Kabupaten Sumba Tengah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Sumba Tengah
Lambang resmi Kabupaten Sumba Tengah
Motto: 
Tana Waikanena Loku Waikalala
Peta
Peta
Kabupaten Sumba Tengah di Kepulauan Sunda Kecil
Kabupaten Sumba Tengah
Kabupaten Sumba Tengah
Peta
Kabupaten Sumba Tengah di Indonesia
Kabupaten Sumba Tengah
Kabupaten Sumba Tengah
Kabupaten Sumba Tengah (Indonesia)
Koordinat: 9°37′46″S 119°37′09″E / 9.62941°S 119.61914°E / -9.62941; 119.61914
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Timur
Tanggal berdiri22 Mei 2007
Dasar hukumUndang-undang Republik Indonesia, Nomor 3, Tahun 2007[1]
Ibu kotaWaibakul
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
 • BupatiPaulus S.K. Limu
 • Wakil BupatiDaniel Landa
Luas
 • Total1.869,18 km2 (721,69 sq mi)
Populasi
 • Total85.482
 • Kepadatan46/km2 (120/sq mi)
Demografi
 • AgamaKristen 95,95%
Protestan 78,69%
Katolik 17,26%
Islam 3,96%
Hindu 0,09%[3]
 • IPMKenaikan 61,53 (2020)
Sedang[4]
Zona waktuUTC+08:00 (WITA)
Kode area telepon387
Pelat kendaraanED xxxx D*
Kode Kemendagri53.17 Edit the value on Wikidata
DAURp 379.049.542.000,- (2020)[5]
Fauna resmiJulang sumba

Kabupaten Sumba Tengah adalah sebuah kabupaten yang berada di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibu kotanya berada di Waibakul. Kabupaten ini adalah pemekaran dari Kabupaten Sumba Barat. Peresmian kabupaten ini dilakukan pada tanggal 22 Mei 2007 oleh penjabat pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur, Bayang Amahu, SH.[6]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sumba Tengah terletak di Pulau Sumba bagian barat. Secara geografis, Kabupaten Sumba Tengah terletak pada 119° 24’ 56,26” - 120° 50’ 55,29” Bujur Timur dan 9° 20’ 38,31” - 9° 50’ 38,86” Lintang Selatan. Jaraknya sekitar dari 112 Kilometer dari Kota Waingapu. Luas wilayahnya 1.868.74 km².

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayah Kabupaten Sumba Tengah adalah sebagai berikut:

Utara Laut Sawu
Timur Kabupaten Sumba Timur
Selatan Samudra Hindia
Barat Kabupaten Sumba Barat

Topografi[sunting | sunting sumber]

Bagian utara dan selatan wilayah Kabupaten Sumba Tengah merupakan pesisir meliputi Kecamatan Katikutana Selatan, Kecamatan Mamboro dan Kecamatan Umbu Ratu Nggay. Sedangkan bagian tengah berupa perbukitan dan dataran tinggi. Wilayahnya berada di ketinggian antara 0-900 meter di atas permukaan air laut (Mdpl) dengan puncak tertingginya berada di Gunung Taculur (913 mdpl). Hampir sebagian wilayahnya memiliki kemiringan lahan 14°-40° dengan kemiringan ke arah utara. Seperti wilayah Pulau Sumba pada umumnya, jenis tanah dan batuan di Kabupaten Sumba Tengah didominasi oleh tanah mediteran serta batuan jenis batu gamping.

Iklim dan Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sumba Tengah beriklim sabana tropis (Aw) dengan dua 2 musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Iklimnya tergolong kering dengan curah hujan rendah karena hanya 5 bulan yaitu Januari sampai dengan April dan Desember yang keadaannya relatif basah. Sedangkan 7 bulan sisanya relatif kering dan gersang. Meski demikian, Kabupaten Sumba Tengah memiliki sungai-sungai maupun sumber-sumber mata air yang cukup. Sungai yang melewati wilayah Kabupaten Sumba Tengah di antaranya adalah Sungai Labariri, Bewi dan Pamalar. Sebagian besar sungai-sungai besar di wilayah ini mengalir ke utara.

Data iklim Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31.6
(88.9)
31.5
(88.7)
31.6
(88.9)
31.8
(89.2)
31.3
(88.3)
30.7
(87.3)
30.7
(87.3)
31.1
(88)
32.3
(90.1)
32.9
(91.2)
33.1
(91.6)
32.3
(90.1)
31.74
(89.13)
Rata-rata harian °C (°F) 27.4
(81.3)
27.3
(81.1)
27.3
(81.1)
27.3
(81.1)
26.8
(80.2)
26.1
(79)
25.5
(77.9)
25.9
(78.6)
26.7
(80.1)
27.7
(81.9)
28.3
(82.9)
27.9
(82.2)
27.02
(80.62)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.3
(73.9)
23.1
(73.6)
23
(73)
22.8
(73)
22.3
(72.1)
21.4
(70.5)
20.3
(68.5)
20.6
(69.1)
21.1
(70)
22.6
(72.7)
23.6
(74.5)
23.6
(74.5)
22.31
(72.12)
Curah hujan mm (inci) 375
(14.76)
373
(14.69)
310
(12.2)
214
(8.43)
136
(5.35)
84
(3.31)
47
(1.85)
20
(0.79)
32
(1.26)
85
(3.35)
210
(8.27)
331
(13.03)
2.217
(87,29)
Rata-rata hari hujan 20 19 17 13 10 6 4 2 3 7 12 18 131
% kelembapan 84 83 82 75 72 70 67 65 66 68 72 79 73.6
Rata-rata sinar matahari bulanan 170 188 201 238 267 278 294 302 298 270 237 193 2.936
Sumber #1: Climate-Data.org[7] & BMKG[8]
Sumber #2: Weatherbase[9]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No. Bupati Awal Menjabat Akhir Menjabat Periode Wakil Bupati Keterangan
22 Mei 2007 2 November 2008 Lowong Penjabat Bupati
1 Drs.

Umbu Sappi Pateduk

3 November 2008 2 November 2013 1 Umbu Dondu Wabup Sumba Tengah.png Umbu Dondu,

BBA

Pemenang Pemilukada Sumba Tengah 2008[10]
2 November 2013 2 November 2018 2 Pemenang Pilkada Sumba Tengah 2013[11]
2 November 2018 12 November 2018 Lowong Penjabat Bupati
2 Paulus Limu Bupati Sumba Tengah.png Drs.

Paulus S.K. Limu

12 November 2018 Petahana 2 Daniel Landa Wabup Sumba Tengah.png Ir.

Daniel Landa

Pemenang Pilbup Sumba Tengah 2018[12]
Catatan:
Partai Golongan Karya
Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Sumba Tengah dalam dua periode terakhir.[13][14]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 0 Kenaikan 2
  Gerindra 2 Steady 2
  PDI-P 3 Penurunan 2
  Golkar 3 Penurunan 1
  NasDem 3 Steady 3
  Berkarya (baru) 2
  PKS 1 Steady 1
  PPP 1 Penurunan 0
  PSI (baru) 1
  Hanura 2 Steady 2
  Demokrat 3 Penurunan 2
  PBB 0 Kenaikan 1
  PKPI 2 Penurunan 1
Jumlah Anggota 20 Steady 20
Jumlah Partai 9 Kenaikan 12

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sumba Tengah terdiri dari 5 kecamatan dan 65 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 84.174 jiwa dengan luas wilayah 1.868,74 km² dan sebaran penduduk 45 jiwa/km².[15][16]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Sumba Tengah, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa
53.17.01 Katikutana 7 Desa
53.17.05 Katikutana Selatan 9 Desa
53.17.03 Mamboro 13 Desa
53.17.04 Umbu Ratu Nggay 18 Desa
53.17.02 Umbu Ratu Nggay Barat 18 Desa
TOTAL 65

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Agama Penduduk Kabupaten Sumba Tengah (2018)[17]
Agama Persentase
Protestan
  
78.69%
Katolik
  
17.26%
Islam
  
3.96%
Hindu
  
0.09%

Penduduk Kabupaten Sumba Tengah pada tahun 2016 tercatat 69.6069 jiwa, mengalami pertumbuhan sebesar 1,59% dari tahun sebelumnya. Kepadatan penduduk Kabupaten Sumba Tengah sebesar 37 jiwa/km², dengan Kecamatan Katikutana merupakan daerah terpadat penduduknya dengan 138 jiwa/km² dan Kecamatan Umbu Ratu Nggay merupakan daerah terjarang penduduknya dengan 17 jiwa/km²[18]

Jumlah penduduk, luas wilayah, dan desa di Kabupaten Sumba Tengah tahun 2016
Nama kecamatan Jumlah penduduk Luas wilayah Jumlah desa
Kecamatan Katikutana 10.915 Jiwa 78,83 km2  7
Kecamatan Katikutana Selatan 11.409 Jiwa 368,25 km2  9
Kecamatan Mamboro 15.801 Jiwa 358,59 km2  13
Kecamatan Umbu Ratu Nggay 13.540 Jiwa 791,37 km2  18
Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat 17.941 Jiwa 272,05 km2  18

Budaya[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten Sumba Tengah masih bisa ditemukan daerah-daerah yang memiliki nilai historis, baik dari segi sejarah maupun sosial budayanya. Di kampung Makatakeri, desa Anakalang, Kecamatan Katikutanal terdapat makam Raja Anakalang seberat 70 ton. Konon, makam itu dikerjakan oleh 2.000 orang selama tiga tahun. Di kampung Lai Tarung yang terletak di atas gunung, terletak makam nenek moyang 12 klan. Beberapa ritual adat masih dilakukan oleh masyarakat Sumba Tengah seperti ritual Purung Ta Kadonga Ratu di Kecamatan Katikutanal, Pawolung Manu dan Tausa Usu Manua di Kecamatan Mamboro serta Purung Ta Liangu Marapu di Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat[19]

Sosial masyarakat[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten ini dalam data Badan Pusat Statistik, disebutkan sebagai kabupaten dengan angka persentase kemiskinan tertinggi di NTT sekaligus di Indonesia. Pada 2021, angka kemiskinan di sana mencapai 34,27% atau setara 25.480 jiwa, di mana untuk NTT sendiri angka kemiskinan berjumlah 20,99% dan secara nasional berjumlah 9,71%.[20]

Kawasan ini, selain rawan bencana pangan, juga memiliki indeks pembangunan manusia yang memprihatinkan. Untuk menanggulanginya, ada beasiswa yang diperuntukkan kepada anak keluarga miskin dengan verifikasi lapangan.[20] Program beasiswa tersebut dikenal sebagai Beasiswa Abadi.[21] Beasiswa itu dimulai sejak 2019 diberikan kepada yang semester tiga, dan pada taraf sarjana misalnya, hingga semester delapam. Anggaran program ini berasal dari dividen Pemkab Sumba Tengah di Bank NTT dan sumber pembiayaan lainnya dan didukung penuh DPRD kabupaten, dengan jumlah Rp 6 juta perorang.[20]

Untuk aspek pendidikan yang lain, kabupaten ini juga telah menjalin kerjasama dengan Universitas Flores pada tiga bidang yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang akan berlangsung selama 5 tahun untuk peningkatan sumber daya manusia.[21]

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Di sini, petani mengandalkan sawah tadah hujan dan panen hanya sekali dalam setahun. Selain itu, hama belalang kerap mengganggu tanaman padi dan jagung kawasan ini.[20] Namun begitu, di sini diupayakan pembentukan food estate sebagai program pemerintah untuk mengatasi kemiskinan regional. Luas kawasan Food Estate Sumba Tengah sekitar 11 ribu hektare, terdiri atas lahan yang telah ditanami padi seluas 5.400 hektare sementara 5.600 hektare ditanami jagung dan palawija. Sesuai tipikal lahan untuk persawahan dan sebagian lahan kering, dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman jagung dan peternakan. Sampai tahun kedua, diperoleh panen mencapai 6 ton.[22] Food estate di Sumba Tengah terbagi menjadi 5 zona. Zona 1 ada di Desa Umbu Pabal, zona 2 di Desa Umbu Pabal Selatan, zona 3 di Desa Elu, zona 4 di Desa Makatakeri dan zona 5 di Desa Tanamodu, Kecamatan Katikutana Selatan.[23]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Objek Wisata[sunting | sunting sumber]

  1. Taman Nasional Manupeu Tanah Daru
  2. Pantai Mamboro
  3. Pantai Lenang
  4. Pantai Waiurang
  5. Pantai Pahar
  6. Pantai Kapulit
  7. Pantai Tarapa
  8. Air terjun Matayangu
  9. Air terjun Harunda
  10. Kampung Adat Pasunga
  11. Kampung Adat Wawarongu
  12. Pantai Konda Maloba

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ UU No. 3 tahun 2007
  2. ^ "Kabupaten Sumba Tengah Dalam Angka 2021" (pdf). www.sumbatengahkab.bps.go.id. hlm. 43, 68. Diakses tanggal 15 Juni 2021. 
  3. ^ "Persentase Agama Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur 2018". www.nttprov.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-01-27. Diakses tanggal 16 Januari 2020. 
  4. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 15 Juni 2021. 
  5. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 15 Juni 2021. 
  6. ^ "The Jakarta Post". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-09-26. Diakses tanggal 2007-05-23. 
  7. ^ "Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 20 Oktober 2020. 
  8. ^ "Buletin Prakiraan Musim Hujan 2022-2023 Provinsi NTT – Normal Curah Hujan Kabupaten Sumba Tengah Zona Musim 467 & 487 periode 1991-2020". BMKG – Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang. September 2022. hlm. 22. Diakses tanggal 20 September 2022. 
  9. ^ "Pulau Sumba, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 20 Oktober 2020. 
  10. ^ "Gubernur Lantik Bupati-Wabup Sumba Tengah". Diakses tanggal 2019-04-29. 
  11. ^ "Gubernur NTT Lantik Bupati-Wakil Bupati Sumba Tengah". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-04-29. 
  12. ^ "Gubernur NTT Lantik Bupati dan Wabup Sumba Tengah". Pos Kupang. Diakses tanggal 2019-04-29. 
  13. ^ Perolehan Kursi DPRD Sumba Tengah 2014-2019
  14. ^ Perolehan Kursi DPRD Sumba Tengah 2019-2024
  15. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  16. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  17. ^ "Jumlah Pemeluk Agama menurut Golongan Agama per Kecamatan 2013". Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 11 Juli 2018. 
  18. ^ Jumlah Penduduk Per Kecamatan di Kabupaten Sumba Tengah 2013-2016
  19. ^ "Atraksi Budaya di Kabupaten Sumba Tengah". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-12. Diakses tanggal 2018-07-12. 
  20. ^ a b c d Herin, Fransiskus Pati (15 Juni 2022). "Wujud Impian Anak di Sumba Tengah". Kompas. hlm. 1 & 15.
  21. ^ a b Tukan, Laurensius, Leba (3 Juni 2022). Bupati Paulus Teken Kerja Sama dengan Uniflor, Ada Mahasiswa Sumba Tengah Penerima Beasiswa Abadi Selatan Indonesia. Diakses paada 19 Juni 2022.
  22. ^ Billiocta, Yacob (30 Mei 2022). Atasi Kemiskinan di Sumba Tengah, Food Estate Digarap Serius Merdeka.com. Diakses pada 19 Juni 2022.
  23. ^ Khoirunnisaa, Jihaan (13 Februari 2021). Berkat Food Estate, Sumba Tengah Tak Lagi Jadi Kabupaten Termiskin Detik Finance. Diakses pada 19 Juni 2022.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]