Kabupaten Simalungun

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Simalungun
Kabupaten di Sumatra Utara, Indonesia
Gapura selamat datang di Kabupaten Simalungun
Gapura selamat datang di Kabupaten Simalungun
Lambang Kabupaten Simalungun
Lambang
Motto: 
Habonaron Do Bona
(Simalungun: Kebenaran itu adalah pokok)[1]
Lokasi Sumatera Utara Kabupaten Simalungun.svg
Kabupaten Simalungun is located in Sumatra
Kabupaten Simalungun
Kabupaten Simalungun
Kabupaten Simalungun is located in Indonesia
Kabupaten Simalungun
Kabupaten Simalungun
Koordinat: 2°54′N 99°00′E / 2.9°N 99°E / 2.9; 99
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
Tanggal peresmian14 November 1956
Dasar hukumUU Nomor 7 Tahun 1956[2]
Ibu kotaRaya
Pemerintahan
 • BupatiRadiapoh Hasiholan Sinaga
 • Wakil BupatiZonny Waldi
Luas
 • Total4.372,50 km2 (1,688,23 sq mi)
Populasi
 • Total1.038.120 jiwa
 • Kepadatan237,00/km2 (613,8/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 56,81%
Kristen 42,89%
- Protestan 37,25%
- Katolik 5,64%
Buddha 0,23%
Hindu 0,02%
Parmalim 0,05%[3]
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0622
Kode Kemendagri12.08 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan32 kecamatan
Jumlah kelurahan27 kelurahan
Jumlah desa386 desa
DAURp 1.263. 388.980.000,-(2020)[5]
IPMKenaikan 73,25 (2020) ( Tinggi )
Kenaikan 72,98 (2020) ( Tinggi )[6]
Situs webwww.simalungunkab.go.id

Kabupaten Simalungun adalah sebuah kabupaten di Sumatra Utara, Indonesia. Kabupaten ini merupakan rumah bagi suku Batak Simalungun. Bupatinya saat ini adalah Radiapoh Hasiholan Sinaga setelah terpilih pada Pilkada serentak tahun 2020 bersama pasangannya Zonny Waldi.[7] Ibu kota kabupaten telah resmi berpindah ke Raya pada tanggal 23 Juni 2008[8] dari Kota Pematangsiantar yang telah menjadi daerah otonom, setelah tertunda selama beberapa waktu. Pada tahun 2020, penduduk kabupaten Simalungun berdasarkan Kementerian Dalam Negeri 2021 berjumlah 1.038.120 jiwa, dengan kepadatan 237 jiwa/km².[4]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten ini memiliki 32 kecamatan dengan luas 438.660 ha atau 6,12 % dari luas wilayah Provinsi Sumatra Utara. Kecamatan yang paling luas adalah Kecamatan Hatonduhan dengan luas 33.626 ha, sedangkan yang paling kecil adalah Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi dengan luas 3.897 ha. Keseluruhan kecamatan terdiri dari 386 desa/nagori dan 27 kelurahan (2021).[4]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Batubara
Timur Kabupaten Asahan dan Kabupaten Toba Samosir
Selatan Kabupaten Toba Samosir
Barat Kabupaten Karo dan Kabupaten Deli Serdang

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kantor Bupati Simalungun
Kantor Bupati Simalungun

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Gambar Nama Awal masa jabatan Akhir masa jabatan Referensi
1 Madja Purba Agustus 1945 5 Maret 1946 [1]
2 Urbanus Pardede 5 Maret 1946 9 April 1946
(1) Madja Purba 9 April 1946 1947
3 Muhammad Kasim 1947 1947
4 Baja Purba 1947 1950
(1) Madja Purba 1950 1 Februari 1954[9]
5 P. Pasaribu 1 Februari 1954[9] 1956
6 HOK. Salamudin 1956 1958
7 Resident M. Sahil Sitompul, Almanak Pemerintah Daerah Propinsi Sumatera Utara (1969), p25.jpg M. Sahlil Sitompul 1958 1959
8 Djamaluddin Tambunan 1959 1960
9 Regent of Simalungun Radjamin Purba, Almanak Pemerintah Daerah Propinsi Sumatera Utara (1969), p1046 (cropped).jpg Rajamin Purba 1960 1973
10 TPR. Sinaga 1973 1975
- S. Sagala 1975 1975
10 Bonifacius F. Silalahi 1975 1980
11 Johan Pandapotan Silitonga 1980 1990
12 Djabanten Damanik 1990 2000
13 Jhon Hugo Silalahi 2000 2005
14 Zulkarnain Damanik 2005 2010
15 Resmi JR.jpg JR Saragih 2010 2015
- Binsar Situmorang.jpeg Binsar Situmorang 2015 2016
(15) Resmi JR.jpg JR Saragih 2016 2021
16
Bupati Simalungun periode 2021-2024 Radiapoh Sinaga.png
Radiapoh Hasiholan Sinaga 26 April 2021 Petahana [10]


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Simalungun dalam dua periode terakhir.[11][12]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 1 Penurunan 0
  Gerindra 6 Steady 6
  PDI-P 5 Kenaikan 8
  Golkar 9 Steady 9
  NasDem 5 Steady 5
  Berkarya (baru) 1
  PKS 2 Steady 2
  Perindo (baru) 4
  PPP 3 Penurunan 2
  PAN 3 Penurunan 2
  Hanura 4 Steady 4
  Demokrat 11 Penurunan 7
  PKPI 1 Penurunan 0
Jumlah Anggota 50 Steady 50
Jumlah Partai 11 Steady 11


Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Simalungun terdiri dari 32 kecamatan yaitu:

Lambang[sunting | sunting sumber]

Lambang Kabupaten Simalungun

Arti lambang kabupaten Simalungun adalah:

  1. Lambang berbentuk perisai terbagi lima petak dengan dasar lambang hijau lahan.
  2. Bagian atas lambang digambarkan hiou Suri-suri dengan warna hitam yang bersuat (bersifat) putih dan pada hiou Suri-suri tertulis nama "Simalungun" dengan warna putih.
  3. Pada petak tengah dengan latar belakang warna kuning emas terdapat gambar rumah balai adat dengan susunan galang 10, 7 anak tangga, jerjak 8 sebelah, tiang 4, sudut atap lima, dan pada rabung atas terdapat gambar kepala kerbau dengan warna atap hitam dan galang warna putih.
  4. Pada petak kiri atas dengan latar belakang warna merah darah terdapat gambar daun teh sebanyak 8 helai berwarna hijau.
  5. Pada petak kanan atas dengan latar belakang warna putih terdapat gambar Bukit Barisan berpuncak dan dua buah puncak di tengah lebih tinggi daripada di sampingnya berwarna biru dan sebelah bawah gelombang danau empat baris berwarna biru muda.
  6. Pada petak kiri bawah dengan latar belakang warna putih terdapat gambar setangkai padi dengan jumlah padi 17 butir berwarna kuning emas.
  7. Pada petak kanan bawah dengan latar belakang warna merah darah terdapat gambar bunga kapas 5 kuntum berwarna putih dan kelopak bunga berwarna hijau.
  8. Garis batas-batas petak dengan warna hitam dan sebelah luar perisai tepi hiou Suri-suri ditambah dengan garis putih.
  9. Pita sebelah bawah perisai berwarna putih dengan tepi berwarna hitam. Di pita tersebut tertulis semboyan lambang, yaitu "HABONARON DO BONA", kata dalam bahasa Simalungun yang berarti kebenaran itu adalah pokok.

Makna gambar-gambar pada lambang:

  1. Lambang berbentuk perisai menggambarkan kekuatan dan pertahanan membela kepentingan daerah dan negara.
  2. Bilangan-bilangan pada bagian-bagian lambang adalah simbol yang menggambarkan kesetiaan kepada Negara Republik Indonesia.
  3. Padi dan Kapas adalah kebutuhan pokok untuk mencapai kemakmuran dan keadilan.
  4. Daun teh adalah hasil utama dari Daerah Simalungun.
  5. Gunung dan danau menggambarkan keindahan alamnya.
  6. Gelombang danau menggambarkan dinamika masyarakat.
  7. Rumah Balai adalah spesifik daerah yang menggambarkan adat, kebudayaan, dan kesenian daerah.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Suku[sunting | sunting sumber]

Baju adat Batak Simalungun, penduduk asli kabupaten Simalungun

Tidak ada data resmi mengenai besaran jumlah etnis atau suku yang ada di kabupaten Simalungun. Namun, kabupaten ini merupakan kawasan yang dihuni oleh suku asli yaitu Suku Batak Simalungun. Selain Suku Batak Simalungun, etnisnya yang paling dekat, Batak Toba, juga banyak terdapat di Simalungun, dan sebagian Batak Karo, Batak Pakpak, dan Batak Angkola. Suku Jawa merupakan suku pendatang terbanyak di Kabupaten Simalungun, dan ada pula Melayu, Sunda, Minangkabau dan Tionghoa.

Agama[sunting | sunting sumber]

GKPS Marihat Raya, sebuah gereja berbahasa Simalungun, di kecamatan Dolog Masagal.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri 2021 menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Kabupaten Simalungun, memeluk agama Islam, mencakup 56,81%. Banyak diantaranya tinggal jauh dari Danau Toba, seperti di kecamatan Bandar, kecamatan Bandar Huluan, kecamatan Bandar Masilam, kecamatan Bosar Maligas, kecamatan Gunung Malela, kecamatan Gunung Maligas, kecamatan Tapian Dolok, kecamatan Dolok Batunanggar dan kecamatan Ujung Padang. Umumnya masyarakat pendatang seperti dari etnis Suku Batak Simalungun, Suku Batak Angkola, Suku Batak Karo, Batak Pakpak, Suku Jawa, Suku Minangkabau dan Suku Melayu yang banyak tinggal dikawasan tersebut, mayoritas adalah beragama Islam.[3]

Pemeluk agama Kristen mencakup 42,89% dimana Protestan 37,25% dan Katolik 5,64%, yang dianut mayoritas Suku Simalungun, Batak Toba, Batak Karo, dan Batak Pakpak. Mereka umumnya merupakan penduduk yang tinggal dekat kawasan Danau Toba, seperti kecamatan Pematang Silima Huta, kecamatan Purba, kecamatan Raya (Ibukota Kabupaten), kecamatan Haranggaol Horison, kecamatan Silimakuta, kecamatan Girsang Sipangan Bolon, kecamatan Dolok Panribuan, kecamatan Dolok Pardamean dan kecamatan Dolok Silau.[3]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Potensi ekonomi Kabupaten Simalungun sebagian besar terletak pada produksi pertaniannya. Produksi lainnya adalah hasil industri pengolahan dan jasa.

Pertanian dan Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Perkebunan Teh Sidamanik
Tentara Nica pada tahun 1947 di Sidamanik

Selama tahun 2020, Kabupaten Simalungun menghasilkan antara lain 336.332 ton padi, 234.977 ton jagung, dan 213.319 ton ubi kayu yang menjadikan Kabupaten Simalungun sebagai penghasil padi, jagung, dan ubi kayu terbesar di Sumatra Utara.[4] Produksi tanaman pangan lainnya yang cukup besar dari kabupaten ini adalah kedelai, kacang tanah, dan ubi jalar. Tanaman perkebunan rakyat yang memberikan kontribusi sebesar 25,41% terhadap PDRB Simalungun antara lain karet, kelapa sawit, kopi, teh, aren, vanili, kelapa, cokelat, cengkih, kulit manis, kemiri, lada, dan pinang.

Industri[sunting | sunting sumber]

Simalungun adalah salah satu lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia yang dikenal dengan nama Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei. KEK ini difokuskan untuk industri kelapa sawit dan disambungkan ke Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung di Kabupaten Batu Bara. Beberapa perusahaan yang ada di KEK ini antara lain PT. Unilever Oleochemical, PT Industri Nabati Lestari, dan PT Aice Sumatra Industri.[13]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Simalungun memiliki 57 titik lokasi objek wisata, terdiri atas 30 lokasi wisata alam, 14 lokasi wisata agro, 4 lokasi wisata budaya, dan selebihnya adalah lokasi wisata rekreasi lainnya. Kecamatan Girsang Sipangan Bolon merupakan kecamatan yang memiliki objek wisata terbanyak. Dan di kecamatan itu pula terdapat objek wisata yang paling diandalkan, yaitu Danau Toba yang bisa dinikmati dari Parapat, berjarak tempuh 172 km dari Medan atau 74 km dari Raya.

Pada tahun 2020, industri pariwisata Simalungun bertumpu pada 11 hotel bintang dan 78 hotel melati. Jumlah hotel bintang tersebut adalah yang terbanyak kedua di Sumatra Utara setelah Kota Medan.[4]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Arti Lambang". www.simalungunkab.go.id. Diakses tanggal 29 Oktober 2021. 
  2. ^ "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 12 Juli 2019. Diakses tanggal 29 Oktober 2021. 
  3. ^ a b c d "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 16 Agustus 2021. 
  4. ^ a b c d e "Kabupaten Simalungun Dalam Angka 2021" (pdf). www.simalungunkab.bps.go.id. hlm. 7. Diakses tanggal 9 Maret 2021. 
  5. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 9 Maret 2021. 
  6. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 9 Maret 2021. 
  7. ^ https://medan.tribunnews.com/2020/12/09/pasangan-radiapoh-hasiholan-sinaga-dan-zonny-waldi-rhs-zw-unggul-di-pilkada-simalungun
  8. ^ Situs resmi Pemkab Simalungun: Pemerintah dan Masyarakat laksanakan Pesta Adat Memasuki Kantor Bupati Simalungun yang baru[pranala nonaktif permanen], diakses 24 Juni 2008.
  9. ^ a b "OOSTKUST MUTATIES BIJ HET BESTUUR". Het nieuwsblad voor Sumatra. 1954-01-23. Diakses tanggal 2020-07-17. 
  10. ^ Sinaga, Nikson (26-04-2021). "Lantik Delapan Kepala Daerah, Edy Ingatkan Sumut Darurat Korupsi". kompas.id. Diakses tanggal 27-04-2021. 
  11. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Simalungun Periode 2014-2019
  12. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Simalungun 2019-2024
  13. ^ "Bea Cukai Pematangsiantar Pantau Kesiapan Dry Port KEK Sei Mangkei". www.beacukai.go.id. 2019-07-12. Diakses tanggal 28 Mei 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]