Lompat ke isi

Kabupaten Padang Lawas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Padang Lawas
Transkripsi bahasa daerah
  Surat Batakᯇᯑᯰ ᯞᯋᯘ᯲
Candi Sipamutung di Siparau, Barumun Tengah
Lambang resmi Kabupaten Padang Lawas
Peta
Peta
Kabupaten Padang Lawas di Sumatra
Kabupaten Padang Lawas
Kabupaten Padang Lawas
Peta
Kabupaten Padang Lawas di Indonesia
Kabupaten Padang Lawas
Kabupaten Padang Lawas
Kabupaten Padang Lawas (Indonesia)
Koordinat: 1°07′34″N 99°48′48″E / 1.126026°N 99.813309°E / 1.126026; 99.813309
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Utara
Tanggal berdiri10 Agustus 2007
Dasar hukumUU Nomor 38 Tahun 2007
Ibu kotaSibuhuan
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 17
  • Kelurahan: 1
  • Desa: 303
Pemerintahan
  BupatiPutra Mahkota Alam Hasibuan
  Wakil BupatiAchmad Fauzan Nasution
  Sekretaris DaerahArpan Nasution
  Ketua DPRDLuat Hasibuan
Luas
  Total3.912,18 km2 (1,510,50 sq mi)
Populasi
  Total280.764
  Kepadatan72/km2 (190/sq mi)
Demografi
  Agama
  • 98,15% Islam
  • 0,01% Lainnya[1]
  BahasaIndonesia (resmi), Batak (Batak Angkola, Batak Mandailing)
  IPMKenaikan 73,10 (2024)
 tinggi [3]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode BPS
1221 Suntingan nilai di Wikidata
Pelat kendaraanBB
Kode Kemendagri12.21 Suntingan nilai di Wikidata
APBDRp 1.128.120.000.000,- (2024)[4]
PADRp 47.500.000.000,- (2024)[4]
DAURp 528.309.409.000,- (2024)[5]
DAKRp 212.723.147.000,- (2024)[6]
Situs webpadanglawaskab.go.id

Kabupaten Padang Lawas (disingkat Palas; Surat Batak: ᯇᯑᯰ ᯞᯋᯘ᯲) adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini adalah Sibuhuan. Pada akhir 2024, jumlah penduduk Kabupaten Padang Lawas sebanyak 280.764 jiwa.[2]

Kabupaten ini adalah hasil pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Selatan. Kabupaten Padang Lawas resmi berdiri berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 38 Tahun 2007, tepatnya pada tanggal 10 Agustus 2007, bersamaan dengan dibentuknya Kabupaten Padang Lawas Utara, menyusul RUU yang disetujui pada 17 Juli 2007.

Topologi dan klimatologi

[sunting | sunting sumber]

Secara umum Kabupaten Padang Lawas memiliki iklim tropis dengan suhu rata-rata antara 14-36 °C. Berdasarkan ketinggian wilayahnya, Kabupaten Padang Lawas berada pada ketinggian (altitudo) 915 m di atas permukaan laut (dpl). Pada tahun 2007, Kabupaten Padang Lawas memiliki rata-rata curah hujan 167 mm/tahun dengan rata-rata curah hujan 167 mm/bulan. Curah hujan di Kabupaten Padang Lawas dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir (2003-2007), yaitu curah hujan tertinggi terjadi pada tahun 2006 yaitu 2.014 mm/tahun dengan rata-rata curah hujan 168 mm/bulan. Sementara curah hujan yang terendah terdapat pada tahun 2004 yaitu 1.865 mm/tahun dengan rata-rata curah hujan 155 mm/bulan.[1]

Demografi

[sunting | sunting sumber]

Menurut Badan Pusat Statistik Kabupaten Padang Lawas, pada 2024 jumlah penduduknya 280.764 jiwa. Etnis atau suku bangsa yang mendominasi di Kabupaten Padang Lawas, Batak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik ada 89% orang Batak, 7% orang Jawa, 4% suku lainnya seperti Melayu, Minangkabau, Aceh dan Nias di Padang Lawas. Orang Batak di Padang Lawas kebanyakan orang Mandailing dan Suku Angkola. Penduduk Padang Lawas juga menuturkan bahasa Batak dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintahan

[sunting | sunting sumber]

Kepala daerah

[sunting | sunting sumber]
No. Bupati Potret Partai Awal Akhir Masa jabatan Pemilihan umum Wakil
3   Putra Mahkota Alam Hasibuan
(Lahir 1984)
Golkar 20 Februari 2025 Petahana 364 hari 2024 Achmad Fauzan Nasution

Dewan perwakilan

[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Padang Lawas dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[7] 2019–2024[8] 2024–2029
PKB 4 Penurunan 3 Penurunan 2
Gerindra 2 Kenaikan 3 Kenaikan 6
PDI-P 1 Steady 1 Kenaikan 2
Golkar 5 Steady 5 Steady 5
NasDem 1 Kenaikan 2 Steady 2
PKS 2 Penurunan 1 Kenaikan 3
Hanura 4 Steady 4 Penurunan 2
PAN 2 Kenaikan 4 Penurunan 3
PBB 1 Penurunan 0 Steady 0
Demokrat 4 Penurunan 3 Steady 3
PSI (baru) 1 Penurunan 0
PPP 3 Penurunan 2 Steady 2
PKPI 1 Steady 1
Jumlah Anggota 30 Steady 30 Steady 30
Jumlah Partai 12 Steady 12 Penurunan 10

Pembagian wilayah administrasi

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Padang Lawas terdiri dari 17 kecamatan, 1 kelurahan, dan 303 desa dengan luas wilayah mencapai 3.892,74 km² dan jumlah penduduk sekitar 257.434 jiwa (2017) dengan kepadatan penduduk 66 jiwa/km².[9][10]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Padang Lawas, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
StatusDaftar
Desa/Kelurahan
12.21.11 Aek Nabara Barumun 25Desa
12.21.07 Barumun 116Desa
Kelurahan
12.21.16 Barumun Barat 10Desa
12.21.13 Barumun Baru 13Desa
12.21.10 Barumun Selatan 11Desa
12.21.02 Barumun Tengah 29Desa
12.21.09 Batang Lubu Sutam 20Desa
12.21.03 Huristak 27Desa
12.21.05 Huta Raja Tinggi 26Desa
12.21.04 Lubuk Barumun 24Desa
12.21.12 Sihapas Barumun 13Desa
12.21.08 Sosa 16Desa
12.21.15 Sosa Julu 12Desa
12.21.17 Sosa Timur 13Desa
12.21.01 Sosopan 22Desa
12.21.06 Ulu Barumun 15Desa
12.21.14 Ulu Sosa 11Desa
TOTAL1303

Arkeologi

[sunting | sunting sumber]
Patung perunggu Buddha yang ditemukan di Si Pamatung, Kecamatan Barumun Tengah.

Situs arkeologi Padang Lawas terletak sebagian di kabupaten ini. Mencakup daerah sekitar 1.500 km², situs arkeologi ini meliputi Kecamatan Barumun, Kecamatan Barumun Tengah, dan Kecamatan Sosopan sampai ke Kabupaten Padang Lawas Utara.[11][12]

Pariwisata

[sunting | sunting sumber]

Tempat wisata alam & budaya

[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten Padang Lawas banyak terdapat potensi wisata khususnya wisata–wisata alam dan wisata budaya. Potensi–potensi ini belum sempat dikelola oleh pemerintah secara maksimal. Beberapa tempat wisata di Kabupaten Padang Lawas antara lain sebagai berikut:

  1. Pemandian Aek Siraisan di Desa Siraisan, Kecamatan Ulu Barumun
  2. Pemandian Aek Milas di Desa Paringgonan, Kecamatan Ulu Barumun
  3. Makam Oppu Parmata Sapihak di Desa Binabo, Kecamatan Barumun Baru
  4. Danau Gayambang di Desa Ujung Batu, Kecamatan Sosa
  5. Candi Sipamutung di Desa Siparau, Kecamatan Barumun Tengah
  6. Candi Tandihat di Desa Tandihat, Kecamatan Barumun Tengah
  7. Candi Sangkilon di Desa Sangkilon, Kecamatan Lubuk Barumun
  8. Gua Liang namuap, di Desa Parapat, Kecamatan Ulu Sosa
  9. Pemandian Aek Hapung, di Desa Hapung, Kecamatan Ulu Sosa

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 "Kabupaten Padang Lawas Dalam Angka 2023" (pdf). www.padanglawaskab.bps.go.id. hlm. 12, 58, 141. Diakses tanggal 18 Maret 2023.
  2. 1 2 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 23 November 2024.
  3. "Indeks Pembangunan Manusia (Umur Harapan Hidup Hasil Long Form SP2020), 2023-2024". www.bps.go.id. Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 23 November 2024.
  4. 1 2 "Postur APBD Kabupaten Asahan Tahun 2024". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 23 November 2024.
  5. "Rincian Dana Transfer Umum T.A 2024 Menurut Provinsi/Kabupaten/Kota" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 23 November 2024.
  6. "Buku Alokasi dan Rangkuman Kebijakan Transfer Ke Daerah T.A 2024 Provinsi Sumatera Utara". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). hlm. 49. Diakses tanggal 23 November 2024.
  7. Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Padang Lawas Periode 2014-2019
  8. Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Padang Lawas 2019-2024[pranala nonaktif permanen]
  9. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  10. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  11. Susetyo, S. (2010), Kepurbakalaan Padang Lawas, Sumatera Utara: Tinjauan Gaya Seni Bangun, Seni Arca dan Latar Keagamaan (Tesis Magister Humaniora), Depok: Fakultas Pengetahuan Ilmu Budaya, Universitas Indonesia
  12. Susetyo, S. (2006), "Some notes on the megalithic remains in Padang Lawas", Archaeology, Indonesian Perspective: R.P. Soejono's Festschrift, Jakarta: LIPI Press, hlm. 317–324

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]