Kabupaten Sumba Tengah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kabupaten Sumba Tengah
Lambang Kabupaten Sumba Tengah.png
Lambang Kabupaten Sumba Tengah


Moto: Tana Waikanena Loku Waikalala



Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Sumba Tengah.svg
Peta lokasi Kabupaten Sumba Tengah di Nusa Tenggara Timur
Koordinat: 119°24’-120°50 BT dan 9°20’-9°50’ LS
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Dasar hukum Undang-undang Republik Indonesia, Nomor 3, Tahun 2007[1]
Tanggal peresmian 22 Mei 2007
Ibu kota Waibakul
Pemerintahan
-Bupati Drs. Umbu Sappi Pateduk
-Wakil Bupati Umbu Dondu, BBA.
APBD
-DAU Rp. 253.664.988.000.-(2013)[2]
Luas 1.868,74 km2
Populasi
-Total 69.606 jiwa (2016)
-Kepadatan 37,25 jiwa/km2
Demografi
-Kode area telepon 387
Pembagian administratif
-Kecamatan 5
-Kelurahan 43
Simbol khas daerah
-Fauna resmi Julang sumba

Kabupaten Sumba Tengah adalah sebuah kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibu kotanya berada di Kota Waibakul. Kabupaten ini adalah pemekaran dari Kabupaten Sumba Barat. Peresmian kabupaten ini dilakukan pada tanggal 22 Mei 2007 oleh penjabat pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur, Bayang Amahu, SH.[3]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sumba Tengah terletak di Pulau Sumba bagian barat. Secara geografis, Kabupaten Sumba Tengah terletak pada 119° 24’ 56,26” - 120° 50’ 55,29” Bujur Timur dan 9° 20’ 38,31” - 9° 50’ 38,86” Lintang Selatan. Jaraknya sekitar dari 112 Kilometer dari Kota Waingapu. Luas wilayahnya 1.868.74 km².

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayah Kabupaten Sumba Tengah adalah sebagai berikut:

Utara Laut Sawu
Selatan Samudera Hindia
Barat Kabupaten Sumba Barat
Timur Kabupaten Sumba Timur

Topografi[sunting | sunting sumber]

Bagian utara dan selatan wilayah Kabupaten Sumba Tengah merupakan pesisir meliputi Kecamatan Katikutana Selatan, Kecamatan Mamboro dan Kecamatan Umbu Ratu Nggay. Sedangkan bagian tengah berupa perbukitan dan dataran tinggi. Wilayahnya berada di ketinggian antara 0-900 meter diatas permukaan air laut (Mdpl) dengan puncak tertingginya berada di Gunung Taculur (913 mdpl). Hampir sebagian wilayahnya memiliki kemiringan lahan 14°-40° dengan kemiringan ke arah utara. Seperti wilayah Pulau Sumba pada umumnya, jenis tanah dan batuan di Kabupaten Sumba Tengah didominasi oleh tanah mediteran serta batuan jenis batu gamping.

Iklim dan Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sumba Tengah memiliki dua 2 musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Iklimnya tergolong kering dengan curah hujan rendah karena hanya 4 bulan yaitu Januari sampai dengan Maret dan Desember yang keadaannya relatif basah. Sedangkan 8 bulan sisanya relatif kering dan gersang. Meski demikian Kabupaten Sumba Tengah memiliki sungai-sungai maupun sumber-sumber mata air yang cukup. Sungai yang melewati wilayah Kabupaten Sumba Tengah diantaranya adalah Sungai Labariri, Bewi dan Pamalar. Sebagian besar sungai-sungai besar di wilayah ini mengalir ke utara.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati Sumba Tengah

No. Foto Nama Bupati Awal Jabatan Akhir Jabatan Wakil Bupati Keterangan Ref.
1
Drs. Umbu Sappi Pateduk
2008
2013
Umbu Dondu, BBA
2
Drs. Umbu Sappi Pateduk
2013
2018
Umbu Dondu, BBA

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sumba Tengah dibagi menjadi 5 kecamatan, yaitu:

  1. Kecamatan Katikutana, Ibukota Waibakul
  2. Kecamatan Katikutana Selatan, Ibukota Waikabeti
  3. Kecamatan Mamboro, Ibukota Mananga
  4. Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Ibukota Lendi Wacu
  5. Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Ibukota Rita

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Agama Penduduk Kabupaten Sumba Tengah (2013)[4]
Agama Persentase
Protestan
  
77.07%
Katolik
  
16.58%
Islam
  
6.36%

Penduduk Kabupaten Sumba Tengah pada tahun 2016 tercatat 69.6069 jiwa, mengalami pertumbuhan sebesar 1,59% dari tahun sebelumnya. Kepadatan penduduk Kabupaten Sumba Tengah sebesar 37 jiwa/km², dengan Kecamatan Katikutana merupakan daerah terpadat penduduknya dengan 138 jiwa/km² dan Kecamatan Umbu Ratu Nggay merupakan daerah terjarang penduduknya dengan 17 jiwa/km²[5]

Jumlah penduduk, luas wilayah, dan desa di Kabupaten Sumba Tengah tahun 2016
Nama kecamatan Jumlah penduduk Luas wilayah Jumlah desa
Kecamatan Katikutana 10.915 Jiwa 78,83 km2  7
Kecamatan Katikutana Selatan 11.409 Jiwa 368,25 km2  9
Kecamatan Mamboro 15.801 Jiwa 358,59 km2  13
Kecamatan Umbu Ratu Nggay 13.540 Jiwa 791,37 km2  18
Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat 17.941 Jiwa 272,05 km2  18

Budaya[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten Sumba Tengah masih bisa ditemukan daerah-daerah yang memiliki nilai historis, baik dari segi sejarah maupun sosial budayanya. Di kampung Makatakeri, desa Anakalang, Kecamatan Katikutanal terdapat makam Raja Anakalang seberat 70 ton. Konon, makam itu dikerjakan oleh 2.000 orang selama tiga tahun. Di kampung Lai Tarung yang terletak di atas gunung, terletak makam nenek moyang 12 klan. Beberapa ritual adat masih dilakukan oleh masyarakat Sumba Tengah seperti ritual Purung Ta Kadonga Ratu di Kecamatan Katikutanal, Pawolung Manu dan Tausa Usu Manua di Kecamatan Mamboro serta Purung Ta Liangu Marapu di Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat[6]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Obyek Wisata[sunting | sunting sumber]

  1. Taman Nasional Manupeu Tanah Daru
  2. Pantai Mamboro
  3. Pantai Lenang
  4. Pantai Waiurang
  5. Pantai Pahar
  6. Pantai Kapulit
  7. Pantai Tarapa
  8. Air terjun Matayangu
  9. Air terjun Harunda
  10. Kampung Adat Pasunga
  11. Kampung Adat Wawarongu
  12. Pantai Konda Maloba

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]