Lompat ke isi

Kabupaten Simalungun

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Simalungun
Transkripsi bahasa daerah
  Batak Simalungunᯘᯪᯔᯞᯮᯝᯮᯉ᯲
Rumah Bolon Simalungun
Air terjun Bah Biak
Pantai Bebas Danau Toba di Parapat
Lambang resmi Kabupaten Simalungun
Motto: 
Habonaron do bona
(Batak Simalungun) Kebenaran adalah pokok[1]
Peta
Peta
Kabupaten Simalungun di Sumatra
Kabupaten Simalungun
Kabupaten Simalungun
Peta
Kabupaten Simalungun di Indonesia
Kabupaten Simalungun
Kabupaten Simalungun
Kabupaten Simalungun (Indonesia)
Koordinat: 2°54′N 99°00′E / 2.9°N 99°E / 2.9; 99
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Utara
Tanggal berdiri24 November 1956[2]
Dasar hukumUU No. 26 Tahun 2024[2]
Ibu kotaRaya
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 32
  • Kelurahan: 27
  • Nagori: 386
Pemerintahan
  BupatiAnton Achmad Saragih
  Wakil BupatiBenny Gusman Sinaga
  Sekretaris DaerahEsron Sinaga
  Ketua DPRDSugiarto
Luas
  Total4.372,5 km2 (1,688,2 sq mi)
Populasi
  Total1.067.499
  Kepadatan240/km2 (630/sq mi)
Demografi
  Agama
  • 56,77% Islam
  • 0,22% Buddha
  • 0,05% Hindu
  • 0,02% Konghucu
  • 0,01% Ugamo Malim[4]
  BahasaIndonesia (resmi), Batak (Batak Simalungun, Batak Toba, Batak Karo, Batak Angkola, Batak Mandailing, Batak Pakpak), Jawa, Melayu, Minangkabau
  IPMKenaikan 76,48 (2025)
 tinggi [5]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode BPS
1209 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon0622
Pelat kendaraanBK
Kode Kemendagri12.08 Suntingan nilai di Wikidata
APBDRp 2.781.170.000.000,- (2024)[6]
PADRp 194.390.000.000,- (2024)[6]
DAURp 1.451.560.802.000,- (2024)[7]
DAKRp 574.820.031.000,- (2024)[8]
Situs webwww.simalungunkab.go.id

Kabupaten Simalungun (Surat Batak: ᯘᯪᯔᯞᯮᯝᯮᯉ᯲) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kecamatan Raya. Penduduk Kabupaten Simalungun berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2025 berjumlah 1.067.499 jiwa, dengan kepadatan 240 jiwa/km².[3][4][9]

Kabupaten ini memiliki 32 kecamatan dengan luas 438.660 ha atau 6,12 % dari luas wilayah Provinsi Sumatera Utara. Kecamatan yang paling luas adalah Kecamatan Hatonduhan dengan luas 33.626 ha, sedangkan yang paling kecil adalah Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi dengan luas 3.897 ha. Keseluruhan kecamatan terdiri dari 386 desa/nagori dan 27 kelurahan (2021).[9]

Kota Pematangsiantar merupakan enklave dari kabupaten ini.[10]

Batas wilayah

[sunting | sunting sumber]
UtaraKabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Deli Serdang
TimurKabupaten Batubara dan Kabupaten Asahan
SelatanKabupaten Toba
BaratKabupaten Karo dan Danau Toba

Pemerintahan

[sunting | sunting sumber]

Bupati dan wakil bupati

[sunting | sunting sumber]
Kantor bupati Simalungun.
Kantor bupati Simalungun.

Bupati Simalungun adalah pemimpin tertinggi di lingkungan pemerintah Kabupaten Simalungun. Bupati Simalungun bertanggung jawab kepada gubernur Provinsi Sumatera Utara. Saat ini, bupati atau kepala daerah yang menjabat di Kabupaten Simalungun ialah Anton Achmad Saragih, dengan wakil bupati Benny Gusman Sinaga. Mereka menang pada Pemilihan umum Bupati Simalungun 2024, untuk periode tahun 2025-2030. Mereka dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 20 Februari 2025 di DKI Jakarta.[11]

No Bupati Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Wakil Bupati
17 Anton Achmad Saragih 20 Februari 2025 petahana 17
(2024)
Benny Gusman Sinaga

Dewan perwakilan

[sunting | sunting sumber]
Kantor DPRD Kabupaten Simalungun.

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Simalungun dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[12] 2019–2024[13] 2024–2029
PKB 1 Penurunan 0 Steady 0
Gerindra 6 Steady 6 Kenaikan 7
PDI-P 5 Kenaikan 8 Steady 8
Golkar 9 Steady 9 Kenaikan 15
NasDem 5 Steady 5 Kenaikan 6
Gelora (baru) 1
PKS 2 Steady 2 Penurunan 1
Hanura 4 Steady 4 Penurunan 2
PAN 3 Penurunan 2 Penurunan 0
Demokrat 11 Penurunan 7 Penurunan 5
Perindo (baru) 4 Steady 4
PPP 3 Penurunan 2 Penurunan 1
Berkarya (baru) 1
PKPI 1 Penurunan 0
Jumlah Anggota 50 Steady 50 Steady 50
Jumlah Partai 11 Steady 11 Penurunan 10

Pembagian wilayah administratif

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Simalungun terdiri dari 32 kecamatan yaitu: Kabupaten Simalungun terdiri dari 32 kecamatan, 27 kelurahan, dan 386 nagori dengan luas wilayah mencapai 4.369,00 km² dan jumlah penduduk sekitar 1.025.527 jiwa (2017) dengan kepadatan penduduk 235 jiwa/km².[14][15]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Simalungun, adalah sebagai berikut:

Kode KemendagriKecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
StatusDaftar
Desa/Kelurahan
12.08.23 Bandar 214Nagori
Kelurahan
12.08.22 Bandar Huluan 10Nagori
12.08.24 Bandar Masilam 10Nagori
12.08.08 Bosar Maligas 116Nagori
Kelurahan
12.08.32 Dolog Masagal 10Nagori
12.08.17 Dolok Batu Nanggar 214Nagori
Kelurahan
12.08.13 Dolok Panribuan 15Nagori
12.08.20 Dolok Pardamean 11Nagori
12.08.26 Dolok Silau 14Nagori
12.08.16 Girsang Sipangan Bolon 33Nagori
Kelurahan
12.08.02 Gunung Malela 16Nagori
12.08.03 Gunung Maligas 9Nagori
12.08.15 Haranggaol Horison 14Nagori
Kelurahan
12.08.12 Hatonduhan 9Nagori
12.08.18 Huta Bayu Raja 115Nagori
Kelurahan
12.08.19 Jawa Maraja Bah Jambi 8Nagori
12.08.06 Jorlang Hataran 112Nagori
Kelurahan
12.08.04 Panei 116Nagori
Kelurahan
12.08.31 Pamatang Silima Huta 10Nagori
12.08.05 Panombeian Panei 11Nagori
12.08.21 Pematang Bandar 211Nagori
Kelurahan
12.08.10 Pematang Sidamanik 19Nagori
Kelurahan
12.08.14 Purba 113Nagori
Kelurahan
12.08.29 Raya 512Nagori
Kelurahan
12.08.07 Raya Kahean 113Nagori
Kelurahan
12.08.01 Siantar 17Nagori
12.08.09 Sidamanik 114Nagori
Kelurahan
12.08.25 Silimakuta 16Nagori
Kelurahan
12.08.27 Silau Kahean 16Nagori
12.08.11 Tanah Jawa 119Nagori
Kelurahan
12.08.28 Tapian Dolok 110Nagori
Kelurahan
12.08.30 Ujung Padang 119Nagori
Kelurahan
TOTAL27386

Suku bangsa

[sunting | sunting sumber]
Ruma Bolon suku Batak Simalungun, penduduk asli Kabupaten Simalungun.

Tidak ada data resmi mengenai besaran jumlah etnis atau suku yang ada di Kabupaten Simalungun. Namun kabupaten ini merupakan kawasan yang mayoritas dihuni oleh masyarakat suku asli Batak Simalungun. Selain suku Batak Simalungun, wilayah ini juga dihuni oleh beberapa suku lainnya yang tergolong sebagai rumpun suku Batak yaitu: Batak Toba, Batak Karo, Batak Mandailing, Batak Angkola, dan Batak Pakpak. Selain dihuni oleh masyarakat rumpun suku Batak, wilayah ini juga dihuni oleh masyarakat suku pendatang seperti suku Jawa yang merupakan suku pendatang terbanyak di Kabupaten Simalungun dengan jumlah populasi serta persentase yang cukup signifikan dan tidak berbeda jauh dengan jumlah populasi/persentase suku Batak. Ada pula suku pendatang lainnya, suku-suku tersebut ialah: Minangkabau, Aceh, Tionghoa, Melayu, Nias, Sunda, dan lainnya.

GKPS Marihat Raya, sebuah gereja berbahasa Batak Simalungun, di Kecamatan Dolog Masagal.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri 2022 menunjukkan bahwa agama mayoritas penduduk Kabupaten Simalungun adalah Islam yang dipeluk oleh sebagian besar penduduk yang mencakup 56,77% dari total jumlah penduduk. Banyak di antaranya tinggal jauh dari Danau Toba dan mayoritas berada di bagian timur Kabupaten Simalungun. Umumnya dianut oleh suku Jawa, Batak Mandailing, Batak Angkola, Minangkabau, Aceh, Melayu, dan Sunda, serta sebagian Batak Simalungun, Batak Toba, dan Batak Karo.

Kekristenan (Protestanisme dan Gereja Katolik Roma) dengan persentase 42,93%. Rinciannya adalah Protestan 37,29% dan Katolik 5,64%. Baik Kristen Protestan dan Kristen Katolik umumnya dianut oleh masyarakat suku Batak Simalungun, Batak Toba, Batak Karo, dan juga oleh suku Nias. Mereka umumnya merupakan penduduk yang tinggal dekat kawasan Danau Toba.[4]

Buddhisme 0,22% dan Konfusianisme 0,02% umumnya dianut oleh masyarakat keturunan Tionghoa yang ada di Kabupaten Simalungun. Hinduisme 0,05% umumnya dianut oleh masyarakat keturunan Tamil-India.

Selain agama-agama di atas ada pula yang menganut agama lainnya. Agama tersebut adalah agama kepercayaan nenek moyang/leluhur (agama tradisional) yang didalamnya terdapat unsur-unsur mistis/mistik serta unsur animisme dan dinamisme. Ajaran agama ini tersisa hanya 0,01% dari keseluruhan penduduk umumnya dianut oleh kalangan dari suku Batak (terutama Batak Toba). Agama ini biasa disebut oleh penganutnya sebagai Agama Malim/Ugamo Malim/Ajaran Malim atau dengan istilah umum sebagai Parmalim.

Potensi ekonomi Kabupaten Simalungun sebagian besar terletak pada produksi pertaniannya. Produksi lainnya adalah hasil industri pengolahan dan jasa.

Pertanian dan perkebunan

[sunting | sunting sumber]
Kebun teh di Kecamatan Sidamanik.

Selama tahun 2020, Kabupaten Simalungun menghasilkan antara lain 336.332 ton padi, 234.977 ton jagung, dan 213.319 ton ubi kayu yang menjadikan Kabupaten Simalungun sebagai penghasil padi, jagung, dan ubi kayu terbesar di Provinsi Sumatera Utara.[9] Produksi tanaman pangan lainnya yang cukup besar dari kabupaten ini adalah kedelai, kacang tanah, dan ubi jalar. Tanaman perkebunan rakyat yang memberikan kontribusi sebesar 25,41% terhadap PDRB (produk domestik regional bruto) Kabupaten Simalungun antara lain karet, kelapa sawit, kopi, teh, aren, vanili, kelapa, cokelat, cengkih, kulit kayu manis, kemiri, lada, dan pinang.

Kabupaten Simalungun adalah salah satu lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia yang dikenal dengan nama Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei. KEK ini difokuskan untuk industri kelapa sawit dan disambungkan ke Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung di Kabupaten Batu Bara. Beberapa perusahaan yang ada di KEK ini antara lain PT Unilever Oleochemical, PT Industri Nabati Lestari, dan PT Aice Sumatra Industri.[16]

Transportasi

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Simalungun menjadi kawasan transit dan terletak di Jalan Raya Medan-Pematangsiantar yang merupakan bagian dari Jalan Lintas Tengah Sumatra. Ibukota kabupaten di Kecamatan Raya juga merupakan titik temu antara lingkar Danau toba dan Kota Pematangsiantar menuju Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo maupun sebaliknya. Jalan Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (kutepat) juga menjadi prioritas pemerintah dalam promosi pariwisata Danau Toba.

Pariwisata

[sunting | sunting sumber]
Pantai Bebas Parapat

Kabupaten Simalungun memiliki 57 titik lokasi objek wisata, terdiri atas 30 lokasi wisata alam, 14 lokasi wisata agro, 4 lokasi wisata budaya, dan selebihnya adalah lokasi wisata rekreasi lainnya. Kecamatan Girsang Sipangan Bolon merupakan kecamatan yang memiliki objek wisata terbanyak. Dan di kecamatan itu pula terdapat objek wisata yang paling diandalkan, yaitu Danau Toba yang bisa dinikmati dari Kelurahan Parapat, berjarak tempuh 172 km dari Kota Medan atau 74 km dari Kecamatan Raya.

Pada tahun 2020, industri pariwisata Kabupaten Simalungun bertumpu pada 11 hotel bintang dan 78 hotel melati. Jumlah hotel bintang tersebut adalah yang terbanyak kedua di Provinsi Sumatera Utara setelah Kota Medan.[9]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Arti Lambang". www.simalungunkab.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-08. Diakses tanggal 29 Oktober 2021.
  2. 1 2 "Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2024 tentang Kabupaten Simalungun di Provinsi Sumatera Utara" (PDF). Lembaran Negara Republik Indonesia. 2024-07-02. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2024-07-15. Diakses tanggal 2024-07-15.
  3. 1 2 "Jumlah Penduduk menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota (Jiwa), 2025". www.sumut.bps.go.id. Diakses tanggal 18 Oktober 2025.
  4. 1 2 3 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 23 November 2024.
  5. "Indeks Pembangunan Manusia Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara, 2025". www.sumut.bps.go.id. Diakses tanggal 6 Maret 2026.
  6. 1 2 "Postur APBD Kabupaten Simalungun Tahun 2024". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 23 November 2024.
  7. "Rincian Dana Transfer Umum T.A 2024 Menurut Provinsi/Kabupaten/Kota" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 23 November 2024.
  8. "Buku Alokasi dan Rangkuman Kebijakan Transfer Ke Daerah T.A 2024 Provinsi Sumatera Utara". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). hlm. 31. Diakses tanggal 23 November 2024.
  9. 1 2 3 4 "Kabupaten Simalungun Dalam Angka 2021" (pdf). www.simalungunkab.bps.go.id. hlm. 7. Diakses tanggal 8 Desember 2021.
  10. "PU-net". perkotaan.bpiw.pu.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-11-01. Diakses tanggal 2022-11-01.
  11. Magribi, Alija (27 Maret 2021). "Radiapoh-Zonny Waldi, Dilantik Sebagai Kepala Daerah Simalungun". www.medan.tribunnews.com. Diakses tanggal 2 Februari 2022.
  12. Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Simalungun Periode 2014-2019
  13. "Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Simalungun 2019-2024". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-09-28. Diakses tanggal 2020-05-18.
  14. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  15. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  16. "Bea Cukai Pematangsiantar Pantau Kesiapan Dry Port KEK Sei Mangkei". www.beacukai.go.id. 2019-07-12. Diakses tanggal 28 Mei 2021.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]