Kabupaten Tapanuli Utara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Tapanuli Utara
Kabupaten di Sumatra Utara, Indonesia
Baju adat Batak Toba, suku asli Tapanuli Utara
Baju adat Batak Toba, suku asli Tapanuli Utara
Logo Pemkab Tapanuli Utara.png
Lambang
Motto: 
Bona Pasogit
Lokasi Sumatera Utara Kabupaten Tapanuli Utara.svg
Kabupaten Tapanuli Utara is located in Sumatra
Kabupaten Tapanuli Utara
Kabupaten Tapanuli Utara
Kabupaten Tapanuli Utara is located in Indonesia
Kabupaten Tapanuli Utara
Kabupaten Tapanuli Utara
Koordinat: 2°00′10″N 99°04′15″E / 2.0028°N 99.0707°E / 2.0028; 99.0707
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
Tanggal peresmian14 November 1956[1]
Dasar hukumUU Nomor 7 Tahun 1956[1]
Ibu kotaKota Tarutung
Pemerintahan
 • BupatiNikson Nababan
 • Wakil BupatiSarlandy Hutabarat
 • Sekretaris DaerahIndra Sahat Simaremare
 • Ketua DPRDPoltak Pakpahan
• Ketua Pengadilan NegeriGolom Silitonga, S.H, M.H
• Kepala Kejaksaan NegeriMuch Suroyo, S.H
• Komandan Distrik MiliterLetkol Inf Hari Sandra
• Kepala Kepolisian ResorAKBP Ronald Fredy Christian Sipayung
Luas
 • Total3.793,71 km2 (1,464,76 sq mi)
Populasi
 • Total320.542 jiwa
 • Kepadatan85/km2 (220/sq mi)
Demografi
 • AgamaKristen 95,21%
- Protestan 90,48%
- Katolik 4,73%
Islam 4,72%
Buddha 0,04%
Parmalim 0,03%[3]
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0633
Kode Kemendagri12.02 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan15 kecamatan
Jumlah kelurahan11 kelurahan
Jumlah desa241 desa
DAURp 683.984.244.000,- (2020)[4]
IPMKenaikan 73,47 (2020) ( Tinggi )
Kenaikan 73,33 (2019) ( Tinggi ) [5]
Bandar udaraBandara Internasional Silangit
Flora resmiAndaliman
Fauna resmiIkan Mas
Situs webwww.taputkab.go.id

Kabupaten Tapanuli Utara (Aksara Batak Toba: ᯂᯅᯮᯇᯗᯩᯉ᯲ ᯗᯇᯉᯮᯞᯪ ᯥᯗᯒ) adalah sebuah kabupaten di provinsi Sumatra Utara, Indonesia yang ibukotanya berada di Tarutung. Jumlah penduduk kabupaten Tapanuli Utara pada tahun 2021 sebanyak 320.542 jiwa, dengan kepadatan penduduk 85 jiwa/km² dan kabupaten ini merupakan kawasan yang mayoritas penduduknya adalah etnis atau suku Batak Toba.[3][6]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Masa Pemerintahaan Hindia Belanda[sunting | sunting sumber]

Pada masa Hindia Belanda, Kabupaten Tapanuli Utara termasuk Kabupaten Dairi dan Toba Samosir yang sekarang termasuk dalam keresidenan Tapanuli yang dipimpin seorang Residen bangsa Belanda yang berkedudukan di Sibolga. Keresidenan Tapanuli yang dulu disebut Residentie Tapanuli terdiri dari 4 Afdeling (Kabupaten) yaitu Afdeling Batak Landen, Afdeling Padang Sidempuan, Afdeling Sibolga dan Afdeling Nias. Afdeling Batak Landen dipimpin seorang Asisten Residen yang ibu kotanya Tarutung yang terdiri 5 Onder Afdeling (Wilayah) yaitu:[7]

  • Onder Afdeling Silindung (Wilayah Silindung) ibu kotanya Tarutung.
  • Onder Afdeling Hoovlakte Van Toba (Wilayah Humbang) ibu kotanya Siborongborong.
  • Onder Afdeling Toba (Wilayah Toba) ibu kotanya Balige.
  • Onder Afdeling Samosir (Wilayah Samosir) ibu kotanya Pangururan.
  • Onder Afdeling Dairi Landen (Kabupaten Dairi sekarang) ibu kotanya Sidikalang.

Tiap-tiap Onder Afdeling mempuyai satu Distrik (Kewedanaan) dipimpin seorang Distrikchoolfd bangsa Indonesia yang disebut Demang dan membawahi beberapa Onder Distrikten (Kecamatan) yang dipimpin oleh seorang Asisten Demang. Menjelang Perang Dunia II, distrik-distrik di seluruh keresidenan Tapanuli dihapuskan dan beberapa Demang yang mengepalai distrik-distrik sebelumnya diperbantukan ke kantor Controleur masing-masing dan disebut namanya Demang Terbeschingking.

Dengan penghapusan ini para Asisten Demang yang ada di kantor Demang itu ditetapkan menjadi Asisten Demang di Onder Distrik bersangkutan. Kemudian tiap Onder Distrik membawahi beberapa negeri yang dipimpin oleh seorang kepala Negeri yang disebut Negeri Hoofd.[7] Pada waktu berikutnya diubah dan dilaksanakan pemilihan, tetapi tetap memperhatikan asal usulnya. Negeri-negeri ini terdiri dari beberapa kampung, yang dipimpin seorang kepala kampung yang disebut Kampung Hoafd dan juga diangkat serupa dengan pengangkatan Negeri Hoofd.[7]

Negeri dan Kampung Hoofd statusnya bukan pegawai negeri, tetapi pejabat-pejabat yang berdiri sendiri di negeri atau kampungnya. Mereka tidak menerima gaji dari pemerintah tetapi dari upah pungut pajak dan khusus Negeri Hoofd menerima tiap-tiap tahun upah yang disebut Yoarliykse Begroting. Tugas utama Negeri dan Kampung Hoofd ialah memelihara keamanan dan ketertiban, memungut pajak/blasting/rodi dari penduduk Negeri/Kampung masing-masing. Blasting/rodi ditetapkan tiap-tiap tahun oleh Kontraleur sesudah panen padi.[7]

Pada waktu pendudukan tentara Jepang Tahun 1942-1945 struktur pemerintahan di Tapanuli Utara hampir tidak berubah, hanya namanya yang berubah seperti:[7]

  • Asistent Resident diganti dengan nama Gunseibu dan menguasai seluruh tanah batak dan disebut Tanah Batak Sityotyo.
  • Demang-demang Terbeschiking menjadi Guntyome memimpin masing-masing wilayah yang disebut Gunyakusyo.
  • Asisten Demang tetap berada di posnya masing-masing dengan nama Huku Guntyo dan kecamatannya diganti dengan nama Huku Gunyakusyo.
  • Negeri dan Kampung Hoofd tetap memimpin Negeri/Kampungnya masing-masing dengan mengubah namanya menjadi Kepala Negeri dan Kepala kampung.[8]

Masa Pemerintahan Republik Indonesia[sunting | sunting sumber]

Sesudah kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945, pemerintah mulailah membentuk struktur pemerintahan baik di pusat dan di daerah. Dengan diangkatnya Dr. Ferdinand Lumbantobing sebagai Residen Tapanuli, disusunlah struktur pemerintahan dalam negeri di Tapanuli khususnya di Tapanuli Utara sebagai berikut:

  • Nama Afdeling Batak Landen diganti menjadi Luhak Tanah batak dan sebagai luhak pertama diangkat Cornelis Sihombing.
  • Nama Budrafdeling diganti menjadi Urung dipimpin Kepala Urung, Para Demang memimpin Onder Afdeling sebagai Kepala Urung.
  • Onder Distrik diganti menjadi Urung kecil dan dipimpin Kepala Urung Kecil yang dulu disebut Asisten Demang.

Selanjutnya dalam waktu tidak begitu lama terjadi perubahan, nama Luhak diganti menjadi kabupaten yang dipimpin Bupati, Urung menjadi Wilayah yang dipimpin Demang, serta Urung Kecil menjadi Kecamatan yang dipimpin oleh Asisten Demang. Pada tahun 1946 Kabupaten Tanah Batak terdiri dari 5 (lima) wilayah yaitu Wilayah Silindung, Wilayah Humbang, Wilayah Toba, Wilayah Samosir dan Wilayah Dairi yang masing-masing dipimpin oleh seorang Demang. Kecamatan-kecamatan tetap seperti yang ditinggalkan Jepang.[9]

Pada Tahun 1947 terjadi Agresi I oleh Belanda di mana Belanda mulai menduduki daerah Sumatra Timur maka berdasarkan pertimbangan-pertimbangan strategis dan untuk memperkuat pemerintahan dan pertahanan, Kabupaten Tanah Batak dibagi menjadi 4 (empat) kabupaten. Wilayah menjadi kabupaten dan memperbanyak kecamatan. Tahun 1948 terjadi Agresi II oleh Belanda, untuk mempermudah hubungan sipil dan Tentara Republik, maka pejabat-pejabat Pemerintahan Sipil dimiliterkan dengan jabatan Bupati Militer, Wedana Militer dan Camat Militer. Untuk mempercepat hubungan dengan rakyat, kewedanaan dihapuskan dan para camat langsung secara administratif ke Bupati.[9]

Setelah Belanda meninggalkan Indonesia pada pengesahan kedaulatan, pada permulaan tahun 1950 di Tapanuli dibentuk Kabupaten baru yaitu Kabupaten Tapanuli Utara (dulu Kabupaten Batak), Kabupaten Tapanuli Selatan (dulu Kabupaten Padang Sidempuan), Kabupaten Tapanuli Tengah (dulu Kabupaten Sibolga) dan Kabupaten Nias. Dengan terbentuknya kabupaten ini, maka kabupaten-kabupaten yang dibentuk pada tahun 1947 dibubarkan. Di samping itu di setiap kabupaten dibentuk badan legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Sementara yang anggotanya dari anggota partai politik setempat.[9]

Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Tapanuli Utara meliputi Dairi pada waktu itu, maka untuk meningkatkan daya guna pemerintahan, pada tahun 1956 dibentuk Kabupaten Dairi yang terpisah dari Kabupaten Tapanuli Utara. Salah satu upaya untuk mempercepat laju pembangunan ditinjau dari aspek pertumbuhan ekonomi daerah, pemerataan hasil-hasil pembangunan dan stabilitas keamanan adalah dengan jalan pemekaran wilayah. Pada tahun 1998 Kabupaten Tapanuli Utara dimekarkan menjadi dua Kabupaten yaitu Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Toba Samosir sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 tahun 1998 tentang Pembentukan Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Mandailing Natal.[9]

Kemudian pada tahun 2003 Kabupaten Tapanuli Utara dimekarkan kembali menjadi dua kabupaten yaitu Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Humbang Hasundutan sesuai dengan Undang-undang No. 9 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Pakpak Bharat, dan Kabupaten Humbang Hasundutan.[9]

Setelah Kabupaten Tapanuli Utara berpisah dengan Kabupaten Humbang Hasundutan, jumlah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara menjadi 15 kecamatan. Kecamatan yang masih tetap dalam Kabupaten Tapanuli Utara yaitu Kecamatan Parmonangan, Kecamatan Adiankoting, Kecamatan Sipoholon, Kecamatan Tarutung, Kecamatan Siatas Barita, Kecamatan Pahae Jae, Kecamatan Purbatua, Kecamatan Simangumban, Kecamatan Pahae Julu, Kecamatan Pangaribuan, Kecamatan Garoga, Kecamatan Sipahutar, Kecamatan Siborongborong, Kecamatan Pagaran, Kecamatan Muara.[9]

Sebagian perairan Danau Toba dimanfaatkan untuk irigasi, pengembangan perikanan maupun pembangkit tenaga listrik. Keindahan alam dengan panorama, khususnya Pulau Sibandang di kawasan Danau Toba di Kecamatan Muara, dan wisata rohani Salib Kasih. Kekayaan seni budaya asli merupakan potensi daerah dalam upaya mengembangkan kepariwisataan nasional. Potensi lain terdapat berbagai jenis mineral, seperti kaolin, batu gamping, belerang, batu besi, mika, batubara, panas bumi, dan sebagainya.[9]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kantor Bupati Tapanuli Utara di Tarutung

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Foto Nama Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Keterangan
1. - Cornelius Sihombing 1945 1946
2. - Humala Fredrick Situmorang 1946 1947
3. - H.F. Situmorang 1947 1949
4. - F. Siagian 1947 1949
5. - Raja Patuan Natigor Lumbantobing 1947 1949
6. - P. Manurung 1947 1949
7. - Farel Pasaribu 1950 1953
8. - M. Purba 1956 1958
9. - B. Manurung 1958 1958
10. Sia Marinus Simanjuntak 1958 1963
11. Elam Sibuea.jpg Elam Sibuea 1963 1966
12. - Drs. P. Simanjuntak 1966 1967
13. - A.V. Siahaan 1967 1968
14. M.S.M. Sinaga, Almanak Pemerintah Daerah Propinsi Sumatera Utara (1969), p1138 (cropped).jpg Mangaradja Sinaga 1968 1979
15. - Drs. Salmon Sagala 1979 1984
16. - Drs. Gustaf Sinaga 1984 1989
17. Official Portrait of Lundu Panjaitan as the Deputy Governor of North Sumatra.jpg Lundu Panjaitan 1989 1994
18. - Drs. T.M.H. Sinaga 1994 1999
19. Rustam Effendi Nainggolan 1999 2004
20. Bupati Taput Torang Lumbantobing.jpg Torang Lumbantobing 13 Juni 2004 2014
21. Bupati Taput Nikson Nababan.jpg Nikson Nababan 13 Juni 2014 Sekarang

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Utara dalam dua periode terakhir.[10][11]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 3 Steady 3
  Gerindra 4 Penurunan 1
  PDI-P 6 Kenaikan 10
  Golkar 5 Steady 5
  NasDem 5 Kenaikan 6
  Perindo (baru) 2
  PAN 4 Penurunan 0
  Hanura 3 Kenaikan 4
  Demokrat 3 Penurunan 2
  PKPI 2 Steady 2
Jumlah Anggota 35 Steady 35
Jumlah Partai 9 Steady 9


Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah Kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara

Kabupaten Tapanuli Utara terdiri dari 15 kecamatan, dengan 11 kelurahan dan 241 desa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2019 mencatat bahwa Kecamatan terluas ada di kecamatan Garoga yakni 567,58 km² dan jumlah penduduk terbanyak terdapat di kecamatan Siborongborong dengan jumlah penduduk 47.428 jiwa. Sementara itu, kecamatan yang memiliki kelurahan terbanyak ada di Ibukota kabupaten Tarutung yakni 7 kelurahan dari total 11 kelurahan yang ada.[6]

Pembagian Wilayah Kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara 2019
No Kecamatan Ibukota Luas Jarak ke
Ibukota
Penduduk Desa Kelurahan IPM
1 Adian Koting Adiankoting 502,90 26 14.904 16 -
2 Garoga Garoga Sibargot 567,58 68 16.730 13 -
3 Muara Hutana Nagodang 79,75 43 14.153 15 -
4 Pagaran Sipultak 138,05 26 17.765 14 -
5 Pahae Jae Pasar Sarulla 203,20 42 11.350 12 1
6 Pahae Julu Onan Hasang 165,90 22 12.616 18 1
7 Pangaribuan Pakpahan 459,25 48 28.711 26 -
8 Parmonangan Manalu 257,35 58 13.982 14 -
9 Purba Tua Pasrsaoran Janji Angkola 191,80 52 7.694 11 -
10 Siatas Barita Simorangkir Julu 92,92 4 14.031 12 -
11 Siborongborong Pasar Siborongborong 279,91 26 47.428 20 1
12 Simangumban Aek Nabara 150,00 50 7.840 8 -
13 Sipahutar Sipahutar 408,22 22 26.348 25 -
14 Sipoholon Sipoholon 189,20 6 23.910 13 1
15 Tarutung Tarutung 107,68 - 42.419 24 7
Kabupaten Tapanuli Utara Tarutung 3.793,71 - 299.881 241 11 0,729

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku Bangsa[sunting | sunting sumber]

Rumah Bolon, rumah adat suku Batak Toba.

Kabupaten Tapanuli Utara merupakan rumah bagi suku Batak Toba, yang juga mencakup kabupaten yang sudah dimekarkan saat ini yakni Kabupaten Samosir, Kabupaten Toba dan Kabupaten Humbang Hasundutan. Tidak ada data resmi besaran jumlah etnis di Tapanuli Utara, namun secara keseluruhan didominasi oleh suku Batak Toba. Selain itu, ada sebagian kecil yang merupakan suku terdekat Batak Toba, yakni Batak Simalungun, Batak Karo, Batak Angkola dan Batak Pakpak, lebih banyak etnis paling dekat Batak Toba yang tinggal di Tapanuli Utara adalah Batak Simalungun. Ada pula sebagian kecil orang Jawa, Minangkabau dan Tionghoa, yang banyak terdapat di Tarutung dan Siborongborong.

Agama[sunting | sunting sumber]

GKPA Huta Dolok, Silantom Jae, Pangaribuan

Mayoritas penduduk kabupaten Tapanuli Utara memeluk agama Kristen, sebagian kecil beragama Islam dan Buddha. Suku asli di kabupaten Tapanuli Utara yakni Batak Toba, umumnya memeluk agama Kristen Protestan dan sebagian memeluk Katolik, Islam dan kepercayaan asli suku Batak yaitu Parmalim. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2020 mencatat bahwa 95,21% penduduk Tapanuli Utara memeluk agama Kristen, dimana 90,48% Protestan dan 4,73% Katolik. Kemudian sebagian lagi beragama Islam yakni 4,73%, yang banyak bermukim di kecamatan Simangumban, kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Selatan yang banyak diantaranya merupakan Batak Angkola atau Mandailing, dan juga di Pahae Jae dan Tarutung. Sebagian kecil memeluk agama Buddha yakni 0,04% dari etnis Tionghoa, umumnya di Tarutung dan Siborongborong dan sebanyak 0,03% masih menganut kepercayaan asli Batak, Parmalim.[3]

Salah satu pusat gereja Kristen Protestan terbesar di Indonesia yaitu Huria Kristen Batak Protestan atau HKBP, terletak di kabupaten Tapanuli Utara, tepatnya berada di ibukota kabupaten, Tarutung. HKBP memiliki jumlah jemaat yang cukup banyak dan juga telah tersebar diberbagai provinsi di Indonesia bahkan di beberapa negara luar seperti Singapura, Malaysia, dan Amerika Serikat. HKBP sendiri menjadi organisasi terbesar ketiga di Indonesia setelah Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah.[12]

Sarana peribadatan yang ada di Tapanuli Utara, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Tapanuli Utara tahun 2021:[6]

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Batak Toba yang merupakan suku asli dan dominan di Tapanuli Utara, memengaruhi pada Bahasa komunikasi yang digunakan dalam kehidupan bermasyarakat. Bahasa Batak Toba adalah Bahasa Utama yang digunakan oleh penduduk Tapanuli Utara, selain dari Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa resmi Indonesia. Sementara di beberapa kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Selatan, bahasa Batak Toba dan Bahasa Batak Angkola kerap terjadi percampuran. Hal ini bisa dijumpai di kecamatan Pangaribuan, daerah Pahae, dan kecamatan Garoga. Meski memiliki beberapa kosakata berbeda, pada dasarnya masyarakat Batak Toba dan Angkola bisa saling mengerti bahasa satu dengan yang lainnya.[13]

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Wisata Rohani, Salib Kasih di kecamatan Siatas Barita, Tapanuli Utara

Kabupaten Tapanuli Utara memiliki beberapa tempat wisata. Salah satu yang paling terkenal adalah wisata Salib Kasih. Sebagai kawasan yang mayoritas memeluk agama Kristen, kawasan ini sering dijadikan sebagai wisata rohani, baik dari daerah maupun wisatawan mancanegara. Presiden Indonesia Joko Widodo dalam kunjungannya ke Salib Kasih 30 Juli 2019 juga mengapresiasi kawasan ini.[14] Pemerintah pusat turut ambil bagian dalam pengembangan kawasan wisata Salib Kasih bisa ditingkatkan, sebagai upaya meningkatkan pariwisata di kawasan Danau Toba dan sekitarnya.[14] Salib Kasih berada di kecamatan Siatas Barita tidak jauh dari ibukota kabupeten, kota Tarutung.[15]

Selain Salib Kasih, ada pula tempat wisata lainnya yang tepat berada di pinggir Danau Toba, yakni Panatapan Huta Ginjang, yang terletak di Huta Ginjang, kecamatan Muara. Dari tempat ini, wisatawan bisa melihat keindahan dan sekeliling Danau Toba. Masih di kecamatan Muara, ada juga Tugu Toga Aritonang dan tugu Bukit Doa.[15]

Ada pula tempat wisata permandian air panas. Tempat permandian Air Soda Sirara, yang disinyalir hanya ada dua tempat wisata seperti ini, yakni di Tarutung, Tapanuli Utara dan satu lagi di Venezuela.[15] Tempat wisata lain yang menjadi tempat wisata di Tapanuli Utara adalah Sopo Partungkoan, yang merupakan gedung kesenian dan kebudayaan Tapanuli Utara.[15]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Bandara Silangit di Siborongborong, Tapanuli Utara

Kabupaten Tapanuli Utara memiliki bandara Internasional sebagai sarana pintu masuk menuju tempat wisata di kawasan Danau Toba. Bandar Udara Internasional Silangit menjadi sarana transportasi penting bagi pergerakan ekonomi di Tapanuli Utara. Maskapai seperti Sriwijaya dan Garuda Indonesia telah membuka rute langsung dari Jakarta. Sedangkan tujuan internasional, bandara Silangit juga telah memiliki rute ke Singapura. Selain pesawat udara, transportasi darat juga bisa dijumpai di Tapanuli Utara, berbagai taksi, bus antarkota dan provinsi juga banyak dijumpai disini, dengan tarif yang bervariasi.[16]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Setidaknya ada 5 kampus Sekolah Tinggi atau Universitas di kabupaten Tapanuli Utara, yakni Institut Agama Kristen Negeri, Tarutung (IAKN Tarutung), Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Utara di Siborongborong, Sekolah Pendeta HKBP, Akademi Keperawatan Tarutung Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dan Akademi Kebidanan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.

IAKN Tarutung memiliki 5 program studi jenjang Diploma (D3) hingga Pasca Sarjana (S2), meliputi Pendidikan Agama Kristen (PAK), Teologi, Musik Gereja, Pastoral Konseling dan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sedangkan Universitas Sisingamangaraja XII Siborongborong, memiliki 8 program studi jenjang Sarjana (S1), yakni Program studi Agroteknologi, Ilmu Hukum, Manajemen, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Teknik Industri dan Teknik Sipil.[17]

Pendidikan formal SD atau MI negeri dan swasta SMP atau MTs negeri dan swasta SMA, MA, SMK negeri dan swasta Perguruan tinggi
Jumlah satuan 386 79 49 5
Data sekolah di Kabupaten Tapanuli Utara T.A 2020-2021
Sumber:[18][19]

Tokoh[sunting | sunting sumber]

Beberapa tokoh nasional atau orang terkenal yang berasal dari Kabupaten Tapanuli Utara;

Lihat pula[sunting | sunting sumber]


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2019-07-12. Diakses tanggal 22 April 2021. 
  2. ^ Luas wilayah Menurut Hasil Pemetaan SP2010
  3. ^ a b c d "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 23 September 2021. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 16 Februari 2021. 
  5. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 26 Februari 2021. 
  6. ^ a b c "Kabupaten Tapanuli Utara Dalam Angka 2021" (pdf). www.tapanuliutarakab.bps.id. hlm. 53, 140. Diakses tanggal 26 Februari 2021. 
  7. ^ a b c d e "Sejarah Tapanuli Utara". www.smartnewstapanuli.com. Diakses tanggal 10 Februari 2020. 
  8. ^ di Situs Resmi Pemkab Taput
  9. ^ a b c d e f g "Sejarah di Situs Resmi Pemkab Taput". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-08-08. Diakses tanggal 5 Februari 2018. 
  10. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Tapanuli Utara Periode 2014-2019
  11. ^ "Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Tapanuli Utara 2019-2024". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-02-01. Diakses tanggal 2020-05-18. 
  12. ^ "HKBP Organisasi Keagamaan Terbesar Ketiga di Indonesia". www.batakgaul.com. Diakses tanggal 10 Januari 2020. 
  13. ^ Dongoran, Tumpal. H, dkk (Februari 1997). "Fonologi Bahasa Angkola" (PDF). labbineka.kemdikbud.go.id. hlm. 1–6. Diakses tanggal 23 September 2021. 
  14. ^ a b "TKunjungan Kerja Jokowi ke Taput, Datangi Salib Kasih hingga Pasar". www.regional.kompas.com. Diakses tanggal 5 Februari 2020. 
  15. ^ a b c d "Tempat Wisata di Tarutung, Tapanuli Utara". www.pariwisatasumut.net. Diakses tanggal 5 Februari 2020. 
  16. ^ "Perlu Taksi dari Bandara Silangit ke Danau Toba, Ini Daftar Harganya". www.travel.kompas.com. Diakses tanggal 5 Februari 2020. 
  17. ^ "Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Utara". www.ayokuliah.id. Diakses tanggal 5 Februari 2020. 
  18. ^ Kabupaten Tapanuli Utara Dalam Angka 2021, hal.69, 24 April 2021
  19. ^ [1], Profil, peta lokasi, dan perbandingan sekolah tingkat paud, dasar, menengah, dan pendidikan masyarakat di 514 Kab/Kota, www.sekolah.data.kemdikbud.go.id

Pranala luar[sunting | sunting sumber]