Kabupaten Manggarai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Untuk kegunaan lain dari Manggarai, lihat Manggarai.
Kabupaten Manggarai
Lambang Kabupaten Manggarai.jpg
Lambang Kabupaten Manggarai
Moto: -muku ca pu'u neka woleng curup teu ca ambo neka woleng lako


Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Manggarai.svg
Peta lokasi Kabupaten Manggarai di Nusa Tenggara Timur
Koordinat: -
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Tanggal peresmian -
Ibu kota Ruteng
Pemerintahan
 - Bupati DR.Deno Kamelus,SH,MH
 - DAU Rp. 452.287.758.000.-(2013)[1]
Luas 7.136,4 km2
Populasi
 - Total 382.422 jiwa (2016)[2]
 - Kepadatan 53,59 jiwa/km2
Demografi
 - Agama Katolik (93.30%)
Islam (5.73%)
Kristen Protestan (0.86%)
Hindu 0.11%[3]
 - Kode area telepon 0385
Pembagian administratif
 - Kecamatan 12
 - Kelurahan 132/26
Simbol khas daerah
Situs web http://www.manggarai.go.id/ dan http://www.nttprov.go.id/ntt_09/index.php?hal=kabmanggarai

Kabupaten Manggarai adalah sebuah kabupaten di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten adalah Ruteng. Luas wilayahnya adalah 7.136,4 km², termasuk pulau Komodo dengan jumlah penduduk 382.422 jiwa (2016).

Lambang Kabupaten[sunting | sunting sumber]

Bentuk lambang kabupaten Manggarai[4]

1. Bentuk lambang Daerah Manggarai ialah ”Prisai” bersisi lima yang mempunyai arti:
a. Prisai melambangkan alat pertahanan dan perlindungan seluruh rakyat;
b. Sisi lima melambangkan Pancasila sebagai Dasar Negara.

2. Tata warna lambang berupa kuning, hijau, merah dan hitam diambil dari warna kain tenun rakyat daerah Manggarai yang mempunyai arti:
a. Kuning adalah keluhuran dan keagungan serta kejayaan;
b. Hijau adalah harapan masa depan atas dasar potensi yang ada di daerah;
c. Merah adalah keberanian;
d. Hitam adalah teguh dan abadi;

3. Lambang berisikan Rumah Adat melambangkan:
a. Alat pemersatu seluruh rakyat dalam satu kesatuan dan persatuan nasional dalam setiap derap langkah pembangunan mental dan fisik yang mencerminan dalam tingkat kebudayaan, peradaban dan perjuangan hidup dari zaman ke zaman;
b. Sembilan tiang Rumah Adat memperteguh adanya pendirian bahwa seorang bayi yang baru dilahirkan setelah sembilan bulan dalam kandungan ibu adalah harapan bangsa.

4. Lukisan Gasing yang terdapat pada puncak rumah adat melambangkan keabdian dan keagungan Tuhan yang maha penyayang memberi dan menyinari segala yang hidup serta menyelenggarakan seluruh pusaran tata kehidupan daerah khususnya dan rakyak Indonesia pada umumnya.

5. Lukisan sepuluh (10) batang tulang ijuk (rimang) di atas kepala manusia melambangkan 10 jari tangan manusia menunjukan bahwa rakyat Manggarai senantiasa memuliakan Tuhan dan memohon berkat dan perlindunganNya.

6. Kepala manusia bertanduk mengandung arti bahwa rakyat didaerah Manggarai adalah manusia banteng dan atau manusia yang kokoh, kuat dan berani serta berkemauan bagaikan baja dalam menghadapi tantangan hidup.

7. Lilitan tali ijuk yang terdapat di bawah kepala manusia bertanduk yang mengikat seluruh kasau dan ujung atas atap ijuk melambangkan:
a. Bhinneka Tunggal Ika, keutuhan rasa kesatuan yang kokoh mengikat seluruh segi kehidupan rakyat didaerah yang tidak mudah terpengaruh;
b. Keutuhan dalam mufakat dan musyawarah yang melembaga dalam kehidupan seluruh rakyat daerah Manggarai.

8. Buaya darat/Komodo (Varanus Commodoensis) sebagai satu-satunya reptil pra sejarah yang masih tetap hidup di daerah Manggarai, berwarna kuning berbintik coklat dan berdiri dalam keadaan siaga di depan rumah adat melambangkan:
a. Daya tahan hidup seluruh rakyat daerah dalam menghadapi pelbagai tantangan hidup;
b. Kesiapsiagaan yang penuh ketenangan, kecermatan kewaspadaan dan kecekatan dalam setiap gerak kehidupan seluruh rakyat didaerah;
c. Museum bagi binatang jenis reptil pra sejarah yang bernilai tinggi untuk kepentingan ilmu pengetahuan.

9. Lukisan satu tangkai kopi dengan 14 butir dan 8 daun kopi serta satu tangkai padi dengan 58 bulir padi melambangkan:
a. Potensi Daerah Manggarai dalam perjuangan untuk mempertinggi taraf hidup dan kesejahteraan seluruh rakyat;
b. Tanggal dan Tahun berdirinya Daerah Tingkat II Manggarai secara yuridis formil 14 agustus 1958.

10. Pita merah dengan tulisan ”KABUPATEN MANGGARAI” melambangkan: keberanian, sedangkan tulisan hitam di atas pita merah melambangkan keteguhan dan pendirian yang kuat dan tidak mudah tergoyahkan dalam menghadapi segala tantangan hidup.

11. Ukuran Lambang:
a. Lebar prisai : 22 cm
b. Tinggi prisai : 18,5 cm kiri/kanan
c. Tinggi prisai tengah : 24 cm

Demografi[sunting | sunting sumber]

Budaya[sunting | sunting sumber]

Desa Cumbi di Manggarai tempo doeloe.

Kabupaten Manggarai dikenal dengan pertaniannya, antara lain : kopi, cengkeh, vanili, cokelat, dan masih banyak yang lainnya. Orang Manggarai juga terkenal dengan keramahtamahannya. Salah satu tarian yang terkenal dari Manggarai adalah tarian caci yang sudah terkenal di banyak negara seperti Eropa dan Australia.

Agama[sunting | sunting sumber]

Agama di Kabupaten Manggarai (2016 )[5]
Agama persen
Katolik
  
93.30%
Islam
  
5.73%
Kristen Protestan
  
0.86%
Hindu
  
0.11%

Sebagian besar penduduk Kabupaten Manggarai beragama Kristen sebesar 94.16% dimana mayoritas adalah Katolik 93.30% dan Kristen Protestan 0.86%. Selebihnya adalah menganut agama Islam 5.73%, dan Hindu 0.11%.

Industri[sunting | sunting sumber]

  • Kawasan Industri Manggarai Utara
  • Kawasan Olahan Sawit Manggarai Utara
  • Kawasan UMKM Manggarai Utara
  • Kawasan Pertanian Manggarai Utara
  • Kawasan Agrabinta Manggarai Utara & Selatan

Media massa[sunting | sunting sumber]

  • RCTI, dibangun th 1994
  • SCTV, dibangun th 1995-6
  • ANTV, dibangun th 1993-94
  • MNCTV, dibangun th 1992
  • Indosiar, dibangun th 1996
  • TransTV, dibangun th 2001
  • Trans7, dibangun th 2002-03
  • GlobalTV, dibangun th 2003-2004
  • Lativi, dibangun th 2003 hancur 2004 dipasang th 2005
  • Metro TV, dibangun th 2001
  • TVRI dibangun th 1985
  • SpaceToon dibangun th 2006-2007
  • Nirwana TV dibangun th 2004
  • Nuansa TV dibangun th 2009
  • Delta TV dibangun th 1999, putus tahun 2005 dan Delta TV siaran tahun 2006


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2017" (PDF). BPS Nusa Tenggara Timur. Diakses tanggal 2 Desember 2017. 
  3. ^ "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2017" (PDF). BPS Nusa Tenggara Timur. Diakses tanggal 2 Desember 2017. 
  4. ^ Sumber (Perda Nomor 1 Thn. 1983)
  5. ^ "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2017" (PDF). BPS Nusa Tenggara Timur. Diakses tanggal 2 Desember 2017.