Lompat ke isi

Kabupaten Manggarai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Manggarai
Rumah Adat Niang Todo
Rumah Adat Niang Todo
Lambang resmi Kabupaten Manggarai
Motto: 
"Muku ca pu'u neka woleng curup teu ca ambo neka woleng lako"
Peta
Peta
Kabupaten Manggarai di Kepulauan Sunda Kecil
Kabupaten Manggarai
Kabupaten Manggarai
Peta
Kabupaten Manggarai di Indonesia
Kabupaten Manggarai
Kabupaten Manggarai
Kabupaten Manggarai (Indonesia)
Koordinat: 8°36′46″S 120°27′45″E / 8.612651°S 120.462584°E / -8.612651; 120.462584
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Timur
Ibu kotaRuteng
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 12
  • Kelurahan: 26
  • Desa: 145
Pemerintahan
  BupatiHerybertus G.L Nabit
  Wakil BupatiFabianus Abu
  Sekretaris DaerahJahang Fansi Aldus
Luas
  Total1.344,03 km2 (518,93 sq mi)
Populasi
 (30 Juni 2025)[2]
  Total356.137
  Kepadatan260/km2 (690/sq mi)
Demografi
  Agama
  • 3,89% Islam
  • 0,07% Hindu[2][3]
  BahasaIndonesia (resmi), Manggarai
  IPMKenaikan 68,48 (2023)
 sedang [4]
Zona waktuUTC+08:00 (WITA)
Kode BPS
5313 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon0385
Pelat kendaraanEB xxxx E*
Kode Kemendagri53.10 Suntingan nilai di Wikidata
APBDRp 1.299.350.000.000,- (2024)[5]
PADRp 115.580.000.000,- (2024)[5]
DAURp 670.187.420.000,- (2024)[6]
DAKRp 319.750.548.000,- (2024)[7]

Kabupaten Manggarai adalah kabupaten yang berada di pulau Flores, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten Manggarai yakni Kota Ruteng yang terletak di Kecamatan Langke Rembong. Luas wilayahnya adalah 2.096,44 km², dengan jumlah penduduk pada pertengahan tahun 2025 sebanyak 356.137 jiwa.[2]

Geografis

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Manggarai merupakan salah satu kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur yang terletak di sebelah barat Pulau Flores. Kabupaten Manggarai mempunyai luas wilayah sebesar 2.096,44 km² yang terdiri dari daratan Pulau Flores dan pulau kecil yaitu Pulau Molas. Secara astronomis, Kabupaten Manggarai terletak di antara 08°14'27,32" hingga 08°54'57,17" Lintang Selatan dan 120°13'41,34" hingga 120°32'47,22" Bujur Timur.[8]

Batas Wilayah

[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah dari Kabupaten Manggarai adalah sebagai berikut:

UtaraLaut Flores
TimurKabupaten Manggarai Timur
SelatanLaut Sawu
BaratKabupaten Manggarai Barat

Topografi

[sunting | sunting sumber]
Desa Cumbi di Manggarai tempo dulu.

Secara topografis, Kabupaten Manggarai merupakan daerah dataran tinggi yang didominasi oleh bentuk permukaan daratan yang bergelombang dengan kemiringan lahan ≥40% (pegunungan) yaitu seluas 38,36% dan kemiringan lahan antara 15%-40% yakni seluas 55,41% dari luas wilayah Kabupaten Manggarai. Sedangkan, sisanya yang seluas 6,23% merupakan dataran rendah dengan tingkat kemiringan lahan antara 8%-15%.[9]

Kondisi Hidrologi

[sunting | sunting sumber]

Keadaan hidrologis di Kabupaten Manggarai terdiri atas sumber-sumber air yang berasal dari air tanah, air permukaan, dan curah hujan. Sebagai daerah yang mempunyai permukaan bergunung-gunung, air tanah pada umummya diperoleh dari mata air yang berasal dari kawasan pegunungan yang masih mempunyai kondisi jenis flora dari tumbuhan pepohonan yang cukup rapat. Beberapa sungai besar yang keberadaan airnya mengalir sepanjang tahun di antaranya sungai Wae Pesi, Wae Neuring, Wae Renca yang mengalir dan bermuara ke pantai Utara (kecamatan Reok), dan sungai Wae Naong, Wae Reno yang mengalir ke arah selatan dan bermuara ke pantai Selatan (kecamatan Satar Mese).

Sumber air tanah dan air permukaan (sungai) yang cukup penting keberadaannya di wilayah kabupaten Manggarai ini adalah dengan adanya gunung Golo Lusang, Poco Ranaka dan gunung-gunung lainnya, di mana keberadaan beberapa sungai tersebut berasal dari mata air pada gunung tersebut[9]

Berdasarkan klasifikasi iklim Koppen, sebagian besar wilayah Kabupaten Manggarai beriklim muson tropis (Am) dengan sebagian kecil beriklim dataran tinggi subtropis (Cwb) terutama di wilayah dataran tinggi pegunungan. Suhu udara di wilayah Kabupaten Manggarai terbilang cukup sejuk, yakni pada rentang 15 °C hingga 30 °C, kecuali untuk wilayah pesisir yang suhunya bisa berkisar antara 22° hingga 34 °C. Seperti wilayah lainnya di Indonesia, Kabupaten Manggarai pun memiliki 2 musim yang dipengaruhi oleh pergerakan angin monsun, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim penghujan dipengaruhi oleh angin monsun baratan yang bersifat basah. lembap, serta banyak membawa uap air dan biasanya berlangsung pada periode November hingga April dengan puncaknya pada bulan Januari. Sementara itu, musim kemarau dipengaruhi oleh angin monsun timuran yang bersifat kering dan sedikit membawa uap air dan biasanya berlangsung pada periode Mei hingga Oktober dengan puncaknya pada bulan Agustus. Tingkat kelembapan di wilayah Manggarai bervariasi antara 65% hingga 85%.

Data iklim Ruteng, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 24.5
(76.1)
24.5
(76.1)
24.7
(76.5)
24.9
(76.8)
24.8
(76.6)
24.4
(75.9)
23.9
(75)
24.5
(76.1)
26.2
(79.2)
27.6
(81.7)
26.8
(80.2)
25.4
(77.7)
25.18
(77.33)
Rata-rata harian °C (°F) 21.9
(71.4)
21.7
(71.1)
21.6
(70.9)
21.2
(70.2)
20.6
(69.1)
20.2
(68.4)
19.5
(67.1)
20.1
(68.2)
21.6
(70.9)
22.9
(73.2)
22.8
(73)
22.3
(72.1)
21.37
(70.47)
Rata-rata terendah °C (°F) 19.2
(66.6)
18.9
(66)
18.5
(65.3)
17.6
(63.7)
16.4
(61.5)
15.9
(60.6)
15.2
(59.4)
15.7
(60.3)
17.1
(62.8)
18.2
(64.8)
18.9
(66)
19.3
(66.7)
17.58
(63.64)
Curah hujan mm (inci) 354
(13.94)
386
(15.2)
333
(13.11)
240
(9.45)
116
(4.57)
72
(2.83)
37
(1.46)
35
(1.38)
56
(2.2)
118
(4.65)
256
(10.08)
353
(13.9)
2.356
(92,77)
Rata-rata hari hujan 15 14 14 11 6 4 3 2 4 7 12 15 107
% kelembapan 82.3 83.1 81.4 76.5 74.7 72.1 71.2 68.4 66.5 68.2 73.7 79.8 74.83
Rata-rata sinar matahari harian 5.1 5.2 5.9 7.3 7.3 7.4 7.5 7.8 8.1 8.2 7.2 5.8 6.9
Sumber #1: Climate-Data.org[10] & BMKG[11]
Sumber #2: Weatherbase[12]

Pemerintahan

[sunting | sunting sumber]

Kepala daerah

[sunting | sunting sumber]
No Bupati Mulai jabatan Akhir Jabatan Wakil Bupati
8 Herybertus Geradus Laju Nabit 20 Februari 2025 Petahana Fabianus Abu

Dewan Perwakilan

[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Manggarai dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[13] 2019–2024[14] 2024–2029
PKB 2 Kenaikan 4 Steady 4
Gerindra 5 Penurunan 4 Steady 4
PDI-P 5 Penurunan 4 Kenaikan 5
Golkar 4 Kenaikan 5 Penurunan 4
NasDem 4 Kenaikan 5 Penurunan 4
PKS 1 Steady 1 Penurunan 0
Hanura 3 Kenaikan 4 Penurunan 3
PAN 4 Kenaikan 5 Penurunan 3
PBB 1 Penurunan 0 Steady 0
Demokrat 4 Penurunan 3 Kenaikan 5
Perindo (baru) 0 Kenaikan 3
PKPI 2 Penurunan 0
Jumlah Anggota 35 Steady 35 Steady 35
Jumlah Partai 11 Penurunan 9 Steady 9

Kecamatan

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Manggarai terdiri dari 12 Kecamatan, 26 Kelurahan, dan 145 Desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 318.115 jiwa dengan luas wilayah 2.096,44 km² dan sebaran penduduk 152 jiwa/km².[15][16]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Manggarai, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
StatusDaftar
Desa/Kelurahan
53.10.01 Wae Rii 17Desa
53.10.03 Ruteng 118Desa
Kelurahan
53.10.05 Satar Mese 23Desa
53.10.06 Cibal 116Desa
Kelurahan
53.10.11 Reok 46Desa
Kelurahan
53.10.12 Langke Rembong 20-Kelurahan
53.10.13 Satar Mese Barat 12Desa
53.10.14 Rahong Utara 12Desa
53.10.15 Lelak 10Desa
53.10.16 Reok Barat 10Desa
53.10.17 Cibal Barat 10Desa
53.10.18 Satar Mese Utara 11Desa
TOTAL26145

Demografi

[sunting | sunting sumber]
Gereja Katolik St. Petrus di Denge, Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat.

Berdasarkan data pemerintah pada semester pertama tahun 2025, penduduk Kabupaten Manggarai sebanyak 356.137 jiwa, dengan kepadatan. Mayoritas penduduk Kabupaten Manggarai beragama Kekristenan yakni sebesar 96,04% di mana mayoritas adalah Katolik 95,23% dan sebagian kecil Kristen Protestan yakni 0,81%. Selebihnya menganut agama Islam sebanyak 3,89% dan sebagian kecil menganut agama Hindu serta kepercayaan dan Buddha 0,07%.[2]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2017" (PDF). BPS Nusa Tenggara Timur. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-09-18. Diakses tanggal 2 Desember 2017.
  2. 1 2 3 4 "Data Agregrat Kependudukan" (pdf). www.satudata.manggaraikab.go.id. hlm. 3, 8. Diakses tanggal 14 Oktober 2025.
  3. "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2017" (PDF). BPS Nusa Tenggara Timur. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-09-18. Diakses tanggal 2 Desember 2017.
  4. "Indeks Pembangunan Manusia menurut Kabupaten/Kota (Umur Harapan Hidup Hasil Long Form SP2020) 2021-2023". www.ntt.bps.go.id. Diakses tanggal 15 Maret 2024.
  5. 1 2 "Postur APBD Kabupaten Manggarai Tahun 2024". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 9 November 2024.
  6. "Rincian Dana Transfer Umum T.A 2024 Menurut Provinsi/Kabupaten/Kota" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 9 November 2024.
  7. "Buku Alokasi dan Rangkuman Kebijakan Transfer Ke Daerah T.A 2024 Provinsi NTT". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). hlm. 28. Diakses tanggal 9 November 2024.
  8. "Kabupaten Manggarai dalam Angka Tahun 2020". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-11-24. Diakses tanggal 23 November 2021.
  9. 1 2 "Profil Kabupaten Manggarai" (PDF) (dalam bahasa Indonesia). hlm. 10–14. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-11-24. Diakses tanggal 23 November 2021. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  10. "Ruteng, Nusa Tenggara Timur, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 24 November 2021.
  11. "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm. 79 & 144. Diakses tanggal 24 September 2024.
  12. "Ruteng, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 24 November 2021.
  13. Perolehan Kursi DPRD Manggarai 2014-2019
  14. Perolehan Kursi DPRD Manggarai 2019-2024
  15. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  16. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]