Kabupaten Asmat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Untuk artikel mengenai Asmat sebagai nama suku di Papua, lihat Suku Asmat
Kabupaten Asmat
Papua 1rightarrow blue.svg Papua
Lambang Kabupaten Asmat
Lambang
Motto: 
Asamanam Apcamar
Peta Kabupaten Asmat
Kabupaten Asmat berlokasi di Maluku dan Papua
Kabupaten Asmat
Kabupaten Asmat
Kabupaten Asmat berlokasi di Indonesia
Kabupaten Asmat
Kabupaten Asmat
Koordinat: 5°22′46″S 138°27′48″E / 5.3795°S 138.46344°E / -5.3795; 138.46344
Negara Indonesia
ProvinsiPapua
Tanggal peresmian25 Oktober 2002
Dasar hukumUU Nomor 26 Tahun 2002[1][2]
Ibu kotaAgats
Pemerintahan
 • BupatiElisa Kambu, S.Sos.
 • Wakil BupatiThomas Eppe Safanpo, S.T.
Luas
 • Total31.983,43 km2 (1,234,887 sq mi)
Populasi
 • Total144.764 jiwa
Demografi
 • Suku bangsaAsmat
 • AgamaKristen 91,72%
- Katolik 54,03%
- Protestan 37,69%
Islam 8,23%
Hindu 0,03%
Budha 0,01%
Lainnya 0,01%[4]
 • BahasaIndonesia
Zona waktuWIT (UTC+09:00)
Kode pos
99771-99792
Kode telepon(+62)902
Kode Kemendagri91.18 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan23[4]
Jumlah kelurahan-
Jumlah desa221[4]
DAURp. 895.264.341.000,-(2018)[5]
PADRp. 152.672.193.931,-
APBDRp.1.582.391.352.182,-[5]
IPM47,31 (2016)[6]
Situs webwww.asmatkab.go.id

Kabupaten Asmat adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Agats.[7][8] Nama Asmat juga menjadi salah satu suku yang ada di kabupaten ini, yakni Suku Asmat, yang merupakan penduduk asli kabupaten Asmat. Jumlah penduduk kabupaten Asmat berkisar 144.764 jiwa (2019).[4]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Yahukimo
Timur Kabupaten Mappi
Selatan Laut Arafuru
Barat Kabupaten Mimika

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Penemuan daerah Asmat[sunting | sunting sumber]

Nama Asmat sudah dikenal dunia sejak tahun 1904. Tercatat pada tahun 1770 sebuah kapal yang dinahkodai James Cook mendarat di sebuh teluk di daerah Asmat. Tiba-tiba muncul puluhan perahu lesung panjang didayungi ratusan laki-laki berkulit gelap dengan wajah dan tubuh yang diolesi warna-warna merah, hitam, dan putih. Mereka ini menyerang dan berhasil melukai serta membunuh beberapa anak buah James Cook.

Berabad-abad kemudian tepatnya pada tanggal 10 Oktober 1904, Kapal SS Flamingo mendarat di suatu teluk di pesisir barat daya Irian jaya. Terulang peristiwa yang dialami oleh James Cook dan anak buahnya pada saat dahulu. Mereka didatangi oleh ratusan pendayung perahu lesung panjang berkulit gelap tersebut. Namun, kali ini tidak terjadi kontak berdarah. Sebaliknya terjadi komunikasi yang menyenangkan di antara kedua pihak. Dengan menggunakan bahasa isyarat, mereka berhasil melakukan pertukaran barang. Kejadian ini yang membuka jalan adanya penyelidikan selanjutnya di daerah Asmat.

Sejak itu, orang mulai berdatangan ke daerah yang kemudian dikenal dengan daerah Asmat itu. Ekspedisi-ekspedisi yang pernah dilakukan di daerah ini antara lain ekspedisi yang dilakukan oleh seseorang berkebangsaan Belanda bernama Hendrik A. Lorentz pada tahun 1907 hingga 1909. Kemudian ekspedisi Inggris dipimpin oleh A.F.R Wollaston pada tahun 1912 sampai 1913. Suku Asmat yang seminomad itu mengembara sampai jauh keluar daerahnya dan menimbulkan peperangan dengan penduduk daerah yang didatanginya.

Untuk mengatasi kekacauan yang sering terjadi tersebut, Pemerintah Belanda pada waktu itu, melancarkan usaha-usaha dalam rangka mengurangi peperangan dan memulihkan ketertiban. Pada tahun 1938, didirikan suatu pos pemerintahan yang berlokasi di Agats. Namun terpaksa ditinggalkan ketika pecah perang dengan Jepang pada tahun 1942. Selama perang itu berlangsung, hubungan dengan orang-orang Asmat tidak terjalin.

Hubungan tetap dengan masyarakat Asmat terjalin kembali dengan didirikannya suatu pos polisi pada tahun 1953. Mei 1963, daerah Irian Jaya resmi masuk menjadi wilayah kekuasaan Republik Indonesia. Sejak saat itu pula, Pemerintah Indonesia melaksanakan usaha-usaha pembangunan di Irian Jaya termasuk daerah Asmat. Suku Asmat yang tersebar di pedalaman hutan-hutan dikumpulkan dan ditempatkan di perkampungan- perkampungan yang mudah dijangkau. Biasanya kampung-kampung tersebut didirikan di dekat pantai atau sepanjang tepi sungai. Dengan demikian hubungan langsung dengan Suku Asmat dapat berlangsung dengan baik.

Dewasa ini, sekolah-sekolah, puskesmas dan rumah-rumah ibadah telah banyak juga didirikan peemrintah dalam rangka menunjang pembangunan daerah dan masayarakat Asmat.

Asal orang Asmat tercipta[sunting | sunting sumber]

Dari bahan-bahan yang dikumpulkan oleh Pastor Zegwaard, seorang misionaris Katolik berbangsa Belanda, orang-orang Asmat mempercayai bahwa mereka berasal dari Fumeripits (Sang Pencipta). Konon, Fumeripits terdampar di pantai dalam keadaan sekarat dan tidak sadarkan diri. Namun nyawanya diselamatkan oleh sekelompok burung sehingga ia kembali pulih. Kemudian ia hidup sendirian di sebuah daerah yang baru. Karena kesepian, ia membangun sebuah rumah panjang yang diisi dengan patung-patung dari kayu hasil ukirannya sendiri. Namun ia masih merasa kesepian, kemudian ia membuat sebuah tifa yang ditabuhnya setiap hari.

Tiba-tiba, bergeraklah patung-patung kayu yang sudah dibuatnya tersebut mengikuti irama tifa yang dimainkan. Sungguh ajaib, patung-patung itu pun kemudian berubah menjadi wujud manusia yang hidup. Mereka menari-nari mengikuti irama tabuhan tifa dengan kedua kaki agak terbuka dan kedua lutut bergerak-gerak ke kiri dan ke kanan.

Semenjak itu, Fumeripits terus mengembara dan di setiap daerah yang disinggahinya, ia membangun rumah panjang dan menciptakan manusia-manusia baru yang kemudian menjadi orang-orang Asmat seperti saat ini.

Pembangunan[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 12 Maret 2018 Presiden Joko Widodo (Jokowi), didampingi Ibu Negara Iriana, mengunjungi Kabupaten Asmat, Papua. Presiden dan Ibu Iriana menumpangi Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Jayapura menuju Kabupaten Mimika, kemudian Presiden berganti helikopter Super Puma untuk menuju Kabupaten Asmat. Setibanya di sana, Presiden pun memboncengi Ibu Iriana dengan motor listrik berwarna merah menuju Aula Wiyata Mandala, Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat yang berjarak 2,8 kilometer.[9] Tiba di aula, Presiden dan Ibu Iriana menyaksikan langsung pemberian makanan tambahan kepada anak-anak dan ibu-ibu. Selain itu keduanya juga berdialog dengan para ibu. Bahkan beberapa kali Presiden menggendong anak-anak. Dari aula tersebut, Presiden dan Ibu Iriana melanjutkan dengan motor listrik berwarna merah menuju proyek infrastruktur di Kampung Kayeh. Di sini tengah dibangun berbagai proyek infrastruktur untuk Kabupaten Asmat, di antaranya jembatan gantung.[9]

Saat menuju proyek ini, Presiden harus mengendarai motor listrik itu melewati jembatan panjang yang terbuat dari kayu dan hanya memiliki lebar tidak lebih dari 3 meter. Ketika tengah menuju proyek infrastruktur, Presiden dan Ibu Iriana disambut tari-tarian oleh warga.[9] Usai meninjau Kampung Kayeh, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan menyeberangi sungai ke lokasi pembangunan 114 unit rumah khusus yang telah dibangun sejak 2016 dengan biaya Rp.19,9 miliar di Kampung Amanamkai, Distrik Atjs dan Kampung Syuru, Distrik Agats sebanyak 114 Unit dengan menggunakan speed boat. Tahun ini kembali dibangun sebanyak 100 unit rumah khusus yang tersebar di 4 kampung, yakni Kampung Priend Distrik Fayid (34 unit), Kampung Ass dan Kampung Atat Distrik Pulau Tiga (33 unit), dan Kampung Warkai Distrik Betsbamu (33 unit). Juga dibangun 4 jembatan gantung dengan anggaran Rp. 46 miliar dengan lokasi di Kampung Syuru Baru Distrik Agats (72 meter), Kampung Yerfum Distrik Der Koumor (72 meter), Kampung Hainam Distrik Pantai Kasuari (120 meter), Kampung Sawaerma (96 meter).[9]

Jalan panggung dari kayu yang sudah lapuk juga akan diperbaiki dengan jalan beton dengan teknologi pracetak sepanjang sekitar 12 km dengan lebar rata-rata 4 meter. Ketika Presiden dan Ibu Iriana akan kembali ke helipad untuk melanjutkan perjalanan dengan menggunakan motor listrik, hujan turun dengan lebatnya. Presiden tetap memacu motor listriknya sejauh 3,5 kilometer. Pukul 15.03 WIT, dengan menumpangi helikopter Super Puma Presiden meninggalkan Kabupaten Asmat menuju Timika, Kabupaten Mimika untuk berganti Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 menuju Sorong, Papua Barat.[9]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
Yohanis Wiro Watken
(Penjabat)
2003
2005
1
Yuvensius Alfonsius Biakai
2005
2010
1
Frederik Batti' Sorring
2010
2015
2
Motong Saridjan
(2010–12)
Yulius Patandianan
(2012–15)
Elisa F. Aury
(Penjabat)
2015
2016
2
Bupati Asmat Elisa Kambu.jpg Elisa Kambu
2016
Petahana
3
[10]
Thomas Eppe Safanpo

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD Asmat beranggotakan 25 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Anggota DPRD Asmat yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 22 Oktober 2019 oleh Ketua Pengadilan Negeri Merauke, Orpa Martina, di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Asmat.[11][12][13] Komposisi anggota DPRD Asmat periode 2019-2024 terdiri dari 9 partai politik dimana PDI Perjuangan adalah partai politik pemilik kursi terbanyak yaitu 12 kursi, kemudian disusul oleh Partai Golkar yang meraih 3 kursi.[14]

Daftar Distrik[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Asmat terdiri atas 19 distrik dan 221 kampung dengan luas wilayah 31.983,69 km² dan jumlah penduduk 103.074 jiwa (2017). Kode Wilayah Kabupaten Asmat adalah 91.18.[7][8][15][16] Distrik Sawaerma merupakan distrik terluas yaitu dengan luas 6.974 km² (29,37%), sedangkan Distrik Fayit merupakan distrik terkecil dengan luas 968 km² (4,08%).

No. Distrik Desa/Kampung
1 Agats Asuwetsy, Bis Agats, Bisman, Enam, Peer, Smith
2 Atsy Amanamkai, Ambisu, Atambuts, Atsy, Awok, Bine, Bipim, Biwar Darat, Biwar Laut, Comoro, Damen, Fos, Kaimo, Omanesep, Sagare, Sogoni, Waganu, Warkai, Yaosakor, Yasiuw, Yefuwage, Youw
3 Jetsy Biriten, Yaun, Yufri
4 Kolf Braza Auban, Binamzain, Butukatnau, Mabul, Patippi, Pepera, Pirabanak, Sipanap, Waijens, Woutu Braza, Woutu Kolof
5 Pantai Kasuari Aero, Aikut, Amagais, Amaru, Amkai, Amkun, Aworket, Bawor, Bayun, Emene, Eero, Eseib, Hahare, Hainam, Kaipom, Kairin, Kamur, Kawem, Pirimapun, Saman, Sanapai, Sanem, Santambor, Semendoro, Seramit, Simsagar, Sinipit, Sohomane, Suagai, Taero, Yagamit,Yahoi, Yamkap, Yaptambor, Yerfun
6 Sawa Erma Abamu, Agani, Amor, Aou, As, Atat, Ayir, Berip, Bu, Er, Erma, Eroko, Esmapan, Jifak, Jipawer, Kapi, Koba, Komor, Mumugu, Munu, Nakai, Par, Pupis, Sagapu, Sawa, See, Sona, Suru-suru, Tii, Tomor, Warer, Weo, Yakapis, Yeni, Yensuku
7 Suator Binam, Binamsai, Bubis, Burbis, Daikot, Dekamer, Jinak, Karbis, Pattipi, Pirabanak, Sipenap, Somnak, Vakam, Woutu Brasa, Woutu Kolof, Wowi
8 Akat Ayam, Beco, Buetkwar, Warse, Manepsimi, Pau, Amborep, Sesakam, Yuni
9 Fayit Bagair, Basim, Bawus, Biopis, Kagas, Nanai, Ocenep, Piramat, Pirien, Tauro, Waras, Wiyarw

Demografi[sunting | sunting sumber]

Masjid Agung Asmat

Kabupaten Asmat adalah kabupaten yang pemusatan penduduknya berada di pesisir pantai atau di pinggir sungai. Suku bangsa mayoritas di kabupaten ini adalah suku Asmat. Mayoritas penduduk Asmat memeluk agama Kristen, mencakup 91,80% dari 95.606 jiwa, dimana Katolik 57,43% dan Protestan 34,37%.[4] Pemeluk agama Islam mencapai 8,23% diantaranya banyak berada di ibukota kabupaten, di kecamatan Agats, sekitar 24,89% (8.247 jiwa) dari 33.126 jiwa penduduk Agats, dan 74,98% (24.837 jiwa) memeluk Kekristenan (Katolik 48% dan Protestan 26,98%), berdasarkan data BPS tahun 2020.[4]

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa-bahasa yang digunakan orang Asmat termasuk kelompok bahasa yang oleh para ahli linguistik disebut sebagai Language of the Southern Division, bahasa-bahasa bagian selatan Irian Jaya. Bahasa ini pernah dipelajari dandigolongkan oleh C.L Voorhoeve (1965) menjadi filum bahasa-bahasa Irian (Papua) Non-Melanesia.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Tidak terdapat akses darat yang menghubungkan satu distrik dengan distrik yang lain. Kendaraan yang umum dipakai oleh masyarakat adalah speedboat ataupun longboat dengan mesin motor. Masih ada masyarakat lokal yang mengendarai kole-kole (sampan kayu dengan dayung panjang) untuk dapat pergi dari satu kampung ke kampung lainnya atau menuju ke hutan untuk mencari sagu ataupun gaharu.

Media[sunting | sunting sumber]

Gereja[sunting | sunting sumber]

Kehadiran Gereja Katolik Roma sudah dirasakan sebelum kelahiran pemerintahan. Terdapat juga beberapa denominasi Kristen lainnya, termasuk GPKAI, GKI Di Tanah Papua, GPI, GBI, dan beberapa lainnya.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 16 Februari 2020. 
  2. ^ "Daftar Kecamatan/Distrik di Kabupaten Asmat". Diakses tanggal 05-12-2018. 
  3. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 05-12-2018. 
  4. ^ a b c d e f g "Kabupaten Asmat Dalam Angka 2020". www.asmatkab.bps.go.id. Diakses tanggal 12 September 2020. 
  5. ^ a b "APBD 2018 ringkasan update 04 Mei 2018". 2018-05-04. Diakses tanggal 2018-07-06. 
  6. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2016". Diakses tanggal 2018-07-06. 
  7. ^ a b "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  8. ^ a b "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  9. ^ a b c d e Saat Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Berboncengan Naik Motor Listrik di Asmat - PresidenRI.go.id - 13 April 2018
  10. ^ 6 Bupati Dilantik Gubernur Papua Hari ini - detik.com diakses 26 September 2016 13.14 WIB
  11. ^ Riberu, Emanuel (22-10-2019). "25 Anggota DPRD Asmat dilantik". papua.antaranews.com. Diakses tanggal 27-12-2019. 
  12. ^ Bay, Herry. Melania Ohoiwutun, ed. "25 ANGGOTA DPRD ASMAT DILANTIK". asmatkab.go.id. Diakses tanggal 27-12-2019. 
  13. ^ Aditra, ed. (22-10-2019). "25 Anggota DPRD Asmat Periode 2019-2024 Dilantik". seputarpapua.com. Diakses tanggal 27-12-2019. 
  14. ^ "PDIP peroleh 12 kursi di DPRD Kabupaten Asmat". papua.antaranews.com. 15-08-2019. Diakses tanggal 27-12-2019. 
  15. ^ "Statistik Potensi Desa Propinsi Papua 2018". BPS Provinsi Papua. Diakses tanggal 27 Februari 2019. 
  16. ^ "Kabupaten Asmat Dalam Angka 2018". BPS Kabupaten Asmat. Diakses tanggal 15 Maret 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]