Kabupaten Asmat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Untuk artikel mengenai Asmat sebagai nama suku di Papua, lihat Suku Asmat
Kabupaten Asmat
Lambang Kabupaten Asmat
Lambang Kabupaten Asmat
Moto: Asamanam Apcamar


-
Peta lokasi Kabupaten Asmat
Koordinat: 4 - 7 Lintang Selatan, 137 - 141 Bujur Timur
Provinsi Papua
Tanggal Peresmian -
Ibu kota Agats
Pemerintahan
 - Bupati Yuvensius Alfonsius Biakai, BA
 - DAU Rp. 744.492.145.000.-(2013)[1]
Luas 29.658 km2
Populasi
 - Total 76.577 jiwa (SP2010)
 - Kepadatan 2,58 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0902
Pembagian administratif
 - Kecamatan 7
 - Kelurahan 139
Simbol khas daerah
 - Situs web http://www.asmatkab.go.id/

Kabupaten Asmat adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Agats.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Yahukimo
Selatan Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Mappi
Barat Kabupaten Mimika
Timur Laut Arafuru dan Kabupaten Mimika

Distrik[sunting | sunting sumber]

Jalan kayu di Agats
Kantor Bupati Asmat.
Kampung di Agats
Peta Agats
Peta Infrastruktur Kabupaten Asmat (2012).gif
Peta Kabupaten Asmat
  • Sawaerma adalah distrik terluas, yakni 6.974 km² (29,37%)
  • Atsy seluas 4.282 Km² (18,03%)
  • Fayit adalah distrik tersempit, yakni 968 km² (4,08%).

Kampung/desa per distrik[sunting | sunting sumber]

No. Distrik Desa/Kampung
1 Agats Asuwetsy, Biriten, Bis Agats, Bisman, Enam, Peer, Smith, Yaun, Yufri
2 Atsy Amanamkai, Ambisu, Atambuts, Atsy, Awok, Bine, Bipim, Biwar Darat, Biwar Laut, Comoro, Damen, Fos, Kaimo, Omanesep, Sagare, Sogoni, Waganu, Warkai, Yaosakor, Yasiuw, Yefuwage, Youw
3 Pantai Kasuari Aero, Aikut, Amagais, Amaru, Amkai, Amkun, Aworket, Bawor, Bayun, Emene, Eero, Eseib, Hahare, Hainam, Kaipom, Kairin, Kamur, Kawem, Pirimapun, Saman, Sanapai, Sanem, Santambor, Semendoro, Seramit, Simsagar, Sinipit, Sohomane, Suagai, Taero, Yagamit,Yahoi, Yamkap, Yaptambor, Yerfun
4 Sawaerma Abamu, Agani, Amor, Aou, As, Atat, Ayir, Berip, Bu, Er, Erma, Eroko, Esmapan, Jifak, Jipawer, Kapi, Koba, Komor, Mumugu, Munu, Nakai, Par, Pupis, Sagapu, Sawa, See, Sona, Suru-suru, Tii, Tomor, Warer, Weo, Yakapis, Yeni, Yensuku
5 Suator Binam, Binamsai, Bubis, Burbis, Daikot, Dekamer, Jinak, Karbis, Pattipi, Pirabanak, Sipenap, Somnak, Vakam, Woutu Brasa, Woutu Kolof, Wowi
6 Akat Ayam, Beco, Buetkwar, Warse, Manepsimi, Pau, Amborep, Sesakam, Yuni
7 Fayit Bagair, Basim, Bawus, Biopis, Kagas, Nanai, Ocenep, Piramat, Pirien, Tauro, Waras, Wiyarw

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah proses penemuan daerah Asmat[sunting | sunting sumber]

Nama Asmat sudah dikenal dunia sejak tahun 1904. Tercatat pada tahun 1770sebuah kapal yang dinahkodai James Cook mendarat di sebuh teluk di daerahAsmat. Tiba-tiba muncul puluhan perahu lesung panjang didayungi ratusan laki-laki berkulit gelap dengan wajah dan tubuh yang diolesi warna-warna merah,hitam, dan putih. Mereka ini menyerang dan berhasil melukai serta membunuh beberapa anak buah James Cook. Berabad-abad kemudian pada tepatnyatanggal 10 Oktober 1904, Kapal SS Flamingo mendarat di suatu teluk di pesisir barat daya Irian jaya. Terulang peristiwa yang dialami oleh James Cook dananak buahnya pada saat dahulu. Mereka didatangi oleh ratusan pendayung perahu lesung panjang berkulit gelap tersebut. Namun, kali ini tidak terjadikontak berdarah. Sebaliknya terjadi komunikasi yang menyenangkan di antarakedua pihak. Dengan menggunakan bahasa isyarat, mereka berhasil melakukan pertukaran barang.Kejadian ini yang membuka jalan adanya penyelidikan selanjutnya di daerahAsmat. Sejak itu, orang mulai berdatangan ke daerah yang kemudian dikenaldengan daerah Asmat itu. Ekspedisi-ekspedisi yang pernah dilakukan di daerahini antara lain ekspedisi yang dilakukan oleh seseorang berkebangsaan Belanda bernama Hendrik A. Lorentz pada tahun 1907 hingga 1909. Kemudianekspedisi Inggris dipimpin oleh A.F.R Wollaston pada tahun 1912 sampai 1913.Suku Asmat yang seminomad itu mengembara sampai jauh keluar daerahnyadan menimbulkan peperangan dengan penduduk daerah yang didatanginya.

Untuk mengatasi kekacauan yang sering terjadi tersebut, Pemerintah Belanda pada waktu itu, melancarkan usaha-usaha dalam rangka mengurangi peperangandan memulihkan ketertiban. Pada tahun 1938, didirikan suatu pos pemerintahanyang berlokasi di Agats. Namun terpaksa ditinggalkan ketika pecah perangdengan Jepang pada tahun 1942. Selama perang itu berlangsung, hubungandenga orang-orang Asmat tidak terjalin. Hubungan tetap dengan masyarakatAsmat terjalin kembali dengan didirikannya suatu pos polisi pada tahun 1953. Mei 1963, daerah Irian Jaya resmi masuk menjadi wilayah kekuasaan Republik Indonesia. Sejak saat itu pula, Pemerintah Indonesia melaksanakan usaha-usaha pembangunan di Irian Jaya termasuk daerah Asmat. Suku Asmat yang tersebar di pedalaman hutan-hutan dikumpulkan dan ditempatkan di perkampungan- perkampungan yang mudah dijangkau. Biasanya kampung-kampung tersebutdidirikan di dekat pantai atau sepanjang tepi sungai. Dengan demikianhubungan langsung dengan Suku Asmat dapat berlangsung dengan baik.Dewasa ini, sekolah-sekolah, PUSKESMAS (Pusat Kesehatan Masyarakat) danrumah-rumah ibadah telah banyak juga didirikan peemrintah dalam rangkamenunjang pembangunan daerah dan masayarakat Asmat.

Asal orang Asmat tercipta[sunting | sunting sumber]

Dari bahan-bahan yang dikumpulkan oleh Pastor Zegwaard, seorang misionarisKatolik berbangsa Belanda, orang-orang Asmat mempercayai bahwa mereka berasal dari Fumeripits (Sang Pencipta). Konon, Fumeripits terdampar di pantaidalam keadaan sekarat dan tidak sadarkan diri. Namun nyawanya diselamatkanoleh sekolompok burung sehingga ia kembali pulih. Kemudian ia hidupsendirian di sebeuah daerah yang baru. Karena kesepian, ia membangun sebuahrumah panjang yang diisi dengan patung-patung dari kayu hasil ukirannyasendiri. Namun ia masih merasa kesepian, kemudian ia membuat sebuah tifayang ditabuhnya setiap hari.

Tiba-tiba, bergeraklah patung-patung kayu yang sudah dibuatnya tersebutmengikuti irama tifa yang dimainkan. Sungguh ajaib, patung-patung itu punkemudian berubah menjadi wujud manusia yang hidup. Mereka menari-narimengikuti irama tabuhan tifa dengan kedua kaku agak terbuka dan kedua lutut bergerak-gerak ke kiri dan ke kanan.

Semenjak itu, Fumeripits terus mengembara dan di setiap daerah yangdisinggahinya, ia membangun rumah panjang dan menciptakan manusia-manusia baru yang kemudian menjadi orang-orang Asmat seperti saat ini.

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa-bahasa yang digunakan orang Asmat termasuk kelompok bahasa yangoleh para ahli linguistik disebut sebagai Language of the Southern Division, bahasa-bahasa bagian selatan Irian Jaya. Bahasa ini pernah dipelajari dandigolongkan oleh C.L Voorhoeve (1965) menjadi filum bahasa-bahasa Irian(Papua) Non-Melanesia

Demografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Asmat adalah kabupaten yang pemusatan penduduknya berada di pesisir pantai atau di pinggir sungai.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Tidak terdapat akses darat yang menghubungkan satu distrik dengan distrik yang lain. Kendaraan yang umum dipakai oleh masyarakat adalah speedboat ataupun longboat dengan mesin motor. Masih ada masyarakat lokal yang mengendarai kole-kole (sampan kayu dengan dayung panjang) untuk dapat pergi dari satu kampung ke kampung lainnya atau menuju ke hutan untuk mencari sagu ataupun gaharu.

Media[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 

!-- --