Kabupaten Manggarai
Kabupaten Manggarai | |
|---|---|
Rumah Adat Niang Todo | |
| Motto: "Muku ca pu'u neka woleng curup teu ca ambo neka woleng lako" | |
![]() Peta | |
| Koordinat: 8°36′46″S 120°27′45″E / 8.612651°S 120.462584°E | |
| Negara | |
| Provinsi | Nusa Tenggara Timur |
| Ibu kota | Ruteng |
| Jumlah satuan pemerintahan | Daftar
|
| Pemerintahan | |
| • Bupati | Herybertus G.L Nabit |
| • Wakil Bupati | Fabianus Abu |
| • Sekretaris Daerah | Jahang Fansi Aldus |
| Luas | |
| • Total | 1.344,03 km2 (518,93 sq mi) |
| Populasi | |
| • Total | 356.137 |
| • Kepadatan | 260/km2 (690/sq mi) |
| Demografi | |
| • Agama | |
| • Bahasa | Indonesia (resmi), Manggarai |
| • IPM | sedang [4] |
| Zona waktu | UTC+08:00 (WITA) |
| Kode BPS | |
| Kode area telepon | 0385 |
| Pelat kendaraan | EB xxxx E* |
| Kode Kemendagri | 53.10 |
| APBD | Rp 1.299.350.000.000,- (2024)[5] |
| PAD | Rp 115.580.000.000,- (2024)[5] |
| DAU | Rp 670.187.420.000,- (2024)[6] |
| DAK | Rp 319.750.548.000,- (2024)[7] |
Kabupaten Manggarai adalah kabupaten yang berada di pulau Flores, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten Manggarai yakni Kota Ruteng yang terletak di Kecamatan Langke Rembong. Luas wilayahnya adalah 2.096,44 km², dengan jumlah penduduk pada pertengahan tahun 2025 sebanyak 356.137 jiwa.[2]
Geografis
[sunting | sunting sumber]Kabupaten Manggarai merupakan salah satu kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur yang terletak di sebelah barat Pulau Flores. Kabupaten Manggarai mempunyai luas wilayah sebesar 2.096,44 km² yang terdiri dari daratan Pulau Flores dan pulau kecil yaitu Pulau Molas. Secara astronomis, Kabupaten Manggarai terletak di antara 08°14'27,32" hingga 08°54'57,17" Lintang Selatan dan 120°13'41,34" hingga 120°32'47,22" Bujur Timur.[8]
Batas Wilayah
[sunting | sunting sumber]Batas Wilayah dari Kabupaten Manggarai adalah sebagai berikut:
| Utara | Laut Flores |
| Timur | Kabupaten Manggarai Timur |
| Selatan | Laut Sawu |
| Barat | Kabupaten Manggarai Barat |
Topografi
[sunting | sunting sumber]
Secara topografis, Kabupaten Manggarai merupakan daerah dataran tinggi yang didominasi oleh bentuk permukaan daratan yang bergelombang dengan kemiringan lahan ≥40% (pegunungan) yaitu seluas 38,36% dan kemiringan lahan antara 15%-40% yakni seluas 55,41% dari luas wilayah Kabupaten Manggarai. Sedangkan, sisanya yang seluas 6,23% merupakan dataran rendah dengan tingkat kemiringan lahan antara 8%-15%.[9]
Kondisi Hidrologi
[sunting | sunting sumber]Keadaan hidrologis di Kabupaten Manggarai terdiri atas sumber-sumber air yang berasal dari air tanah, air permukaan, dan curah hujan. Sebagai daerah yang mempunyai permukaan bergunung-gunung, air tanah pada umummya diperoleh dari mata air yang berasal dari kawasan pegunungan yang masih mempunyai kondisi jenis flora dari tumbuhan pepohonan yang cukup rapat. Beberapa sungai besar yang keberadaan airnya mengalir sepanjang tahun di antaranya sungai Wae Pesi, Wae Neuring, Wae Renca yang mengalir dan bermuara ke pantai Utara (kecamatan Reok), dan sungai Wae Naong, Wae Reno yang mengalir ke arah selatan dan bermuara ke pantai Selatan (kecamatan Satar Mese).
Sumber air tanah dan air permukaan (sungai) yang cukup penting keberadaannya di wilayah kabupaten Manggarai ini adalah dengan adanya gunung Golo Lusang, Poco Ranaka dan gunung-gunung lainnya, di mana keberadaan beberapa sungai tersebut berasal dari mata air pada gunung tersebut[9]
Iklim
[sunting | sunting sumber]Berdasarkan klasifikasi iklim Koppen, sebagian besar wilayah Kabupaten Manggarai beriklim muson tropis (Am) dengan sebagian kecil beriklim dataran tinggi subtropis (Cwb) terutama di wilayah dataran tinggi pegunungan. Suhu udara di wilayah Kabupaten Manggarai terbilang cukup sejuk, yakni pada rentang 15 °C hingga 30 °C, kecuali untuk wilayah pesisir yang suhunya bisa berkisar antara 22° hingga 34 °C. Seperti wilayah lainnya di Indonesia, Kabupaten Manggarai pun memiliki 2 musim yang dipengaruhi oleh pergerakan angin monsun, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim penghujan dipengaruhi oleh angin monsun baratan yang bersifat basah. lembap, serta banyak membawa uap air dan biasanya berlangsung pada periode November hingga April dengan puncaknya pada bulan Januari. Sementara itu, musim kemarau dipengaruhi oleh angin monsun timuran yang bersifat kering dan sedikit membawa uap air dan biasanya berlangsung pada periode Mei hingga Oktober dengan puncaknya pada bulan Agustus. Tingkat kelembapan di wilayah Manggarai bervariasi antara 65% hingga 85%.
| Data iklim Ruteng, Nusa Tenggara Timur, Indonesia | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bulan | Jan | Feb | Mar | Apr | Mei | Jun | Jul | Agt | Sep | Okt | Nov | Des | Tahun |
| Rata-rata tertinggi °C (°F) | 24.5 (76.1) |
24.5 (76.1) |
24.7 (76.5) |
24.9 (76.8) |
24.8 (76.6) |
24.4 (75.9) |
23.9 (75) |
24.5 (76.1) |
26.2 (79.2) |
27.6 (81.7) |
26.8 (80.2) |
25.4 (77.7) |
25.18 (77.33) |
| Rata-rata harian °C (°F) | 21.9 (71.4) |
21.7 (71.1) |
21.6 (70.9) |
21.2 (70.2) |
20.6 (69.1) |
20.2 (68.4) |
19.5 (67.1) |
20.1 (68.2) |
21.6 (70.9) |
22.9 (73.2) |
22.8 (73) |
22.3 (72.1) |
21.37 (70.47) |
| Rata-rata terendah °C (°F) | 19.2 (66.6) |
18.9 (66) |
18.5 (65.3) |
17.6 (63.7) |
16.4 (61.5) |
15.9 (60.6) |
15.2 (59.4) |
15.7 (60.3) |
17.1 (62.8) |
18.2 (64.8) |
18.9 (66) |
19.3 (66.7) |
17.58 (63.64) |
| Curah hujan mm (inci) | 354 (13.94) |
386 (15.2) |
333 (13.11) |
240 (9.45) |
116 (4.57) |
72 (2.83) |
37 (1.46) |
35 (1.38) |
56 (2.2) |
118 (4.65) |
256 (10.08) |
353 (13.9) |
2.356 (92,77) |
| Rata-rata hari hujan | 15 | 14 | 14 | 11 | 6 | 4 | 3 | 2 | 4 | 7 | 12 | 15 | 107 |
| % kelembapan | 82.3 | 83.1 | 81.4 | 76.5 | 74.7 | 72.1 | 71.2 | 68.4 | 66.5 | 68.2 | 73.7 | 79.8 | 74.83 |
| Rata-rata sinar matahari harian | 5.1 | 5.2 | 5.9 | 7.3 | 7.3 | 7.4 | 7.5 | 7.8 | 8.1 | 8.2 | 7.2 | 5.8 | 6.9 |
| Sumber #1: Climate-Data.org[10] & BMKG[11] | |||||||||||||
| Sumber #2: Weatherbase[12] | |||||||||||||
Pemerintahan
[sunting | sunting sumber]Kepala daerah
[sunting | sunting sumber]| No | Bupati | Mulai jabatan | Akhir Jabatan | Wakil Bupati | ||
|---|---|---|---|---|---|---|
| 8 | Herybertus Geradus Laju Nabit | 20 Februari 2025 | Petahana | Fabianus Abu | ||
Dewan Perwakilan
[sunting | sunting sumber]Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Manggarai dalam tiga periode terakhir.
| Partai Politik | Jumlah Kursi dalam Periode | |||
|---|---|---|---|---|
| 2014–2019[13] | 2019–2024[14] | 2024–2029 | ||
| PKB | 2 | |||
| Gerindra | 5 | |||
| PDI-P | 5 | |||
| Golkar | 4 | |||
| NasDem | 4 | |||
| PKS | 1 | |||
| Hanura | 3 | |||
| PAN | 4 | |||
| PBB | 1 | |||
| Demokrat | 4 | |||
| Perindo | (baru) 0 | |||
| PKPI | 2 | |||
| Jumlah Anggota | 35 | |||
| Jumlah Partai | 11 | |||
Kecamatan
[sunting | sunting sumber]Kabupaten Manggarai terdiri dari 12 Kecamatan, 26 Kelurahan, dan 145 Desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 318.115 jiwa dengan luas wilayah 2.096,44 km² dan sebaran penduduk 152 jiwa/km².[15][16]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Manggarai, adalah sebagai berikut:
| Kode Kemendagri | Kecamatan | Jumlah Kelurahan | Jumlah Desa | Status | Daftar Desa/Kelurahan |
|---|---|---|---|---|---|
| 53.10.01 | Wae Rii | 17 | Desa | ||
| 53.10.03 | Ruteng | 1 | 18 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 53.10.05 | Satar Mese | 23 | Desa | ||
| 53.10.06 | Cibal | 1 | 16 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 53.10.11 | Reok | 4 | 6 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 53.10.12 | Langke Rembong | 20 | - | Kelurahan | |
| 53.10.13 | Satar Mese Barat | 12 | Desa | ||
| 53.10.14 | Rahong Utara | 12 | Desa | ||
| 53.10.15 | Lelak | 10 | Desa | ||
| 53.10.16 | Reok Barat | 10 | Desa | ||
| 53.10.17 | Cibal Barat | 10 | Desa | ||
| 53.10.18 | Satar Mese Utara | 11 | Desa | ||
| TOTAL | 26 | 145 |
Demografi
[sunting | sunting sumber]
Berdasarkan data pemerintah pada semester pertama tahun 2025, penduduk Kabupaten Manggarai sebanyak 356.137 jiwa, dengan kepadatan. Mayoritas penduduk Kabupaten Manggarai beragama Kekristenan yakni sebesar 96,04% di mana mayoritas adalah Katolik 95,23% dan sebagian kecil Kristen Protestan yakni 0,81%. Selebihnya menganut agama Islam sebanyak 3,89% dan sebagian kecil menganut agama Hindu serta kepercayaan dan Buddha 0,07%.[2]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2017" (PDF). BPS Nusa Tenggara Timur. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-09-18. Diakses tanggal 2 Desember 2017.
- 1 2 3 4 "Data Agregrat Kependudukan" (pdf). www.satudata.manggaraikab.go.id. hlm. 3, 8. Diakses tanggal 14 Oktober 2025.
- ↑ "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2017" (PDF). BPS Nusa Tenggara Timur. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-09-18. Diakses tanggal 2 Desember 2017.
- ↑ "Indeks Pembangunan Manusia menurut Kabupaten/Kota (Umur Harapan Hidup Hasil Long Form SP2020) 2021-2023". www.ntt.bps.go.id. Diakses tanggal 15 Maret 2024.
- 1 2 "Postur APBD Kabupaten Manggarai Tahun 2024". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 9 November 2024.
- ↑ "Rincian Dana Transfer Umum T.A 2024 Menurut Provinsi/Kabupaten/Kota" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 9 November 2024.
- ↑ "Buku Alokasi dan Rangkuman Kebijakan Transfer Ke Daerah T.A 2024 Provinsi NTT". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). hlm. 28. Diakses tanggal 9 November 2024.
- ↑ "Kabupaten Manggarai dalam Angka Tahun 2020". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-11-24. Diakses tanggal 23 November 2021.
- 1 2 "Profil Kabupaten Manggarai" (PDF) (dalam bahasa Indonesia). hlm. 10–14. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-11-24. Diakses tanggal 23 November 2021. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ "Ruteng, Nusa Tenggara Timur, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 24 November 2021.
- ↑ "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm. 79 & 144. Diakses tanggal 24 September 2024.
- ↑ "Ruteng, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 24 November 2021.
- ↑ Perolehan Kursi DPRD Manggarai 2014-2019
- ↑ Perolehan Kursi DPRD Manggarai 2019-2024
- ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
- ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
