Kabupaten Manggarai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Manggarai
Lambang Kabupaten Manggarai.jpg
Lambang
Motto: 
"Muku ca pu'u neka woleng curup teu ca ambo neka woleng lako"
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Manggarai.svg
Kabupaten Manggarai is located in Kepulauan Sunda Kecil
Kabupaten Manggarai
Kabupaten Manggarai
Kabupaten Manggarai is located in Indonesia
Kabupaten Manggarai
Kabupaten Manggarai
Koordinat: 8°36′46″S 120°27′45″E / 8.612651°S 120.462584°E / -8.612651; 120.462584
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Timur
Ibu kotaRuteng
Pemerintahan
 • BupatiHeribertus G.L Nabit, S.E.
Luas
 • Total7.136,40 km2 (2,755,38 sq mi)
Populasi
 • Total325.530 jiwa
 • Kepadatan46/km2 (120/sq mi)
Demografi
 • AgamaKristen 96,01%
- Katolik 95,24%
- Protestan 0,77%
Islam 3,98%
Hindu 0,09%
Lainnya 0,01%[2][3]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon0385
Kode Kemendagri53.10 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan12 kecamatan
Jumlah kelurahan26 kelurahan
Jumlah desa145 desa
DAURp 622.754.530.000,- (2020)[4]
IPMKenaikan 64,54 (2020)
Sedang[5]
Desa Cumbi di Manggarai tempo doeloe.

Kabupaten Manggarai adalah sebuah kabupaten yang berada di pulau Flores, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten Manggarai yakni kecamatan Ruteng. Luas wilayahnya adalah 7.136,4 km², dengan jumlah penduduk pada tahun 2021 sebanyak 325.530 jiwa.[2]

Geografis[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Laut Flores
Timur Kabupaten Manggarai Timur
Selatan Laut Sawu
Barat Kabupaten Manggarai Barat

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Foto Nama Mulai jabatan Akhir jabatan Keterangan
1 Charolus Hamboer 1960 1967 Bupati Kepala Daerah Tk.II Manggarai
2 Frans Sales Lega 1968 1978 Bupati Kepala Daerah Tk.II Manggarai
3 Frans Dula Burhan 1978 1988 Bupati Kepala Daerah Tk.II Manggarai
4 Gaspar Parang Ehok 1989 1999 Bupati Manggarai
5 Antony Bagul Dagur 2000 2005 Bupati Manggarai
6 Christian Rotok 2005 2015 Bupati Manggarai
7 Deno Kamelus 2016 2021 Bupati Manggarai
8 Herybertus G. L. Nabit 2021 Sekarang Bupati Manggarai


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Manggarai dalam dua periode terakhir.[6][7]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 2 Kenaikan 4
  Gerindra 5 Penurunan 4
  PDI-P 5 Penurunan 4
  Golkar 4 Kenaikan 5
  NasDem 4 Kenaikan 5
  PKS 1 Steady 1
  PAN 4 Kenaikan 5
  Hanura 3 Kenaikan 4
  Demokrat 4 Penurunan 3
  PBB 1 Penurunan 0
  PKPI 2 Penurunan 0
Jumlah Anggota 35 Steady 35
Jumlah Partai 11 Penurunan 9

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Manggarai terdiri dari 12 Kecamatan, 26 Kelurahan, dan 145 Desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 318.115 jiwa dengan luas wilayah 2.096,44 km² dan sebaran penduduk 152 jiwa/km².[8][9]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Manggarai, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
53.10.01 Wae Rii 17 Desa
53.10.03 Ruteng 1 18 Desa
Kelurahan
53.10.05 Satar Mese 23 Desa
53.10.06 Cibal 1 16 Desa
Kelurahan
53.10.11 Reok 4 6 Desa
Kelurahan
53.10.12 Langke Rembong 20 - Kelurahan
53.10.13 Satar Mese Barat 12 Desa
53.10.14 Rohong Utara 12 Desa
53.10.15 Lelak 10 Desa
53.10.16 Reok Barat 10 Desa
53.10.17 Cibal Barat 10 Desa
53.10.18 Satar Mese Utara 11 Desa
TOTAL 26 145

Lambang Kabupaten[sunting | sunting sumber]

Bentuk lambang kabupaten Manggarai[10] 1. Bentuk lambang Daerah Manggarai ialah ”Prisai” bersisi lima yang mempunyai arti:
a. Prisai melambangkan alat pertahanan dan perlindungan seluruh rakyat;
b. Sisi lima melambangkan Pancasila sebagai Dasar Negara.

2. Tata warna lambang berupa kuning, hijau, merah dan hitam diambil dari warna kain tenun rakyat daerah Manggarai yang mempunyai arti:
a. Kuning adalah keluhuran dan keagungan serta kejayaan;
b. Hijau adalah harapan masa depan atas dasar potensi yang ada di daerah;
c. Merah adalah keberanian;
d. Hitam adalah teguh dan abadi;

3. Lambang berisikan Rumah Adat melambangkan:
a. Alat pemersatu seluruh rakyat dalam satu kesatuan dan persatuan nasional dalam setiap derap langkah pembangunan mental dan fisik yang mencerminan dalam tingkat kebudayaan, peradaban dan perjuangan hidup dari zaman ke zaman;
b. Sembilan tiang Rumah Adat memperteguh adanya pendirian bahwa seorang bayi yang baru dilahirkan setelah sembilan bulan dalam kandungan ibu adalah harapan bangsa.

4. Lukisan Gasing yang terdapat pada puncak rumah adat melambangkan keabdian dan keagungan Tuhan yang maha penyayang memberi dan menyinari segala yang hidup serta menyelenggarakan seluruh pusaran tata kehidupan daerah khususnya dan rakyak Indonesia pada umumnya.

5. Lukisan sepuluh (10) batang tulang ijuk (rimang) di atas kepala manusia melambangkan 10 jari tangan manusia menunjukan bahwa rakyat Manggarai senantiasa memuliakan Tuhan dan memohon berkat dan perlindunganNya.

6. Kepala manusia bertanduk mengandung arti bahwa rakyat didaerah Manggarai adalah manusia banteng dan atau manusia yang kokoh, kuat dan berani serta berkemauan bagaikan baja dalam menghadapi tantangan hidup.

7. Lilitan tali ijuk yang terdapat di bawah kepala manusia bertanduk yang mengikat seluruh kasau dan ujung atas atap ijuk melambangkan:
a. Bhinneka Tunggal Ika, keutuhan rasa kesatuan yang kokoh mengikat seluruh segi kehidupan rakyat didaerah yang tidak mudah terpengaruh;
b. Keutuhan dalam mufakat dan musyawarah yang melembaga dalam kehidupan seluruh rakyat daerah Manggarai.

8. Buaya darat/Komodo (Varanus Commodoensis) sebagai satu-satunya reptil pra sejarah yang masih tetap hidup di daerah Manggarai, berwarna kuning berbintik coklat dan berdiri dalam keadaan siaga di depan rumah adat melambangkan:
a. Daya tahan hidup seluruh rakyat daerah dalam menghadapi pelbagai tantangan hidup;
b. Kesiapsiagaan yang penuh ketenangan, kecermatan kewaspadaan dan kecekatan dalam setiap gerak kehidupan seluruh rakyat didaerah;
c. Museum bagi binatang jenis reptil pra sejarah yang bernilai tinggi untuk kepentingan ilmu pengetahuan.

9. Lukisan satu tangkai kopi dengan 14 butir dan 8 daun kopi serta satu tangkai padi dengan 58 bulir padi melambangkan:
a. Potensi Daerah Manggarai dalam perjuangan untuk mempertinggi taraf hidup dan kesejahteraan seluruh rakyat;
b. Tanggal dan Tahun berdirinya Daerah Tingkat II Manggarai secara yuridis formil 14 agustus 1958.

10. Pita merah dengan tulisan ”KABUPATEN MANGGARAI” melambangkan: keberanian, sedangkan tulisan hitam di atas pita merah melambangkan keteguhan dan pendirian yang kuat dan tidak mudah tergoyahkan dalam menghadapi segala tantangan hidup.

11. Ukuran Lambang:
a. Lebar prisai: 22 cm
b. Tinggi prisai: 18,5 cm kiri/kanan
c. Tinggi prisai tengah: 24 cm

Demografi[sunting | sunting sumber]

Agama di Kabupaten Manggarai (2021)[2]
Agama persen
Katolik
  
95.24%
Islam
  
3.98%
Protestan
  
0.77%
Hindu
  
0.09%
Lainnya
  
0.01%

Agama[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar penduduk Kabupaten Manggarai beragama Kristen sebesar 96,01% dimana mayoritas adalah Katolik 95,24% dan Kristen Protestan 0,77%. Selebihnya adalah menganut agama Islam 3,98% dan Hindu serta kepercayaan dan Buddha 0,10%.[2]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Manggarai dikenal dengan pertaniannya, antara lain: kopi, cengkih, vanili, cokelat, dan masih banyak yang lainnya.

Industri[sunting | sunting sumber]

  • Kawasan Industri Manggarai Utara
  • Kawasan Olahan Sawit Manggarai Utara
  • Kawasan UMKM Manggarai Utara
  • Kawasan Pertanian Manggarai Utara
  • Kawasan Agrabinta Manggarai Utara & Selatan

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Budaya[sunting | sunting sumber]

Salah satu tarian yang terkenal dari Manggarai adalah tarian Caci.

Alam[sunting | sunting sumber]

Gunung Ranakah

Media Massa[sunting | sunting sumber]

  • RCTI, dibangun th 1994
  • SCTV, dibangun th 1995-6
  • ANTV, dibangun th 1993-94
  • MNCTV, dibangun th 1992
  • Indosiar, dibangun th 1996
  • TransTV, dibangun th 2001
  • Trans7, dibangun th 2002-03
  • GlobalTV, dibangun th 2003-2004
  • Lativi, dibangun th 2003 hancur 2004 dipasang th 2005
  • Metro TV, dibangun th 2001
  • TVRI dibangun th 1985
  • SpaceToon dibangun th 2006-2007
  • Nirwana TV dibangun th 2004
  • Nuansa TV dibangun th 2009
  • Delta TV dibangun th 1999, putus tahun 2005 dan Delta TV siaran tahun 2006

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2017" (PDF). BPS Nusa Tenggara Timur. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2017-09-18. Diakses tanggal 2 Desember 2017. 
  2. ^ a b c d e "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 1 Agustus 2021. 
  3. ^ "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2017" (PDF). BPS Nusa Tenggara Timur. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2017-09-18. Diakses tanggal 2 Desember 2017. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 1 Agustus 2021. 
  5. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 1 Agustus 2021. 
  6. ^ Perolehan Kursi DPRD Manggarai 2014-2019
  7. ^ Perolehan Kursi DPRD Manggarai 2019-2024
  8. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  9. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  10. ^ Sumber (Perda Nomor 1 Thn. 1983)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]