak 75,04% (Kristen Protestan 57,59% dan Katolik 17,46%) dari 415.878 jiwa penduduk (tahun 2019). Selain itu agama Islam juga banyak dianut penduduk Kabupaten Karo, yakni mencapai 24.15% dan selebihnya agama Buddha 0,56%, Konghucu 0,23% dan Hindu 0,02%.[1]

Agama di Kabupaten Karo 2019
Agama Percent
Kristen Protestan
  
57.58%
Islam
  
24.15%
Katolik
  
17.46%
Buddha
  
0.56%
Konghucu
  
0.23%
Hindu
  
0.02%

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah daftar Bupati Kabupaten Karo dari masa ke masa dimulai dari masa kemerdekaan Republik Indonesia.[6]

No Foto Nama Bupati Awal
masa jabatan
Akhir
masa jabatan
Wakil Bupati Keterangan
1. Ngerajai Meliala 1945 1946
2. Mayor Mohammad Kosim 1946 1947
3. Raja Kelolong Sinulingga 1947 1949
4. Rejin Peranginangin 1950 1950
5. Rakutta Sembiring Brahmana 1950 1957
6. T. Raja Purba 1957 1957
7. Abdullah Eteng 1957 1960
8. Matang Sitepu 1960 1966
9. Baharuddin Siregar 1966 1969
10. Tampak Sebayang 1969 1980
11. Rukun Sembiring 1980 1985
12. Menet Ginting 1985 1990 Drs. Serta Tarigan Silangit
13. Rupai Peranginangin 1990 1994 setahun sebelum jabatannya berakhir, dia meninggal dunia karena sakit
14 Daulat Daniel Sinulingga 1995 2000
- I.S. Sihotang 2000 2000 Pj
15 Sinar Perangin-angin 2000 2005 Djidin Sebayang, SH
16. Daulat Daniel Sinulingga 2005 2010 Ir. Nelson Sitepu
17. Kena Ukur Surbakti 2011 2014 Terkelin S Brahmana Diberhentikan oleh DPRD Karo
18. Terkelin Brahmana.jpeg Terkelin Brahmana 2014 2016
19 Terkelin Brahmana 2016 Petahana Cory Sriwati Sebayang

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Karo dalam dua periode terakhir.[7][8]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
Logo Gerindra.svg Gerindra 6 5
LOGO- PDIP.svg PDI Perjuangan 6 8
GolkarLogo.png Golkar 5 4
Partai NasDem.svg NasDem 1 4
PartaiPerindo.png Perindo (baru) 2
Logo PAN.svg PAN 3 Steady 3
Logo Hanura.svg Hanura 4 Steady 4
Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 6 3
Lambang PKPI PKPI 4 2
Jumlah Anggota 35 Steady 35
Jumlah Partai 8 9

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karo terdiri dari 17 kecamatan, 10 kelurahan, dan 259 desa dengan luas wilayah mencapai 2.127,00 km² dan jumlah penduduk sekitar 399.494 jiwa (2017) dengan kepadatan penduduk 187 jiwa/km².[4][5]

Pembagian Wilayah Kecamatan di Kabupaten Karo

Sesuai dengan yang tertuang dalam surat keputusan Menteri Dalam Negeri No.118 tahun 1991 dan Surat Keputusan Gubernur KDH Tkt I Provinsi Sumatra Utara No. 138/21/1994 tanggal 21 Mei 1994 tentang data wilayah administrasi pemerintahan di Indonesia dan Sumatra Utara serta Peraturan Daerah Kabupaten Karo No.04 tentang Pembentukan Kecamatan Dolat Rayat, Kecamatan Merdeka, Kecamatan Naman Teran dan Kecamatan Tiganderket serta pemindahan Ibu kota Kecamatan Payung, maka di Kabupaten Karo terdapat 17 kecamatan, 248 desa serta 10 kelurahan. Wilayah Kabupaten Karo dibagi menjadi 17 kecamatan, yaitu:

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Objek wisata[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d "Kabupaten Karo Dalam Angka 2020". www.karokab.bps.go.id. Diakses tanggal 19 Juni 2020. 
  2. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  3. ^ "Badan Pusat Statistik". www.bps.go.id. Diakses tanggal 2020-08-01. 
  4. ^ a b "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Désémber 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri-137-2017" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  5. ^ a b "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  6. ^ "Sistem Pemerintahan-Pemimpin Kabupaten Karo". www.karokab.go.id. Diakses tanggal 28 Januari 2016. 
  7. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Karo Periode 2014-2019
  8. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Karo 2019-2024

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]