Lompat ke isi

Girsang Sipangan Bolon, Simalungun

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Girsang Sipangan Bolon
Kantor Kecamatan Girsang Sipangan Bolon
Kantor Kecamatan Girsang Sipangan Bolon
Peta lokasi Kecamatan Girsang Sipangan Bolon
Peta lokasi Kecamatan Girsang Sipangan Bolon
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Utara
KabupatenSimalungun
Pemerintahan
  CamatVictor Saragih
Populasi
  Total18.915 jiwa
Kode Kemendagri12.08.16 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS1209050 Suntingan nilai di Wikidata
Luas126.00 km²[1]
Kepadatan149 jiwa/km²[1]
Desa/kelurahan3/3
Peta
PetaKoordinat: 2°41′50″N 98°57′8″E / 2.69722°N 98.95222°E / 2.69722; 98.95222

Girsang Sipangan Bolon adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Indonesia. Kecamatan ini sebelumnya bernama Kecamatan Parapat, tetapi pada tahun 1960 diubah menjadi Girsang Sipangan Bolon.

Kawasan ini terletak di tepian Danau Toba dengan Kota Parapat yang menjadi ikonnya dan menjadi destinasi wisata, juga menjadi salah satu pintu gerbang menuju Pulau Samosir.

Masa Pendudukan Belanda

[sunting | sunting sumber]

Pada masa penjajahan Belanda, Girsang dan Sipangan Bolon merupakan wilayah dari Kerajaan Sinaga yang dinamai Landschap dari Tuan Tanah Jawa dengan Tuan Sinaga Sidabariba. Sedangkan Parapat merupakan kawasan Tuan Sinaga Joara Bulan dengan turunannya Tuan terakhir Raja Galung Sinaga (Israel) sebagai penguasa sampai pada Revolusi Sosial akhirnya pecah. Keseluruhannya membayar upeti ke residen Belanda.[2]

Masa Kemerdekaan Indonesia

[sunting | sunting sumber]

Setelah Indonesia merdeka, Girsang, Sipangan Bolon, Parapat, Tigaraja dan Sibaganding sekitarnya dibentuk menjadi satu kecamatan yang dinamai Kecamatan Parapat yang terdiri dari tiga puluh satu kepala kampung, karena pada waktu itu ada peraturan khusus yang mengatakan bahwa setiap dua puluh lima rumah tangga dapat dibentuk menjadi satu kepala kampung.

Setelah terbentuk Kecamatan maka masyarakat memilih langsung Anggarajim Sinaga menjadi Asisten Wedana, dikarenakan beliau adalah pejuang utama dari daerah ini untuk melawan Belanda. Namun meskipun Anggarajim Sinaga terpilih menjadi Asisten Wedana, beliau tidak sempat melaksanakan tugasnya karena faktor kesehatan yang tidak mengizinkan, sehingga jabatan tersebut langsung dipangku oleh Walter Sinaga atas unjukan partai agar pemerintahan jangan terhenti. Setelah pemerintahan berjalan dengan lancar dan baik, Pemerintah Daerah Kabupaten Sima­lungun menggabung tiga puluh satu nagori (desa) yang ada menjadi lima, antara lain: Girsang, Sipangan Bolon, Parapat, Tigaraja dan Sibaganding.

Pada tahun 1960 nama Kecamatan Parapat diubah namanya menjadi Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, berdasarkan sejarah yaitu wilayah Girsang Sipangan Bolon adalah Landschap Tanah Jawa, sedangkan Parapat adalah distrik Dolok Panribuan, di mana Landschap lebih besar dari Distrlk. Pada tahun 1980 untuk meningkatkan kinerja pemerintahan, tiga nagori (desa) di wilayah Kecamatan Girsang Sipangan Bolon diangkat statusnya menjadi kelurahan, adapun ketiga kelurahan tersebut adalah: Tigaraja, Parapat, dan Girsang.

Pemerintahan

[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Girsang Sipangan Bolon terdiri dari 3 Kelurahan dan 3 Nagori:

Demografi

[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Girsang Sipangan Bolon adalah suku Batak Toba.
Di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon terdapat juga suku Batak Simalungun, Jawa, Minangkabau, Nias, dan Tionghoa.

Mayoritas penduduk Kecamatan Girsang Sipangan Bolon memeluk agama Kristen.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Agama di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (2021)[3]
Agama Persen
Islam
 
14,19%
Kristen Protestan
 
69,28%
Kristen Katolik
 
16,27%
Hindu
 
0,01%
Buddha
 
0,26%
Konghucu
 
0,00%
Kepercayaan terhadap Tuhan YME
 
0,00%

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2020". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-05. Diakses tanggal 18 Agustus 2021.
  2. Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Dalam Angka 1997, BPS Kabupaten Simalungun, 1998.
  3. "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2020". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-05. Diakses tanggal 01 Agustus 2022. ;

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]