Kabupaten Landak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Landak
Kalimantan 1rightarrow blue.svg Kalimantan Barat
Lambang Kabupaten Landak
Lambang
Motto: 
Masyarakat Bersatu Landak Maju
Locator map of Landak Regency in West Kalimantan.svg
Kabupaten Landak berlokasi di Kalimantan
Kabupaten Landak
Kabupaten Landak
Kabupaten Landak berlokasi di Indonesia
Kabupaten Landak
Kabupaten Landak
Koordinat: 0°25′25″N 109°45′33″E / 0.42373°N 109.75917°E / 0.42373; 109.75917
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Barat
Tanggal peresmian4 Oktober 1999
Dasar hukumUU No. 55 Tahun 1999
Ibu kotaNgabang
Pemerintahan
 • BupatiKarolin Margret Natasa
 • Wakil BupatiHerculanus Heriadi
Luas
 • Total9.909,10 km2 (382,590 sq mi)
Populasi
 ((2018)[1])
 • Total372.609 jiwa
Demografi
 • AgamaKristen 83,40%
- Katolik 54,27%
- Protestan 29,13%
Islam 15,96%
Budha 0,49%
Konghucu 0,06%
Hindu 0,02%
Lainnya 0,07%[2]
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0563
Kode Kemendagri61.08 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan13
Jumlah kelurahan5
Jumlah desa151
DAURp. 534.166.873.000.-(2013)[3]
Situs webhttp://www.landakkab.go.id/
Kantor Bupati Landak

Kabupaten Landak adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Barat yang terbentuk dari hasil pemekaran Kabupaten Mempawah tahun 1999. Ibu kota kabupaten ini terletak di Ngabang. Memiliki luas wilayah 9.909,10 km² dan berpenduduk sebesar 372.609 jiwa (2018).[1] Landak terbagi menjadi 13 kecamatan dengan 5 kelurahan dan 151 desa dan 6 desa diantaranya termasuk desa tertinggal.[1][4]

Kabupaten Landak adalah salah satu kabupaten yang boleh dikatakan maju dari segi pembangunan, pendidikan dan perekonomian serta keamanan. Nama Landak disebutkan dengan Landa salah satu kerajaan Hindu di pulau Tanjung Negara (Kalimantan) dalam kakawin Negarakretagama. Namun ada yang berpendapat nama Landak berasal dari Bahasa Belanda yang terbagi menjadi dua suku kata Lan dan Dak, LAN artinya Pulau dan DAK artinya Dayak, oleh sebab itu mayoritas penduduk aslinya adalah Suku Dayak. Mengapa dikatakan demikan bukti konkritnya adalah masih adanya peninggalan rumah Panjang/Betang di Kabupaten Landak sampai saat ini, tepatnya terletak di desa Saham, Kecamatan Sengah Temila.

Berdasarkan catatan sejarah bahwa kata "Dayak" ditulis oleh para penulis Belanda zaman itu dalam bentuk "Dyak" atau "Dyaker". Sementara kata "Land" berarti "tanah". "Land-Dyak" sebenarnya bermakna "Tanah Dayak" yang kemudian diubah menjadi "Landak". Kabupaten Landak ini sama sekali tidak berhubungan dengan binatang bernama landak atau lanak (bahasa Dayak Kanayatn).

Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam wester-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8[5]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas Administrasi[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Landak terletak pada batas koordinat 0°10’ - 1°10’ Lintang Utara dan 109°5’ - 110°10’ Bujur Timur, sedangkan batas-batas wilayah administrasi Kabupaten Landak adalah sebagai berikut:

Utara Kecamatan Bengkayang, Kecamatan

Samalantan, Kecamatan Ledo, Kecamatan Sanggauledo, Kecamatan Seluas, dan Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang

Timur Kecamatan Beduwai, Kecamatan Sekayam,

Kecamatan Kembayan, Kecamatan Tayan Hulu, dan Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau

Selatan Kecamatan Sungai Ambawang,

Kecamatan Kuala Mandor dan Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Pontianak

Barat Kecamatan Toho, Kecamatan Sungai

Pinyuh, dan Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Pontianak

Morfologi[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan peta topografi skala 1:250.000 seri AMS, morfologi Kabupaten Landak umumnya merupakan pegunungan bergelombang hingga tinggi dengan puncak-puncak pegunungan hingga lebih dari 1000 m di atas permukaan air laut, terutama ada dibagian utara, sedangkan dibagian selatan, terutama disekitar kota Ngabang ke arah selatan memperlihatkan morfologi dataran setempat yang berawa-rawa dengan ketinggian 50 m di atas permukaan air laut.

Struktur Geologi[sunting | sunting sumber]

Penampakan struktur geologi yang terdapat di Wilayah Kabupaten Landak antara lain berupa lipatan berarah barat timur, terutama pada satuan batuan kelompok Bengkayang, sedangkan pada batuan kelompok batupasir Kayan berkembang struktur gawir yang kemungkinan banyak terdapat air terjun, di bagian sisi barat pada satuan batuan gunung api banyak terdapat kelulusan yang berarah barat laut-tenggara. Struktur kelulusan dan patahan berkembang di bagian timur, pada batuan beku berumur kapur, umumnya berarah barat laut-tenggara.

Struktur geologi Kabupaten Landak termasuk dalam Zona C, yaitu Daerah Kontinen Dataran Sunda. Kondisi Zona C di Kalimantan Barat kurang stabil karena tidak mengalami Diastrofisma Tersier. Sebagian besar Wilayah Kabupaten Landak mempunyai Batuan Instrusif dan Plutonik yang bersifat asam sampai basa. Batuan kapur yang tersingkap pada bagian Timur Kabupaten terdiri dari suatu kompleks fragmen–fragmen dan irisan–irisan Kuarsit, mafik, ultramatik batu kapur dan batu pasir. Percampuran batuan–batuan ini terjadi akibat Perisai Sunda yang menahan bagian Samudera yang lebih padat dan lebih berat daripada kerak bumi sewaktu bergerak ke arah barat daya dan menekan bagian ini ke bawah. Pada Pegunungan Niut terbentuk atas berbagai struktur batuan, yaitu Plistosen–plistosen, kapur dan Intrusif serta Plutonik Basa.

Litologi dan Kaitannya dengan Bahan Galian Industri[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan peta geologi lembar Sanggau, wilayah Kabupaten Landak dapat diamati adanya 2 (dua) jenis batuan, yaitu Sedimen dan bahan gunung api.

  • Batuan Sedimen yang terlihat dari umur muda ke tua adalah:
    • Endapan Aluvium (Qa), terdiri dari: tumbuhan lumpur, pasir dan sisa
    • Batupasir Landak (Tola), terdiri dari: batu pasir kuarsa dan litik, beberapa konglomerat dan batu lumpur merah kecoklatan, setempat karbonan
    • Batupasir Kayan (Tkk), terdiri dari: batu pasir kuarsa dan kuarsa feldspar, setempat kerakalan, sisipan batu lanau dan konglomerat, sedikit batu bara
    • Formasi Pendawan (Kp), terdiri dari: batu pasir, batu lanau, batu lumpur, serpih, serpih sabakan dan biasanya gampingan, batu pasir kuarsa feldspar
  • Sedangkan batuan gunung api berturut-turut dari muda ke tua adalah:
    • Batuan gunung api niat (Tpn), terdiri dari: andesit, dasit dan basal, sedikit konglomerat dan piroklastik
    • Batuan terobosan sintang (Toms), terdiri dari: granodiorit, diorit kuarsa, andesit piroksen dan dasit
    • Kantorbupatilandak.jpg
      Granodiorit mensibau (Klm), terdiri dari: granodiorit, granodiorit hornblende, diorit kuarsa, granit dan monzoit
    • Batuan gunung api raya (Tpn), terdiri dari: andesit, dasit dan basal, sedikit konglomerat dan piroklastik

Jenis Tanah[sunting | sunting sumber]

Jenis tanah di Kabupaten Landak antara lain:

  • Podsolik merah kuning (batuan endapan), terbentuk dari bahan induk endapan, terdapat di kecamatan:
    • Sengah Temila
    • Mempawah Hulu
    • Ngabang
    • Menyuke
    • Air Besar
    • Kuala Behe

Keadaan alami kesuburan tanah hanya terbatas pada lapisan berbahan organik, tetapi bila digunakan kurang saksama kesuburannya akan cepat menurun.

  • Podsolik merah kuning (batuan beku dan endapan), terbentuk dari bahan induk batuan beku, banyak dijumpai di kecamatan:
    • Mempawah Hulu
    • Mandor
    • Menjalin
    • Ngabang
  • Podsolik merah kuning (batuan beku dan endapan), banyak terdapat di daerah berbukit dan pegunungan lipatan, seperti di pegunungan Niut, Kecamatan Meranti dan Ngabang
  • Podsol (batuan endapan), sebagian besar terdapat di Kecamatan Mandor dan Menjalin. Tanah jenis ini merupakan tanah bermineral yang mempunyai perkembangan profil dengan tekstur pasir kuarsa, sangat masam dan sangat kurus di mana kemampuan pertukaran kation sangat rendah
  • Latosol, terdapat bagian utara Kecamatan Menyuke yang terbentuk dari fisiografi vulkan yang berasal dari bahan induk batuan beku, warna tanahnya coklat kehitaman, terdrainase baik dan umumnya berstruktur halus di lapisan atas dan sedang di lapisan bawah
  • Organosol dan glei humus (bahan aluvial), terdapat di kecamatan:
    • Mandor
    • Menjalin
    • Sebagian Sengah Temila
    • Sebangki

Jenis tanah ini mempunyai karakteristik yang tersusun dari bahan organik atau campuran bahan mineral dan bahan ketebalan minimum 50 cm serta mengandung paling sedikit 30% dari bahan organik (bila liat) atau 20% bila berpasir, kepadatan tanahnya kurang dari 0,6 dan selalu jenuh air, mudah mengerut dan tak balik, bila kering peka erosi dan mudah terbakar.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Nomor Foto Nama Masa Jabatan Keterangan Wakil Bupati Ref
1 Drs. H. Agus Salim, M.M. 1999–2001
2 Drs. Cornelis, M.H. 2001–2006 Periode pertama Nicodemus Nehen, S.Pd.
2006–2008 Periode kedua Dr. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si.
3 Dr. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si. 2008–2011 Menggantikan bupati Cornelis yang maju pada Pilgub Kalbar 2008
2011–2016 Herculanus Heriadi, S.E.
_ Ir. Jakius Sinyor, M.T. 6 September 2016–21 Mei 2017 Penjabat bupati [6]
4 Karolin Margret Natasa 22 Mei 2017–sekarang Herculanus Heriadi, S.E. [7]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Landak dalam dua periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019[8] 2019-2024[9]
Logo PKB.svg PKB 2 1
Logo Gerindra.svg Gerindra 4 3
LOGO- PDIP.svg PDI Perjuangan 11 13
GolkarLogo.png Golkar 4 3
Partai NasDem.svg NasDem 5 Steady 5
PartaiPerindo.png Perindo (baru) 2
Logo PPP.svg PPP 1 0
Logo PAN.svg PAN 2 1
Logo Hanura.svg Hanura 1 3
Logo of the Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 3 4
Lambang PKPI PKPI 2 0
Jumlah Anggota 35 Steady 35
Jumlah Partai 10 9

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Landak secara geografis posisinya terdapat di bagian tengah Provinsi Kalimantan Barat dengan luas wilayah 9.909,10 km2 atau 6,75% dari luas keseluruhan provinsi Kalimantan Barat yang terbagi atas 13 kecamatan, yaitu:

Terbentuknya Kabupaten Landak berdasarkan UU No. 55 Tahun 1999 tanggal 4 Oktober 1999. Pertimbangan pokok terbentuknya Kabupaten Landak adalah bahwa berhubungan dengan perkembangan dan kemajuan Provinsi Kalimantan Barat pada umumnya dan Kabupaten Mempawah pada khususnya serta adanya aspirasi yang berkembang dalam masyarakat, dipandang perlu meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan serta pembinaan masyarakat guna menjamin perkembangan dan kemajuan pada masa mendatang. Sehubungan dengan hal tersebut di atas dan memperhatikan perkembangan penduduk, luas wilayah, potensi ekonomi, sosial budaya, sosial politik dan meningkatnya beban tugas serta volume kerja di bidang penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Kabupaten Mempawah dipandang perlu membentuk Kabupaten Landak sebagai pemekaran dari Kabupaten Mempawah.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Jumlah Penduduk[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan hasil perhitungan Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk penduduk pertengahan tahun 2019 jumlah penduduk Kabupaten Landak sebanyak 377.305 jiwa yang terdiri dari 196.343 laki-laki dan 180.962 jiwa perempuan dengan sex ratio 108.50. Selama kurun waktu 2018-2019 laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Landak sebesar 1,26 persen per tahun dengan kepadatan penduduk per Km 38,08. Berdasarkan Hasil Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035 (Pertengahan Tahun/Juni).

Intensitas Curah Hujan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Landak dapat dikategorikan sebagai daerah hujan dengan intensitas tinggi. Secara umum curah hujan rata-rata bulanan di tahun 2019 sebesar 249,7 mm, yang berarti terjadi penurunan curah hujan dibanding tahun sebelumnya (curah hujan ratarata bulanan tahun 2018 sebesar 319,1 mm). Intensitas curah hujan yang tinggi ini kemungkinan dipengaruhi oleh daerahnya yang berhutan tropis. Rata-rata curah hujan tertinggi tahun 2019 terjadi pada bulan Oktober yang mencapai 561 milimeter dengan jumlah hari hujan sebanyak 25 hari. Dilihat dari hari hujan yang terendah selama setahun untuk tahun 2019 terjadi pada bulan September yaitu 9 hari.

Lapangan Pekerjaan[sunting | sunting sumber]

Pekerjaan yang banyak diusahakan oleh masyarakat di Kabupaten Landak adalah sektor pertanian (82,88%), diikuti oleh sektor perdagangan (5,36%) dan sektor-sektor lainnya seperti industri, konstruksi, angkutan, pertambangan, listrik, telekomunikasi dan lain-lain.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Wisata Kuliner[sunting | sunting sumber]

  1. Lemang ( pulut yang dimasak di bambu );
  2. Cucur / tumpi ( beras yang dibuat tepung lalu digoreng );
  3. Dange ( biasanya disajikan kaum kristen saat natal).
  4. Masakan yang dimasak dibambu seperti daun singkong (Daukng ubi), ikan dan lauk pauk lainnya disebut dengan dimasak "Parikng"
  5. Nasi yang dimasak dengan dibungkus daun dan hanya dilaksanakan musim panen hasil pertama dari ladang (uma mototn) disebut dengan "Leko/Bontokng"

Wisata Alam[sunting | sunting sumber]

Wisata Lainnya[sunting | sunting sumber]

  1. Rumah Panjang/Panyakng - Desa Saham/Sahapm, Pahauman.
  2. Rumah Radakng Aya' (Ngabang)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "Kabupaten Landak Dalam Angka 2019". www.landakkab.bps.go.id. BPS Kabupaten Landak. Diakses tanggal 21 Februari 2020. 
  2. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Landak". www.sp2010.bps.go.id. Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 21 Februari 2020. 
  3. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  4. ^ Harian Kompas, Beban Berat pada Lingkungan, 11 Juni 2003
  5. ^ (Belanda) Staatsblad van Nederlandisch Indië, s.n., 1849
  6. ^ "Jakius Sinyor Pj. Bupati Landak". equator.co.id. 7 September 2016. Diakses tanggal 11 Desember 2016. 
  7. ^ "Mengenal Karolin Margret, Dokter Cantik yang Kini Resmi Jabat Bupati". jawapos.com. 22 Mei 2017. Diakses tanggal 22 Mei 2017. 
  8. ^ Perolehan Kursi DPRD Landak 2014-2019
  9. ^ Perolehan Kursi DPRD Landak 2019-2024

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]